selasar-loader

Seperti apakah karakter seorang pendiri startup?

Last Updated Nov 16, 2016

23 answers

Sort by Date | Votes
Anonymous

Hasil gambar untuk SIKAP TAHAN BANTING

Sumber gambar via http://4.bp.blogspot.com/ (SUM)

Mungkinkah maksudnya karakter seorang startup founder?

Yang jelas harus "tahan banting".

Answered Nov 25, 2016
Ma Isa Lombu
Pendiri dan Chief Business Development Officer Selasar

9MTAEV2mVgbHSiWis5nIJsXrojKoNwxp.jpg

Indonesia hari ini, sampai tahun 2035, berada dalam masa yang sangat krusial. Mengapa sangat krusial? Karena dalam periode inilah kesempatan bangsa ini untuk mengakselerasi peringkat kesejahteraan dan kewibawaannya menjadi lebih baik dapat terwujud. Bonus demografi adalah masa yang saya bicarakan itu.

Mudahnya, pada masa ini rasio orang produktif menanggung orang yang sudah tidak produktif, berada dalam titik terendah. Hal ini juga berarti bahwa orang-orang Indonesia yang berada dalam range usia produktif berada pada titik tertingginya.

Masalahnya, produktivitas yang sangat identik dengan meningkatnya tingkat daya beli itu sering kali hanya dipersempit menjadi semakin besarnya pasar konsumsi. Terlebih lagi Indonesia sudah menjadi bagian dari Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), saat liberalisasi perdagangan akan barang dan jasa semakin besar sekarang ini.

Menjadi pasar yang besar tentu dalam perspektif makro ekonomi adalah baik, mengingat akan banyak uang berputar dan secara agregatif akan meningkatkan pertumbuhan. Bertumbuh tentu baik, tetapi seberapa baik?

Indonesia dengan jumlah penduduknya yang lebih dari seperempat juta jiwa tentu merupakan potensi besar, bukan hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen.

Jumlah penduduk yang sangat besar dan kayanya keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia seharusnya dapat kita optimalkan sebagai competitive advantage. Belum lagi ketika kita bicara tingkat kreativitas anak negeri yang juga tidak kalah dengan negara-negara maju lain di dunia.

Competitive advantage tersebut harusnya dapat menciptakan multiplier effect yang lebih dahsyat mengingat perkembangan teknologi Informasi dan dukungan pemerintah akan berkembangnya industri berbasis digital di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Saat ini tercatat pengguna internet di Indonesia sudah lebih dari 104 juta jiwa dan akan bertambah sampai ke titik 144 lebih juta jiwa di tahun 2021. Perkembangan bonus demografi, yang juga berarti meningkatnya jumlah kelas menangah di Indonesia, membawa kuantitas pengguna Internet semakin melambung tinggi hingga mungkin akan berada pada titik keseimbangan baru pada akhir periode bonus demografi di tahun 2035.

Perkembangan positif macam inilah yang seharusnya dimanfaatkan oleh segenap elemen bangsa ini untuk menciptakan peluang lebih besar lewat ranah digital, termasuk terciptanya ribuan bahkan jutaan digital entrepreneur baru yang lahir dari tanah bumi pertiwi ini.

Jutaan digital entrepreneur baru yang lahir karena perkembangan dunia digital di Indonesia ini tentu tidak serta merta dapat dilepaskan dari peran aktif pemerintah ataupun komunitas digital startup yang sudah muncul lebih dahulu secara organik.

Pembentukan komunitas dan proses inkubasi terhadap bayi-bayi digital startup baru sangatlah diperlukan untuk menjaga embrio yang baru lahir ini tetap hidup dan akhirnya tumbuh juga berkembang menjadi perusahaan digital baru yang dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar untuk society.

Program gerakan 1.000 startup digital yang digagas oleh KIBAR dan Menkominfo baru-baru ini merupakan angin segar yang selayaknya diapresiasi demi mewujudkan optimalisasi bonus demografi yang kurang lebih akan mencapai titik optimumnya di tahun 2025-2035.

Menjadi seorang pendiri (founder) digital startup tentu bukan perkara mudah, mengingat 90% startup mengalami kegagalan di masa awal pendiriannya. Hal ini tentu menjadi momok, tidak hanya bagi lembaga finansial yang membiayai startup ( salah satunya adalah venture capital), tetapi juga bagi para pelaku atau calon founder yang ingin memasuki industri ini.

