selasar-loader

Pentingkah mengajarkan bahasa daerah kepada anak?

Last Updated Nov 18, 2016

4 answers

Sort by Date | Votes
Adlil Umarat
Pak Ading, Childhood Optimizer Trainer

T7ZYcIF7quCm2fLmLQy27iT1Qomb9ELR.jpg

Bahasa daerah ini penting sekali. Selain bahasa Indonesia, kita harus jadi agen pewaris bagi langgengnya bahasa daerah. Bayangkan, siapa nanti yang bisa berbahasa daerah kalau bukan kita yang menjadi hub (penghubung) kepada anak kita? Mumpung kita masih hidup, pelajarilah bahasa daerah. Bahasa daerah di Indonesia dengan beragam sukunya itu adalah sebuah harta karun yang tak ternilai harganya.

Ini juga merupakan bagian dari perkenalan identitas diri kepada anak kita.

Orang di luar negeri banyak meneliti keunikan-keunikan di suku atau etnis bangsa Indonesia yang sangat beragam. Sayangnya, kita sudah dicuci otak secara berjemaah bahwa yang keren itu belajar bahasa asing dari luar negeri. Sesuatu berbau asing itu bagus. Padahal, belum tentu. Orang asing saja belajar bahasa Indonesia dan belajar mendalami keunikan dan adat-istiadat per daerah kita. Kadang, kita silau dengan melihat rumput (baca: bahasa) tetangga terasa lebih hijau dan lebih bermanfaat. Sementara rumput (baca: bahasa) kita terasa tak berharga. Ini termasuk inferiority complex yang jamak dialami negara yang sedang berkembang seperti Indonesia.

Lawan!

Lawan dengan mewariskan dan memperkenalkan bahasa daerah kepada anak kita. Kita harus jadi orang yang bangga dengan identitas kita, bukan malah malu, apalagi sampai menutup-nutupi dan sampai melupakan.

Ilustrasi via img.bisnis.com

Answered Dec 21, 2016
Erin Nuzulia Istiqomah
Belajar banyak dari Ayah Ibu dalam mensyukuri hidup

UKkCruKYjZRnLs8CRO9q0WeOSlFdWMWH.jpg

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dadang Sunendar (2016) mengatakan bahwa saat ini banyak orang tua tidak lagi mengenalkan bahasa ibunya kepada anak-anaknya sehingga generasi muda tidak mengenal lagi bahasa daerah dari kedua orang tuanya.

Hal ini biasanya terjadi karena adanya pernikahan campuran dari orang tua yang berbeda suku sehingga anak mereka tidak diajarkan untuk menggunakan bahasa daerah karena orang tua terlanjut malas mengajarkan dua bahasa daerah sekaligus kepada anaknya.

Sayangnya, sikap bahasa seperti inilah yang memicu terancamnya kepunahan bahasa daerah di Indonesia.

Seperti yang kita telah ketahui bersama, Indonesia juga menghadapi globalisasi. Pernikahan saat ini tidak terbatas hanya pada suku yang sama, tetapi juga banyak pernikahan antarsuku. Meningkatnya pernikahan antarsuku, juga meningkatkan angka hilangnya penggunaan bahasa daerah di ranah keluarga.

Lewis et al., (2015) berpendapat bahwa ada dua dimensi dalam pencirian keterancaman bahasa, yaitu jumlah penutur yang menggunakan bahasanya serta jumlah dan sifat penggunaan atau fungsi penggunaan bahasa.

Suatu bahasa dikatakan terancam apabila semakin sedikit masyarakat yang mengakui bahasanya dan, oleh karena itu, bahasa itu tidak pernah digunakan atau pun diajarkan kepada anak-anak mereka.

Selain itu, suatu bahasa dikategorikan terancam punah jika bahasa itu semakin sedikit digunakan dalam kegiatan sehari-hari sehingga kehilangan fungsi sosial atau komunikatifnya.

Semakin kecil ranah penggunaan bahasa dalam masyarakat cenderung akan memengaruhi persepsi pengguna bahasa akan kesesuaian penggunaan bahasa dalam fungsi yang lebih luas.

Oleh karena itu, salah satu pencegahan ancaman kepunahan bahasa yang bisa dilakukan di tingkat organisasi terkecil, yakni keluarga adalah dengan memiliki sikap bahasa positif atas bahasa daerah.

Untuk itu, menjadi penting dan krusial bagi orang tua, meski menikah antarsuku, untuk tetap menggunakan dan mengajarkan bahasa daerahnya kepada anak-anaknya. Tidak perlu merasa hal tersebut sebagai beban yang menyulitkan. Karena sesungguhnya anak Indonesia terlahir dengan anugerah sebagai bilingual yang memungkinkan mereka menyerap pelajaran bahasa dalam dua bahasa atau lebih.

Ilustrasi via blogspot.com

Answered Dec 21, 2016
Siti Umi Mudhongafah
Mahasiswa Program Studi Indonesia, Universitas Indonesia

Hasil gambar untuk bahasa daerah

via http://202.152.135.5/btkpdiy/img/gambar_berita/karikatur%20bahasa%20daerah.jpg (SUM)

Berkaitan dengan pertanyaan di atas, menurut saya, pengajaran bahasa daerah terhadap anak adalah suatu hal yang penting dilakukan. Mengapa? Hal ini karena berbagai alasan. Bahasa daerah biasanya kita dapatkan ketika kecil, yaitu sebagai "bahasa ibu", yaitu bahasa yang pertama kali kita dapatkan ketika lahir ke dunia.

