selasar-loader

Apakah mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang lebih baik dengan memakan makanan 4 sehat 5 sempurna?

Last Updated Nov 18, 2016

6 answers

Sort by Date | Votes

Konsep 4 sehat 5 sempurna merujuk kepada komposisi pangan yang disarankan ada pada saat makan. Komposisi pangan tersebut diisi dengan nasi (atau pangan karbohidrat lainnya), sayuran, lauk pauk (dalam hal ini bisa berarti daging, telur, tempe atau tahu), buah-buahan, dan susu (opsional). Menurut saya, ini adalah penafsiran dari nutrisi utama yang dibutuhkan oleh tubuh: karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air; namun dipresentasikan sedemikian rupa sehingga mempermudah pembacanya dalam mengerti dan menerapkannya.

Dalam mengonsumsi makanan, adalah penting untuk dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan 6 nutrisi utama (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air) dan tidak mengkonsumsinya dalam jumlah yang berlebihan. Perlu diingat bahwa kebutuhan tubuh tiap orang berbeda-beda tergantung dari berat dan tinggi badan, tingkat metabolisme, tingkat aktivitas setiap harinya, kondisi tubuh (sakit atau tidak), dan faktor-faktor lainnya. (BPOM sudah menetapkan standar kecukupan gizi Indonesia, jadi mungkin bisa dicari di Google).

Untuk mengonsumsi gizi secara seimbang, memang lebih mudah untuk mengikuti konsep 4 sehat 5 sempurna. Tetapi, apabila Anda tidak dapat benar-benar memenuhi untuk mengonsumsi setiap pangan tersebut setiap kali makan, Anda tetap dapat mengatur pangan yang Anda makan supaya semua nutrisi tubuh bisa terpenuhi. Misalnya, memenuhi kebutuhan vitamin A bisa didapatkan tidak hanya dari sayuran dan buah-buahan tetapi juga dari daging dan hati, atau nutrisi yang banyak dari karbohidrat, asam folat dan serat pangan bisa didapatkan dari mengonsumsi whole-grain oat.

Akan tetapi, untuk bisa mengonsumsi gizi seimbang, Anda tidak bisa benar-benar 100% mengandalkan konsep 4 sehat 5 sempurna. Intinya adalah, Anda juga harus jadi konsumen yang cerdas. Cari tahu informasi mengenai nutrisi yang terkandung dalam setiap makanan yang Anda konsumsi, baik itu lewat Internet maupun dengan membaca label nutrisi. Dengan cara ini, Anda benar-benar bisa menerapkan konsep gizi seimbang.

Answered Jan 11, 2017

Hasil gambar untuk makanan dengan gizi seimbang

Makanan dengan gizi seimbang merupakan pola makan yang lebih baik dari pola makan 4 sehat 5 sempurna. Pola makan 4 sehat 5 sempurna direkomendasikan sejak abad 19, di mana saat itu Indonesia sedang mengalami masalah gizi kurang. Namun, sejak pertengahan abad ke 20, Indonesia justru mengalami dobel burden, masalah gizi kurang dan masalah gizi berlebih (obesitas).

Pola makan 4 sehat 5 sempurna tidak mampu untuk menangani masalah tersebut karena tidak menyebutkan porsi dari makanan yang makan. Maka dari itu, hadirlah pola makan gizi seimbang yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan. Pola makan gizi seimbang menekankan pada keanekaragaman jenis makanan yang dimakan setiap hari. Memperbanyak asupan sayur dan buah, lauk pauk mengandung protein, dan minum air putih, sedangkan harus membatasi makanan asin, manis, dan berlemak. Serta dianjurkan memperbanyak aktivitas fisik. Hal-hal tersebut dapat melengkapi kekurangan pola makan 4 sehat 5 sempurna karena mengatur porsi dan menambahkan aspek aktivitas fisik. Aspek aktivitas fisik dianjurkan untuk membakar energi dari asupan makanan dengan gizi seimbang. Dengan demikian, masalah obesitas dapat dikurangi tanpa harus kekurangan gizi seperti yang kita alami pada abad ke 19.

Ilustrasi via makarame.com

Answered Jun 12, 2017
Amala Rahmatia Putri
Public Health, UI | Awardee Rumah Kepemimpinan Jakarta 8'

Ya, karena makanan dengan gizi seimbang berfokus pada kecukupan tubuh akan nutrisi, sedangkan 4 sehat 5 sempurna sudah tidak digunakan lagi karena konsep ini mengaburkan jumlah/takaran yang tepat untuk tiap-tiap nutrisi.

Misalnya, dalam satu hari sebanyak apa porsi makanan pokok dan lauk pauk yang kita butuhkan? Seberapa besar porsi yang kita butuhkan untuk mengonsumsi sayur dan buah? Pertanyaan tersebut dapat dijawab melalui konsep gizi seimbang yang biasa digambarkan dalam bentuk tumpeng gizi, dimana kebutuhan utama yang paling banyak dibutuhkan adalah air mineral, kemudian diatasnya adalah karbohidrat seperti nasi, kemudian diatasnya dalam porsi yang lebih kecil ada sayuran dan buah-buahan, kemudian protein baik hewani maupun nabati, dan pada puncaknya yang sangat sedikit dibutuhkan tubuh adalah minyak, gula, dan garam yang penggunaannya seperlunya saja dan sebaiknya dibatasi.