Untuk itulah, penting bagi para pelaku atau calon pelaku digital startup untuk memiliki beberapa kemampuan atau sikap mental ala pemenang. Beberapa di antaranya, seperti diungkapkan oleh beberapa pelaku digital startup dalam program ignition 1.000 startup digital, berikut ini:

Problem Driven

Karena euforia  digital startup yang semakin besar belakangan ini, beberapa pelaku digital dengan gagah berani mendirikan perusahaan digital barunya hanya dengan bermodalkan skill yang ia miliki, tidak dilandasi analisis permasalahan yang ada.

Sebuah kesalahan yang cukup mendasar saya pikir. Padahal, permasalahan yang berhasil teridentifikasi merupakan market tersendiri yang dapat dimonetisasi.

Mendirikan perusahaan hanya berdasarkan skill tidaklah serta-merta menghadirkan demand  baru di dalam industri. Karena tidak adanya market/demand inilah yang sering kali akhirnya membuat embrio startup digital mengalami kegagalan di awal masa pendiriannya.

Seperti apa yang pernah dialami oleh GO-Jek, kemunculan perusahaan ini di Indonesia berangkat dari sebuah permasalahan bahwa sudah terlalu banyak tukang ojek di Indonesia, utamanya di kota-kota besar seperti Jakarta, yang memiliki tingkat kesejahteraan yang buruk.

Buruknya tingkat kesejahteraan tukang ojek itu disebabkan karena gap antara hadirnya tukang ojek yang mangkal di pangkalan ojek dengan demand dari para calon konsumennya.

Seperti kita ketahui masyarakat di kota besar sudah bosan dengan kualitas transportasi publik yang tidak kunjung membaik. Mereka juga membutuhkan kecepatan untuk mengatasi macet, dan tidak jarang juga diantara mereka yang memiliki tingkat price sensitivity cukup tinggi.

Untuk itulah kehadiran tukang ojek pangkalan sangat relevan untuk mengatasi permasalahan ini. Masalahnya adalah ketika demand akan tukang ojek pangkalan itu datang, pengemudi ojek yang dinanti tidak kunjung hadir mengingat lokasi pangkalan ojek yang jauh dari lokasi calon pengguna (konsumen).

Permasalahan inilah yang kemudian dilihat sebagai opportunity oleh Nadiem dan para founder GO-Jek lain untuk segera di-convert menjadi sebuah bisnis model digital yang memberikan nilai tambah. Nilai tambah bukan hanya untuk si tukang ojek, tetapi juga calon konsumennya.

Dengan hadirnya aplikasi GO-Jek, gap lokasi dan waktu serta merta dapat diselesaikan dengan cepat. Kini lewat aplikasinya, GO-Jek dapat...(more)

Answered Dec 14, 2016

Karakter pendiri startup adalah :

1. Mengajak karyawannya untuk growing

2. Menyediakan fasilitas untuk agar karyawannya menjadi growing

3. Rajin, rendah hati, membaur dengan karyawan yang satu dengan yang lainnya

4. Upgrade knowledge setiap waktu

5. Memperbanyak relasi

6. Kuat, gigih dan pantang menyerah

7. Mampu menyemangati karyawannya

8. Selalu bersemngat dalam segala hal

Answered Jan 18, 2017
Miftah Sabri
Pendiri dan CEO Selasar

FGswMWOAgSrrQc_Ri012GLAHZl8ObBk7.png

Harus koppig, kalau memakai istilah bahasa Belanda, atau positives stubborn kalau bahasa Inggris (Ini sangat oxymoron). Bermental dan berotot baja seperti Gatotkaca, kalau dalam bahasa Indonesia. Kalau mental kerupuk, segalanya akan berat karena mendirikan startup berarti menjalani dunia yang semestanya adalah jagad raya. "The world is entirely the market" sehingga persaingannya sangat keras. Jika sekali gagal sudah menyerah, maka sebaiknya kita menjadi karyawan atau pegawai saja. :)

Just my two cents.

Wallau'alam

Answered Mar 25, 2017
Anonymous

Seorang yang memiliki jiwa tegas, berani, penuh tanggung jawab, dan menguasai bidangnya. 

Answered Aug 2, 2017
Parlaungan Iffah Nasution
Student of UNAIR | RK Surabaya 8 | Sekjen ILP2MI

Inovatif dan kreatif.

#Rumah Kepemimpinan

#RK Regional Surabaya

Answered Aug 2, 2017
Hilmy Maulana
memperbaiki diri tanpa henti. Serving you exceed your expectations

Berani, juga kreatif. Ada yang mengatakan bahwa pengusaha yang berkeinginan untuk berusaha tanpa modal, bilamana berani, ia sudah memiliki separuh dari modal yang ia perlukan. Namun, bilamana tidak ada keberanian dalam dirinya, maka sebanyak apapun modal uang yang ia punya, takkan menjadi manfaat, dan ia akan tiada berguna. Selanjutnya, kreativitas adalah cara untuk mengubah dan mengelola modal keberanian yang ada dalam diri. Karena setelah keberanian tumbuh, kreativitas berlebih akan dibutuhkan untuk mengelolanya. Berbekal keduanya, niscaya Anda bisa menjadi seorang pendiri startup yang berkelanjutan dan sukses.

