selasar-loader

Siapakah menurut Anda yang akan memenangkan kompetisi di Indonesia; Go-Jek, Uber, atau Grab?

Last Updated Nov 16, 2016

121 answers

Sort by Date | Votes
Anonymous

Go-jek

Hasil gambar untuk gojek

Ilustrasi via kupongojek.com

Answered Jan 4, 2017
Hendra Wiguna
Humas DPD KNTI Kota Semarang

ETjqpaBuLfsl6mGhzY8mpiPJCcEHLn47.jpg

Go-Jek, karena di Indonesia, siapa yang pertama kali ada maka brand tersebut malah bisa menjadi istilah dari jasa/barang yang sama. Misalnya, Aqua untuk botol minuman. So, Go-Jek lebih dikenal dan sudah masuk ke pelosok-pelosok.

Answered Jan 13, 2017

Go-Jek.

Karena saya secara pribadi sering menggunakan Go-Jek dan Go-Jek memudahkan pelanggan dengan adanya Go-Pay sehingga bersifat cashless dan dapat diskon 50% (cukup menarik bagi saya yang merupakan pelanggan sehari-hari ojek online).

Answered Jan 13, 2017

Uber. Karena uber harganya mampu berkompetensi dengan Go-jek dan Grab.

Answered Jan 18, 2017

Grab, karena secara pelayanan grab lebih baik

Answered Jan 18, 2017
Adrian Benn
Master's Student in Interactive Media Technology, KTH, Sweden

Terima kasih untuk A2A pertanyaan ini :)

Jujur, pertanyaan ini sungguh sulit. Mari kita tinjau sejenak profil ketiga perusahaan ini:

4Nh9wfeBXt5Tb053ECBg7R6TZ1crDuSB.jpg

Sumber foto

Go-Jek

Didirikan tahun 2010. Investasi terakhir sebesar $550M pada bulan Agustus 2016. Sepanjang tahun 2016, Go-jek mengakuisisi 4 perusahaan IT yg terkait dengan mobile payment, serta melakukan investasi pada HaloDoc yang mengkoneksikan pengguna dengan layanan medis (dokter dan apotik). Sepertinya, Go-Jek bertujuan untuk menjadi satu pintu untuk segala layanan on-demand (ojek, delivery, medis, dll) dan sedang fokus pada sistem mobile paymentnya (Go-Pay). Go-Jek saat ini fokus pada wilayah Indonesia. [sumber]

Grab

Didirikan pada tahun 2011. Pendanaan yg dimiliki adalah sebesar $1.43B, dan investasi terakhir pada Desember 2016. Meski terlihat lebih banyak (hampir 3x GoJek), Grab tidak hanya beroperasi di Indonesia saja, tetapi di Asia Tenggara. Pertengahan 2016, Grab menjalin kerjasama dengan Lyft untuk berusaha mengalahkan dominasi global Uber. Pengguna Lyft dari US dapat menggunakan aplikasinya pada saat berada di Asia Tenggara untuk memesan Grab (Didi dari China juga terlibat dalam kerjasama ini). Hanya saja, di awal 2017 ini ada indikasi bahwa Lyft bermaksud masuk sendiri ke pasar Asia Tenggara. Saya sendiri tidak yakin, karena effortnya jauh lebih besar dibanding kerjasama yang sudah ada. [sumber]

Uber

Didirikan pada tahun 2009. Pendanaan saat ini sebesar $8.71B, dan beroperasi dalam skala global. Tidak diketahui berapa banyak dana mereka di Indonesia. Selain usaha untuk beradaptasi dengan meluncurkan Uber motor di Indonesia, serta masalah legalitas dan tantangan dari pengelola taksi untuk Uber mobil, tidak banyak informasi lain tentang pergerakan Uber di Indonesia.

Dan pemenangnya adalah...

Di Indonesia, Go-Jek bisa dikatakan mengungguli kedua saingannya. Gojek dapat fokus menggarap pasar Indonesia, sementara Grab dan Uber memiliki pertarungannya di wilayah yang lebih luas. Keunggulan beroperasi di negeri sendiri tidak dimiliki pesaingnya. Selain itu, usaha pengembangan Go-Pay juga patut diapresiasi.

