selasar-loader

Apa keunggulan bank syariah dibanding bank konvensional dan apakah menabung di bank syariah lebih menguntungkan?

Last Updated Mar 1, 2017

2 answers

Sort by Date | Votes
Martina Mochtar
Istri dari seorang pecinta sosial, dan Ibu dari seorang Bocah Pemberani

ju2jqRc2tZn_8fMunvVb-7nvfYOz8_yM.jpg

via clipartfest.com.jpg

Berbeda dengan bank konvensional, bank syariah mengutamakan akad pada setiap jenis aktivitasnya sehingga kerjasama dijalankan sesuai dengan kesepakatan awal kedua belah pihak dan tidak dapat diubah sewaktu-waktu oleh satu pihak. Sedangkan, bank konvensional mengenal kondisi floating yang kesepakatan awalnya dapat sewaktu-waktu diubah oleh pihak bank sesuai dengan kondisi ekonomi. 

Untuk nasabah financing (pembiayaan), tentunya ini sangat menguntungkan karena nilai yang dibebankan akan selalu tetap sesuai dengan nilai pada saat akad dilaksanakan. 

Untuk nasabah funding (pendanaan), nasabah dapat menyimpan uangnya sesuai dengan kebutuhan, misalnya kebutuhan untuk menyimpan saja, maka cukup dengan produk ber-Akad Wadiah (titipan) sehingga dana yang disimpan akan tetap sama; tidak bertambah maupun berkurang. Dan jika nasabah ingin menginvestasikan uangnya, maka dapat menggunakan produk ber-Akad Mudharabah (kerjasama) sehingga nasabah akan mendapatkan bagi hasil dengan nilai yang fluktuatif sesuai hasil dari bank dalam memutarkan uangnya. 

Maka, sebetulnya nasabah akan lebih diuntungkan dengan fasilitas-fasilitas di bank syariah dibandingkan di bank konvensional dikarenakan kepastian dalam nilai cicilan dan nasabah dapat mengkontrol hartanya, tidak 'pasrah' terhadap bank.
 

Answered Mar 1, 2017

bsKNSlfoBaRpZS8a5etLvCdL1tSZhP6y.jpg

Saya coba menjawab, ya.

Bank syariah memiliki beberapa keunggulan dibandingkan bank konvensional. Keunggulan bank syariah antara lain. Pertama, bank syariah Lebih tahan krisis. Hal ini dapat dibuktikan dengan bertahannya Bank Muamalat dalam menghadapi krisis moneter pada tahun 1998. Di saat bank-bank konvesional dilikuidasi dan mendapatkan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dari pemerintah, Bank Muamalat dapat bertahan tanpa mendapatkan BLBI karena tidak mengalami negative spread, yaitu bunga yang harus dibayarkan kepada deposan lebih besar dibandingkan pendapatan dari debitur.

Meskipun begitu, Bank Muamalat mengalami tekanan hebat terhadap struktur modal usahanya hingga tergerus cukup besar dan mengalami kerugian. Namun, dikarenakan bertahan dari krisis itulah, maka bank dengan prinsip syariah mulai dilirik sebagai sistem alternatif perbankan dan tumbuhlah beberapa bank syariah lainnya hingga saat ini.

Kedua, penyaluran pembiayaan Bank Syariah berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Bisnis perbankan syariah memiliki keterikatan antara sektor riil dan moneter sehingga penyaluran pembiayaan yang dilaksanakan akan menyebabkan sektor riil bergerak karena setiap penyaluran pembiayaan bank syariah harus memiliki underlying asset yang jelas dari setiap penyaluran dananya. Berbeda dengan bank konvensional dimana tidak terdapat keterikatan yang erat antara sektor riil dan moneter karena biasanya penyaluran kredit tidak diikuti dengan alasan dasar peruntukan dana kredit tersebut.

Ada sebuah penelitian pada tahun 2012 dengan judul Islamic Banking and Economic Growth: the Indonesian Experience yang dilakukan oleh Muhamad Abduh dan Mohd Azmi Omar dari IIUM Malaysia. Penelitian tersebut mengkaji hubungan antara penyaluran pembiayaan dan pertumbuhan ekonomi. Dari penelitian tersebut, ditemukan fakta bahwa dalam jangka panjang, perkembangan keuangan Islam secara positif dan signifikan memiliki hubungan dengan pertumbuhan ekonomi dan akumulasi modal.

