selasar-loader

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Last Updated Nov 18, 2016

Jokowi adalah presiden ke-7 Republik Indonesia. Eskalasi politiknya sangat cepat dari walikota, gubernur, dan akhirnya menjadi presiden. Gayanya yang merakyat membuat dia disenangi oleh banyak orang. Namun, banyak orang menganggap bahwa di balik gayanya tersebut, dia menyimpan kekuatan yang besar. Saya ingin mengetahui kesan dan reaksi pertama terhadap beliau dari orang yang pernah bertemu langsung dengannya.

Bagaimana reaksi pertama dan kesan pertama Anda mengenai beliau?

34 answers

Sort by Date | Votes
Shendy Adam
Pernah mengisi halaman lifestyle di Harian Merdeka

Hasil gambar untuk bertemu presiden jokowi

Sebagai staf di Pemprov DKI Jakarta, saya pernah bertemu dengan Bapak Joko Widodo, yaitu saat beliau menjabat sebagai gubernur. Karena hierarki yang begitu jauh, saya tidak terlalu sering bertemu (apalagi berinteraksi) dengan Pak Jokowi. Satu momen yang berkesan bagi saya adalah ketika acara silaturahmi Gubernur Provinsi DKI Jakarta dengan Ketua RT/RW, LMK, dan Lembaga Kemasyarakatan di Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2014 di Istora Senayan.

Acara tersebut sebetulnya merupakan agenda rutin Pemprov DKI Jakarta sejak lama, yang sejak tahun 2012 saat Jokowi menjadi gubernur diminta untuk disederhanakan dengan alokasi anggaran yang dikurangi. Kegiatan "Silaturahmi Gubernur Tahun 2014" menjadi spesial karena saat diselenggarakan, sebetulnya Pak Jokowi hadir sebagai tamu karena ia sudah dilantik menjadi presiden. Dengan kehadiran presiden di acara tersebut, tentu ada beberapa penyesuaian dalam acara. Salah satunya adalah pengamanan yang lebih ketat--namun santun dan tidak arogan--oleh Paspampres.

Ketika acara sedang berlangsung, tanpa direncanakan, tiba-tiba Pak Jokowi memutuskan bangun dari kursinya dan memilih berjalan mengelilingi venue (Istora Senayan) yang dipenuhi oleh para pengurus lembaga kemasyarakatan. Ia menyapa langsung, bahkan bersalaman dengan sekian banyak warga. Sangat humanis. Jangankan Paspampres, saya sebagai salah satu panitia saja sebetulnya was-was dengan keamanan presiden saat itu. Alhamdulillah, semua berjalan lancar.

Gambar via cdn2.tstatic.net

Answered Dec 20, 2016
Istigfaro Anjaz
Pencari Ilmu di Bulaksumur

z-3vZgD3Ukk-DO9-lPdCSEjwjtajCx6G.jpg

(Jokowi selaku Gubernur DKI Jakarta saat bertemu Pratikno yang kala itu Rektor UGM)

Perjumpaan dengan Bapak Joko Widodo terjadi pada saat beliau masih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Saya berjumpa dengan beliau dan sempat bersalaman dengan beliau di acara "Silaturahmi Nasional" dalam rangka ulang tahun Fakultas Kehutanan UGM. Pada saat itu, hadir sebagai pembicara adalah Bapak Ir. Joko Widodo (Gubernur DKI Jakarta sekaligus alumni Kehutanan UGM) dan Bapak Zulkifli Hasan (pada saat itu Menteri Kehutanan RI) dan dalam acara yang diselenggarakan dalam model talkshow dimoderatori oleh Bapak Praktikno yang pada saat itu berkedudukan sebagai Rektor UGM.

Pada saat Bapak Jokowi berkesempatan memberikan sambutan dan pandangannya pada acara itu, penyampaiannya sangat santai layaknya sedang memberikan stand up comedy, hal ini yang membuat acara sangat ramai pada saat itu. Kesan kesederhanaan sangat jelas terlihat.

