selasar-loader

Siapa tiga penyanyi pria Indonesia favoritmu? Mengapa kamu memilih mereka?

Last Updated Feb 9, 2017

4 answers

Sort by Date | Votes
Zulfian Prasetyo
Musik adalah obat terunik yang Tuhan berikan.

Pertanyaan menarik, nih. Bila diminta menjawab tiga penyanyi pria favorit yang berasal dari Indonesia, nama-nama di bawah ini adalah pilihan saya.

1. Bambang Reguna Bukit

FLYgZ3R0XM1sBUWVNrwb9ADWnMJAEgVB.jpg

Bambang Reguna Bukit adalah anak pertama pasangan Johan Begin Bukit dan Desiree Tarigan. Yang saya tahu dari Wikipedia, pria yang memiliki nama populer Bams ini pernah menempuh pendidikan musik di Elfa Secioria dan TSB serta Kursus Gitar Yamaha Musik. Artinya, Bams satu 'perguruan' dengan saya, anak didik Bang Elfa. Hehehe.

Bams (dan Bornok Hutauruk) demikian memberi pengaruh pada teknik vokal saya. Sedikit banyak, ia mengilhami saya yang memang kagum dengan power yang dimilikinya. Lebih jauh, artikulasinya pun tetap jelas (kebalikan Donny Ada Band). Pada akhirnya, nilai lain dari suara mantan vokalis Samsons ini adalah meskipun suaranya keras, dia tetap bisa memberikan vibrasi di 'tempat-tempat' tertentu. Bams selalu tahu tempat untuk menghentak, lalu berubah lembut. Suara Bams memberi kontribusi pada karakter lagu-lagu Samsons yang, meskipun bertema patah hati, tetap memiliki aura yang laki banget.

 

2. Ari Lasso

iLvZkw3_KjQiP0X_AEwgUFmjmNrOXZCS.jpg

via beatmag.com

Dewa 19 beruntung sempat memilikinya. Ari Bernardus Lasso adalah benang merah dari tiga band terkenal di Indonesia. Padi, Boomerang, dan Dewa 19. Semuanya berawal dari SMAN 2 Surabaya (iya, dia pinter!). Waktu sekolah di sana, dia punya band. Namanya Outsider Band. Anggotanya adalah Wawan Juniarso (yang kelak jadi penabuh drum Dewa 19) dan Piyu (yang kelak membentuk Padi sekaligus menjadi musuh Ahmad Dhani, hahaha). Soal kaitannya dengan Boomerang, Ari Lasso pernah bergabung dengan Lost Angels Band, cikal bakal Boomerang.

Bagi saya, Ari bernyanyi seperti bercerita. Apa adanya saja. Tidak dibuat-buat. Sudah begitu, suaranya ibarat wine; makin tua makin enak! Saya membandingkan vokalnya ketika masih bergabung dengan Dewa dengan ketika bersolo karier dan menciptakan album Keseimbangan. Beda, dalam artian lebih keren. Lagu-lagunya kala itu saya setel di tape mobil kakek saya, menemani dalam perjalanan dari Kuningan ke Jakarta. Vokal Ari seperti memberi isyarat pada saya, kalau nyanyi itu yang jujur!

 

3. Sahrul Gunawan

vO8KHxTwzfEURzZkFvOYHHUMsWySe8bk.jpg

via amazonaws.com

Jangan tertawa! Sahrul Gunawan memang jago nyanyi. Beneran!

Iya, Sahrul memang selama ini terkenal sebagai aktor. Film paling suksesnya, ya, Jin & Jun. Namun, dari soundtrack film Bukan Cinderella (kalau tidak salah) yang berjudul Bukan Dirimu yang Salah, saya menyadari kualitas suaranya.

Tidak lama, saya putuskan untuk membeli album kasetnya, Sentuhan Baru. Dari sana, saya tahu bahwa Denny Chasmala, orang yang turut berkontribusi di balik album-album Ari Lasso, adalah yang paling banyak turun tangan menggarap album Sahrul. Selain itu, saya juga baru tahu bahwa dia juga berguru pada Elfa Secioria, salah satu bakat besar musik yang pernah dimiliki Indonesia. Saya heran dia tidak sepopuler Bunga Citra Lestari yang juga pivot dari dunia akting ke dunia tarik suara.

