selasar-loader

Mengapa sebagian masyarakat Jakarta gemar melanggar rambu-rambu lalu lintas?

Last Updated Feb 3, 2017

Mengapa sebagian masyarakat Jakarta gemar melanggar rambu-rambu lalu lintas ? Lampu Lalu lintas contohnya.

5 answers

Sort by Date | Votes
Iwa Maulana
Pemerhati Ketidakteraturan

Gw1njogrNSl172Y2xjpbNyONjcz0YlRc.jpg

Yang paling utama dikarenakan pelanggaran terhadap rambu-rambu lalu lintas telah menjadi sesuatu yang banal.

Apa yang dimaksud dengan banal di sini, bila menyadur argumen Hannah Arendt mengenai banalitas kejahatan, berarti pelanggaran rambu-rambu lalu lintas tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang menyimpang. Ia sudah dianggap sebagai sesuatu yang wajar, sesuatu yang kebanyakan orang lakukan, dan akhirnya menjadi sebuah kebiasaan.

Dalam kriminologi, meminjam bahasa prof Iqrak Sulhin, pelanggaran terhadap rambu-rambu lalu lintas sudah menjadi sesuatu yang kriminogenik--keadaan yang berpotensi melahirkan perilaku kriminal. 

Answered Feb 8, 2017
Ma Isa Lombu
Selasares Garis Keras

uI6b_qHu3YUXFBLg03fkqjx0fsY6feeJ.jpg

People respond to incentives, kata Paul Krugman

Saya sepakat akan pendapat ini bahwa manusia itu bergerak pada insentif, ataupun disinsentif. Baik material ataupun immaterial. Baik jangka panjang, ataupun jangka pendek.

Sebenarnya, tidak semua masyarakat Indonesia (Jakarta) gemar melanggar lalu lintas. Tidak semua peraturan juga dilanggar oleh masyarakat. Beberapa aturan yang cukup berhasil ditegakkan adalah menyalakan lampu kendaraan bermotor (khususnya motor) jika melintas di jalan raya pada siang hari. Mungkin, khusus peraturan yang satu ini berhasil ditegakkan, bisa jadi sebagian lainnya tidak.

Menarik untuk diamati mengapa sepertinya orang Indonesia sulit sekali berperilaku tertib, bahkan mungkin sebagian kita pernah mendengar cerita bahwa jika orang Indonesia berada di Singapura, mereka akan menjadi tertib. Begitu pula sebaliknya, jika orang Singapura yang tertib ada di Indonesia, mendadak ia berperilaku menjadi seperti orang Indonesia yang tidak tertib.

Apa yang salah?

Jika mengacu pada pendapat Krugman tadi, sebenarnya semudah memberi insentif (/disinsentif). Hal itu akan mengubah perilaku manusia.

Inilah beberapa kesalahan yang membuat sebagian masyarakat gemar melanggar rambu-rambu lalu-lintas.

a. Proses penegakan hukum tidak dilakukan secara konsisten. Kadang dilakukan, kadang tidak. Hal ini yang membuat masyarakat akan terus coba-coba untuk melakukan pelanggaran. Jika pelanggaran tidak ditindak, maka ia akan melakukannya lagi. Begitu terus dan akhirnya, hal itu berubah menjadi kebiasaan

b. Aturan dan hukuman sebagai guideline dan bentuk disinsentif tidak disiarkan secara massif. Masyarakat butuh mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Konsekuensi atas kesalahan (tilang sebagai contoh) harusnya juga mendapatkan publisitas sehingga timbul perasaan "terancam" apabila timbul niat untuk melakukannya.

c. Pelaksanaan disinsentif dilakukan tanpa adanya insentif. Mekanisme "Stick and Carrot" yang diakukan secara parsial inilah yang membuat proses penegakan hukum di Indonesia tidak berjalan secara maksimal. Kita tahu bahwa mekanisme menghantam dengan "Stick" (hukuman) diperuntukkan agar masyarakat tidak berperilaku di bawah standar. Sebaliknya, mekanisme memberi "Carrot" diberikan agar masyarakat mencapai sebuah capaian prestasi tertentu. Ketika metode "stick and carrot" ini diperlakukan secara konsisten, maka secara umum, masyarakat yang mengetahui berlangsungnya mekanisme ini akan berada dalam range perilaku baru: Mereka akan berperilaku di atas batas standar kelayakan dan di bawah batas maksimal capaian prestasi.

d. Kurang adanya keteladanan dan budaya malu. Mekanisme "stick and carrot" ini tentu bersifat temporer. Yang paling penting adalah bagaimana caranya perilaku saat ini bisa berubah menjadi kebiasaan (habit) dan akhirnya bertransformasi menjadi karakter. Jepang dan banyak sekali negara maju telah membuktikannya. Tentu hal ini butuh proses yang panjang dan usaha dari banyak pihak. Salah satu usaha untuk mewujudkan transformasi perilaku menjadi kebiasaan dan kemudian menjadi karakter ini dapat diwujudkan dengan pemberian keteladanan dari para pemimpin bangsa. 