Dari sudut pandang lain, secara Brand saya pikir Go-Jek sudah menang. Keberadaan Go-Jek membuat layanan serupa dikenal oleh masyarakat luas di Indonesia. Saya punya dugaan kedekatan kata "gojek" dengan "ojek" juga punya pengaruh :)

Answered Jan 22, 2017
wahyu sutejo
Success enthusiast, Psikologi interest, Omni Channel Enthusiast

 aqqfJsqkXjaQrgLIlXcCPiwRqURkkRBf.jpg

Jika dilihat dan dicermati dari sisi kebutuhan masyarakat beberapa tahun ke depan, pemenang kompetisi bukanlah Go-Jek, Uber, maupun Grab, melainkan dealer motor (market will be in your hand, when you are the only one who had the product). Hahaha.

Namun, jika melihat dari tiga nama di atas, pemenangnya adalah Grab.

Pasti banyak yang bertanya, mengapa Grab?

Inilah analisa saya tentang mengapa GRAB yang akan keluar sebagai pemenang.

Lippo Group membeli saham Grab. Maka dari itu, Lippo sudah unggul satu langkah dibanding kompetitor lainnya karena mereka mempunya unit perusahaan yang begitu banyak dan memiliki puluhan ribu karyawan yang menyebar di seluruh Nusantara, dari Sabang sampai Merauke. Hanya dengan satu surat keputusan dari dewan direksi Lippo Group yang berisi setiap unit perusahaan harus menggunakan jasa Grab, maka saat itu juga Grab sudah memiliki puluhan ribu langganan tetap secara tidak langsung tanpa harus mengeluarkan uang banyak untuk iklan dan marketing (it's called Monopoly). Hehehe.

Sementara itu, Go-Jek dan Uber lebih mengandalkan pengguna umum yang hanya mungkin menggunakan jasa Go-Jek atau Uber ketika mendapatkan pelayanan bagus dan harga murah.

Sementara bila dilihat dari sisi investasi, maka Uber adalah pemenangnya karena status mereka yang sudah sukses di luar Indonesia sehingga investor akan jauh lebih tertarik dan lebih berani memberikan uang lebih untuk menyokong Uber.

Sementara bila dilihat dari sisi fundamental, Go-Jek adalah pemenangnya, karena Go-jek sudah memiliki segalanya baik dari sisi Human Resource, Pasar, Branding, Product, dan lain sebagainya.

Namun, siapapun pemenangnya tetap tidak akan membuat Indonesia bangga karena hampir 90% investor dari ketiga perusahaan tersebut berasal dari luar negeri. Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan investor asing memang dibutuhkan, namun apabila semua pasar modal investornya dari asing, maka Nusantara hanya tinggal menunggu waktu menjadi suatu negara yang tidak mempunyai kekuatan dalam mengontrol perekonomian (Oke, mungkin akan banyak orang yang menganggap saya terlalu naif dan munafik, namun tidak dapat dipungkiri itulah fakta dan realita yang akan terjadi).

"Setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya." Hanya waktu yang akan membuktikan apakah Nusantara bisa berdiri di bawah kakinya sendiri ataukah Nusantara hanya akan menjadi sejarah yang selalu diceritakan dalam setiap kurikulum pendidikan tentang betapa hebatnya Nusantara ini dengan kekayaan alamnya yang tidak dimiliki negara lain.

Answered Feb 4, 2017

Ah, ini pertama kali saya jawab pertanyaan di selasar yang sejenis dengan Quora. :D

Oke, ijinkan saya memulai pengamatan saya tentang ojek online ini yang beberapa di antaranya ditulis di blog pribadi saya.

  1. Menyisihkan Ojek Pangkalan
  2. Ide tentang Satu Arah dan Dipakai dengan Grab
  3. Persaingan Ojek Online
Ijinkan saya me-review secara khusus promosi Grab.
 
PROGRAM GRAB HITCH
Penjelasan tentang Grab Hitch adalah penumpang dan driver yang satu arah dipertemukan jadi satu. Ketika driver mengantarkan penumpang, maka driver akan mendapatkan bayaran dari si penumpang. Ketika berada di awal program, Grab melakukan promo secara besar-besaran tanpa memikirkan konsekuensi jangka panjangnya (ijinkan saya membahasnya di akhir).
 