Answered Feb 10, 2017
Pepih Nugraha
Musik adalah sisi lain dari hidup saya, melebihi teman atau bahkan kekasih

WcV5WplqeErW05Y94DbSVxonjIJCoZLY.jpg

Mungkin jawaban saya terasa norak jika dilekatkan pada kekinian. Tetapi apa boleh buat, jawaban saya mewakili zaman saya dibesarkan di mana segalanya tercatat dalam ingatan karena kenangan mendalam yang menyertainya. Setiap penyanyi pria Indonesia yang saya suka dan saya pilih, mewakili gejolak batin saya, juga terkait perjumpaan langsung dengan sang penyanyinya. Ini juga menguatkan saya memilih tiga penyanyi pria favorit versi saya.

1. Jamal Mirdad

Mungkin anak-anak milenial sekarang lebih mengenal Nana Mirdad dan Naysila Mirdad. Jamal Mirdad? Ya hanya orang-orang seusia saya sajalah yang mengenalnya dengan baik, meski lewat suaranya saja. Padahal, Jamal Mirdad adalah ayah dari Nana dan Naysila dari Ibu mereka, Lydia Kandou. 

Jamal Mirdad adalah penyanyi remaja di awal tahun 1980-an dengan lagu di album pertamanya berjudul "Hati Selembut Salju". Di dalam lagu itu, ada juga lagu "Cinta Yang Hitam" dan "Anita". Saking berkesannya lagu-lagu Jamal Mirdad album pertama, lagu berjudul "Anita" menginspirasi saya untuk membuat sebuah cerita bersambung berjudul sama, Anita. 

Di belahan lainnya dalam kurun waktu bersamaan tetapi dengan jenis musik yang berbeda, Iwan Fals dengan album pertama "Oemar Bakrie" tengah mengguncang musik Tanah Air dan Ebiet G. Ade dengan album Camelia 1 yang sangat nge-hit saat itu. Jamal Mirdad tentu saja tidak masuk hitungan dan bahkan "tidak layak" disejajarkan dengan nama besar Iwan Fals maupun Ebiet G. Ade. 

Tetapi sebagaimana pepatah Latin bilang, de gustibus non disputandum, selera tidak bisa diperdebatkan. Selera saya Jamal Mirdad, ya mau dikata apa?

2. Iwan Fals

Pada tahun 1981, ruang dengar saya dipenuhi lagu "Oemar Bakrie", "Bung Hatta" dan "Ambulance Zigzag". Melalui TVRI, saya tahu kala Iwan Fals, sang komponis sekaligus penyanyi itu, telah berkiprah di akhr tahun 70-an, mungkin sekitar tahun 1978-1979, hanya saja lagu-lagunya di album "Perjalanan" tidak seterkenal lagu di Album "Sarjana Muda". 

Selain dari radio MW yang kerap memutar lagu Iwan Fals yang sedang hit itu, teman-teman kelas 1 SMA II Tasikmalaya (tahun 1981) pada suatu kesempatan camping, sudah lebih "advance" dengan menyanyikan lagu "Bung Hatta" dalam sebuah performance di tengah hutan. Karena saya belajar gitar lewat lembaga musik Yamaha di kota Tasikmalaya, tidak ada kesulitan bagi saya untuk mencari kunci (chord) lagu itu, hanya saja suara saya tidak sebagus teman-teman. Jadi agak minderlah kalau saya menyanyi. 

Tetapi anehnya, saya kerap punya nyali untuk bernyanyi di depan pacar saya dengan menggunakan gitar merek Mikassa warna hijau. You know apa yang terjadi? Pacar saya itu sering "ngelangut" mendengar petikan maut senar gitar saya dengan kepalanya yang tidak terasa menyender di pundak, hahaha....