Tidak disangka, pertemuan itu menjadi sangat monumental, karena ketiga orang yang hadir di acara tersebut menjadi orang-orang penting di Indonesia saat ini. Jokowi sebagai Presiden, Zulkifli Hasan sebagai Ketua MPR RI, dan Pratikno sebagai Mensesneg RI. 

Luar Biasa!

 

Ilustrasi via ugm.ac.id

Answered Jan 6, 2017
Henri Go
The Man Who Loves and Deeply Enjoyable Life

Belum pernah.

Answered Jan 11, 2017
Indria Salim
Kepemimpinan dibutuhkan baik sebagai individu atau dalam konteks profesional.

Saya beruntung mendapat kesempatan bertemu Presiden Jokowi dalam acara "Presiden Mengundang Blogger (Kompasiana) Makan Siang", diadakan pada pertengahan bulan Desember 2015. Ketika beliau berbicara, hadirin hening dan tampak sangat menyimak dengan saksama. Pak Jokowi humoris, terbukti dengan gelak tawa kami seketika beliau menyapa, "Santai saja, nggak usah tegang."
Berpose bersama Presiden dalam sesi foto, saya menyampaikan salam dan doa kesehatan untuk beliau dan keluarga. Tertawanya yang berderai-derai dan jawaban singkatnya saya rasakan sangat tulus. Saat mendengarkan beliau berbicara, saya rasakan Presiden sebagai seorang Bapak yang mengayomi rakyat.

Answered Jan 13, 2017
Badrul Munir Chair
Penulis dan Dosen

Pernah, dalam suatu acara di UGM

Answered Jan 15, 2017
Ririn Rien
Happy Momy and wife

Pernah, saat beliau masih menjabat sebagai Walikota Solo. Kesan pertama adalah sopan, sederhana dan merakyat.

Answered Jan 16, 2017
Maria Margaretha
I am a Primary School Teacher. I love to learn and enjoy the journey of learning

Pernah. Beliau adalah sosok sederhana yang terasa dekat dengan setiap orang. Sempat bersalaman dan merasakan jabatan tangan yang tidak berlebihan, namun mengesankan kepedulian. Saya rasa dia baik.

Answered Jan 18, 2017
Amril Taufik Gobel
Smiling Blogger (www.daengbattala.com) , lovely husband, restless father

Jumpa Jokowi Suatu Ketika

L43T0vgb61q0asxSV8orJAHGIyFGY7aM.jpg

Saya sungguh beruntung bisa mendapatkan dua kali kesempatan berkenalan bahkan berbincang langsung dengan Joko Widodo (Jokowi), Calon Presiden Nomor Urut Dua dalam pemilihan presiden 2014 ini. Kesempatan pertama adalah ketika saya diundang menjadi salah satu narasumber mewakili kalangan blogger dalam diskusi/talkshow bersama beliau mengenai “Kaum Muda Bicara Perubahan Jakarta” pada Hari Minggu, 10 Juni 2012 bertempat di Gelanggang Olahraga Jakarta Timur di Jalan Otista. Selain saya dan Jokowi yang menjadi keynote speaker,  Pak Alex.J.Datuk (HIPMI Jaya), Ibu Restu Hapsari (Tokoh Muda) dan Pak Anas Ahmad (Komunitas Tangan Diatas/UKM). Kegiatan ini berkaitan dengan aktifitas masa kampanye beliau sebagai Gubernur DKI Jakarta dan difasilitasi oleh PDIP Perjuangan.

