selasar-loader

Pada usia berapakah anak boleh diajarkan bahasa asing? Mengapa?

Last Updated Nov 18, 2016

5 answers

Sort by Date | Votes
Reza Firmansyah
Mathematician. Writer. Futurist. Trying to leave good marks as my legacy.

Saya diajarkan bahasa Inggris oleh orang tua saya sejak umur 3 tahun lewat film dan musik. Itu membantu saya dalam belajar bahasa Inggris.

Jadi, menurut saya boleh saja mengajarkan bahasa asing sedini mungkin, namun imbangi juga dengan cara menggunakan bahasa Indonesia (atau bahasa daerah) yang baik dan benar.

Hasil gambar untuk mengajarkkan bahasa asing kepada anak dengan musik

Gambar via blogspot.com

Answered Dec 15, 2016
Erin Nuzulia Istiqomah
Belajar banyak dari Ayah Ibu dalam mensyukuri hidup

slJ82-w_8kMQyVFyc7lnCBSvRI-Ck3bq.jpg

Gambar via eurocentres.com

Banyak anggapan umum yang menyatakan bahwa anak-anak lebih unggul dalam pemelajaran bahasa asing dibandingkan orang-orang dewasa. Sebenarnya ada faktor yang berperan besar dalam pemelajaran bahasa asing bagi anak-anak, yakni faktor psikologis dan faktor sosial. 

Faktor psikologis adalah proses intelektual yang melibatkan pemahaman struktur gramatikal dengan berbagai aturannya, ingatan, serta memori yang penting dalam pemelajarannya, selain itu juga melibatkan keterampilan motorik yang meliputi berbagai alat ucap untuk dapat memproduksi bunyi-bunyi dalam bahasa asing.

Sedangkan faktor sosial adalah adanya pertimbangan situasi yang di dalamnya termasuk juga interaksi, khususnya situasi alamiah yang dibangun dalam pemelajaran bahasa dan situasi yang terjadi di dalam kelas. 

Bagaimana seorang anak dapat memahami struktur dan aturan-aturan dalam bahasa asing? Ada dua cara yang dapat digunakan oleh anak-anak dalam memahami hal tersebut. 

Pertama adalah meminta seseorang menerangkannya atau yang dikenal dengan eksplikasi (explication), yakni penjelasan aturan dan struktur bahasa asing dengan menggunakan bahasa kita sendiri. Sayangnya proses ini sangat jarang digunakan ketika kita pertama kali mengajarkan bahasa pertama kepada anak-anak. Mengapa?

Karena dengan kondisi tersebut -anak dengan kecerdasan normal- akan merasa kebingungan jika sang ayah atau ibunya mengajarkan bahasa pertama dengan menjelaskan apa itu SPOK misalnya. Oleh karena itu, cara ini bisa digunakan untuk mengajarkan bahasa asing, dengan catatan sang anak sudah memiliki pemahaman yang kuat tentang dasar bahasa pertama yang dimilikinya. 

Sedangkan cara yang kedua adalah dengan menemukan caranya sendiri atau disebut induksi (induction). Cara ini adalah dengan mempelajari struktur atau aturan bahasa asing dengan terus mengulang-ulang kata, frasa, atau kalimat sesuai dengan situasi dan kondisi yang dibangun atau relevan agar didapati pemahaman yang tepat. 

Biasanya dalam mempelajari bahasa asing, kita akan sangat mengandalkan memori untuk menghapalkan kata atau frasa juga struktur bahasa asing di luar kepala. Sayangnya, seorang anak yang belajar bahasa asing, jika ia belum memiliki kemampuan untuk membaca dan menulis, tidak akan menggunakan metode ini. 

Secara psikologis, kesiapan akan keterampilan motorik anak juga harus diperhitungkan. Mengapa? Karena otak seorang anak sebagai pengendali alat ucap masihlah sangat lentur. Sehingga seorang anak akan lebih mudah menirukan berbagai ucapan asing. Sedangkan bagi orang dewasa, alat ucap, cara mengucapkan bunyi bahasa, dan persepsi mengenai bunyi bahasa sudah terbentuk dalam pemerolehan bahasa pertamanya. Pelafalan akan menjadi hal yang lebih mudah dilakukan bagi anak-anak dalam mempelajari bahasa asing dibandingkan orang dewasa. 

Selain hal di atas, faktor sosial juga berperan sangat penting. Faktor sosial dibedakan menjadi situasi natural dan situasi di dalam kelas bahasa asing. 

Situasi natural ini akan mempermudah anak untuk mengerti bahasa asing dengan cepat, sehingga jangan heran ketika anak yang baru sebulan tinggal di Australia, akan lebih mudah beradaptasi dengan teman-teman bermainnya menggunakan bahasa Inggris karena situasi natural kebahasaan yang terjadi dalam proses bermain bersama teman-temannya. 