3. Chris Kayhatu

Ini juga penyanyi yang tak banyak dikenal. Tetapi saya suka banget terutama saat dia menembangkan lagu "Misteri Cinta". Suaranya lantang, musiknya tegas dengan sentuhan jazz yang pekat, mengarah ke petikan Hawaii-an Lautan Teduh. Mungkin karena Chris dibesarkan dan berkarier di kota Ambon. Lagu lainnya "Kau Yang Selalu Ceria" dan "Bawalah Cintaku", juga sangat menggoda perasaan saya sehingga saya menyimpannya dalam memori kehidupan. 

Sebenarnya kalau dibuka tidak hanya tiga penyanyi pria yang saya sukai, masih ada di daftar ingatan saya penyanyi pria lainnya antara lain Chrisye, Harvey Malaiholo, Sam Bimbo, dan Rhoma Irama. Tetapi karena pertanyaannya dibatasi hanya tiga penyanyi, ya mau tidak mau saya harus me-ranking-nya dan muncullah tiga nama penyanyi di atas. 

Answered Feb 10, 2017
Venusgazer E P
A man who loves reading, writing, and sharing

99P4UgB9YfJUy0Q6DGZOjDWVQ0c86p-L.jpg

1. Iwan Fals - Saya mulai mengenal Iwan Fals sejak memiliki album 1910. Dimana dalam album itu ada lagu Ibu yang liriknya begitu sampai ke hati. Lagu-lagu beliau nggak lebay walau lagu tersebut berkisah tentang percintaan. Sebagian lagi berisi kritikan-kritikan sosial. Karya-karyanya juga kaya akan genre, pop, rock, maupun country. Saking ngefansnya, poster-posternya menghiasi kamar. Penampilannya di atas panggung juga luar biasa. Ia punya daya magis yang luar biasa, membuat penonton tanpa lelah ikut bernyanyi sepanjang pertunjukannya.

r5K8Vi7YlOs0iQuihXH9qDHKxRUCUR8i.png

2. Chrisye - Salah satu legenda musik Indonesia. Ia selalu bernyanyi dengan hati dengan suara yang sangat khas. Satu hal yang saya suka adalah sifatnya yang low profile. Saya suka beliau ini sejak masih SMP, jaman-jaman mulai mengenai cinta monyet. Pas dengan beberapa lagunya masa itu. Dan semua lagu-lagunya evergreen sampai saat ini.

8cdc6k-19z_a-ox2ZhUgm-jK1Lg8EoZz.jpg

3. Obbie Messakh - Salah satu penyanyi jadul. Dari kecil sudah kenal dengan beliau karena Bapak saya mengoleksi kaset-kaset pop Indonesia yang sebagian besar adalah ciptaannya. Memang sih hampir semua lagu-lagunya berkesan melankolis/cengeng tapi tetap asyik dan mudah dihafal. Kord-kord musiknya pun sederhana sehingga dimainkan dengan gitar. Dari lagu-lagunya pula saya belajar bermain gitar.

Answered Feb 11, 2017
Syaifuddin Sayuti
Happy Holiday...

Penyanyi pria favorit saya tak banyak, namun dari yang tak banyak saya menyenangi beberapa orang. Saya campurkan nama kekinian dan jaman dulu. Masing-masing tak bisa diperbandingkan karena masing-masing punya karakter tersendiri.

1. Utha Likumahua

Penyanyi asal Ambon dengan nama asli Doa Putra Ebal Johan Likumahuwa ini sudah almarhum, namun suara emasnya masih kerap berlarian di ruang dengar saya. Awal kehadirannya di belantika musik Indonesia ditandai dengan album "Nada & Apresiasi" yang memunculkan hits Tersiksa Lagi dan Rame-rame bareng musisi Christ Kayhatu. Nama terakhir itu bisa jadi merupakan tokoh di balik kemunculan Utha Likumahua.

Lagu Rame-rame menempatkan Utha sebagai penyanyi Ambon Jazz, sebuah genre yang sebelumnya tidak dikenal publik. Namun nama Utha menjulang berkat best hits-nya di album Bersatu Dalam Damai yang memunculkan lagu hits dengan judul sama serta lagu Esok kan Masih Ada.