Dengan kemeja kotak-kotak khas yang menjadi “trade mark”-nya Pak Jokowi yang datang menjelang acara dimulai, menyapa hangat kami semua para narasumber diatas panggung. Saya yang duduk persis disampingnya dalam diskusi tersebut memperkenalkan diri lebih dulu. “Wah, senang banget bisa jumpa Mas Amril disini, selain jadi blogger, aktifitas sehari-harinya apa mas?,” sahut Pak Jokowi sembari tersenyum lalu mengangsurkan kartu namanya (waktu itu masih menjabat sebagai walikota Solo). Saya kemudian menuturkan aktifitas keseharian saya juga sekilas perkembangan dunia blog di Indonesia. Beliau mendengarkan penuh perhatian. Saya tidak ingin membahas lebih lanjut mengenai apa saja yang terjadi dalam talkshow/diskusi tersebut karena anda bisa lihat reportasenya disini, saya hanya ingin menceritakan kesan pertama saat pertama kali jumpa sosok fenomenal ini.

Ramah, santun dan sederhana. Itu kesan sekilas yang saya tangkap dari pertemuan pertama dengan beliau. Gestur tubuh yang natural dan senyum tulus yang senantiasa menghias bibirnya menjadikan lawan bicara menjadi terasa tak berjarak dengan pria kelahiran Surakarta, 21 Juni 1961 ini. Meski tak sempat berbincang lama bersama beliau, saya merasakan bahwa Jokowi memang sudah sangat terbiasa melakukan interaksi dan komunikasi personal yang simpatik serta ramah dalam bertutur. Tak heran bila pendekatan kepada rakyat ala “blusukan” yang dilakukannya di Solo berhasil dengan baik. Strategi “bottom up” untuk mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung dan menyesuaikan kebijakan yang akan diambil sesuai kebutuhan di lapangan menjadi lebih efektif dan optimal.

kioqNuhuGbDZ8vuyRnUiAUk05P_m_LLk.jpg

Kecerdasan beliau dalam merespon pertanyaan yang sebagian besar diarahkan pada ayah tiga anak ini juga sangat memukau. Meski menanggapi dengan santai namun substansi masalah sekaligus solusi praktis yang menyertainya diuraikan begitu diplomatis, runtut dan sistematis. Soal gagasannya mengenai pengembangan industri kreatif untuk kaum muda khususnya dan sempat diutarakan dalam debat Capres 2014 kedua, disampaikan Pak Jokowi dalam momen pertemuan ini. Ide tentang Technopark misalnya, yang bisa mengakomodir ide-ide anak muda yang tertarik di bidang kreasi digital, sosial media dan interaksi virtual dalam suatu wadah tersendiri.

CUYWa3cGhQGCw-JB5KLF_jRf0g1DRg8K.jpg

Kemampuannya memetakan masalah sekaligus mencari solusi terbaik berdasarkan fakta-fakta aktual dilapangan merupakan keunggulan yang layak diapresiasi. Tak heran Jokowi masuk dalam seratus tokoh dunia dalam daftar “The Leading Global Thinkers of 2013? versi Foreign Policy, majalah yang diterbitkan Washington Post company. Pada majalah yang berbasis di Amerika Serikat itu menulis Jokowi sebagai pemimpin diluar kelaziman politik di Indonesia. Majalah tersebut menulis “Unlike many of his moneyed peers, who hail from powerful political dynasties and have little contact with the common man. Joko clings to his humble beginnings”. 

Ya, Jokowi memang beda. Ia seringkali dianggap sebagai antitesa dari karut marut kepemimpinan nasional yang terlalu sering dilanda kefasikan. Jokowi juga dianggap membentangkan lanskap baru, pemimpin lokal yang merambah ke tingkat nasional karena sikapnya yang otentik dan alami. Namun begitu, ia kerapkali mendapat respon negatif seperti : mesin pencipta citra, piawai bermanuver dan selalu membuat sensasi. Jokowi heran, bingung dan terkejut menerima sorotan yang melebihi batas itu, sebelum akhirnya menyadari : “Kemudian, sadarlah saya, bahwa saya telah berada di suatu lintasan dimana tidak ada pelari lain yang berlari dengan gaya serupa dengan saya. Oleh karenanya, saya dianggap aneh. Dianggap beda dengan yang lain. Dan langkah-langkah saya dianggap berlatar belakang skenario maha dashyat” (dikutip dari buku “Jokowi, Memimpin Kota, Menyentuh Jakarta”, Alberthiene Endah, Metagraf, 2012).

