selasar-loader

Mengapa para pencari kerja lebih banyak memilih universitas daripada politeknik?

Last Updated Feb 8, 2017

Mengapa para calon mahasiswa yang mempunyai orientasi sebagai job seeker lebih banyak memilih memasuki universitas/ institut daripada politeknik? Padahal di berbagai negara universitas/ institut lebih banyak diperuntukkan bagi mahasiswa yang mempunyai orientasi researcher. Sedangkan para job seeker akan lebih banyak masuk ke Applied Sciences College atau di Indonesia diwujudkan dalam bentuk politeknik yang fokus pada pendidikan vokasi.

1 answer

Sort by Date | Votes
Pepih Nugraha
Karena budaya melekat dalam kehidupan sehari-hari, maka budaya itu penting

yCs0vIUalfzE0YsoeGq6DyzjkpKe9D_a.jpg

Banyak orangtua Indonesia termakan gengsi berupa harus menyekolahkan anaknya di universitas atau perguruan tinggi ternama. "Penyakit" gengsi ini menurun kepada anak-anaknya bahwa yang keren itu adalah yang bisa kuliah di universitas, sekolah tinggi, akademi, atau institut negeri. Politeknik tidak masuk hitungan. Sistem perekrutan mahasiswa baru pun diprioritaskan ke universitas ternama yang berstrata S1. Politeknik, lagi-lagi, dipinggirkan.

Pola pikir yang keliru ini menyebabkan politeknik menjadi lembaga pendidikan "kelas kesekian". Politeknik baru dilirik setelah calon mahasiswa gagal diterima di perguruan tinggi negeri atau bahkan universitas swasta ternama.

Hanya suluran "daripada tidak" kuliah. Padahal, di mana-mana politeknik adalah solusi nyata bagi industri yang membutuhkan tenaga-tenaga terampil berpengetahuan memadai, bukan lulusan universitas yang sarat pengetahuan, tetapi nol keterampilan.

Politeknik adalah jawaban bagi pesatnya industri. Itu sulit terbantahkan. Namun pemahaman ini tidak menjadi indoktrinasi orangtua atau guru kepada siswa-siswanya saat mereka akan meneruskan sekolah lanjutan.

Fakta menunjukkan, lulusan politeknik bisa langsung terserap ke industri bahkan sebelum mereka lulus. Ini berbanding terbalik dengan lulusan universitas yang siap-siap menganggur karena pekerjaan sulit didapat. "Indoktrinasi" inilah yang seharusnya ditanamkan kepada siswa-siswa sebelum mereka melangkah ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

Salah satu tujuan politeknik adalah untuk menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh industri atau perusahaan. Pada masa lalu, hal ini diistilahkan sebagai "link and match",  sekarang istilah ini sudah samar terdengar. Dengan "credo" ini, lulusan politeknik sesungguhnya memiliki daya saing tinggi untuk mendapatkan pekerjaan. 

Di Indonesia, politeknik mulai diperkenalkan sejak 1982. Pada saat itu, pendidikan tinggi masih didominasi oleh institusi pendidikan strata sarjana (S1) sebagaimana telah saya sebutkan tadi. Pemerintah melalui Departemen Pendidikan saat itu menghendaki adanya institusi pendidikan yang dapat mengisi tenaga kerja ahli yang memiliki keterampilan untuk langsung bekerja.

Karena dianggap lembaga pendidikan "kelas dua", tidak banyak secara kuantitas politeknik di Indonesia. Data untuk tahun 2008 lalu misalnya, politeknik negeri yang ada di Indonesia "hanya" 26. Dibanding jumlah penduduk Indonesia, jumlah politeknik sangat kurang. Arab Saudi saja dengan penduduk 20 juta memiliki 60 politeknik dan lebih ekstrem lagi di Finlandia dengan penduduk 6 juta memiliki 50 politeknik.

Lalu, bandingkan dengan Indonesia dengan penduduk lebih 250 juta yang kini memiliki 44 politeknik negeri dan beberapa politeknik swasta (data 2016). Saat ini perbandingan politeknik dengan universitas tentu saja masih tidak berimbang. Padahal hitungannya, bila ingin meningkatkan mutu pendidikan, rasio universitas dengan politeknik haruslah seimbang.

Di Indonesia, mahasiswa politeknik banyak diisi oleh lulusan SMK yang setiap tahunnya meluluskan kurang lebih 1 juta orang. Dengan jumlah 44 politeknik yang ada, jelas tidak akan mampu menampung lulusan sebanyak ini bahkan di kisaran angka 10 persen saja yang mendaftarkan diri. 

Saya ingin mengatakan, jumlah politeknik perlu ditambah, sebab sejumlah negara maju pun jalur pendidikan seperti politeknik merupakan andalan. Dengan program pendidikan berbasis keterampilan kerja dan vokasi, banyak negara maju berhasil membangun perekonomiannya dan lapangan kerja banyak diisi tenaga vokasi berilmu pengetahuan.