Dengan adanya program Grab Hitch, masyarakat penikmat ojek online akan berbondong-bondong untuk pindah ke Grab. Bagaimana tidak pindah? Gratis antar selama beberapa kali, setelah itu dapat potongan. Tapi, dari sisi driver, hal ini tidak mengenakan sama sekali.
 
Coba googling tentang keluhan Grab Hitch. Sistem penarikan dana di dompet Grab Hitch butuh waktu yang sangat lama dan harus kontak email berkali-kali dengan balasan template saja. Saya rasa GRAB tidak memikirkan jangka panjang dari program ini hanya karena ingin mengambil customer dari tetangga sebelah. Ah, come on, bro! Jangan buat susah diri sendiri. Prediksi saya, program Grab Hicth ini tidak akan bertahan lama (ada yang berani bertaruh).
 
Ijinkan saya kembali me-review tentang program Grab yang saya ambil dari status fanpage Tech in Asia ID yang saya baca di bawah ini.

Grab dikabarkan akan membeli startup e-commerce online-to-offline Kudo dengan nilai sebesar US$100 juta (sekitar Rp1,3 triliun). Dikutip dari The Straits Times, kesepakatan ini diambil dari jumlah investasi yang Grab janjikan untuk Indonesia sebesar US$700 juta (sekitar Rp9,3 triliun) untuk empat tahun ke depan ujar sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Kedua pihak dikabarkan akan segera mengumumkan hal ini, walaupun belum ada pengumuman resmi dari Grab ataupun Kudo. Kesepakatan ini dilakukan untuk membuat sistem pembayaran online Grab lebih luas ke depannya dan mendapatkan pasar yang lebih besar. Namun, bagaimana detail cara kerja yang mereka rencanakan, masih belum jelas kepastiannya.

Tahun lalu, Grab sudah bekerjasama dengan Lippo Group untuk sistem pembayaran di platform mobile. Pengguna bisa melakukan pembayaran ke seluruh outlet Lippo di seluruh Indonesia dengan menggunakan aplikasi Grab.

Lelucon macam apa ini? Ada program yang sedang dijalankan, tapi menjalankan program yang lain. Ya... sah-sah saja, sih, memang. Tapi hanya dengan kondisi jika program tersebut berjalan dengan lancar, bukan terseok-seok.

FAPfNvKQDoWpRTAPDBNBX6-Dg8du7IxQ.jpg

Kembali ke pertanyaan. Menurut saya, yang akan memenangkan kompetisi ini adalah Go-Jek karena services yang disediakan lebih banyak daripada service yang disediakan oleh kompetitor lainnya. Adapun services-nya yang saya tahu adalah.

  1. Go Ride
  2. Go Box
  3. Go Clean
  4. Go Massage
  5. Go Mart
  6. Go sex (I'm kidding)

Tapi, ada hal lain yang buat saya sedikit ragu, apakah Go-Jek akan bertahan lama tanpa ada pemasukan alias hanya mengandalkan dari dana investasi?

Salam dari pengamat transportasi online.

BF (Bang Fred)

Answered Feb 18, 2017

aQKqJS9KrB4REJluzGfYsfKtPud6aGWu.jpg

Saya akan menjawab dengan menggunakan kacamata kuda: tertuju pada rasa nasionalis seseorang, tidak terpengaruh oleh teknologi yang lebih baik, dan tidak terpengaruh oleh siapa yang menawarkan harga lebih murah.

Jawaban saya adalah Go-Jek karena Go-Jek merupakan perusahaan asal Indonesia, bermain di pasar Indonesia, dan tentu saja customer-nya mayoritas orang Indonesia. Customer orang Indonesia saat mengetahui bahwa aplikasi Go-Jek merupakan karya anak bangsa membuat mereka mempunyai kebanggaan tersendiri saat menggunakannya. Hal tersebut membuat rasa nasionalisme ikut juga menentukan kompetisi antaraplikasi transportasi tersebut. Dengan adanya program bernama "Kembali Ke Merah Putih" yang mengajak driver Uber dan Grab untuk bergabung ke Go-Jek, Go-Jek dapat mengetuk rasa nasionalisme, pengguna baik dari kalangan driver maupun customers.