Kesan saya yang lain adalah, Jokowi sosok yang humanis, sentimentil dan memiliki kepedulian yang tinggi. Saya tertarik jawaban diplomatis beliau ketika seorang penanggap menanyakan, apa sesungguhnya yang menjadi kelemahannya setelah sejumlah kelebihan Walikota Terbaik tahun 2009 ini diungkapkan berbagai media. “Saya selalu gampang sedih dan trenyuh bila saya tidak bisa membantu seseorang yang datang memohon pertolongan saya namun saya tidak mampu memenuhinya,” kata Walikota yang selama menjabat sebagai pemimpin tertinggi di wilayah Solo ini tidak pernah mengambil gajinya  dan penghasilannya tersebut didedikasikan kepada warga yang membutuhkan. Saya menyaksikan raut wajah Jokowi berubah Kesedihan terlihat disana. Saya membayangkan beliau pasti mengenang bagaimana kesulitan yang pernah dihadapinya saat masih kecil dan dihimpit kemiskinan di bantaran Kali Anyar, Solo.

Kesempatan kedua berjumpa beliau saat saya sedang menunggu boarding ke pesawat Garuda Indonesia yang akan ke Jakarta di Bandara Adisoemarmo, Solo, hari Minggu malam 12 Mei 2013 seusai acara ASEAN Blogger Festival.

Saya melihat Jokowi yang ketika itu sudah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta duduk di kursi depan pintu masuk menuju tangga pesawat dengan mengenakan kemeja putih. Masih 20 menit lagi menjelang saat boarding. Saya memberanikan diri mendekati beliau dan menyapa. Dengan ramah,...(more)

Answered Jan 26, 2017
desi samosir
jurnalis wanna be

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

kurang kata dengan itu
 
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
pernah ketemu pas bis yang gue tumpangi berpapasan
tapi cuma bayangan doang

Answered Jan 31, 2017
Syaifuddin Sayuti
Happy Holiday...

 

ea6-CkIVi6qhLYFMj6ayjmZxfnUxZ_fS.jpg

Bersebelahan dengan Presiden Jokowi saat Makan Siang (foto staf Istana Negara)

Saya pernah bertemu langsung dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta. Saat itu, saya bersama teman-teman Blogger Kompasiana diundang makan siang bersama, bertepatan dengan penyelenggaraan Kompasianival.

Kesan saya, Jokowi adalah pribadi yang menyenangkan, tidak berjarak, dan selalu berupaya membuat lawan bicaranya nyaman.

Ini terlihat saat acara dimulai; Jokowi menyalami semua blogger yang hadir satu persatu. Ini adalah sebuah usaha yang luar biasa, karena tak semua pejabat apalagi setingkat Presiden mau melakukan hal seperti itu. Jokowi sangat santai, tidak ada beban saat melakukan itu.

Saat acara dimulai, Jokwoi tidak memulainya dengan pidato atau semacamnya, ia malah meminta semua blogger untuk makan siang terlebih dulu.

Karena semua blogger yang diundang tidak diperkenankan membawa smartphone atau kamera ke dalam Istana Negara, saya kemudian memutar otak agar saya bisa berada di dekat Jokowi, siapa tahu diambil gambar oleh juru foto Istana. Saya harus punya agenda yang saya setting sendiri.

Maka, sejak dipersilakan makan, saya lantas mengambil posisi di sebelah Jokowi. Dan insting saya tepat. Beberapa kali saya melihat staf istana mengarahkan kamera ke arah Jokowi yang kebetulan berada tepat di samping saya.

Begitu pula saat diajak foto bersama, saya sengaja mengambil tempat di sisi kiri beliau sehingga dari arah manapun, saya pasti masuk frame. Foto-foto saya bersebelahan dengan Jokowi kemudian menyebar dan viral di social media.

