selasar-loader

Mengapa film-film Marvel lebih banyak ditonton daripada DC?

Last Updated Mar 1, 2017

3 answers

Sort by Date | Votes

m0KLWxbkSuFKf-b61mR58y-VTHgk8jAZ.jpg   

Karena film marvel selalu memberikan warna yang berbeda dari film DC. Contohnya adalah film terbaru Deadpool (Marvel) menceritakan karakter mutan yang tidak akan pernah mati, sama halnya dengan Logan yang menjadi Wolverine. 

Namun Deadpool (Marvel) sedikit berbeda dan memiliki jalan cerita komedi, beda halnya dengan DC yang selalu memberikan suasana dalam kegelapan dan mencekam pada setiap filmnya.

Adakalanya, Marvel lebih sering menerbitkan karakter karakter tokoh super hero baru yang membuat penonton tertarik untuk menonton film-film mereka. 

Beberapa film Marvel yang saya tahu adalah Fantastic Four, X-Men, Deadpool, Doctor Strange, dan Avengers (yang memiliki banyak seri). Sedangkan, DC yang saya tahu hanya Superman dan Batman. Mungkin produsernya tidak memiliki referensi lagi untuk membuat film lain sehingga akhirnya, Superman dan Batman pun saling beradu kekuatan guna menarik minat penonton.

Jadi, kenapa Marvel lebih sering ditonton? Karena mereka lebih banyak mengeluarkan tokoh super hero dengan bermacam-macam kemampuan yang dimiliki.

Answered Mar 6, 2017
Ray Rahendra
digital strategist, writer, Juventus, marketeer

n5Kzb8ehSiVLXPiLkK6k6qgpiB5pRTKM.jpg

First of all, I have to be honest. I am DC fans. Lebih ke komik sih. But fear not, jawaban saya akan sangat obyektif.

Kenapa film Marvel lebih laku daripada film-film DC?

1. Karena Marvel lebih dahulu mulai. Tanpa memasukkan Batman versi Nolan ke dalam pembicaraan ini, Marvel udah jauh lebih dulu membangun cinematic universe mereka. Dimulai dari Iron Man, terus dilanjut sama Captain America, lalu perkenalan Thor, baru kemudian lanjut ke Avengers. Perkenalannya so smooth, dan otomatis audience pun jadi lebih kenal karakter-karakter Marvel ketimbang DC. Jauh sebelum film-film di atas ada/dibuat, paling sedikit banget orang-orang yang tahu siapa itu Capt. America, Winter Soldier, Thor, Heimdall, Loki, bahkan Hawkeye. Dan baru di 2015, DC mulai "membangun" universe mereka di film. Jelas kalah jauh.

2. Tone Film. Lagi, Batman versi Nolan memang memperkenalkan genre dan tone baru ke dalam film superhero: tone yang dark, gritty, dan noir. Tapi, itu hanya berlaku untuk Batman since kita tahu kalau Batman memang dari sananya seperti itu. Namun, hal itu jelas-jelas tidak bisa diaplikasikan ke Suicide Squad, misalnya. Nah, di Marvel Cinematic Universe, tone yang ada dibuat lebih cerah. Lebih ceria. Karena selain ingin membuat film yang lebih fun, Marvel pun berniat menggaet pasar baru untuk mereka. Solusinya? Membuat film yang bisa diterima oleh siapapun. Karena itu juga, film-film Marvel gak ada yang rate R. Film Marvel ya, bukan film-film Marvel buatan Fox. :P

3. Marvel Cinematic Universe melihat big picture, bukan berdasarkan 1 project. Hal ini yang tidak dilakukan oleh DC Cinematic Universe. Marvel membuat sebuah film berdasarkan kesinambungan film tersebut ke film lainnya, dan kesinambungan film tersebut menuju ke timeline besar yang sudah Marvel buat. Ini dilakukan agar semua filmnya nyambung dan punya benang merah. Makanya, inilah kenapa meskipun gonti-ganti sutradara di tiap filmnya (Capt. America 1, 2 dan 3 beda sutradara. Avengers 1 dan 2 beda sutradara, cuma GOTG 1 & 2 yang sutradaranya sama), tapi tone tersebut tetap terjaga. Beda dengan DC Cinematic Universe yang sepertinya susah move on dari Zack Snyder, padahal dari segi konsep cerita dan pembangunan karakter mah jelek banget. Snyder terlalu memaksakan keinginannya dalam membuat universe si DC. Itulah kenapa beberapa waktu lalu santer kabar Ben Affleck keluar dari role sutradara untuk project film Batman. Ini juga yang jadi alesan kenapa Suicide Squad jadi berantakan. Dan juga, dari pihak DC pun seakan belum ngerti dan belum tahu mau dibawa ke mana si DC Cinematic Universe ini.

Kurang lebih tiga poin tersebut adalah yang bisa saya tulis. Sebenernya, Marvel Cinematic Universe juga punya kekurangan sih, mulai dari pemilihan dan pengembangan sosok villain yang caur, makanya gak ada villain keren dari Marvel Cinematic Universe selain Loki, dan Loki, dan Loki lagi. Yang selanjutnya sih soal scoring yang gak pernah jadi keren atau gampang diingat atau identik. Bandingkan sama scoring film-film DC yang dibuat sama Hans Zimmer yang mudah diingat dan dikenang. #tsaah

Semoga membantu! :)

Answered Mar 7, 2017

Oz58RyuFXJROdkaCuWtT_IGTKFKOQpl-.jpg

via https://klikgame.com (FR)

Pertama, benarkah Marvel lebih banyak ditonton? Saya belum menemukan datanya. Hal tersebut mungkin bisa dicek di boxofficemojo.

Kedua, belakangan ini Marvel memproduksi lebih banyak film daripada DC sehingga wajar jika penonton Marvel lebih banyak.

Ketiga, ketika DC memproduksi Superman (diperankan oleh Reeves) di tahun 70-an dan Batman (diperankan oleh Keaton) di akhir tahun 80-an dan awal 90-an, saya tidak menemukan film tandingan dari Marvel.

Terakhir, Marvel mempunyai studio sendiri untuk produksi film, sedangkan DC tidak.

Answered Mar 31, 2017