 

Answered Feb 18, 2017
Miftah Sabri
Pendiri dan CEO Selasar

PZjQ8FklCJ6e_oxT53P2q3Q5RsanHOrr.jpg

Menurut saya ini bukan pertarungan menang-menangan. Cenderung berbagi pasar seperti berbagi pasarnya Pepsi dan Coca-cola. Mereka menjadi top three dan tercipta suatu struktur oligopoli. Uber dan Grab asal luar negeri plus Gojek yang dari dalam negeri. Hal ini terjadi karena ceruk pasar terlalu besar untuk dimenangkan oleh satu perusahaan. The Winner Take All sepertinya tidak terjadi di sini sebagaimana menjadi sifat pertarungan platform di dunia digital. Apalagi jika masing masing memainkan service tambahan yang berbeda-beda. Di level supir di hp mereka bahkan terinstall Uber,Grab dan Gocar sekaligus sebagai contoh bagaimana yang tak terjadi di luar negeri terjadi di Indonesia.

Demikian, just my two cents. In my humble opinions.

Wallahualam

Answered Mar 26, 2017
Andrian Habibi
Hidup dengan menulis karena menulis memberikan kehidupan

ucRrf55HeHZ8V7x4FFZbUf2Suxokbar0.jpg

via zenfs.com (FR)

Gojek, layanannya beragam dan bahkan sudah buka cabang di beberapa ibu kota provinsi.

Answered Apr 3, 2017
Reza Firmansyah
Mathematician. Writer. Futurist. Trying to leave good marks as my legacy.

xTEllBS1oA2vZxUDt9lTks6f4l3N74VB.jpeg

via neton.id (FR)

Sulit ditentukan, karena setiap perusahaan punya kelebihannya masing-masing

Answered Apr 12, 2017
Mugniar
Blogger www.mugniar.com | Freelance writer

Hasil gambar untuk gojek, uber, grab

Apakah ini kompetisi? Kalau iya, saya juga ingin tahu jawabannya.

Akan tetapi, saya lebih suka kalau ketiganya bisa hidup berdampingan secara wajar. Bisa "menggaet" pelanggan dengan cara yang elegan supaya masing-masing benar-benar memperhatikan kenyamanan penumpang. Karena, kalau yang berjaya hanya satu, biasanya menutup mata akan kenyamanan pelanggannya.

Seperti provider telekomunikasi sekarang, seolah-olah terlihat berlomba memanjakan pelanggan, kan asyik. Kita bebas memilih yang mana yang murah dan nyaman dipakai. Semuanya menjadi bersaing secara sehat.

Answered Apr 17, 2017
Muhammad Iman Adi Perkasa
penulis fesyen dan pemberi advokasi atas perspektif lain dari dunia fesyen

SPIngO93scKDejbNHTJQ6_Hkx1U-l1W5.jpg

Saya tidak pernah memakai Uber atau Grab. Mengapa? Jawaban saya sederhana, dari SD-SMP-SMA-Kuliah saya selalu dibiayai negara, bahkan hingga kesehatan pun saya gratis karena menggunakan BPJS Kesehatan. Cara-cara yang bisa saya lakukan untuk membalas budi negara kepada saya adalah menggunakan produk-produk keluaran Indonesia. Salah satunya Gojek. Kalau kompetisi di Indonesia, saya nggak tahu ya. Kalau di hati saya sih, Gojek.

 

sumber gambar: telset.id

Answered May 3, 2017
afdanella ella
alumni SMANSA PAPA, abdi negara, planner, bestfriend nya bintang ketjil

ezV4TLo5GcQEQxCKLdjZfEt3VQbEzb5W.jpg

OK jek.....eh

Konsumen cenderung meningkatkan utilitas...

Produsen cenderung meningkatkan benefit...

Saya termasuk konsumen yang memasang 3 aplikasi di HP dan menggunakan aplikasi sesuai kebutuhan. Akan tetapi, sejauh ini Go Jek sangat membantu karena preferensinya sesuai dengan orang Indonesia. Contoh sederhana dalam SOP, beberapa Ojek Online membatasi jumlah penumpang, beberapa driver mengatakan bahwa sebenarnya mereka tidak dibenarkan "bonceng tiga" meskipun dengan anak kecil dengan alasan safety, dll. Ibu-ibu dengan balita ke puskesmas dihitung bonceng tiga

Produsen yang bisa bertahan adalah produsen yang mampu menyesuaikan produk dengan preferensi konsumen.

