selasar-loader

Mengapa membuat startup digital itu keren dan membanggakan?

Last Updated Nov 16, 2016

16 answers

Sort by Date | Votes
Achmad Zaky
Pendiri dan CEO Bukalapak

Baru tau ada yang berpikiran begini, membuat startup itu keren dan membanggakan.

Menurut saya yang patut dibanggakan adalah impact yang telah diciptakan. Banyak pengusaha pemula sejak dari awal mendirikan startup mindsetnya salah karena pengen terlihat keren saja. Mereka jadi fokus ke hal-hal yang semu, tidak konkrit langsung menyelesaikan masalah yang ada.

Answered Nov 18, 2016
Hana Fitriani
Belajar menahan startup

LaDncDRNskZ4yxLB8ZCRoxwkhAsJxxHJ.png

via pcmag.com (HF)

 

Gaya "kekerenan" di tiap waktu berbeda-beda dan berubah. Dulu, yang disebut keren adalah berhasil mendapatkan pekerjaan di perusahaan multinasional. Sekarang, berkecimpung di dunia startup digital, terlebih menjadi founder, menjadi hal yang sangat populer.

Saya pun mengalami nuansa booming-nya startup di lingkungan saya. Banyak sekali teman-teman dengan background teknologi sampai sastra berinisiasi untuk memiliki startup digital, walaupun sebagian mereka sedang bekerja di tempat lain. Beragam solusi dan permasalahan seakan bisa diselesaikan dengan mempunyai startup digital. 

Fenomena ini sangat bagus karena bisa menggerakkan anak-anak muda untuk berkreasi. Namun, hal ini juga bisa mengakibatkan startup bubble, di mana banyak sekali startup namun meaningless. Startup digital hanya digunakan sebagai kendaraan untuk mencapai puncak kekerenan saat ini tanpa solusi yang benar-benar efektif dalam menyelesaikan masalah. 


Bisa jadi, booming-nya startup digital diakibatkan dari beberapa hal, antara lain:

  1. Saat ini, kita sedang dalam masa transisi dari era industri ke era digital. Perkembangan teknologi melesat jauh dan teknologi menjadi hal yang diagung-agungkan untuk membawa perubahan di dunia ini. Perubahan-perubahan disruptif yang ada akhir-akhir ini terjadi akibat penggunaan teknologi, sebut saja Uber yang menggeser Taksi. Oleh karena itu, mereka yang nyemplung di dunia startup digital bisa jadi akan membawa perubahan yang serupa.
  2. Pembawaan berita dan media yang seringkali memunculkan startup digital dan teknologi sebagai isu nasional dan internasional. Bacaan dan pengetahuan orang-orang tentang startup digital semakin banyak sehingga awareness terhadap isu ini pun meningkat. Akhirnya, startup digital menjadi isu yang hot saat ini.

 

Answered Nov 30, 2016
Pepih Nugraha
COO Selasar.com dan Techpreneur, yakin dengan masa depan bisnis rintisan digital

aIfC1U3JN0pby75HW9xaPyPzaMOinybb.jpg

Yang membuat startup atau bisnis rintisan digital ini keren karena para pelakunya berasal dari kalangan anak-anak muda. Jika sukses, maka terbuka peluang bagi anak-anak muda ini untuk kaya raya dan terkenal seperti Mark Zuckerberg, bos Facebook atau Ahmad Zaky bos BukaLapak di sini.

Dalam bisnis startup, dikenal langkah-langkah seperti inkubasi, pivot untuk mengubah strategi bisnis, sampai bisnis itu benar-benar jadi. Investor yang kuat insting bisnisnya akan melihat sebuah startup bahkan dari saat inkubasi. Mereka cenderung menanamkan modalnya agar saham yang masih murah bisa dimiliki mayoritas.

Itu sebabnya pelaku startup juga harus punya strategi, salah satunya jangan menjual bisnisnya saat belum berkembang atau masih dalam taraf inkubasi, tetapi harus yakin bahwa aplikasi digital yang dibuatnya akan menarik banyak investor di kemudian hari.