Sedangkan untuk orang dewasa, situasi di dalam kelas bahasa asing lebih mudah digunakan dalam mempelajari bahasa asing karena ada proses "pengondisian".

Lalu berapa umur yang tepat bagi seorang anak untuk belajar bahasa asing? Dalam pemelajaran bahasa asing dikenal istilah Hipotesis umur Kritis (Critical Age Hypothesis), yakni mempertimbangkan usia sebagai faktor untuk mencapai kemampuan berbahasa. 

Lamberg (1967) mengatakan bahwa usia 2-12 tahun merupakan usia yang ideal untuk mencapai kemampuan berbahasa seperti penutur asli. 

Sedangkan Krashen (1972) mengatakan bahwa usia yang ideal adalah di bawah 5 tahun. 

Namun sesungguhnya yang perlu dicermati adalah hipotesis ini masih diperdebatkan sehingga belum dapat dipastikan keabsahannya. 

Seorang anak pada dasarnya akan lebih mudah belajar bahasa asing dibandingkan orang dewasa karena beban mereka sebagai makhluk sosial belum sebanyak orang dewasa dan memiliki kesempatan belajar yang jauh lebih banyak dibandingkan orang dewasa. 

Untuk itu, kapan usia yang tepat? Menurut saya adalah ketika orangtua sudah mampu memastikan anaknya mampu memahami dengan benar bahasa pertamanya, didukung dengan berbagai faktor yang mendukung sang anak baik secara psikologis (keterampilan alat ucap) maupun sosial (adanya situasi natural), maka saat itulah sang anak bisa menyerap pemelajaran bahasa asing dengan baik. 

Ketika usia golden age anak sudah dilewati dengan dasar bahasa pertama yang baik, maka sejak saat itulah saya meyakini sang anak akan dengan mudah mempelajari bahasa asing sebagai bahasa kedua bagi mereka.

0xOLV_HwNZgI8ObQIxS7Rp7riJ8O0z8W.png

Gambar via qph.ec.quoracdn.net

Dan satu hal yang harus dipahami oleh orangtua di Indonesia, pada dasarnya anak di Indonesia adalah anak yang terlahir dengan gen bilingual, Indonesia merupakan bangsa dengan predikat bilingual nomor tiga, bahkan bangsa nomor satu sebagai trilingual. Kita harus mensyukuri ini sebagai sebuah anugerah. Anak-anak Indonesia telah memiliki bakat untuk mampu mengerti, memperoleh, dan mempelajari bahasa lebih dari satu. 

Answered Dec 20, 2016
Kartika Aprilia
Indonesian Literature, University of Indonesia.

Anak boleh diajarkan bahasa asing sedari kecil, asalkan bahasa utama mereka (Bahasa Indonesia) tetap diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

MAKl7lQi-RaU_gsPMXbnpO2JaTFC2JjW.jpg

Foto via bp.blogspot.com

Menurut saya, anak boleh diajarkan bahasa asing sejak ia kecil. Namun, pembelajaran bahasa Indonesia harus diutamakan.

Miris ketika kita melihat banyak orang tua yang mengajarkan dan mengutamakan bahasa asing untuk anaknya dibanding bahasa Indonesia. Hal tersebut tentunya tidak baik untuk anak tersebut. Anak bisa ahli dalam bahasa asing, namun bahasa negaranya sendiri gagap.

Banyak terjadi kejadian bahwa anak Indonesia lebih fasih berbahasa Inggris, dibanding bahasa Indonesia. Bahkan, mereka kesulitan berbicara dengan bahasa Indonesia. Sebagai warga negara yang baik, seharusnya orang tua mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia kepada anak.

Bahasa asing boleh dipelajari karena memang nantinya anak tersebut diharapkan dapat menguasai bahasa internasional (untuk kebutuhan masa depan), namun kita tidak boleh melupakan identitas sebagai warga Indonesia dengan cinta bahasa sendiri.

Oleh karena itu, bagi orang tua yang menyekolahkan anaknya di sekolah berbasis internasional, ingatlah bahwa kita harus mengajarkan anak-anak bahasa Indonesia. Jika sudah fasih, baru diajarkan bahasa asing guna menunjang kehidupan mereka di masa depan.

Answered Apr 11, 2017

Pada usia kurang lebih 2 tahun. pada tahun-tahun awal pertumbuhan anak, perkembangan otak anak sedang berkembang pesat sehingga ia mampu menangkap secara baik perkataan maupun perbuatan orang-orang disekitarnya. nah pada usia seperti ini ada baiknya orang tua mengajarkan beragam bahasa kepada anak termasuk hafalan Alquran.

