selasar-loader

Mengapa kita disarankan untuk tidak langsung tidur setelah makan?

Last Updated Nov 18, 2016

10 answers

Sort by Date | Votes
Reza Firmansyah
Mathematician. Writer. Futurist. Trying to leave good marks as my legacy.

v4-DbPmVI1OEgujNNOPTteXxUwpu_KD3.jpg

Mungkin supaya tubuh bisa menyerap dulu makanan yang sudah kita makan.

 

sumber gambar: blogspot.com

Answered Dec 17, 2016

eiOcJz67WQgRZ-0cYYiMjtWlewoGQvR6.jpg

Langsung tidur setelah makan dapat mencetuskan terjadinya GERD (gastroesophageal reflux disease).

Di atas lambung terdapat esofagus. Keduanya dibatasi oleh sfingter untuk mencegah agar cairan lambung yang asam tidak masuk ke esofagus. Bila cairan lambung mengenai permukaan esofagus, maka akan menimbulkan nyeri atau rasa terbakar di ulu hati.

Nah, bila Anda langsung tidur setelah makan maka posisi esofagus dan lambung sejajar, tekanan yang tinggi di lambung akan menyebabkan sfingter esofagus terbuka, cairan lambung mengenai permukaan esofagus dan timbullah rasa nyeri di ulu hati.

 

Ilustrasi via blogspot.com

Answered Jan 7, 2017
Sri Subekti
Sri Subekti Astadi

Kita tidak boleh tidur setelah makan, karena selesai makan tubuh kita akan bekerja mengolah makanan yang telah kita masukan. Disaat tubuh sedang bekerja keras begitu membutuhkan banyak asupan oksigen yang harus masuk ke tubuh. Bila kita langsung tidur maka makan belum sempat dicerna oleh tubuh karena organ-organ tubuh akan ikut beristirahat bila kita tidur maka asupan makanan akan dicerna dengan lambat, karena pada waktu kita tidur oksigen yang masuk ke dalam tubuh juga berkurang. Akibatnya makanan yang kita makan akan membusuk sia-sia di saluran pencernakan dan bisa berubah menjadi racun yang akan meimbulkan berbagai penyakit.

Answered Jan 23, 2017

Karena jika kita tidur setelah makan, makanan tadi belum diproses atau dicerna. Jadi akan menyebabkan kerusakan pada usus. Sbaiknya setelah makan jangan langsung tidur, tapi tunggu bbrapa mnit agar makanan mengalami proses pncernaan.

Answered Jan 23, 2017
Ananda Findez
Mencari jawaban dan menanyakan segala hal!

Sebetulnya ada 2 kemungkinan.

  1. Anda sedang makan di rumah sendiri
  2. Anda sedang makan di restoran.
Dalam 2 kemungkinan tersebut Anda tetap tidak disarankan untuk tidak lansung tidur. Karena jika setelah makan di rumah, ada baiknya Anda membantu Ibu atau istri Anda untuk mencuci piringnya terlebih dahulu sebelum tidur. Sedangkan jika di restoran, sangat tidak disarankan untuk langsung tidur setelah makan. Karena Anda harus terlebih dahulu membayar makanan yang Anda makan sebelum tidur. Karena sekalipun Anda betul-betul tertidur, Anda akan dianggap pura-pura tidur oleh petugas restoran dengan alasan tidak bisa bayar. Sungguh, sempatkanlah sedikit waktu Anda untuk membayar makanan tersebut sebelum tertidur, sebelum terjadi hal-hal yang tidak Anda inginkan.

Answered Jan 24, 2017
Kartika Aprilia
Indonesian Literature, University of Indonesia.

-FhepOW3A2uYhWOqPhrbshDiL7NOsQUi.jpg

via papasemar.com (KAM)

Jika Anda selesai makan, Anda disarankan tidak langsung tidur. Mengapa? Karena makanan yang telah Anda masukkan dalam tubuh belum diolah oleh tubuh Anda selama beberapa menit.

Kemungkinan yang terjadi jika Anda tidur setelah makan adalah perut Anda akan mengalami sakit atau bisa jadi Anda akan muntah. Hal tersebut disebabkan karena apa yang Anda konsumsi membutuhkan proses beberapa lama untuk diproduksi oleh organ-organ tubuh sampai akhirnya makanan tersebut hancur dalam tubuh.

Jika Anda tidur setelah makan, otomatis makanan akan tertahan di perut dan proses metabolisme tubuh tidak akan berjalan dengan baik. Jadi, tunggulah beberapa menit atau jam baru Anda bisa tidur.

Answered Apr 16, 2017
Kusnul Khotimah
Hi! I'm Khusnul Khotimah, mahasiswi S1 Kesehatan Masyarakat UIN Jakarta.

karena makan akan dicerna selama 2 jam didalam perut, dan posisi tidur itu sendiri akan sangat mengganggu proses pencernaan, sehingga apalagi setelah makan langsung tidur akan menyebabkan asam lambung yang meningkat, akibatnya terasa mual dan pusing. maka, sebaiknya setelah makan duduk atau berjalan jalan kecil untuk menghindari hal tersebut.