Bisnis digital rintisan memang lekat kekinian dengan produk aplikasi internet, entah itu untuk sekadar pertemanan, mencari tempat, kuliner, membaca atau menonton film. Semua diciptakan untuk memudahkan pengguna. Berbeda dengan UMKM yang tidak bersinggungan dengan digital atau internet, jarang bisnis rintisan ini disebut startup.

Strategi bisnis digital rintisan adalah mengakuisi users sebanyak-banyaknya tanpa batas (scalable) sebagaimana yang dilakukan Instagram, Whatsapp, dan Facebook. Selain itu, UI/UX agar tetap friendly users harus terjaga dan yang paling penting adalah manfaat yang besar bagi orang banyak (crowd).

Gambar via media.licdn.com

Answered Dec 20, 2016
Andreas Senjaya
Pendiri dan CEO iGrow

ugJvHd_dGATtUdAzo_uQJqlCw1E6WF_3.jpg

Siapa tak kenal Hewlett Packard atau yang biasa kita kenal dengan nama HP? Perusahaan yang memproduksi beragam perangkat elektronik mulai dari laptop, printer, hingga smartphone ini memiliki cerita yang menarik untuk kita ambil hikmah darinya.

Pada tahun 1990, perusahaan ini semula bernilai 9 milyar USD. Namun, berkat inovasi dan penemuan-penemuannya, HP berhasil menjadi salah satu perusahaan besar di dunia. Tahun 1991, HP merilis printer warna pertama di dunia.

Di tahun 1993, mereka menciptakan omniBook, super portable laptop pertama dunia. Di tahun berikutnya lagi, mereka merilis Officejet, perangkat all in one untuk printer/ fax/copier pertama di dunia. Penciptaan produk-produk revolusioner ini membuat HP di tahun 2000 menjadi perusahaan bernilai 135 miliar USD.

Namun, hal ini terhenti setelah tahun 2000-an. HP tidak lagi pernah terdengar menjadi pencipta-pencipta teknologi revolusioner di dunia. Di tahun 2005, nilai perusahaannya jatuh di angka 70 miliar USD, hampir setengahnya dari nilai perusahaan mereka lima tahun yang lalu.

Alih-alih menjadi inventor, pimpinan-pimpinan HP saat itu malah memilih untuk menjadi pengawas atas kinerja dan target perusahaannya. Mereka berpikir kemampuan mereka saat itu tidak memungkinkan untuk menciptakan teknologi masa depan.

Mereka akhirnya menempatkan prioritas pada bagaimana mengawasi jalannya perusahaan agar semua orang mengikuti semua peraturan, apakah semuanya sesuai dengan bagian keuangan, dan sebagainya.

Mereka menjadi night watchman's role. Hingga tahun 2012, akhirnya HP hanya bernilai 23 miliar USD. Nilai ini tidak berbeda jauh dengan nilai di tahun 1990 jika kita memperhitungkan inflasi nilai mata uang.

Penting bagi sebuah perusahaan, terutama startup, untuk senantiasa mengejar inovasi. Tujuannya bukan hanya untuk bisa survive dalam persaingan, tetapi untuk bisa menciptakan pertumbuhan yang signifikan bagi perusahaannya.

Orang yang senantiasa mengejar sesuatu yang baru akan lebih bergairah, terfokuskan energinya, dan memiliki semangat kerja yang tinggi dibandingkan dengan orang yang hanya mengikuti aturan dan rutinitas.

Saya mendengar orang-orang yang bekerja di Apple, Google, dan Facebook selalu didorong untuk menciptakan hal baru dan mendobrak status quo setiap harinya.

Facebook misalnya, selalu merilis versi terbaru di hari Selasa setiap pekannya dengan rata rata 12.000 modifikasi setiap bulannya. Jadi, sangat wajar mereka menjadi perusahaan yang selalu berevolusi dan sangat adaptif.

Itulah salah satu esensi dari entrepreneur, yakni tidak pernah puas dengan kondisi saat ini. Ia senantiasa mencari solusi baru untuk bisa memperbaiki kondisi yang ada.