Answered Feb 28, 2017
Ign Joko
Guru; Menulis itu tindakan dan membaca adalah menabung

wrywcxg33zZWZYA-7L-4_iinQqWuBiHh.jpg

Secara khusus saya belum pernah bertemu dengan Jokowi, tetapi waktu pertama kali Jokowi kampanye sebagai calon Gubernur Jakarta beberapa tahun lalu saya pernah berpapasan dengan rombongan Bapak Joko Widodo di sebuah gang di jalan Galunggung, Cengkareng Timur. Saya bersama istri dan anak saya sedang melintas dengan motor. Saat berpapasan seorang tim suksesnya mengenalkan nama Joko Widodo. Waktu itu Joko Widodo cuma ditemani oleh tiga orang (mungkin tim suksesnya) dan polisi jauh di belakangnya. Dia hanya tersenyum.

"Halo Mas, sudah tahu siapa di samping saya."

"Tahu pak, Namanya Pak Jokowi, kan. (Pak Jokowi hanya tersenyum), namanya hampir sama dengan saya Pak. Nama saya Joko Dwi (karena nama lengkap saya Joko Dwiatmoko). Peristiwa itu membekas sampai sekarang.

 

sumber gambar:Wordpress.com

Answered May 17, 2017
Manoressy Tobias
Seorang skeptis. Banyak pikiran, banyak opini.

Bertatap muka dan berbicara langsung? Belum pernah.

Tapi, beliau pernah berkunjung ke Leiden, Belanda, pada 22 April 2016 yang lalu; waktu itu saya masih kuliah disana. Para mahasiswa Indonesia dikirimi surel dari pihak koordinator protokoler kampus yang meminta kami untuk datang menyambut beliau di gedung akademik.

Saya turut datang pada waktu itu. Tapi jujur saja, pada waktu itu saya tidak seantusias teman-teman saya yang lain. Saya bukan pengagum Jokowi, bukan pula pembencinya. He wasn't a Messiah for me, dan sejujurnya saya sempat agak anti terhadap beliau sewaktu pilpres 2014.

Ketika beliau tiba, teman-teman saya berkerumun di depan, ingin berebutan salam dan foto bersama beliau. Saya? Anteng saja di belakang. Saya pikir, "Oh ini Jokowi... Ya okelah.. kapan lagi liat presiden."

Sayangnya foto yang saya ambil dengan kamera handphone saya hilang. Tapi ini foto dari situs Universiteit Leiden:

_sQCDx0cbOMO4eWaK-MqghpQuOba-Ylo.jpg

Saya nongkrong di belakang kerumunan karena terlalu mager ke depan.

Kesan sekilas saya? Beliau orangnya ramah dan santai. Salah satu teman saya ada yang ditanyai kuliah jurusan apa oleh beliau. Ia menjawab hukum blablabla; respon beliau adalah bercanda sambil berkata, "Weleh, nama jurusannya kok susah amat?!"

Pertemuan pada waktu itu singkat. Beliau kemudian masuk ke dalam gedung setelah menyalami para mahasiswa dan tamu. Selepas acara di dalam, beliau keluar dan kemudian berfoto bersama para mahasiswa dan tamu-tamu lain. Hasilnya adalah foto di atas.

Kesan saya terhadap beliau berubah dalam beberapa bulan setelahnya. Berbagai dinamika sosial politik di tanah air, obrolan dengan rekan-rekan, dan berbagai hal lain membuat respek saya terhadap beliau mulai bertambah.

Ada dua ujung spektrum opini terhadap Jokowi semasa pilpres 2014: sangat skeptis dan sangat optimis. Saya dulu sangat skeptis, teman-teman saya banyak yang sangat optimis. Hari ini, kami sama-sama bertemu di tengah-tengah. Itulah titik temu realita. Joko Widodo bukan presiden yang sempurna. Tapi, kita pun tidak bisa menyangkal setiap prestasi dan kinerja beliau sejauh ini.