Answered Aug 20, 2017
D.s. Ardyanto
A notorius "bakso urat" hunter.

Sekadar sharing pengalaman.

Berdasarkan pengalaman, usia usia kurang dari dua tahun itu usia emas untuk belajar bahasa secara alami dengan persyaratan sebagai berikut:

  1. orangtua secara terpisah berbicara dengan anak dengan bahasa x atau y; dan
  2. orangtua saling berkomunikasi dengan bahasa x dan y.
Formula di atas bisa juga diganti dengan ayah/ibu dengan kakak dari sang anak.

Penjelasan dari pengalaman kami demikian, anak pertama kami agak telat kemampuan bahasanya karena saat itu istri saya berkomunikasi dengannya dengan Bahasa Jepang, sementara saya berkomunikasi dengannya dan dengan istri dengan Bahasa Indonesia. Namun di usianya yang sembilan tahun saat ini, kedua bahasa tersebut sudah menjadi bahasa ibunya.

Sementara anak kedua yang saat ini berusia empat tahun sangat cepat belajar kedua bahasa tersebut. Faktor utamanya adalah istri saya dengan anak pertama saya saling berkomunikasi dengan Bahasa Jepang dan keduanya berkomunikasi dengan anak kedua saya dalam Bahasa Jepang.

Pada waktu kelas 1 SD, anak pertama saya mulai mendapatkan pelajaran Inggris. Dia bisa berbahasa Inggris, tapi tidak menjadi bahasa ibu. Meski guru-gurunya semua native speaker, dialek dan intonasi, kelancaran, bahasa keseharian, dan logika bahasa native-nya nggak dapat. Bisa jadi karena dia sudah bukan golden age untuk belajar bahasa.

Answered Sep 8, 2017

Question Overview


6 Followers
1223 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Bagaimana cara mengatasi anak yang manja?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Benarkah anak yang suka tantrum memiliki kecerdasan di atas rata-rata?

Bagaimana cara yang tepat membuat anak yang pemalu menjadi aktif di kelas?

Benarkah anak yang 'fatherless' berpotensi menjadi kemayu? Mengapa?

Bagaimana cara mengatasi anak yang memiliki rasa ingin tahu berlebih?

Mengapa anak lebih baik tidur di kamar sendiri alias terpisah dari orangtuanya?

Bagaimana cara mendidik anak yang terpisah jauh dari orangtuanya?

Seberapa signifikan pengaruh pendidikan orangtua terhadap tumbuh kembang anak?

Bolehkah orangtua memaksakan mimpinya yang tertunda kepada anaknya? Mengapa?

Siapa sastrawan paling "nyastra" menurut Anda? Mengapa?

Bagaimana proses kreatif saat pertama kali menulis novel?

Apa sajakah bahasa daerah di Indonesia yang sudah terancam punah?

Bagaimana mana asal mula bahasa, kenapa manusia memiliki bermacam-macam bahasa padahal sama-sama dari nabi Adam?

Bahasa apa yang digunakan orang tuli saat berbicara dalam hati?

Jika diberi kesempatan untuk belajar bahasa asing, bahasa apakah yang akan Anda pelajari? Mengapa Anda memilih bahasa itu?

Berapa bahasa Anda kuasai? Bagaimana cara menguasai banyak bahasa?

Bagaimana mekanisme dan tata cara standar pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP) oleh seorang penyidik?

Apa perbedaan cove, bay, dan gulf?

Apakah dalam bahasa negara lain ada frasa yang dibentuk dari pengulangan kata namun salah satunya berubah bunyi?

Apa yang tersulit dalam proses menerjemahkan bahasa asing?

Mengapa menerjemahkan bahasa Indonesia ke bahasa asing lebih sulit dibanding sebaliknya?

Apa saja bahasa yang penting selain Bahasa Indonesia ketika mempelajari sejarah Indonesia?

Mengapa kita perlu menguasai bahasa Inggris dengan baik?

Menurut Anda, manakah yang lebih penting antara Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Daerah (Bahasa Ibu)?

Pentingkah mengajarkan bahasa daerah kepada anak?

Bagaimana cara yang bijak menjawab pertanyaan anak tentang seks?

Pentingkah orangtua memberikan nama yang baik kepada anaknya? Mengapa?

Seberapa berbahayakah kondisi anak yang memiliki kedekatan berlebih dengan pengasuhnya?

Mengapa channel mainan di YouTube cenderung memiliki banyak sekali penonton?

Di manakah kota terbaik di Indonesia untuk masa pensiun? Mengapa?

Bagaimana perasaan orangtua ketika pertama kali mendengar anaknya bisa bicara?