selasar-loader

Apakah profesi wartawan masih akan ada di masa depan?

Last Updated Mar 2, 2017

Ketika semua orang bisa memproduksi konten dan media sosial memfasilitasi penyebarannya, mainstream media diyakini akan semakin terancam. Apakah ini berarti jurnalis profesional tidak akan ada lagi di masa depan?

4 answers

Sort by Date | Votes
Anonymous

_jYg0sNUwDIZvVPHr10GECw_pbLL0LVU.jpg

Menurut saya, profesi wartawan sangat penting, apalagi dalam dunia pemberitaan. Sebelumnya, saya akan menjelaskan apa itu wartawan. Wartawan adalah seseorang yang melakukan kegiatan jurnalistik atau orang yang menulis berita (laporan) yang selanjutnya akan dikirim dan dimuat di suatu media massa.

Wartawan juga didisiplinkan oleh kode etik jurnalistik (Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999). Tujuannya adalah agar wartawan bisa mempertanggungjawabkan apa yang ia beritakan kepada masyarakat. Jika wartawan melanggar salah satu kode etik jurnalistik yang sudah ditetapkan, maka ia akan diberikan sanksi berupa peringatan, bahkan medianya pun juga bisa kena pembredelan karena kecerobohan si wartawan.

Jadi, menurut saya, wartawan masih sangatlah penting di masa sekarang atau masa depan karena informasi yang disajikan kepada masyarakat dapat dipertanggungjawabkan oleh wartawan yang menuliskannya. Jadinya tidak ada unsur berita yang tidak bedasarkan fakta, semua pemberitaan yang ditulis dan dimuat di media itu adalah peristiwa yang benar terjadi alias tidak ada unsur kebohongan. Ini dimungkinkan karena masyarakat membutuhkan informasi yang akurat sekaligus mempunyai nilai berita yang baik.

Answered Mar 11, 2017
Wahyu Rizkiawan
jurnalis. tertarik pada dunia pendidikan, seni, kebudayaan dan sepakbola

lkCy8c3qMkMRT9N93QsW6HViz89h5zaS.jpg

via crowdrise.com

Profesi wartawan atau jurnalis tentu tetap akan ada. Hanya, pergeseran teknologi yang membuat setiap orang bisa menjadi wartawan bagi diri sendiri, orang terdekat, atau keluarganya. Diyakini atau tidak, fenomena ini bakal menggeser tugas wartawan (profesional) itu sendiri. 

Bergeser ke mana? Tentu bergeser pada inovasi. Jurnalis, bagi saya, bukan sekedar profesi, melainkan minat dan (sesekali saya artikan sebagai panggilan jiwa) keinginan. Jadi, kalaupun kelak semua orang bisa menjadi jurnalis (akibat adanya media sosial), hanya berpengaruh pada semakin sempitnya "kewenangan" seorang jurnalis profesional dalam mengemban tugas. 

Dan tentu, itu bakal mengancam eksistensi pendapatan (income? materi?) jika jurnalis hanya dimaknai sebagai profesi saja. Namun, jika jurnalis sudah menjadi minat dan mendarah daging, tentu bakal memantik inovasi-inovasi perihal ke-jurnalistik-an. Contohnya, dedengkot Selasar: Paman Pepih Nugraha. 

Akibat kemajuan teknologi yang melahirkan media sosial, Paman Pepih yang sebelumnya seorang jurnalis media cetak Kompas mampu melahirkan Kompasiana. Lalu, saat media sosial semakin membabi-buta, beliau (lagi-lagi) mampu menghadirkan media berbagi wawasan dan pengetahuan macam Selasar ini.

Jadi, menurut saya, jurnalis adalah profesi tak lekang zaman. Pada zaman apapun, jurnalis atau jurnalistik selalu mampu berjalan beriringan secara fleksibel. Tentu, dengan syarat, jurnalis bersangkutan benar-benar memiliki passion pada jurnalisme. (Semoga sih, hehe.)

Answered Mar 12, 2017
Thereis Kalla
IISIP JAKARTA

op98eoObISUOUTmdCT5pXkxsfmvR6F-D.jpg

Memang benar bahwa di era milenial ini, semua orang bisa mengunggah apa pun ke dalam media sosial, bahkan fitnah dan ujaran kebencian pun bisa disebarkan. Namun, media sosial bukanlah media massa, sebab media sosial tidak punya lembaga yang mengawasi gerak-geriknya, tidak seperti media massa yang selalu diawasi oleh Dewan Pers ataupun KPI, bahkan ada Undang-undang Pers yang mengatur pers itu sendiri.

Mungkin media sosial juga punya undang-undang yang mengaturnya, yaitu UU ITE, tapi apakah medsos punya kode etik dalam memuat informasi yang di-publish di dunia maya? Berbeda dengan pekerjaan wartawan, ada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang mengatur etika profesi ini. Adanya KEJ membuktikan bahwa profesi wartawan harus dilakukan secara profesional dan orang yang bekerja sebagai wartawan harus terlebih dahulu mengenyam ilmu jurnalistik. 

Tetapi, di luar sana, kita masih bisa menemui wartawan Bodreks. Coba saja cari berita wartawan yang suka memeras pihak-pihak tertentu. Nah, itu namanya wartawan Bodreks . Wartawan seperti ini sesungguhnya bukanlah wartawan. Mereka hanya mengaku-aku wartawan. Disuruh menulis Lead dengan benar pun, mungkin mereka tidak bisa.