Answered Aug 11, 2017
Afifah Afifah
Mahasiswi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada 2014

Makanan yang kita makan membutuhkan waktu untuk dicerna di dalam tubuh. Kondisi tidur adalah kondisi rileks dimana detak jantung lambat sehingga laju metabolisme tubuh juga mungkin melambat.

Penurunan laju metabolisme ini dapat mengganggu proses pencernaan makanan yang kita makan. Oleh karenanya, sebaiknya kita berikan waktu satu hingga tiga jam setelah makan sebelum memutuskan untuk tidur.

Selain itu, kebiasaan langsung tidur setelah makan juga tidak baik bagi lambung. Kebiasaan ini bisa menyebabkan asam lambung naik ke daerah esofagus (heartburn), terutama bagi penderita asam lambung berlebih.

Answered Jan 4, 2018
Andini Ika
Mahasiswa Farmasi UI l Peserta Rumah Kepemimpinan Angkatan 8 Regional 1 Jakarta

r1hk_A1lq_VMxV_ingF_feIUwGgcpZRY.jpgRasa kantuk setelah makan memang seringkali kita alami dan membuat kita menjadi ingin segera tidur. Akan tetapi ada beberapa bahaya yang bisa ditimbulkan jika langsung tidur setelah makan :

Rasa panas di dada (Heartburn)
Saat berbaring setelah makan, tubuh memang dirasa sangat rileks. Akan tetapi sementara tubuh beristirahat, sistem pencernaan akan bekerja keras. Langsung tidur setelah makan bisa memicu naiknya asam lambung sehingga menimbulkan sensasi panas yang menyebar naik dari perut ke dada dan kadang sampai tenggorokan Lebih dari itu. Sensasi panas ini membuat tidur malam Anda tidak nyenyak.

Naiknya berat badan
Setelah makan, maka tubuh akan menerima asupan kalori. Dalam prosesnya, untuk menurunkan berat badan, maka tubuh kita harus melakukan kegiatan yang dapat membakar kalori lebih banyak dari kalori yang masuk ke tubuh. Maka tidur setelah makan akan membuat kalori yang diterima tubuh akan dibakar sangat sedikit sehingga terjadi penumpukkan lemak dalam tubuh. Oleh karena itu, jika sering terasa lapar tengah makan, sebaiknya cobalah mengisi perut dengan makanan sehat seperti salad dan buah, bukan makanan berkalori tingga seperti kue.

Stroke
Hubungan antara stroke dengan kebiasaan langsung tidur setelah makan sebenarnya sudah dilakukan penelitiannya oleh University of Ioannina Medical School di Yunani. Dalam penelitian yang dilakukan dengan melibatkan 500 orang sehat yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu 250 orang yang mempunyai riwayat penyakit stroke sebelumnya dan 250 orang yang didiagnosis sindrom koroner akut menunjukkan hasil bahwa  tidur setelah makan dapat meningkatkan risiko penyakit stroke. Sindrom koroner akut adalah jenis penyakit jantung yang paling umum, di mana aliran darah ke jantung menurun yang disebabkan oleh penyumbatan arteri dan dapat mengakibatkan sesak pada dada sampai serangan jantung. Penelitian ini menunjukkan bahwa mereka yang memiliki jarak paling lama antara makan dan tidur berada dalam risiko terendah untuk terkena stroke. Mereka yang setidaknya makan satu jam sebelum tidur menurunkan risiko stroke sekitar 66%. Sedangkan mereka yang mempunyai jarak antara makan malam dan tidur sebesar 70 menit sampai 2 jam dapat menurunkan risiko stroke sebesar 76%.

Answered Feb 2, 2018
Kusuma Herawati
FIK UI Spesialisasi Kep. Anak/Rumah Kepemimpinan Jakarta Batch 8

Langsung tidur setelah makan merupakan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan. Rentang minimal yang dibolehkan untuk tidur setelah makan adalah sekitar 2 jam. Hal terssebut mengikuti proses pencernaan dan penyerapan makanan. Salah satu dampak jangka pendek yang ditimbulkan adalah terganggunya kualitas tidur yang dimiliki karena asam lambung cenderung naik sehingga tidur menjadi kurang nyaman. Lanjutan dari terganggunya kualitas tidur yang buruk akan memberikan dampak baik fisik, psikologis maupun kognitif. Salah satunya adalah ketidakstabilan emosi sehingga akan berdampak buruk pada keseharian dan kinerja seseorang. Ketika hal tersebut terjadi berulang kali dan terus menerus dapat menyebabkan penyakit jantung seperti stroke karena terganggunya kualitas tidur akibat proses pencernaan akan 'memaksa' jantung bekerja lebih, yang seharusnya tidur menjadi kesempatan untuk organ tubuh beristirahat guna mengembalikan stamina tubuh.

Answered Apr 1, 2018