Banyaknya privilege di jalan raya untuk para pejabat seperti penggunaan Voorijder dan pemblokiran jalan sedikit banyak mempengaruhi mental masyarakat. Belum lagi maraknya kasus korupsi dan pelanggaran lain yang dilakukan oleh para elite membuat masyarakat Indonesia kehilangan keteladanan. Hilangnya keteladanan itulah yang akan makin mempersulit terciptanya value (tata nilai) dalam sebuah masyarakat.

 

Answered Feb 9, 2017
Aryono (Ryo) Kusumo
Engineer yang hobi menulis http://ryokusumo.com

Ocwm4SW-ClFARluBVP64C1-GITFfspOq.jpg

Pertama, karena pihak penegak hukum angin-anginan, kadang mobil/motor yang melanggar di depan ditilang, tapi yanng dibelakangnya tidak. Kadang ada, kadang tidak. Ya karena jumlah personil polantasnya yang kurang. 

Kedua, karena mental pengguna jalan kita tidak terdidik secara permanen untuk menaati peraturan, ini ciri khas negara berkembang. Jika bisa shortcut, kenapa harus ribet pakai antri lampu merah, gitulah kira2.

Ketiga, harusnya solusinya apa? Sudah, jangan andalkan personil polantas, jumlah masyarakat kita itu saingannya cuma India dan China, mau polantas berapa orang? Solusinya adalah sistem otomatis. Saya contohkan di Qatar, dimana disetiap sudut jalan/lampu merah terpasang alat pendeteksi otomatis pelanggar. Jika lampu sudah merah dan ada mobil/motor yang melintas, maka otomatis kendaraan tersebut akan direkam dan difoto no polisinya. Polisi tinggal melacak no pol tsb dan melakukan pengecekan kedalam sistem. Setelah itu, akan dikirim surat tilang ke alamat/email/no tlp pemilik kendaraan.

Untuk sistem itu, perlu data yang terintegrasi. Untuk itulah e-ktp dan kemudian e-stnk menjadi diperlukan. Semangat.

Answered Feb 19, 2017

Image result for motor lawan arah

Kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya dari pelanggaran lalu lintas menjadi salah satu faktor masyarakat melanggar aturan lalu lintas. Berbagai macam alasan masyarakat melanggar, mulai dari jarak rumah dekat, jauh untuk putar balik, orang sini, biasa gak ada polisi, dan lain sebagainya.

Selain itu, kurang tegasnya aparat penegak hukum juga menjadi faktor masyarakat untuk melanggar lalu lintas. Mungkin, pelanggaran juga dipicu karena aparat tidak memberikan contoh yang baik dalam berkendara di jalan raya.

Padahal, kecelakaan lalu lintas hampir terjadi setiap hari. Salah satu contoh pelanggaran yang bisa kita ambil adalah melawan arus. Pelanggaran ini tidak hanya membahayakan pelanggarnya, tetapi juga dapat membuat celaka masyarakat yang menggunakan jalan dengan semestinya.

Mungkin, untuk mewujudkan kota yang tertib lalu lintas, dibutuhkan sangat banyak kecelakaan serius terlebih dahulu, agar masyarakat sadar akan bahaya pelanggaran lalu lintas.

Answered Mar 13, 2017
Delfitria
Mahasiswi Psikologi katanya menarik. Tapi lebih menarik puisi dan photography

fvswqtK3w85MEcbnuwMlCJ-u1ZDZ90JT.jpg

Menarik! Topik yang menarik sepanjang masa. Mereka yang melakukan pelanggaran dalam berlalu lintas--mungkin saya juga--sebenarnya sudah mengetahui dampak negatif dari tingkah laku pelanggarannya, betul? Ya, betul. Ada hadiah dari ilmu psikologi mengenai tingkah laku manusia yang saat ini. 

Psikologi Sosial

Dalam hal ini saya akan menyampaikan teori konformitas. Konformitas merupakan kecenderungan manusia mengikuti tingkah laku sebuah kelompok. Merasa aman karena toh orang tersebut juga melakukannya. Nah, hal ini bisa saja terjadi karena tidak sedikit orang yang melanggar lalu lintas melakukannya karena mengikuti orang lain yang dilihatnya.

 "Ah buat apa pakai helm, toh mereka aja gapapa ga pakai helm!" 

"Parkir di sini aja, itu banyak yang parkir di pinggir jalan juga kok!" 

dan lain hal. Jika Anda melakukan ini, Anda termasuk orang yang mudah terpengaruh oleh tingkah laku yang tercermin di dunia sosial. 