Setidaknya, kalau kita bandingkan dengan Donald Trump, Joko Widodo jelas jauh lebih baik dan classy, bung.

-------------------------------------

Referensi tambahan:

https://ppileiden.org/2016/05/11/antara-jokowi-leiden-dan-kami/
https://www.youtube.com/watch?v=BWEpAOZGBpg
https://www.universiteitleiden.nl/nieuws/2016/04/indonesische-president-widodo-bezoekt-universiteit-leiden

Answered Aug 14, 2017

sudah, tetapi tidak sempat berfoto bersama dikarenakan banyak wartawan yang mengerubunginya.

Answered Aug 17, 2017
Dina Mariana
Mathematics student'17 of UIN Jakarta

Bertemu dari kejauhan pernah, secara langsung tatap muka belum pernah.

Answered Aug 17, 2017
Al-A'la Dzulfikar
Full Time Blogger

NihVfBRrOGBz9EsAZK_SJN3l0zis_b15.png

Saya bersyukur karena pernah diundang ke Istana Negara yang termasuk dalam 100 Kompasianer pada tahun 2015. Karena mendapatkan undangan resmi dan acara formal, otomatis kami harus mengikuti protokoler seperti wajib menggunakan batik lengan panjang, calana bahan dan sepatu.

Ketika pertama kali bersalaman dengan pak Jokowi, kesan saya hampir sama dengan kesan orang yang pernah bertemu dengan Jokowi. Presiden Jokowi itu sangat sederhana dan sepertinya tak berjarak dengan siapapun meskipun selalu berada dalam kawalan Paspampres.

Ketika saya menjabat tangannya, rasanya tidak dingin tapi juga tidak hangat. Namun senyum Jokowi sangat hangat menyapa semua orang.

Kemeja putihnya yang menjadi ciri khas membantu presiden bisa membaur dengan lebih mudah dengan rakyatnya. Bagi saya Jokowi itu terlalu baik. Bahkan saat emak-emak yang melanggar protokoler dengan langsung nodong minta tanda tangan Jokowi langsung diaminkan begitu saja hahaha.

Ini lah the power of emak-emak. Saya sebetulnya sudah persis berada di sebelah kiri Jokowi, tapi emak-emak lincah yang satu ini tiba-tiba punya keinginan, sebuah permohonan untuk anaknya yang sedang ultah. Terpaksa saya mengalah hahahaha.

Gara-gara emak-emak yang satu ini, semua Kompasianer minta tanda tangan Jokowi di surat undangan resmi. Wal hasil Jokowi sangat kerepotan meladeni permintaan tanda tangan. Akhirnya setelah beberapa lembar surat berhasil ditanda tangan, Paspampres meminta untuk dikumpulkan dan ditanda tangan di lain waktu karena sempitnya waktu.

Coba banyangkan, orang nomor satu di Indonesia mau-maunya mengerjakan hal yang "enggak penting" demi para blogger Kompasiana hahahahaha.

Tapi itulah Jokowi, Surat udangan para blogger tersebut benar-benar ditandatangninya sendiri. Mungkin surat-surat undangan tersebut harus menahan beberapa "urusan negara" hahahaha. 

Akhirnya saya pun kecewa karena surat undangan saya yang sudah berhasil mendapatkan tandatangan Jokowi ketinggalan di bus jemputan. Sialnya saya malah ingat setelah busnya balik kandang ke poolnya. Dasar bukan rezeki!