Indonesia adalah negara yang beranekaragam. Keanekaragaman Bangsa Indonesia dapat dilihat dari budayanya, salah satunya adalah bahasa. Menurut ethnologue.com, bahasa-bahasa yang ada di Indonesia, yaitu dari Sabang sampai Merauke sebanyak 719 bahasa. Dari 719 bahasa tersebut, bahasa yang masih ada dan masih digunakan oleh penuturnya sebanyak 707 bahasa, sedangkan 12 bahasa yang lain sudah punah dan penuturnya sudah tidak bisa ditemukan lagi.

Dari bahasa-bahasa yang masih ada dan masih dipergunakan oleh penuturnya tersebut, 701 di antaranya adalah bahasa asli dari Indonesia (indigenous) dan yang lainnya adalah bahasa bukan asli dari Indonesia (non-indigenous). Dari 707 bahasa yang masih ada di Indonesia, 18 berstatus institutional, 86 berkembang (developing), 261 masih kuat (vigorous), 266 bermasalah (in trouble), dan 76 bahasa berstatus hamir punah (dying). Melihat kondisi tersebut, kita yang sebaiknya melakukan tindakan untuk menjaga dan melestarikan keberadaan bahasa daerah, salah satunya dengan mengajarkan bahasa daerah kepada anak.

Mengapa kita perlu mengajarkan bahasa daerah kepada anak?

a. Sebagai upaya menjaga warisan budaya Indonesia

Salah satu warisan yang dimiliki negara Indonesia adalah bahasa, yaitu bahasa daerah. Melihat semakin berkurangnya jumlah bahasa di Indonesia, kita wajib melestarikan dan menjaga bahasa daerah, yaitu bahasa dari tempat kita berasal.

b. Sebagai identitas diri

Seseorang yang memiliki kemampuan menggunakan bahasa daerahnya, maka ia akan dikenal sebagai orang yang berasal dari tempat di mana bahasa itu digunakan. Oleh sebab itu, bahasa daerah juga dapat sebagai identitas bagi seseorang.

c. Mengambil nilai-nilai yang terkandung dalam bahasa daerah 

Hal ini karena banyak budaya atau adat istiadat yang menggunakan bahasa daerah, yang di dalamnya terkandung nilai yang dapat kita ambil sebagai pedoman hidup.

Answered Apr 11, 2017
Abd Jalil
Wakil Kepada Departemen Adkesma BEM UI 2017 | pemilik blog www.hailogue.com

Penting, karena kenapa? bahasa daerah adalah identitas setiap orang, identitas yang menunjukan keberagaman dalam negara ini. sangat sayang ketika seorang anak tidak mengerti atau tidak tahu bahasa daerah sendiri. dan juga sudah lama bahasa daerah dimasukan ke dalam kurikulum pendidikan sekolah dasar. 

Answered Dec 29, 2017

Question Overview


6 Followers
1231 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Apa sajakah bahasa daerah di Indonesia yang sudah terancam punah?

Apa makna ucapan "punten" dalam bahasa Sunda?

Apa yang Anda ketahui tentang Bahasa Alune?

Apa yang Anda ketahui tentang Bahasa Nuaulu?

Apa yang Anda ketahui tentang Bahasa Atiahu?

Apa yang Anda ketahui tentang Bahasa Koa?

Apa yang Anda ketahui tentang Bahasa Seti?

Apa yang Anda ketahui tentang Bahasa Gorom?

Apa yang Anda ketahui tentang Bahasa Tarangan?

Benarkah anak yang suka tantrum memiliki kecerdasan di atas rata-rata?

Benarkah anak yang 'fatherless' berpotensi menjadi kemayu? Mengapa?

Bagaimana cara mengatasi anak yang memiliki rasa ingin tahu berlebih?

Mengapa anak lebih baik tidur di kamar sendiri alias terpisah dari orangtuanya?

Pada usia berapakah anak boleh diajarkan bahasa asing? Mengapa?

Bagaimana cara yang bijak menjawab pertanyaan anak tentang seks?

Pentingkah orangtua memberikan nama yang baik kepada anaknya? Mengapa?

Seberapa berbahayakah kondisi anak yang memiliki kedekatan berlebih dengan pengasuhnya?

Mengapa channel mainan di YouTube cenderung memiliki banyak sekali penonton?

Seberapa signifikan pengaruh pendidikan orangtua terhadap tumbuh kembang anak?

Bolehkah orangtua memaksakan mimpinya yang tertunda kepada anaknya? Mengapa?

Di manakah kota terbaik di Indonesia untuk masa pensiun? Mengapa?

Bagaimana perasaan orangtua ketika pertama kali mendengar anaknya bisa bicara?

Bagaimana cara mengatasi anak yang manja?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Bagaimana cara yang tepat membuat anak yang pemalu menjadi aktif di kelas?

Bagaimana cara mendidik anak yang terpisah jauh dari orangtuanya?