selasar-loader

Bagaimana caranya ikhlas memaafkan orang dengan cepat hingga bisa tidur malam tanpa membenci siapapun? Dan apa indikatornya bahwa hati telah benar-benar ikhlas memaafkan?

Last Updated Feb 14, 2017

Seperti seorang sahabat yang hidup di zaman Rasulullah saw, ia dijamin masuk surga karena setiap malam ia selalu memaafkan semua orang yang pernah menyakitinya hari itu. 

1 answer

Sort by Date | Votes
Dyah Rinni
Fulltime Writer

Tidaklah mudah untuk memaafkan orang lain, terutama jika orang tersebut melanggar hal-hal yang kita anggap penting atau menimbulkan luka yang dalam di hati kita. Namun hidup di dalam dendam juga bukanlah hal yang baik. Dendam dan kemarahan dapat membawa konsekuensi serius bagi kesehatan jiwa dan juga fisik kita. 

Jika kita ingin belajar memaafkan orang lain dengan ikhlas, cobalah ikuti tips berikut ini:

1. Jika diri Anda terlibat dalam kesalahan tersebut, maafkanlah diri Anda terlebih dahulu. Ingatlah bahwa Anda hanya manusia biasa dengan keterbatasan. 

2. Apa yang kita anggap benar dan penting, belum tentu benar dan penting di mata orang lain. Setiap orang memiliki sudut pandang sendiri-sendiri. Kebenaran menurut kita, belum tentu dianggap sebagai kebenaran di mata orang lain. Kita mungkin merasa marah karena tidak diperhatikan oleh sahabat akrab kita. Tapi mungkin di mata sahabat kita, dia tidak merasa mengacuhkan kita. 

3. Setiap orang memiliki alasan tersendiri. Cobalah untuk melihat dari sudut pandang orang tersebut. Mungkin ia tidak pernah dididik dengan baik, mungkin tidak pernah ada orang yang meyayanginya, mungkin ia memiliki kondisi darurat, dan lain-lain. Dengan cara seperti ini, hati kita akan lunak. Misalnya, kita ditabrak orang yang berlari tergesa-gesa. Kita mungkin marah karena orang itu tidak sopan, namun mungkin sebenarnya orang itu tergesa-gesa karena ingin menjenguk ibunya yang sudah sakit parah. Dengan menempatkan diri kita di tempat orang lain, kita jadi lebih mudah memaafkan orang tersebut. 

3. Bayangkan kejadian tersebut seperti Anda tengah menonton film. Tekan tombol pause dan bayangkan Anda membuang atau membakarnya di tempat sampah. Momen tersebut sudah Anda buang ke tempat sampah dan tidak akan kembali lagi.

4. Dekatkanlah diri Anda pada Allah swt/Tuhan.  

Indikatornya? Saya bukan psikolog tetapi menurut saya, saat kita membayangkan orang tersebut, kita bisa memikirkan orang tersebut dengan perasaan netral. Tidak ada amarah, tidak ada rasa sakit. Anda bahkan bisa tersenyum. 

Ingatlah bahwa setiap kasus mungkin tidak sama. Ada beberapa kasus berat yang mungkin membutuhkan pertolongan psikolog atau psikiater. Untuk itu, mungkin Anda membutuhkan terapi.  

Answered Oct 18, 2017