Answered Nov 1, 2017
Adibah Rasikhah Amanto
Health Nutrition UGM 2016

Seketika teringat slide Gizi Seimbang di kuliah :)

Sebelumnya kita akan bahas apa itu gizi seimbang (GS). GS adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip kenekaragaman dan variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan ideal.

Nah, salah satu bentuk dari GS adalah dikenalkannya konsep 4 sehat 5 sempurna oleh Bapak Ilmu Gizi kita, Prof. Peowo Soedarmo pada tahun 1950, dalam rangka gerakan "sadar gizi", yang terdiri atas susunana menu makanan pokok, lauk, sayur, buah, dan susu.

Namun sayangnya, gerakan tersebut, implementasinya tidak berhasil (baik di Indonesia maupun di negara lain). Karena itu sejak tahun 1990-an, msyarakat internasional mengenalkan PGS (Pedoman Gizi Seimbang) sebagai konsep baru dari GS. Sebelumnya hal ini juga terinspirasi dari slogan four based nya Amerika tahun 1940-an.

Hal yang perlu diingat adalah, konsep PGS ini menekankan pada pola makan yang berbeda pada setiap individu, karna setipa individu kebutuhannya juga berbeda. Kalo di Indonesia, PGS diterjemahkan dalam bentuk TGS (Tumpeng Gizi Seimbang) yang pastinya lebih kompleks dan keren daripada sekedar 4 sehat 5 sempurna. TGS ini juga dirancang untuk membantu setiap orang memilih makanan dengan jumlah yang tepat, sesuai kebutuhan menurut usia dan sesuai kesehatan.

TGS ini juga punya empat pilar lho, yaitu

1. Aneka ragam makanan sesuai kebutuhan

2. Perilaku hidup bersih

3. Aktivitas Fisik

4. Memantau berat badan ideal

Answered Dec 20, 2017
Silmy Kaaffah
Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. Peserta Rumah Kepemimpinan Jakarta

ldui1yN36CjXLXqQ19iSzwvgVEOEr_eg.jpg

Iya, saat ini kemenkes merujuk pada bagaimana mengatur piring makan gizi seimbang, bukan lagi makan 4 sehat 5 sempurna. dapat dilihat dari gambar diatas, bahwa pengaturan piring makan terdiri dari setengah piring buah dan sayur, seperempat piring makanan dari biji-bijian (karbohidrat) dan seperempat piring protein.

tentu pengaturan piring diatas adalah kondisi ideal, namun setidaknya dengan kita berusaha mengikuti panduan makan yang disarankan oleh kemenkes, tubuh kita akan mendapatkan kandungan yang cukup yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani dan nabati, mineral dan vitamin. sehingga kebutuhan tubuh kita tercukupi.

agar lebih sehat, disarankan juga melakukan aktivitas fisik sehingga makanan yang masuk ke tubuh juga di bakar sehingga menghindari kegemukan/obesitas.

Answered Feb 27, 2018
Hilda Arwiyanti
Community Nutrition IPB 2015 | limpapeh58 smantitelbkt | RQ Data 3 Bogor

Konsumsi Makanan dengan Gizi Seimbang VS Konsumsi Makanan 4 Sehat 5 Sempurna 

Pertanyaan yang sangat menarik.

Sebagai seorang mahasiswa gizi, saya ingin berbagi pendapat terkait pertanyaan ini. 

Hal mendasar yang harus kita pahami terlebih dahulu adalah pengertian dari masing-masing kalimat di atas.

1. Makanan dengan Gizi Seimbang.

Saya memahami makanan dengan gizi seimbang sebagai makanan yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Seimbang artinya tidak kurang dan juga tidak lebih, asupan = kebutuhan. Sehingga, konsumsi makanan dengan gizi seimbang dapat membantu tubuh mencapai status gizi yang optimal.

2. Makanan 4 Sehat 5 sempurna

Makanan 4 sehat 5 sempurna merujuk pada pengertiannya merupakan makanan yang terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan sebagai 4 sehat dan ditambah dengan susu sebagai 5 sempurna. Jika kita kaji lebih dalam, susu wajib dikonsumsi dalam makanan 4 sehat 5 sempurna. Padahal, susu merupakan salah satu sumber protein hewani yang kehadirannya dapat digantikan oleh protein hewani lainnya. Apabila seseorang mengonsumsi lauk pauk hewani dalam jumlah yang banyak, ditambah lagi dengan susu, maka asupan proteinnya dan asupan lemaknya bisa berlebihan. Selain itu, makanan 4 sehat 5 sempurna tidak memiliki penjelasan lebih lanjut mengenai anjuran berapa banyak jumlah makanan yang harus dikonsumsi, sehingga kemungkinan terjadinya gizi kurang atau gizi lebih sangat besar. 

Maka, berdasarkan hal tersebut, secara umum mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang lebih baik dari pada mengonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna. 

Sekian pendapat yang dapat saya sampaikan. Saya terbuka dengan masukan dan pendapat lainnya.

Terima kasih.

Answered Jan 26, 2019