selasar-loader

Pasangan calon Gubernur DKI mana yang akan terpilih di Pilkada, berapa putaran dan mengapa pasangan itu yang kemungkinan terpilih?

Last Updated Feb 14, 2017

kdNpOTXGZTAJBgiinKlcpLRromOtXBSZ.jpg

Rabu, 15 Februari 2017 adalah pelaksanaan Pilkada serentak di 101 provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia, termasuk Pilkada DKI Jakarta. Meski ada 101 Pilkada,Pilkada DKI Jakarta tetaplah yang menjadi magnet pemberitaan media, di sana ada pasangan 1 Agus Harimurti Yudhoyono dan Silviana Murni, pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saeful Hidayat, dan pasangan 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

2 answers

Sort by Date | Votes
Erri Subakti
Socio Culture Analyst, Author, Blogger, Social Media Activist

Gk-OpZItWASljzeWIPKp7StOxhckdSK1.png

Hasil Pilkada DKI Jakarta telah selesai dihitung oleh KPU. Hasilnya, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Agus Yudhoyono-Sylviana Murni mendapat 17.07% atau 936.609 suara. Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat mendapat 42.96% atau 2.357.637 suara. Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendapat 39.97% atau 2.193.636 suara.

Sementara, jumlah pemilih dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 adalah 7.218.272. Namun yang menggunakan hak pilihnya 5.563.418 suara. Sehingga 22,9 persen warga DKI golput.

Dengan hasil demikian, maka praktis paslon nomor urut 1 tersingkir dan paslon nomor urut 2 dan 3 harus melanjutkan pemilihan pada putaran kedua. Dengan selisih yang tidak terlampau jauh antara paslon nomor urut 2 dan 3, praktis kedua kubu akan saling beradu strategi untuk bisa saling mengungguli.

Pasangan Anies-Sandi sudah pasti akan mengambil suara dari paslon nomor urut 1. Sudah bukan rahasia lagi bahwa pendukung pasangan Agus-Sylvi adalah mereka yang tidak suka dengan Basuki-Djarot. Melalui perhitungan ini, maka pasangan Anies-Sandi tentu bisa mengungguli Basuki-Djarot pada putaran kedua nanti.

Namun, kita ketahui bahwa dalam politik apapun bisa terjadi. Mari kita simak bagaimana peluang pasangan Basuki-Djarot dalam meraup suara untuk mengungguli Anies-Sandi.

Pertama adalah tentu saja Basuki-Djarot akan mendekati parpol pendukung Anies-Sandi yang bisa bersinergi dengan parpol pendukung Basuki-Djarot. PKB tentu akan lebih bisa melebur dengan PDIP daripada dengan PKS karena perbedaan paradigma. PKB merupakan partai yang lebih berpandangan pluralis dan nasionalis dibanding PKS, sudah tentu.

Hal kedua yang juga bisa berpeluang mendapatkan suara bagi Basuki-Djarot adalah dengan mendorong partisipasi para pemilih yang tidak bisa dan enggan untuk mencoblos, sehingga golput, yang angkanya mencapai hamipr 23%.

Lalu hal ketiga yang harus dipahami adalah bahwa para pemilih Anies-Sandi bukan hanya berasal dari massa PKS dan Gerindra saja sebagai parpol pengusungnya. Pendukung Anies-Sandi juga berasal dari parpol lain dan bahkan dari sebagian kecil para pendukung Presiden Jokowi.

Para pemilih inilah yang harus didekati untuk mendukung Basuki-Djarot bahwa dalam beberapa statement dari kubu Anies-Sandi, terlontar pernyataan Prabowo Subianto bahwa kalau memilih Anies-Sandi itu bisa memperbesar peluang Prabowo yang pada 2014 menjadi rival Jokowi, untuk melaju kembali menjadi pesaing Jokowi di Pilpres 2019. Dan yang lebih berbahaya tentu saja sepak terjang PKS.