Answered Oct 12, 2017
Galang Novan
Entrepreneur

Memiliki Pemikiran Design Thinking

Answered Dec 2, 2017
Ade Rainaldo
Beswan Rumah Kepemimpinan Regional 2 Bandung || Penulis Buku Resonansi 2017

Yang saya ketahui sejauh ini adalah ide dan team 

Itu meruapkan dua kunci yang luar biasa pendiir startup

Bagaimana menguasai dan mempertahankan ide cemerlang yang luar biasa untuk mengatasi masalah di lingkungan sekitar bukan mencari kekayaan semata

Serta mengajak lingkungan sekitar untuk terus maju bersama dalam sebuah tim.

Untuk karakter kepemimpinan, saya yakin sudah ada di dal;am diri pendiri startup

Answered Dec 13, 2017
Aulia Nataningsih
Pengamat Pendidikan, Rumah Kepemimpinan 8

Dibutuhkan presistensi yang kuat untuk mencapai mendirikan start up. Seorang CEO start up menurut saya harus memiliki karakteristik berikut:

1. Inovatif

2. Persisten

3. Gigih

4. Cerdas

5. Mampu bekerja dalam tim

 

Answered Jan 1, 2018
Indra Doli Nasution
Rumah Kepemimpinan Regional 6 Medan

Memiliki karakter pejuang, berpikir cerdas, inovatif dan tidak takut mengambil resiko. karena karakter inilah yang selalu ada dalam diri seorang pendiri start up.

Answered Jan 2, 2018
Chairul Azhar Purba
Rumah Kepemimpinan Reg. 6 Medan Angkatan 8 | Sosiologi FISIP USU

Menurut saya melalui beberapa artikel yang pernah saya baca, beberapa karakter nya adalah sebagai berikut :

1. KEYAKINAN POSITIF

Hal ini bermula dari pemikiran positif, jika startup Anda akan berhasil namun masih banyak yang harus dikerjakan dan harus dicapai. Inilah keyakinan yang dikuatkan oleh sisi kecerdasan, persiapan dan pengalaman bahwa model bisnis Anda memenuhi kebutuhan dalam pasar, memberikan solusi, dan akan mengalahkan para pesaing bisnis di ruang yang sama.

2. BERSEDIA MULAI LAGI DARI BAWAH


Kebanyakan founder startup siap memperjuangkan ide mereka, tapi hanya beberapa yang bersedia merombak total ide tersebut. Semangat yang menggebu kadang bisa membutakan diri dari hal-hal yang seharusnya diperbaiki. Akan lebih baik jika seorang founder punya kemauan untuk merombak semuanya dan mulai dari bawah jika diperlukan.

3. PRAGMATIK DAN REALISTIS


Founder yang sukses selalu bertanggung jawab pada setiap kesalahan sekaligus memuji setiap pencapaian yang diraih orang lain. Founder yang punya harga diri dan rasa percaya diri akan mengakui kehebatan orang lain dan belajar dari kesuksesannya

Answered Jan 2, 2018
Bagus Rahmansyah Priyoadi
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB '2015 | Rumah Kepemimpinan Bogor

Menurut saya, karakter seorang pendiri start up adalah sebagai berikut:

1. Inovatif dan fleksibel

Seorang pendiri startup haruslah mampu menghasilkan inovasi-inovasi baru yang mampu bersaing dengan yang lainnya. Selain itu, harus fleksibel. Seperti apapun kondisi nantinya, start up yang dibuat harus bisa menyesuaikan.

2. Open mind

Open mind / pemikiran terbuka sangat diperlukan pendiri start up untuk meghadapi tekanan-tekanan yang ada dan memanfaatkannya sebagai ide ataupun peluang. Apabila seorang pendiri start up tidak terbuka pikirannya, maka perkembangan start up nya akan terhambat.

3. Moderat

Sifat moderat sangat diperlukan, agar pendiri start up mampu menemukan solusi terbaik, yang dapat mengakomodiir banyak kepentingan sekaligus tanpa merugikan salah satu pihak.

