selasar-loader

Apa yang membuat Banda Aceh berbeda dengan kota lain dan membuat kangen balik lagi ke sana?

Last Updated Feb 18, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Arfi Bambani
Cofounder dan Chief Content Officer Selasar

s6rDQeqenG_jtsdH5J0gizEX1B09ppUV.jpg

(Mie Aceh dan segelas es timun khas Aceh)

Setelah damai, Banda Aceh semakin nyaman dan asyik untuk dikunjungi. Faktor paling menarik bagi saya ke Banda Aceh adalah makanannya yang enak-enak dan kedai kopi di mana-mana. Cita rasa makanan Aceh lumayan cocok dengan lidah Minang seperti saya.

Dan penjual makanan dan minuman itu ada di mana-mana. Setiap seratus meter, ada kedai kopi yang menawarkan minuman dan makanan yang lezat. Meski berupa warung kopi pinggir jalan, jangan salah, mereka kadang memiliki mesin espresso untuk menyajikan secangkir kopi. Jika dulu Kopi Sanger adalah kopi saring yang diberi susu kental manis, kini Kopi Sanger adalah espresso yang diberi susu kental manis. Nikmatnya sungguh maut.

Di Banda Aceh, saya melihat demokrasi sedang berlangsung di kedai-kedai kopi. Terakhir kali ke Banda, tak lama setelah calon-calon Pilkada Gubernur Aceh diumumkan, pembicaraan di kedai-kedai kopi didominasi tema politik. Kedai-kedai kopi menjadi tempat rendezvous warga. Minggu pagi, bahkan saya menyaksikan bapak, ibu dan anak-anak menghabiskan waktu akhir pekan di kedai kopi.

Banda mengingatkan saya pada Paris, kota dengan kafe di mana-mana. Orang-orang Paris duduk-duduk minum kopi, baik sendiri atau beramai-ramai. The art of doing nothing di Paris adalah duduk di kedai kopi, pesan kopi, lalu diam menikmatinya.

"Itulah sejatinya orang Paris," kata seorang mahasiswa Indonesia yang sedang studi doktoral di Paris. "Mereka orang-orang yang menikmati waktu, tak melakukan apa-apa."

Kedai-kedai kopi di Paris adalah tempat dialog pemikiran. Pemikir-pemikir besar Prancis punya kedai kopi favorit masing-masing. Kedai-kedai itu bisa jadi tempat di mana gagasan-gagasan besar di dunia, mulai dari liberalisme, komunisme, eksistensialisme, bahkan mungkin startup seperti Uber juga dikembangkan.

Dan saya melihat Paris di Banda Aceh.

 

Answered Feb 19, 2017