selasar-loader

Apa yang akan kamu ceritakan bila bertemu dengan guru yang paling berkesan di hatimu?

Last Updated Feb 28, 2017

2 answers

Sort by Date | Votes
Arfi Bambani
Tak ada Guru Silat, yang ada Tua Silat. Pesilat belajar sampai akhir hayat.

OUj0cIgdsvJSq7DFNvP4bQ9HTccq8iUu.jpg

Salah satu guru yang paling berkesan di hati saya adalah Indra Jaya Nauman. Beliau adalah guru Bahasa Indonesia saya saat sekolah di SMP 1 Padang. Mengapa berkesan?

Sebagai seorang guru bahasa, pengajaran yang diberikan Pak Indra sama seperti guru-guru Bahasa Indonesia lainnya. Namun, metode mengajarnyalah yang membuat saya terkesan. Singkatnya, Pak Indra benar-benar menstimulasi Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA), sistem kurikulum yang berlaku di masa saya sekolah di kurun 1990-an. Lalu stimulasi apa yang diberikan Pak Indra?

Sangat sederhana sekali stimulasinya. Pak Indra mewajibkan setiap siswa memiliki buku catatan, berapapun halamannya. Setiap memasuki ruang kelas, Pak Indra menyuruh kami membuka buku catatan. "Sekarang, silakan kalian menuliskan tentang apa saja. Waktu 15 menit," kata Pak Indra.

Kami pun menulis selama 15 menit. Saya rata-rata menuliskan tentang apa yang saya lakukan hari sebelumnya atau apa yang sedang saya pikirkan. Setelah 15 menit berlalu, Pak Indra kemudian menyuruh kami menutup buku itu. Dia tidak mengumpulkan ataupun membaca tulisan kami. Kami disuruh menyimpannya sendiri. Lalu, Pak Indra mulai mengajar materi sesuai bahan ajar.

Begitulah seterusnya. Setiap kali kelas mau dimulai, 15 menit diisi untuk menulis catatan. Apa saja.

Kebiasaan menulis ini yang membekas di kepala saya sampai kemudian berprofesi tak jauh-jauh dari dunia menulis, sebagai jurnalis. Bagi saya, Pak Indra telah mengajarkan kepada kami bahwa sebenarnya siapapun bisa menulis. Sekarang, tinggal membiasakan saja. Kalau bisa, menulislah setiap hari. Apa saja bisa ditulis.

Pak Indra ini, selain seorang guru, juga adalah penulis buku. Beberapa buku pengajaran Bahasa Indonesia di Sumatera Barat adalah hasil karya tulisnya. Dia pun pernah diganjar penghargaan guru teladan.

Setelah bertahun-tahun menjadi jurnalis, saya selalu teringat dengan Pak Indra. Ingin rasanya saya bertemu dengan beliau, menyampaikan terima kasih, menceritakan bahwa saya saat ini bekerja sebagai jurnalis, tak jauh-jauh dari dunia menulis.

Satu waktu, saat hendak pulang kampung ke Padang, di ruang tunggu Bandara Soekarno-Hatta, saya berkenalan dengan seorang anak muda yang juga hendak pulang kampung juga. Anak muda ini kuliah di Institut Teknologi Bandung, lalu entah bagaimana ceritanya, saya jadi tahu siapa bapaknya. Anak muda ini ternyata anak dari Indra Jaya Nauman, guru Bahasa Indonesia saya saat SMP. Saya lalu sampaikan pada anak Pak Indra ini, nanti saya akan temui bapakmu di Bandara Minangkabau.

Dan akhir cerita, di Bandara Minangkabau, saya bertemu dengan Pak Indra. Saya menyampaikan bahwa "saya dulu adalah anak murid Bapak." Saya menyebut, "Profesi saya jurnalis, terima kasih atas inspirasi dari Bapak dulu saat mengajar saya di SMP."

Ternyata, Pak Indra tidak lagi aktif mengajar. Beliau saat itu sudah menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kota Pariaman. Kami pun kini berteman di Facebook.