Intinya, kuliah di politeknik memiliki prospek cerah dan masih akan sangat cerah karena kebutuhan tenaga ahli di bidang teknik semakin dibutuhkan. Seiring dengan itu, perkembangan dunia industri di Indonesia pun semakin berkembang.

Namun sayangnya, masih banyak masyarakat yang memiliki pandangan keliru mengenai politeknik. Masih banyak orang beranggapan bahwa jenjang diploma, terutama teknik, sangat tidak bergengsi dan tidak menjamin masa depan. 

Sungguh sebuah paradigma atau anggapan yang keliru yang seharusnya dibuang jauh-jauh!

 

Answered Feb 8, 2017

Question Overview


2 Followers
3936 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Bagaimana sistem pendidikan di Jerman berlangsung selama Perang Dunia II?

Adakah kajian ilmiah tentang parfum?

Bagaimanakah cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja?

Bagaimana cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja, khususnya seks bebas?

Apa saja faktor yang menginspirasi bagi remaja untuk melakukan kenakalannya?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Apa yang mempengaruhi kaum remaja untuk melakukan seks bebas?

Apakah bisa kita menghilangkan seks bebas di kalangan remaja?

Apa itu sistem pendidikan anak Montessori?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Apakah keunggulan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia dibandingkan tenaga kerja dari negara-negara lainnya?

Siapa Hanif Dhakiri?

Siapa Muhaimin Iskandar?

Bagaimana rasanya memiliki penghasilan bulanan 100 juta rupiah di Indonesia?

Mengapa tingkat gaji di Jakarta dan Indonesia begitu rendah?

Berapa gaji yang layak didapatkan oleh pekerja di Indonesia?

Bagaimana menghadapi Generasi Z jika nantinya masuk dalam lingkungan kerja?

Apakah transportasi online di Indonesia saat ini menjadi salah satu yang berkontribusi besar dalam menyerap jumlah tenaga kerja? Mengapa?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Bagaimana rasanya mendapatkan IPK 4.0?

Siapa Mohammad Nuh?

Kenapa fasilitas riset dan pendidikan di Indonesia cenderung kurang diperhatikan?

Apa beasiswa yang terbaik di Indonesia saat ini?

Apakah ranking perguruan tinggi berpengaruh pada karier alumninya?

Mana yang lebih baik, perguruan tinggi swasta atau perguruan tinggi negeri?

Apa keuntungannya mengambil sekolah lanjutan di luar negeri dibanding di dalam negeri?

Pentingkah pemilihan jurusan yang spesifik untuk strata 1?

Bagaimana cara memutuskan antara bekerja, berbisnis, dan melanjutkan S2?

Apa hal fundamental yang diajarkan di perguruan tinggi strata 1?

Selain menjadi akademisi, karier apakah yang menuntut seseorang meraih pendidikan formal setinggi-tingginya?

Siapa Dosen favorit Anda ketika menempuh studi di jenjang sarjana (S1)?

Siapa Dosen favorit Anda ketika menempuh studi di jenjang pasca sarjana (S2 dan S3)?

Bagaimana kaitan antara genre film favorit dan budaya setiap negara?

Apa itu Mazhab Frankfurt?

Bagaimana perkembangan Mazhab Frankfurt dalam konteks budaya populer?

Apa yang dimaksud dengan Teori Fetisisme Komoditas?

Apa perbedaan antara budaya massa dan masyarakat massa?

Apakah kaitan antara budaya massa dan amerikanisasi?

Apa pendapat Anda tentang amerikanisasi dan kritik atas Teori Budaya Massa?

Bagaimana pengaruh industri budaya terhadap musik pop?

Apakah kaitan antara James Bond dan strukturalisme?

Bagaimanakah konsep hegemoni Gramsci?

Apakah Anda percaya pada anggapan bahwa terbakarnya Samsung Galaxy Note 7 dalam beberapa kasus itu bagian dari perang dagang iPhone?

Apakah betul merokok dapat merusak kesehatan?

Bagaimana cara memilih asuransi kesehatan swasta yang baik?

Mengapa industri tekstil nasional harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan? Langkah apa yang harus diambil pemerintah?

Bagaimana cara membangun industri di Indonesia agar menjadi tangguh?

Masyarakat Indonesia untuk 10 Tahun ke depan akan menjadi konsumen model apa?

Mengapa daerah Minangkabau disebut dengan Industri Otak?

Bagaimana menjelaskan bahwa industri dirgantara mampu menggerakkan ekonomi Indonesia mendatang?

Seni modern apa saja yang merepresentasikan Indonesia (keseluruhan)?