Mainstream media akan terus hidup, sebab kehidupan pers tidak akan pernah mati. Salah satu fungsi pers adalah sebagai watchdog, yaitu seperti anjing yang menyalak apabila ada yang salah dalam kehidupan sosial maupun politik. Pers juga berlaku sebagai pengatur kontrol sosial masyarakat.

Apakah media sosial bisa melakukan fungsi itu? Saya rasa belum bisa, karena di media sosial, semuanya tersedia dan kita yang memfilternya, mana berita yang baik dan yang buruk.

Sebagai komunikator dalam menyampaikan informasi kepada publik, pers akan terus berevolusi mengikuti perubahan zaman. Bila dahulu ada media cetak, sekarang ada media online. Tapi, semua punya kelebihan dan peminatnya masing-masing.

Pers yang baik selalu memberi harapan dan optimisme kepada publik. Di balik pers yang kredibel, ada wartawan-wartawan kompeten, yang tidak hanya sekedar menulis, tapi menyampaikan fakta dan kebenaran. Oleh karena itu, profesi wartawan akan terus hidup, sebab menjadi wartawan adalah tentang idealisme bukan hanya teknis atau sekedar mencari rupiah.

 

Answered Mar 12, 2017
Tsaltsa Meza koesmawaty
ثلاثه ميزا كيماواتي بنت أحمد كوسا سه زين Management of communication-iisip

kEHjgc4FyjF3KCHFVOuCQ6yhoSolKC-Q.jpg

Apakah profesi wartawan masih akan ada di masa depan?

Menurut saya masih penting. Mengapa demikian? Saya akan coba menjelaskan terlebih dahulu tentang apa arti wartawan.

Wartawan adalah seseorang yang mencari informasi yang sedang terjadi di dunia. Selain hanya mencari informasi, wartawan adalah profesi yang menyampaikan atau melaporkan suatu kejadian. 

Dengan adanya wartawan, komunikan dapat mengetahui apa saja informasi yang terjadi saat ini. Tanpa ada wartawan, lantas siapakah yang akan mencari informasi? Jika tidak ada informasi, bagaimana kita akan mengetahui apa yang sedang terjadi dengan kehidupan kita ke depan? 

Dengan adanya informasi yang kita peroleh dari hasil pemberitaan wartawan, kita akan mengetahui apapun yang sedang terjadi saat ini dan akan memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya.

Jika profesi wartawan tidak ada lagi di masa depan, bagaimana kita mengetahui banyak hal di luar sana?

Karena itulah, saya beralasan, profesi wartawan masih penting dan harus ada sampai di masa depan.

Answered Mar 14, 2017

Question Overview


6 Followers
895 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Benarkah peran media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Benarkah peran media arus utama atau media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Mengapa media disebut "Pilar Keempat" dalam demokrasi?

Apa pendapatmu tentang isu-isu yang berkembang di media mainstream belakangan ini?

Apa pendapatmu tentang media cetak sekarang?

Siapakah yang mempopulerkan "Om Telolet Om"? Mengapa bisa populer di kalangan netizen?

Apakah skill atau keahlian paling utama yang harus dimiliki seorang pemimpin redaksi?

Apa yang membuat Harian Kompas sebagai media cetak lebih unggul dan bernilai dibanding media cetak lain?

Apa yang membuat Harian Republika sebagai media cetak lebih unggul dan bernilai dibanding media cetak lain?

Apa yang membuat Harian Media Indonesia sebagai media cetak lebih unggul dan bernilai dibanding media cetak lain?

Bagaimana menjaga objektivitas seorang Jurnalis?

Apa perbedaan antara jurnalisme televisi dan jurnalisme cetak?

Kenapa pemberitaan setiap media nasional memiliki perspektif berbeda?

Siapa Itu Sukarni Ilyas yang dikenal dengan nama "Karni Ilyas"?

Siapa itu Pepih Nugraha?

Apa yang dimaksud dengan 5W 1H dalam menulis berita?

Apa yang disebut "Nilai Berita" atau news value?

Siapa Jakob Oetama dalam dunia jurnalistik dan media Indonesia?

Apa yang membuat Anda kecanduan media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Instagram?

Apa yang dimaksud "fact is sacred" dalam menulis berita?

Apa yang dimaksud "Cub Reporter"?

Apa yang disebut "Hook" dalam menulis berita?

Apa yang dimaksud "Firsthand Account" dalam meliput peristiwa?

Bagaimana membedakan antara "Firsthand Account" dan "Secondhand Account" dalam menulis berita?

Siapakah Trias Kuncahyono?

Efektifkah aksi boikot Metro TV melalui Petisi?

Model bisnis apa saja yang biasa dilakukan oleh media online?

Lebih memilih menjadi dokter atau TNI? Berikan alasannya.

Menurut anda, seorang Selebgram atau Youtubers haruskah diwajibkan membayar pajak penghasilan?

Apakah profesi fotografer menjanjikan masa depan yang baik?

Apa persepsi Anda tentang Pemadam Kebakaran?

Apa keuntungan menjadi pencari madu lebah?

Apa yang membuat Anda ingin menjadi dokter hewan?

Siapa sajakah orang yang disebut sebagai buruh?

Apa keuntungan kerja di bank?

Bagaimana cara untuk menyejahterahkan kehidupan buruh di Indonesia?