Semoga Pak Indra sehat walafiat. Amin.

Answered Mar 1, 2017
liem Oegan
Kuli panggul Unit Oven Persh. Tapioka UD. SUMBER REJO

KqAkxY7ciWleTDsxin3kzG4miKhKjsbg.jpg

GUNARSO DS.

Beliau adalah Kepala Sekolah SMP Kosgoro Pesanggaran, Banyuwangi. Saya lulus SMP tahun 1998. Saya kira, sekarang kepseknya sudah bukan beliau lagi. Saya sangat terkesan dengan gaya dan cara beliau dalam mendidik anak muridnya. Beliau terkenal sebagai guru yang galak, kalau istilah sekarang mungkin killer.

Sejak SD, nilai matematika saya tidak pernah bagus. Di sisi lain, beliau mengajar matematika. Cara dan metode beliau dalam mengajar matematika bagi saya sungguh adalah yang paling mudah dipahami sehingga mulai saat itulah saya menyukai pelajaran matematika. Inilah salah satu hal yang membuat saya terkesan, karena sewaktu SMP itulah saya baru bisa mulai memahami pelajaran matematika. Meskipun nilai matematika saya bukan yang terbaik di sekolah, tetapi setidaknya nilai matematika saya tidak lagi seperti di zaman SD. 

Ternyata, di balik kegalakannya, ada sesuatu yang membuat saya merasa bangga pada Pak Gunarso. Beliau mendidik kami dengan cara-cara yang bisa dibilang keras, tetapi semua itu hanya bertujuan melatih kedisiplinan.

Terima kasih, Pak Gunarso!

 

Answered Mar 5, 2017

Question Overview


4 Followers
1212 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Bagaimana sistem pendidikan di Jerman berlangsung selama Perang Dunia II?

Adakah kajian ilmiah tentang parfum?

Bagaimanakah cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja?

Bagaimana cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja, khususnya seks bebas?

Apa saja faktor yang menginspirasi bagi remaja untuk melakukan kenakalannya?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Apa yang mempengaruhi kaum remaja untuk melakukan seks bebas?

Apakah bisa kita menghilangkan seks bebas di kalangan remaja?

Apa itu sistem pendidikan anak Montessori?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Siapa Guru SMA paling favorit Anda dan mengapa beliau begitu mengesankan Anda?

Siapa Guru SD Favorit Anda?

Apakah skill atau keahlian paling utama yang harus dimiliki seorang pemimpin guru?

Apakah skill atau keahlian paling utama yang harus dimiliki seorang guru taman kanak-kanak?

Apakah skill atau keahlian paling utama yang harus dimiliki seorang guru sekolah dasar?

Apakah skill atau keahlian paling utama yang harus dimiliki seorang guru agama?

Seberapa besar arti Guru di mata Anda? Peristiwa apa yang paling menyentuh perasaan dengan Guru Anda?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan guru Anda?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan kepala sekolah Anda?

Menurut pendapat Anda, apa kelebihan dan kelemahan kurikulum pendidikan kita saat ini?

Bagaimana Anda menghadapi/melawan bullying waktu di sekolah?

Mengapa sekolah Muhammadiyah seperti hanya fokus ke kuantitas daripada kualitas?

Bagaimana rasanya memiliki orangtua yang menjadi guru kita sendiri di sekolah?

Bagaimana saya bisa terus belajar dan menjadi kompetitif tanpa melalui jalur sekolah formal?

Mengapa tempat pendidikan berbasis agama Islam, disebut Pesantren?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan menyekolahkan anak ke luar negeri dan mengapa hal itu penting?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan menyekolahkan anak ke pesantren dan mengapa hal itu penting?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan masuk ke perguruan tinggi dan mengapa hal itu penting?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan mengantar anak sekolah untuk pertama kalinya dan mengapa hal itu penting?

Seberapa pentingkah orangtua mengantar anaknya ke sekolah untuk pertama kalinya?