Answered Aug 17, 2017

Kesan pertama mengenai beliau (presiden jokowi) adalah Beliau Sangat Sederhana, tidak memperlihatkan kalau beliau adalah seorang presiden, Gaya bicara beliau juga Kalem , Beliau juga bekerja dengan hati, Intinya Beliau Sederhana, kalem, merakyat,serta beliau aktif ikut organisasi keluar negeri, Sayangnya Saya belum pernah bertemu secara langsung dengan Beliau (Presiden Jokowi)

Answered Aug 19, 2017
Sekar Febiola Putrie
I cant be teh Best without Allah.. I belive Allah anda Rasul always with me

Wah pernah dong waktu itu pak jokowi lagi ngadirin acara di pondok ku wah kesan pertama liat beliau seneng banget.. Waktu itu aku jadi resepsionis dan punya kesempatan buat menyambut pak jokowi dan menunggu pak jokowi pulang.. Trus pak jokowi ngasih hadiah slayer batik trus ada tulisan "istana presiden Republik indonesia" ada pita emas nya juga trus dapet senyum dan lambayan tangan dari pak jokowi seneng

Answered Aug 19, 2017
Anonymous

Kalo bertemu langsung tidak pernah

Answered Aug 20, 2017

Belom pernah

Answered Aug 20, 2017

Udh pernah...pas penyambutan sma pas lg keliling keliling sekitar pondok dlu

Answered Aug 20, 2017
Sponsored

Question Overview


and 54 more
72 Followers
1958 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apakah skill yang paling utama yang harus dimiliki CEO?

Apakah perbedaan pemimpin dengan bos?

Dari segi leadership, apakah Jokowi lebih baik dari Donald Trump?

Apakah seorang CEO haruslah seorang Extrovert dan pandai menjual?

Apakah pemimpin itu dibentuk atau dilahirkan?

Bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik?

Di manakah kita bisa menemukan tim yang sevisi untuk membangun sebuah bisnis/ start-up?

Menurut Anda, seperti apa profil kepemimpinan Indonesia di masa mendatang?

Apakah ditetapkannya Setya Novanto sebagai tersangka menjadi bukti krisis kepemimpinan nasional?

Adakah keterlibatan Indonesia pada Perang Dunia II?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Hal-hal apa sajakah yang harus dipenuhi agar Indonesia menjadi pemimpin budaya populer dunia?

Foto apa saja yang bisa mengubah cara pandang kita tentang Indonesia?

Apa yang Anda banggakan dari Indonesia saat bertemu masyarakat internasional?

Masakan/makanan Indonesia apa yang menurut Anda paling mungkin go international?

Mengapa bangsa Indonesia dapat sebegitu lamanya dijajah oleh Belanda?

Makanan/masakan Indonesia apa yang paling memiliki nilai sejarah tinggi?

Apa yang membuat beberapa suku di Indonesia masih tetap bertahan dengan gaya hidup tradisionalnya, misalnya Suku Badui?

Jika kamu menjadi presiden menggantikan Jokowi, program apa yang akan kamu lakukan?

Apa keberhasilan dan kegagalan terbesar Presiden Soeharto yang dikenang rakyat Indonesia?

Apa keberhasilan dan kegagalan terbesar Presiden BJ Habibie yang dikenang rakyat Indonesia?

Apa keberhasilan dan kegagalan terbesar Presiden Abdurrahman Wahid yang dikenang rakyat Indonesia?

Apa keberhasilan dan kegagalan terbesar Presiden Megawati Soekarnoputri yang dikenang rakyat Indonesia?

Apa keberhasilan dan kegagalan terbesar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dikenang rakyat Indonesia?

Apa keberhasilan dan kegagalan terbesar Presiden Joko Widodo yang dikenang rakyat Indonesia?

Apakah Fahri Hamzah berpotensi menjadi Presiden RI mendatang? Bagaimana caranya?

Apakah Fadli Zon bisa menjadi Presiden RI mendatang dan dengan cara bagaimana dia menjadi Presiden RI?

Apa itu Jokowinomics?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan SBY?

Siapa sajakah orang kepercayaan Jokowi di istana?

Bagaimana sebenarnya bisnis meubel Jokowi di Solo?

Bagaimana hubungan Jokowi dan Megawati?

Apa arah kebijakan luar negeri pemerintahan Jokowi?

Bagaimana pandangan Anda mengenai struktur kabinet Jokowi 2014-2019?

Apa yang membuat Jokowi begitu kuat dan disegani lawan politiknya?