PKS akan menjadikan Anies-Sandi sebagaimana PKS terhadap SBY. PKS akan meminta bagian 'kue kekuasaan' di DKI Jakarta untuk memperkuat penyebaran faham dari kader-kader mereka masuk ke rumah-rumah ibadah muslim seperti masjid dan musholla. (Baca: PBNU Minta PKS Hentikan Perebutan Masjid) http://www.nu.or.id/post/read/34016/pbnu-minta-pks-hentikan-perebutan-masjid

Jikalau para pendukung Jokowi yang memilih Anies-Sandi memahami peta pembagian kekuasaan seperti ini, bukan tidak mungkin mereka akan lebih memilih Basuki-Djarot dibanding Anies-Sandi.

Jadi siapa yang akan memenangkan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017? Itu adalah kemenangan hati warga Jakarta. Tentu kita tidak bisa menafikan fakta bahwa betapa hebatnya gempuran isu kepada paslon nomor urut 2 dengan proses hukum tuduhan penistaan agama dan berbagai isu rasialis lainnya, yang dampaknya berimbas pada merosotnya elektabilitas Basuki-Djarot di mana pada pertengahan tahun 2016 lalu selalu berada di atas 70%.

Apakah Anies-Sandi atau Basuki-Djarot yang dapat terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta selanjutnya? Itulah suara rakyat Jakarta.

Answered Feb 24, 2017
Alanda Syarif
Tertarik akan semua hal, supaya otak gak beku :)

O5jZadGwrztFrcl1p6AkmU8YA0gY5r02.png

via speedysignsusa.com

Menurut saya, pilkada sekarang ini menjadi lebih dominan pada faktor figur calon. Jamak, kita lihat, sekumpulan partai besar bisa kalah oleh calon yang didukung partai menengah dan kecil, bahkan kalah dengan calon independen. Dalam partai sekalipun pemilihan calon lebih mengutamakan figur daripada kadernya atau memilih bergabung dengan partai lain ketika melihat figur calon partai lain sangat kuat sementara di partai sendiri tidak mendapatkan calon lawan yang sebanding.

Pada pilkada DKI 2012, kita lihat Pak Jokowi dengan dua partai bisa menang dari Pak Fauzi Bowo dengan banyak partai. Pilkada 2017 pada putaran pertama, Pak Ahok dengan empat partai besar menang tipis dari Pak Anies dengan dua partai besar. Pada social media, dapat kita perhatikan bahwa penyerangan juga lebih dominan ke arah figur paslon. Jadi, kesimpulan saya, yang menang adalah yang bisa mempertahankan figur jagoannya dan berhasil menyerang figur lawannya.

Answered Feb 24, 2017

Question Overview


5 Followers
1198 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Apa gambaran Anda jika Agus Harimurti Yudhoyono terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta?

Apa gambaran Anda jika Anies Baswedan terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta?

Apa gambaran Anda jika Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terpilih kembali sebagai Gubernur DKI Jakarta?

Apa keunggulan pasangan Anies-Sandi dibandingkan pasangan calon lainnya dalam Pilkada DKI Jakarta?

Mengapa Anies Baswedan bisa paham betul Masalah Jakarta?

Bagaimana kesempatan Ahok untuk memenangkan putaran kedua dalam pemilihan Gubernur Jakarta?

Apa sajakah alasan Anies Baswedan akan memenangkan puteran kedua dalam pemilihan Gubernur Jakarta?

Bagaimana pendapat Anda tentang karier Ahok di Indonesia?

Perlukah memberikan apresiasi atas gubernur baru DKI Jakarta?

Apakah jenis parfum wanita yang paling tahan lama untuk dipakai di Jakarta?

Apa nama restoran Jepang terbaik di Jakarta dan sebutkan alasannya?

Apa yang Anda lakukan ketika sedang terjebak dalam kemacetan Jakarta?

Mengapa orang Jakarta suka menghabiskan waktu di mal?

Apa saja hal yang membuat Jakarta lebih bagus dari kota lain?

Apa lokasi wisata terbaik di Jakarta? Mengapa?

Bagaimana cara terbaik dan paling efektif untuk menghindari kemacetan di Jakarta?

Mengapa banyak sekali orang Jawa di Jakarta?