Answered Jan 3, 2018
Ulfah Choirunnisa
Mahasiswi Pembangunan Wilayah UGM 2015 | www.ucgeolife.blogspot.com

Ialah seseorang yang tidak pernah menyerah, berdamai dengan kegagalan, terus berusaha untuk bangkit, dan profesional

Answered Jan 4, 2018
Dhita Mutiara Nabella
Biologi UI 2015 | Rumah Kepemimpinan Angkatan 8 | CEO GreAction Community

Karaker yang terpenting dari seorang pendiri start up yaitu memiliki sifat pantang menyerah. Bangkit kembali ketika terjatuh. Ketika mendirikan start up di awal, pasti akan banyak sekali hal-hal yang menantang di depan mata, banyak target yang rasanya sult dicapai. Oleh karenanya, supaya start up tersebut terus berkembang dan berjalan sebagaimana mestinya, seorang pendiri start up harus terus berjuang, memutar kembali otaknya untuk mencari alternatif lainnya, mencari solusi lainnya. 

 

 

 

Answered Feb 2, 2018
Anonymous

Pandai membaca situasi peluang dan keadaan trend kekinian, serta seorang yang berpengaruh dan menjadi perhatian pubic atas gagasan startup yang dia ciptakan

Answered Feb 3, 2018
Hilwa Taqiyyah Hanan
Mahasiswa FKM UI| est 1996| Peserta RK Angkatan 8

Menurut Gulo W. karakter merupakan kepribadian yan dilihat dari titik tolak etis ataupun moral (Kejujuran, keberanian, dsb) dan memiliki hubungan dengan sifat-sifat yang relatif tetap.

 

Maka karakter yang seharusnya ada pada pendiri startup adalah

- Tangguh dan konsisten (karena harus pandai melakukan inovasi inovasi terbaru guna menjawab kebutuhan zaman)

- Berani (tegas dalam mengambil keputusan dan mengatur rekan kerja)

 

Kalau di asrama saya, Rumah Kepemimpinan diajarkan untuk memiliki karakter Rendah Hati, Open Mind, Objektif, Moderat, Prestatif dan Kontributif.

 

Maka sudah seharusnya kita memiliki karakter tersebut dan bukan hanya untuk seorang pendiri startup.

Answered Feb 27, 2018
Rohman Sidik
Manager Beasiswa JMMI Foundatin | Peserta RK Surabaya angkatan 8 | Be great

Sebagai sebuah usaha yang sedang di mulai, sebuah startup baik startup dalam bentuk digital ataupun bentuk lainnya rawan mengalami berbagai kendala. Kendala utama yang sering dialami berdasarkan apa yang pernah saya alami diantaranya adalah teknik marketing  dan persaingan pasar oleh kompetitor lainnya. Berdasarkan 2 hal tersebut, seorang pendiri startup diharuskan memiliki beberapa karakter. Diantaranya adalah sikap pantang menyerah dan sikap gigih dalam menjalankan usaha. Agar mencapai titik perjuangan yang jauh, kita perlu untuk mencoba merekrut anggota-aggota tim yang sesuai. Ini merupakan salah satu cara untuk membuat jobs kita menjadi sedikit ringan. Ide-ide kreatif sangat diperlukan untuk marketing dan bersaing dengan kompetitor. Selain itu, hal-hal yang menjadi nilai lebih dari startup yang kita dirikan perlu dicari dan ditemukan dalam rangka menarik perhatian konsumen. salah satu tools yang sangat berguna dalam hal ini adalah konsep business model canvass. Anda dapat mencarinya di mesin pencari jika ingin tahu lebih lanjut.

Answered Apr 3, 2018
Maulana Fikri
Mahasiswa Teknik Mesin ITB 2014 - Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 2 Bandung

Karakter yang dimiliki itu harus kuat, sabar, berkomitmen tinggi dan mampu merangkul timnya dengan baik.

Answered Apr 3, 2018
Abdullah Aljabir
Material Engineering Student in ITS Surabaya | Rumah Kepemimpinan Surabaya

Cerdas Ulet Kreatif, kira-kira itulah yang harus dimiliki sebagai seorang pendiri Start Up.

1. Cerdas
Mau menemukan hal baru, dan mengelolanya sebagai kekuatan baru dalam start up nya. Menghadirkan pemikiran-pemikiran yang segar di dalam timnya

2. Ulet
Tentu seorang pendiri adalah orang yang ulet yang mau dengan telaten merinstis karyanya dari 0 hingga besar, tidak mudah menyerah, semangatnya segudang dan memilki ribuan gudang semangat lagi didalam hidupnya

3, Kreatif
Mau berinovasi dan hadir dengan hal-hal baru agar terdisrupsi dengan pesaingnya

Answered Apr 5, 2018