selasar-loader

Apa dampak globalisasi terhadap budaya konsumsi masyarakat?

Last Updated Mar 1, 2017

3 answers

Sort by Date | Votes
Mughnifia Sabrina
Mahasiswi S1 Antropologi Budaya FIB UGM , Peserta Rumah Kepemimpinan Yogyakrta

cxz2SZgt4S0T0_a1gifyWjEDyGSeeto3.jpg

“Salah satu dampak globalisasi terhadap pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat kita adalah kemunculan simbolisasi dalam kehidupan. Manusia banyak menyematkan simbol dan makna pada aktivitas atau benda tertentu.”

Itulah sebuah kalimat penjelasan yang disampaikan Pak Profesor sore itu pada kelas Kajian Konsumsi dan Gaya Hidup. Dalam ilmu antropologi, sangat dikenal istilah animal symbollicum –binatang simbol—yang disematkan kepada manusia. Bagi manusia, simbol dijadikan sebagai salah satu cara berkomunikasi dalam masyarakat. Oleh manusia, simbol yang berwujud benda, tokoh, ataupun aktivitas akan disematkan nilai (value) kepadanya agar memiliki makna sehingga dapat disebut baik, buruk, indah, sukses, gagal, dan sebagainya. Makna atau nilai yang terkandung pada suatu simbol dapat berlaku umum untuk semua kelompok masyarakat maupun bersifat khusus pada kelompok masyarakat tertentu.

Globalisasi sebagai sebuah gejala yang mengupayakan dunia tanpa batas ruang dan waktu menjadi sebuah jalan untuk masuknya global symbol. Proses produksi global symbol ini bisa jadi akan direspon dengan cara yang berbeda pada kelompok masyarakat yang berbeda pula. Tidak jarang terjadi perubahan atau pergeseran makna simbol. Sebut saja aktivitas makan yang secara global dimaknai sebagai simbol untuk memberikan asupan gizi bagi tubuh agar manusia dapat tetap bertahan hidup. Namun dewasa ini, terjadi pergeseran makna terhadap aktivitas makan dari sekedar upaya bertahan hidup menjadi pemenuhan gaya hidup atau lifestyle.

Apa wujudnya? Menjamurnya kafe, restoran, ataupun tempat makan yang bukan sekedar menawarkan makanan tapi juga menjual suasana kepada konsumen. Tempat duduk yang nyaman, desain interior ruangan yang chic, serta ketersediaan fasilitas WiFi seperti tidak bisa dipisahkan dari citra restoran kekinian. Perkembangan sosial media dengan berbagai aplikasinya semacam path, instagram, line dan lain sebagainya yang berperan untuk mengekspos diri turut mendukung tren gaya hidup tersebut. Adalah sebuah prestise dan kepuasan tersendiri ketika bisa mengunggah foto, lokasi, maupun video di tempat-tempat makan kekinian. Kelompok masyarakat sendirilah yang menyematkan makna “keren, kekinian, dan hits” terhadap makanan atau tempat makan tertentu. Penyematan makna secara global ini juga dipengaruhi oleh iklan dan pembentukan citra makanan atau tempat makan itu sendiri.

Budaya Nongkrong

“Kalian kan hobinya nongkrong di cafe-cafe, di McD, di mana lagi kalian nongkrong? Huh, kalau di Singapura nggak ada itu budaya nongkrong. Yang ada mereka ke McD justru buat belajar kelompok.”

Mahasiswa Indonesia terlalu santai dan suka membuang waktu. Beban kurikulum pendidikan yang longgar, kata Pak Profesor, memicu munculnya “budaya nongkrong” di kafe. Cerita dari Pak Profesor masih di kelas yang sama itu mengambil latar belakang dari pengalamannya ketika mengunjungi sang putri yang berkuliah di NTU-Singapura. Suatu hari, saat sedang menunggu dijemput oleh putrinya di bandara, ia singgah di McDonald's. Saat itu, arloji menunjukkan pukul empat dini hari waktu Singapura. Tidak dinyana bahwa restoran cepat saji itu bukannya sepi di pagi buta, melainkan ramai dipenuhi oleh anak-anak SMA yang sedang mengerjakan tugas bersama. Begitu hari semakin siang, mereka berkemas dan melanjutkan pergi ke sekolah. Dari situlah, Pak Profesor mengamati bahwa tempat makan di Singapura hari ini juga sekaligus dijadikan tempat belajar.