Berkenaan dengan hal tersebut, keuangan domestik yang disediakan oleh sektor perbankan syariah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan kata lain, bank syariah menunjukan efektivitas intermediasi keuangan yang memfasilitasi perpindahan dana dari pihak surplus ke pihak defisit dana.

Ketiga, bank syariah memiliki hubungan negatif terhadap inflasi. Artinya, setiap penyaluran dana dengan sistem bagi hasil akan menurunkan penyebab inflasi. Hal tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ascarya pada tahun 2009 yang menemukan fakta bahwa sistem bagi hasil dapat menurunkan penyebab inflasi sebesar 51,8% dibandingkan dengan suku bunga.

Keempat, bisnis bank syariah lebih adil dan menguntungkan untuk semua pihak. Bank syariah yang prinsip bisnisnya dikenal dengan sistem bagi hasil atau profit and loss sharing memiliki beberapa keuntungan. Sistem bagi hasil memiliki sifat berbagi keuntungan dan berbagi kerugian sesuai kesepakatan sehingga terbagi juga risiko yang diambil baik oleh investor maupun pengelola dana.

Hal ini akan menyebabkan distribusi pendapatan yang merata yang akan menyebabkan bergeraknya sektor riil, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan lapangan kerja sehingga pada akhirnya akan menumbuhkan perekonomian. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Ryandono pada tahun 2007, sistem bagi hasil mempunyai hubungan positif dengan pertumbuhan ekonomi dan menyebabkan perputaran modal menjadi efektif dan efisien, baik di level mikro maupun makro, yang selanjutnya akan menghasilkan stabilitas ekonomi.

Apakah menabung di bank syariah lebih menguntungkan? 

Jika menginginkan return dari dana yang disimpan, return bank syariah kompetitif jika dibanding konvensional. Namun, jika melihat sisi keadilan dan transparansi, bank syariah terasa lebih adil dan transparan karena nilai bagi hasil yang berubah setiap bulan mencerminkan keadilan dan transparansi perbankan syariah.

 

Answered Mar 4, 2017

Question Overview


5 Followers
3994 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Bagaimanakah model bisnis ideal perbankan syariah ke depan?

Apa arti logo iB yang ada di Bank Syariah?

Apa yang dimaksud dengan Seven Days Reverse Repo Rate dan bagaimana prospek implementasinya?

Bagaimana menghapuskan black list oleh bank?

Apa tantangan dan pekerjaan rumah di sektor keuangan yang harus diselesaikan oleh calon-calon Komisoner OJK?

Sudah mencoba aplikasi Jenius dari BTPN?

Dari mana bank memperoleh pemasukan?

Anda lebih memilih bank biasa atau bank syariah? Mengapa?

Bank pilihan terbaik kita: syariah atau konvensional?

Bagaimana kesan Anda ketika menggunakan aplikasi Jenius dari BTPN?

Kenapa Indonesia belum juga maju sementara Korea Selatan yang dulu lebih miskin dari kita justru maju sekali saat ini?

Bagaimana cara Jerman membangun kembali ekonominya setelah Perang Dunia II?

Apakah kunci sukses pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pada puncak bonus demografi di Indonesia (2025-2035)?

Apakah penggunaan alat ukur Gross Domestic Product (GDP) masih relevan untuk menghitung tingkat kesejahteraan sebuah negara?

Mengapa perhitungan Gross National Product (GNP) jarang digunakan sebagai alat ukur kinerja ekonomi?

Apa yang Anda ketahui tentang Green GDP?

Apakah inflasi selalu berdampak buruk untuk perekonomian?

Apakah konsekuensi deflasi terhadap kinerja perekonomian sebuah negara?

Ketika terjadi apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar, langkah taktis apa yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan kerja perekonomian?

Apakah depresiasi nilai tukar selalu memiliki dampak negatif untuk perekonomian?

Bagaimana cara agar sebuah perusahaan dapat go public?

Apa yang dimaksud dengan IPO (Initial Public Offering)?

Apa yang diharapkan oleh seorang investor ketika mendanai sebuah perusahaan startup?

Bagaimana tips merencanakan dan mengelola keuangan untuk seorang mahasiswa?

Apa perbedaan antara aset dan liabilitas?

Apa itu pasar derivatif?

Bagaimana cara mendapatkan uang tanpa bekerja?

Apa itu Kredivo?