 

sumber gambar: sebarkanlah.com

Answered May 4, 2017
Aviardhansyah Sakrie
Muslim Pembelajar | http://aviardhansyah.wordpress.com

O3487KgWnc5hqTtxrtTNF00tAxWSYd6z.jpg

Agility adalah kata yang tepat untuk menggambarkan satu kunci penting sebuah bisnis untuk memenangkan persaingan. Agility adalah kemampuan sebuah perusahaan dalam mengikuti perubahan, semakin cepat ia berubah maka agility-nya akan semakin baik. Perusahaan yang adaptive terutama dimasa-masa yang dinamis saat ini tentu akan cepat memenangkan hati pasar dan mengambil alih pasar kompetitor.

Jika melihat dari 3 pemain utama dari transportasi modern menggunakan SAAS (software as a services), maka sampai saat ini saya masih merasa UBER akan memenangkan persaingan. Mengapa?

  1. UBER termasuk first mover dalam hal transportasi modern sehingga ia mendapatkan first mover advantage. Dalam kurva pembelajaran, UBER telah lebih dahulu masuk di bisnis ini dibandigkan dengan GRAB apalagi GOJEK. Dengan begitu ia akan mencapai titik maturity lebih dahulu dengan segala benefitnya.
  2. UBER beroperasi secara global dengan titik yang lebih banyak dibandingkan GRAB dan GOJEK. Dalam hal ini UBER akan jauh lebih efisien secara biaya operasional dibandingkan GRAB dan GOJEK. Beda halnya dengan GOJEK misalnya, GOJEK berpusat hanya di Indonesia dan merekrut orang-orang terbaik dengan gaji yang cukup besar, ia juga menyewa kantor untuk operasional serta biaya-biaya fixed lainnya. Bandingkan dengan UBER yang hanya membuka representative saja di Indonesia, dan tidak perlu mengeluarkan membayar insiyur serta software engineer di Indonesia karena sudah dihandle secara global. Itu sebabnya ketika kita uji 3 aplikasi tersebut, maka rate termurah akan jatuh pada UBER (biaya normal) dan rate termahal akan ada pada GOJEK mengingat GRAB juga perusahaan global hanya saja tidak sebesar UBER.

Jika dua point ini terus dipertahankan dan UBER terus berinovasi dengan teknologi, maka saya yakin UBER tetap bisa memenangkan persaingan dengan biaya yang paling ekonomis dibandingkan yang lainnya. Sementara GOJEK memiliki keunggulan sebagai produk nusantara yang mana menjadi "biaya tambah" bagi pelanggan ketika menggunakannya. GOJEK harus terus melebarkan sayapnya di seluruh penjuru Indonesia agar biaya fixed cost nya ini terus mengecil seiring bertambahnya jumlah pelanggan di seluruh Indonesia.

ps: biaya murah UBER ini juga menjadi kekurangan/threat bagi UBER sendiri karena driver-driver cenderung ingin mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi dengan mencari aplikasi dengan rate yang besar. Setiap naik UBER saya selalu mengingatkan, pada satu titik nanti biaya UBER yang ekonomis ini akan menemukan titik demandnya sehingga akan mendapatkan hasil yang impas ketimbang pindah ke GOJEK dengan rate yang tinggi tapi demand yang rendah, bukan begitu?

Semoga menjawab!

 

sumber gambar: solopos.com

Answered May 4, 2017
Abiyoga Noeriman
I like every new interesting Stuff.. hehehe

ze_FAonjMuKbWkLFEA4vy1ForlZ0H0nO.jpg

Saya melihat dari pengamatan saya di sekitar saya, karena Go-Jek terlihat masuk ke dalam semua kehidupan masyarakat. Maka Go-Jek yang akan dapat lebih unggul jika tetap mempertahankan cara bersaingnya selama ini.