Apa yang Pak Profesor temukan di atas, menurut saya, juga dapat ditemukan di Yogyakarta. Tidak terlalu sulit untuk menemukan gerombolan mahasiswa yang lebih banyak menghabiskan waktu malam hingga menjelang fajar di restoran atau kafe yang buka 24 jam untuk mengerjakan tugas kuliah. Restoran cepat saji yang sama seperti di Singapura itu dikenal sebagai salah satu tempat belajar kelompok favorit. Air conditioner yang selalu menyala, WiFi yang kencang, dan juga tentunya kemudahan akses terhadap makanan apabila mereka lapar sudah barang tentu menjadi alasan pemilihan lokasi. Restoran cepat saji dengan brand lainnya juga memiliki fungsi yang sama di mata mahasiswa. Komputer memenuhi meja-meja besi di sana, stop kontak menjadi harta karun yang harus dijaga dan bagaikan sebuah petaka saat mereka tidak memilikinya.

Nilai makanan yang hadir di meja makan bisa jadi sudah tidak lagi dipedulikan sebagai asupan gizi bagi tubuh—tentu tidak perlu ada perdebatan mengenai kandungan gizi makanan-makanan di restoran tersebut selama fasilitas penunjang belajar mereka bisa dipastikan tetap ada. Lagi-lagi, sebuah global symbol tengah masuk ke dalam ruang perut kita, yang mencitrakan tempat makan atau makanan tertentu itu memiliki nilai modernitas dan kekinian. McDonald's dengan segala produknya menjadi “surga dunia” bagi masyarakat di semua negara. Betapa luar biasanya kehadiran produk McD terekam dalam tulisan George Ritzer yang berjudul McDonaldisasi Masyarakat. Terlepas dari segala citra fastfood pada produk-produk restoran cepat saji, setidaknya masyarakat hari ini dapat mengambil kebermanfaatan dari McD karena ia memfasilitasi ruang belajar dan diskusi masyarakat urban ini.

Answered Mar 1, 2017

Hasil gambar untuk globalisasi makan

Globalisasi adalah suatu masa di mana dunia mengalami kemajuan teknologi beserta kebudayaan di setiap negara. Adanya globalisasi menimbulkan berbagai dampak-dampak dalam kehidupan manusia. Salah satunya adalah pola makan. Pola makan setiap orang di setiap negara berbeda-beda. Tetapi, adanya globalisasi memengaruhi pola makan setiap orang. Contohnya adalah masyarakat Indonesia yang awalnya mengonsumsi makanan khas di Indonesia. Tetapi, banyak masyarakat Indonesia mulai menggemari makanan cepat saji yang berasal dari luar negara Indonesia. Dengan kehadiran makanan cepat saji dari luar Indonesia tersebut, pola makan masyarakat Indonesia menjadi berubah dan gaya hidup masyarakat juga menjadi kurang sehat.

LOMBA SELASAR

Nama : Fauza Zuryatina

Hadiah : Macbook

Gambar via blogspot.com

Answered May 18, 2017
Affan Mahfudz
Occupational Health and Safety FKM UNAIR 2015| HEROBOYO 8

Globalisasi adalah suatu proses pelebaran elemen-elemen baru mulai dari gaya hidup, teknologi, maupun informasi tanpa ada batasan negara. Jadi, dampak yang nampak pada pola konsumsi masyarakat Indonesia adalah memilih fastfood daripada masak dirumah, makan roti bukan lagi jagung atau ubi. Sehingga akibat yang lebih parah ialah timbulnya penyakit degeneratif pada usia remaja yang seharusnya dialami saat usia tua.

Answered Jan 2, 2018

Question Overview


3 Followers
1264 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa itu Diet Ketogenic Fastosis?

Bagaimana caranya ikhlas memaafkan orang dengan cepat hingga bisa tidur malam tanpa membenci siapapun? Dan apa indikatornya bahwa hati telah benar-benar ikhlas memaafkan?

Bagaimana cara menjadi penyiar radio?

Apa suka duka menjadi seorang penyiar radio?

Dari mana biasanya Anda mendapatkan referensi musik baru?

Apa yang kamu lakukan bila diminta membuat sebuah event Reuni Sekolah?

Mungkinkah reuni sekolah dibuat secara digital?

Maukah datang di Launching Buku di Mall Bassura City tgl 23 April 2017?

Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?

Aplikasi atau teknologi apa yang baik digunakan dalam mengatasi bencana alam (banjir, kebakaran, gempa bumi, dan tsunami) di Indonesia yang mengaktifkan masyarakat dan masih berbasis kearifan lokal?

Bagaimana cara untuk mengurangi global warming?

Apakah Blackberry Messenger dapat bersaing dengan Whatsapp dan Line?

Apa yang dimaksud dengan westernisasi?

Apa yang dimaksud dengan sekularisasi?

Apa yang dimaksud dengan globalisasi?

Apa perbedaan antara modernisasi, westernisasi, dan globalisasi?

Apa persamaan antara modernisasi, westernisasi, dan globalisasi?

Apa itu Globalisasi?