Mari eksplorasi diri, startup, dan lingkungan kita untuk senantiasa menciptakan hal-hal baru. Mari kita ubah kondisi menjadi lebih baik ke depannya dengan solusi-solusi yang kita ciptakan dan tawarkan.

Karena itulah fungsi dan peran dari seorang entrepreneur, yakni menjadi agen perubahan agar dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Ilustrasi via theplatform101.com

Answered Dec 29, 2016

Karena startup digital bersifat kreatifitas dan karya dapat dilihat oleh semua orang. Tujuan dari seni adalah karya tersebut dapat memecahkan suatu masalah dan seni digital tersebut dapat dinikmati oleh panca indera bagi yang melihatnya

Answered Jan 18, 2017
Feby Fahriza
CEO Estavel Food

Semua bisnis itu keren. Dan jadi tidak keren kalau bisnis hanya sebatas ikut-ikutan, tanpa arah yang jelas. Jalan sebentar kemudian tenggelam ditelan bumi alias tutup.

Answered Jan 20, 2017
Dedy Syahril
Saya suka film, buku dan kacang garuda

6jtALlghIbm0MCg2W4_Ebq9ih4olIE-8.jpg

Keren dan membanggakan itu kalo start-up nya bisa survive. Kalo ndak, ya ndak keren.

Keren dan membanggakan itu kalo start-up nya bisa memberikan manfaat banyak untuk orang ramai. Tidak melulu bicara valuasi perusahaan, kapitalisasi pasar, akuisisi pengguna, pendanaan seri A-B-C dan seterusnya.

Wempy Dyocta Koto, seorang venture capitalist asal Padang Panjang, Sumatera Barat pernah mengatakan "buatlah start-up yang aspirin start-up. Jangan buat start-up yang hanya menjadi vitamin start-up". Maksudnya, buatlah satu usaha rintisan yang kegiatan bisnisnya menyelesaikan permasalahan orang banyak, permasalahan yang membuat orang sakit kepala. Menurut saya, start-up seperti itu baru keren.

Contohnya Bukalapak yang ditukangi oleh Kang Achmad Zaki. Menurut saya ide awalnya sangat sederhana. Bagaimana caranya memfasilitasi transaksi jual-beli daring yang bisa meningkatkan kepuasan pengguna sekaligus mengurangi tindak kecurangan. Volume transaksi jual-beli di forum jual-beli online, di salah satu situs komunitas online terbesar di Indonesia, cukup tinggi tetapi tingkat kecurangan oleh pembeli atau penjual juga cukup banyak. Peluang ini dibidik dengan cantik oleh CEO Bukalapak dengan mengubah konsep Rekber (rekening bersama) menjadi exchange platform (marketplace) yang aman dan mudah digunakan.

Gambar diambil dari sini: createtexas.com

Answered Jan 25, 2017
Anhar Ismail
Vi Veri Veniversum Vivus Vici | Human - Idealist - Maestro

WI04MngLuBd3F8FiqdfbG7Cq4u1GrPw5.png

via pcmag.com

Karena terkesan berjiwa muda, solutif, kekinian, dan berbau teknologi banget. Yah walaupun aslinya gak gitu-gitu banget karena banyak orang yang mendirikan startup sekadar karena gengsi ingin disebut founder aja

Answered Feb 1, 2017
Mugniar
Blogger www.mugniar.com | Freelance writer

K1XRtveBqsq-981gFeezGlt3CAp4BZuV.jpg

via selular.id (ASAM)

Karena startup digital bersifat kekinian.

Answered Apr 2, 2017

Karena bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain dan merupakan usaha sendiri yang patut dibanggakan karena bisa memecahan salah satu masalah di Indonesia dengan cara ber-startup digital.

Answered Aug 3, 2017
Elkana Amelia
Mahasiswa FK UNDIP 2017 jurusan ilmu gizi

Setiap orang pasti bangga kalau dirinya bisa mengurangi pengangguran dengan membuka lapangan pekerjaan di Indonesia, salah satunya yaitu membuat start up digital.