 

sumber gambar: caracekterupdate.com

Answered May 4, 2017
Yohanes Ray Ginjara
Strategic Communication Postgraduate Student

 

Hasil gambar untuk gojek uber grabGo-Jek. Secara branding, Go-Jek berhasil menstimulus orang Indonesia dengan berbagai macam bentuk layanannya. Sebut saja layanan Go-Food dan Go-Send. Menurut saya, inovasi yang Go-Jek berikan melalui layanan Go-Food dan Go-Send banyak membantu masyarakat Indonesia. Dulu, kita hanya mengenal layanan pesan antar makanan pada restaurant besar seperti McD, KFC, PHD, Bakmi GM, dan beberapa resto ternama lainnya. Dengan hadirnya Go-Food, kita mempunyai banyak alternatif pilihan untuk memesan makanan.

Alasan kedua menurut saya karena aplikasi Go-Jek lebih mudah digunakan dibandingkan Uber dan Grab. Kalau aplikasinya tidak user friendly dengan orang awam, bagaimana akan eksis? Menurut saya, aplikasi yang mudah digunakan menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat pertumbuhan account pengguna baru.

Ketiga, saya melihat Go-Jek lebih mudah ditemukan di kota-kota lain selain Jakarta. Sebagai contoh saat ini saya tinggal di Semarang. Go-Jek sudah ada lebih dulu di sini dibandingkan Grab dan Uber.

Gambar via pricebook.co.id

Answered May 6, 2017
Florensius Marsudi
Ayah satu putri...

N0Oe6HnhH0zkgo7g7yQsQaxzqKNYjwgx.jpg

Go-Jek.

Layanannya oke.

 

sumber gambar: jasaraharja-putera.co.id

Answered May 17, 2017
Anonymous

9bi53B-rzmU3lQy1jj--KMxPUNyagKS7.jpg

Go-jek!

Mengapa?

1. Go-jek adalah perusahaan Indonesia. Akses terhadap kerjasama dengan perusahaan lain lebih mudah.

2. Go-jek memberikan fitur-fitur yang semakin lengkap dengan interface yang mudah

3. Go-jek memberikan bonus bonus tambahan bagi driver

4. Fitur Go-points menambah daya saing Go-jek. Saya pernah gunakan untuk go-send disc 50%. Dari 475k menjadi 240k saja.

Ps. No intentional promotion, only personal view of such business

 

sumber gambar: newsth.com

Answered May 26, 2017

Question Overview


and 141 more
159 Followers
5863 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Apa yang dimaksud dengan growth hacker?

Apakah kehadiran seorang growth hacker penting dalam sebuah startup digital?

Apa fungsi utama seorang growth hacker?

Apa yang dimaksud dengan growth hacking?

Bagaimana cara melakukan usability testing untuk sebuah produk digital?

Seberapa penting usability testing dalam proses pembuatan sebuah produk digital?

Apa yang dimaksud dengan usability testing?

Apa perusahaan teknologi terbaik di Indonesia?

Mengapa banyak orang India menjadi CEO perusahaan digital internasional?

Apa beda antara startup dan perusahaan lainnya? Mengapa istilah startup begitu naik daun?

Bagaimana cara membangun tim awal startup/perusahaan?

Apa yang menyebabkan sebuah startup digital mengalami kegagalan pada tahun pertamanya?

Apakah nama perusahaan startup terbaik di Indonesia?

Apa yang menyebabkan jumlah venture capital di Indonesia tidak sebanyak di Amerika?

Apa rahasia membangun sebuah startup digital yang sukses?

Apa yang dimaksud dengan design thinking?

Apa yang dimaksud dengan design sprint?

Mengapa design sprint digunakan untuk membuat produk digital?

Apa yang membuat Steve Jobs sukses membangun Apple?

Bagaimana proses mendirikan Bukalapak?

Siapa pengusaha paling top di Indonesia menurut Anda?

Adakah keterlibatan Indonesia pada Perang Dunia II?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Hal-hal apa sajakah yang harus dipenuhi agar Indonesia menjadi pemimpin budaya populer dunia?

Foto apa saja yang bisa mengubah cara pandang kita tentang Indonesia?

Apa yang Anda banggakan dari Indonesia saat bertemu masyarakat internasional?

Masakan/makanan Indonesia apa yang menurut Anda paling mungkin go international?

Mengapa bangsa Indonesia dapat sebegitu lamanya dijajah oleh Belanda?

Makanan/masakan Indonesia apa yang paling memiliki nilai sejarah tinggi?

Apa yang membuat beberapa suku di Indonesia masih tetap bertahan dengan gaya hidup tradisionalnya, misalnya Suku Badui?