Psikologi Belajar

Dalam psikologi belajar dijelaskan mengapa seseorang cenderung meningkatkan tingkah laku atau melakukan reinforcement pada stimulus tertentu.Ternyata, ada sebuah teori operant conditioning di mana tingkah laku muncul berdasarkan konsekuensi yang didapatkan. Singkatnya begini, kita belajar karena untuk mendapat nilai yang baik sama saja dengan kita melanggar lalu lintas karena konsekuensinya bisa lebih cepat, lebih mudah, tidak ribet pakai helm, dan keuntungan lainnya. Nah, konsekuensi yang meningkatkan tingkah laku adalah reinforcer. Bukankah setiap kali melanggar lalu lintas kita merasakan keuntungan tertentu? Nah, di sanalah letak reinforcer

Hal ini didukung oleh punishment yang tidak dilakukan secara konsisten. Lalu lintas di Indonesia tidak terlalu ketat, bukan? Mungkin hari ini kita sudah ditilang, tapi hari lain bukannya selalu selamat? Nah, seperti namanya punishment atau sesuatu yang tidak menyenangkan sehingga orang menurunkan tingkah lakunya. Sayangnya, punishment (denda dan tilang) tidak selalu hadir setiap kali manusia itu melakukan hal yang melanggar lalu lintas. 

"Ah santai, polisi gada, gausa pakai helm!"

"Bayar 20 ribu saja sans,"

dan lainnya. Manusia adalah makhluk hidup yang dikaruniakan akal sehat memilih mana yang baik dan buruk. Di sanalah kita--semoga tidak mudah konformis--menentukan tingkah laku sendiri yang baik dan menyelesaikannya dengan baik!

Gambar via cdn.brilio.net

Answered May 8, 2017

Question Overview


6 Followers
2020 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Wisata apa di Jakarta yang menurutmu bisa dijadikan unggulan?

Apakah Jakarta tidak pernah punya MRT?

Apakah Anies dan Sandi termasuk Dynamic Duo?

Apakah Jakarta merupakan kota yang aman untuk ditinggali?

Pedulikah kita tentang Jakarta?

Kenapa Pak Jokowi terkesan begitu membela Pak Ahok?

Mengapa kawasan Kemang menarik?

Mungkinkah berdamai dengan kemacetan di Jakarta?

Seberapa efektif larangan melintas bagi motor di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan?

Bagaimana kaitan antara genre film favorit dan budaya setiap negara?

Apa itu Mazhab Frankfurt?

Bagaimana perkembangan Mazhab Frankfurt dalam konteks budaya populer?

Apa yang dimaksud dengan Teori Fetisisme Komoditas?

Apa perbedaan antara budaya massa dan masyarakat massa?

Apakah kaitan antara budaya massa dan amerikanisasi?

Apa pendapat Anda tentang amerikanisasi dan kritik atas Teori Budaya Massa?

Bagaimana pengaruh industri budaya terhadap musik pop?

Apakah kaitan antara James Bond dan strukturalisme?

Bagaimanakah konsep hegemoni Gramsci?

Apa yang membuat pengendara sepeda motor malas menggunakan helm?

Apa evaluasi terbesar kebijakan 3 in 1 sehingga praktiknya tidak mampu mengatasi kemacetan?

Mengapa orang Indonesia jarang menggunakan jembatan penyeberangan pada saat menyeberang jalan?

Kenapa lampu lalu lintas berwarna Merah, kuning, Hijau?

Bagaimana prosedur pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) lalu lintas yang benar?

Mengapa kendaraan roda dua dilarang melintas fly over?

Perlukah adanya koordinasi antara kepolisian dengan perusahaan ojek online yang melakukan blokade pada kasus pelanggaran lalu lintas di JLNT Casablanca?

Bagaimana cara menyadarkan pengendara motor yang masih menggunakan trotoar?

Apa itu SWDKLLJ?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Kinerja ketua KPK siapa yang paling baik; T. Ruki, Antasari Azhar, Busyro Muqoddas, Abraham Samad, atau Agus Rahardjo?

Mengapa selama ini kaum pria lebih banyak tersangkut kasus korupsi dibandingkan perempuan?

Apakah hukuman yang paling memberikan efek jera untuk koruptor laki-laki?

Apakah hukuman yang paling memberikan efek jera untuk koruptor perempuan?

Apakah Anda setuju hukuman mati untuk para koruptor?

Mengapa sosok Presiden RI secara otomatis juga menjabat sebagai panglima militer tertinggi di negeri ini?

Apakah keluarnya surat perintah penyidikan juga berarti ada tersangka?

Mengapa Lampung terkenal sebagai provinsi yang tinggi tingkat kriminalitasnya?

Bagaimana negara seharusnya melindungi HAM atas saksi kasus korupsi?

Apa ancaman hukuman yang ada pada pasal 27 dan 28 dalam aturan IT?

Apakah yang harus dilakukan bila ditahan polisi, tetapi tidak memiliki akses dan uang untuk jasa pengacara?

Apakah kehadiran Habaib dan pengajian rutinnya mengganggu untuk warga Jakarta, mengapa?

Apa yang perlu diingat video content creator ketika membeli video advertising di YouTube untuk mendapatkan lebih banyak view?

Bagaimana cara akun klonengan (fake account) dapat diminimalisasi di Selasar?

Adakah unsur lain selain 5W+1H dalam menulis berita?

Bagaimana mekanisme hukum yang harus ditempuh dalam kasus pelanggaran pidana di Indonesia?

Bagaimana mekanisme hukum yang harus ditempuh dalam kasus pelanggaran perdata di Indonesia?

Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?