Elana Amelia Fitrialistanti_FK UNDIP 2017_ilmu gizi

Answered Aug 12, 2017
Jiwo Damar Anarkie
| Community Engagement Selasar | Co-Founder FLAC Indonesia | @dijiwa

Startup berpotensi besar menjadi pelopor bisnis berintegritas, mengapa?

Setidaknya ada tiga hal yang saya tekankan mengapa startup punya peran strategis dalam membangun integritas dalam dunia bisnis suatu bangsa:

kaVp7I8hGMU5reqnch_S3WMumFkGvOvM.png

1. Kultur organisasi startup di mulai dari founder-nya. Tak jarang pula beberapa founder startup beralasan tidak memilih bisnis konvensional karena birokrasi terlalu berbelit dan potensi "korupsi"nya tinggi. Kultur startup yang menekankan nilai-nilai keterbukaan, transparan, dan clear (tegas) di setiap proses bisnisnya yang dibudayakan sejak awal adalah bayangan kultur organisasi masa depan, ketika startup menemui kesuksesan.
2. Mayoritas startup menghasilkan produk digital sebagai core bisnisnya. Penelitian dari Haaftz tentang transformasi digital dan korupsi menghasilkan kesimpulan: "Semakin melek masyarakat dan pemerintah terhadap aplikasi digital sejalan lurus dengan semakin rendahnya indeks korupsi suatu bangsa". Startup dengan produk digitalnya mampu menjadi tulang punggung pemberantasan korupsi suatu bangsa.
3. Bukan tidak mungkin transformasi digital justru memunculkan modus-modus korupsi baru berbasis teknologi. Bahkan bukan tidak mungkin pula, startup bisa menjadi bagian dari modus korupsi baru itu. Untuk itu, perlu antisipasi dalam bentuk regulasi, melengkapi aturan cyber crime, perlu dibuat, sebelum terlambat.


Bahasan ini nampak sangat menarik karena kita berada di dunia yang serba cepat. Sebagaimana prinsip lalat terbang dalam gerbong kereta yang sedang berjalan, digitalisasi korupsi boleh jadi selalu mengintai di tengah transformasi digital masyarakat kita.

Answered Dec 8, 2017
Ainna Fisabilla
Seorang pendongeng dan menekuni bidang sanitasi

Mneurut saya hal ini karena Trend yang terjadi. Sama hal nya, beberapa puluh tahun yang lalu, menjadi PNS itu keren. Namun, membuat start up digital bukan hanya tentang trend semata saja, namun juga karena banyak dari start-up digital yang berusaha untuk menyelesaikan masalah sosial, sehingga, terlihat keren karena nilai sosial tersebut. Juga, dapat membuat usaha sendiri dan mempekerjakan orang lain, bukankah hal tersebut sesuatu yang membanggakan dan bermanfaat?

Answered Mar 25, 2018
Galang Novan
Entrepreneur

Karena era digital sekarang sangat besar potensinya untuk meraih kesuksesan.

Answered Apr 2, 2018
Mohamad Irfan Khairullah
Mahasiswa Statistika Universitas Padjadjaran

pastinya keren, karena buat startup digitak itu susah dan butuh konsistensi atau ketekuan dalam menjalankannya, terlbih kita harus berkolaborasi dalam sebuah tim... pokoknya keren kalau sudah jadi. karena kalau dikerjakan dengan baik dan benar, keuntungannya bisa besar dan menjanjikan.

Answered May 3, 2018
Muhammad Akbar Buana Tafsili
Mahasiswa Berprestasi Kepemimpinan FTUI 2018 | Awardee Rumah Kepemimpinan

Keren dan membanggakan karena berhasil mengatasi permasalahan yang ada dan membawa manfaat bagi banyak orang. Karena startup digital lahir dari fenomena permasalahan dalam masyarakat. 

Permasalahan transportasi, hadir Gojek dan Grab. Permasahalan jual beli, hadir Bukalapak, Tokopedia, dll. Permasalahan crowd funding hadir kitabisa.com dan lain sebagainya. 

Apa lagi yang lebh keren dan membanggakan selain bisa bermanfaat bagi orang banyak? :)

Answered May 6, 2018