Lagu Utha sendiri yang paling berhasil menerobos sekat jenis musik adalah lagu Sesaat Kau Hadir yang merupakan lagu dalam Festival Lagu Pop Indonesia 1987. Melalui lagu ini, nama Utha dikenal bukan hanya oleh penikmat musik Jazz dan pop kreatif, namun lebih meluas lagi. Utha meninggal tahun 2011 setelah menderita stroke.

https://youtu.be/ehNeBDM1LN4

 

2. Chrisye

Penyanyi bernama asli Chrismansyah Rahadi ini adalah satu dari sedikit legenda musik yang lagu-lagunya abadi sepanjang masa. Ia lebih dikenal sebagai penyanyi rekaman, karena lagu-lagunya cocok didengarkan di kaset atau piringan hitam. Sementara aksi panggungnya membosankan. Namun karena memiliki kekhasan dan kekuatan suara, aksi panggung Chrisye yang minimalis tetap membuat penggemarnya betah menyaksikan konsernya.

Lagu yang dahsyat dan abadi dari Chrisye adalah Lilin-lilin Kecil karya James F.Sundah. Lagu ini memiliki kedalaman syair yang luar biasa sehingga mampu menembus telinga lintas generasi. Musiknya yang sederhana dan terkesan minimalis menambah kuat syairnya.

Selain Lilin Kecil, lagu Chrisye di album soundtrack film Badai Pasti Berlalu juga merupakan masterpiece-nya. Di album ini, Chrisye tidak sedang menyanyi, namun ia sedang berkomunikasi dengan pendengar lewat lagu-lagunya. Begitu pula di lagu Sabda Alam yang sangat Chrisye itu.

Album lain dari Chrisye yang juga punya pesan kuat bagi penggemarnya adalah saat ia berkolaborasi dengan Jockey Suryoprayogo dan Erros Djarot. Itu di album Metropolitan. Chrisye dan Erros Djarot banyak bercerita mengenai situasi kekinian paada masa itu (80-an) saat dekadensi moral melanda anak muda Indonesia. Dengan kepiawaian Erros memotret kondisi sosio ekonomi waktu itu, Chrisye berhasil mengirim pesan dengan sangat baik soal resesi ekonomi, malam pertama, dan lain-lain.

Chrisye meninggal tahun 2007 setelah mengidap penyakit kanker paru-paru.

https://youtu.be/xFfe6r1Zv9M

3. Tulus

Ini penyanyi yang sekarang sedang mendaki masa kejayaan di belantika musik tanah air. Belum banyak karya yang dihasilkannya. Namun bagi saya, ia sosok yang istimewa, mampu menciptakan pasar sendiri tanpa terbawa arus musik Indonesia yang selera pasarnya sulit ditebak itu.

Tulus mencuat pertama kali melalui lagu Sepatu yang bercerita tentang sebuah hubungan laksana sepatu. Lagu ini bertahan cukup lama di banyak chart musik tanah air dan meraih penghargaan di beberapa ajang musik. Kekuatan lagu Tulus ada pada liriknya yang tak biasa. Ia kerap bermain-main dengan syairnya, membuat metafora-metafora yang unik.

Misalnya, saat orang berpikir soal hubungan cinta, di masyarakat kerap berkembang sebuah ujaran terimalah pasanganmu apa adanya, baik buruknya itulah dia. Namun Tulus memilih yang berbeda, ia meminta pasangannya tidak mencintainya apa adanya. Karena apa adanya seolah tanpa usaha. Ia malah meminta challenge dari pasangannya agar hubungannya tetap langgeng. Ini termuat di lagu Jangan Cintai Aku Apa Adanya.

Selain tentang hubungan cinta, lagu-lagu tulus banyak bercerita mengenai kisah kesehariannya, yang berkisar pada persahabatan, memori lawas, memori masa lalu.

https://youtu.be/QqJ-Vp8mvbk 

Answered Feb 11, 2017