selasar-loader

Bagaimana cara untuk mendapatkan return yang tinggi saat berinvestasi di bursa saham?

Last Updated Nov 18, 2016

2 answers

Sort by Date | Votes
Miftahul Arifin
Value Investor Muda | Teknik Elektro iTB

Sudah sangat umum bila seorang ingin mendapatkan return yang tinggi bila berinvestasi di bursa saham. Tapi perlu diingat bahwa tidak ada kekayaan besar yang semudah membalikkan telapak tangan tentunya perlu perjuangan yang tidak biasa. Berinvestasi di bursa saham memang High Risk namun bila dilakukan dengan cara yang benar maka akan mendapatkan hasil yang High Return juga. 

Salah satu metode investasi saham yang populer, lebih minim resiko,serta telah terbuktikan oleh orang terkaya di dunia adalah Value Investing. Benjamin Graham ialah seorang pencetus Value Investing dalam bukunya The Intelligent Investor. Beliau juga merupakan mentor dari Warren Buffet yang dulu pernah menjadi orang terkaya di dunia. Namun apakah sebenarnya Value Investing itu?

Secara gampangnya, Value Investing ialah berinvestasi pada saham-saham yang dinilai undervalue. Saham undervalue yang dimaksud saham yang harganya dinilai pasar lebih rendah daripada harga instrinsiknya. Contohnya perusahaan A menurut laporan keuangan nilai intrinsik per lembar sahamnya adalah 100, namun pasar menilai nilai harga pasar per lembar sahamnya adalah 50, maka perusahaan A dapat dikatakan undervalue. Oleh karena itu, saham-saham undervalue memiliki peluang kenaikan yang cukup signifikan di kemudian hari/bulan/tahun. Namun perlu diingat bahwa tidak semua saham undervalue menjamin saham tersebut bagus sehingga perlu dipelajari lebih lanjut mengenai laporan keuangan perusahaan, manajemen perusahaan, analisis fundamental perusahaan, serta tren pasar. 

Intinya dalam berinvestasi saham adalah gabungan dari pengetahuan, wawasan, karakter serta harus selalu bersabar. Tak percaya? silakan coba berinvestasi di bursa saham.

#YukNabungSaham

Answered Nov 3, 2017
Hatfan Hizriyan Syaidan
Kepala Departemen Keilmuan BEM FEB UI 2017 | Rumah Kepemimpinan Jakarta

lMmQHhFXklyFxgK-ajLW50j_Xnq2hSNh.png

Prinsip utama yang harus dipegang ketika berinvestasi adalah return aset berbanding lurus dengan risikonya. Artinya jika mengharapkan return yang tinggi anda harus siap menerima risiko lebih pula. Kita seringkali salah kaprah menginginkan return setinggi-tingginya dengan risiko serendah-rendahnya. Padahal dalam teori portofolio yang terjadi adalah kita akan mendapat return tertentu dengan risiko yang minimal, atau return tertinggi dengan risiko tertentu.

Lantas bagaimana caranya untuk mendapatkan return tertinggi dengan risiko yang sekecil mungkin? Anda bisa melakukan portofolio aset yakni dengan berinvestasi pada lebih dari satu aset (diversifikasi) dengan karakteristik yang berbeda-beda. Cara ini sejalan dengan ungkapan fenomenal "don't put your eggs in one basket" . Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah, misalnya, membeli saham di sekto agrikultur, perbankan dan manufaktur. Harapannya dengan mendiversifikasi investasi saat satu sektor sedang bearish (turun) sektor lain sedang bullish (naik), sehingga return tinggi di saham yang bullish dapat mengkompensasi kerugian pada saham yang bearish.

Answered Apr 1, 2018
Sponsored

Question Overview


3 Followers
534 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa itu menggoreng saham?

Mengapa IPO di BEI masih minim dan apa yang harus dilakukan otoritas terkait?

Apa itu IHSG?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan membeli saham di bursa saham dan mengapa hal itu penting?

Bagaimana cara membuka rekening saham?

Bagaimana cara Anda menganalisa fluktual yang terjadi di harga saham, dan bagaimana cara anda menghitung apakah saham tersebut terlalu mahal atau murah?

Bagaimana pasar modal bekerja dan mendapatkan uang?

Adakah pasar modal yang mengalami kebangkrutan? Di mana dan mengapa?

Bagaimana cara BEI mengajak masyarakat untuk investasi saham?

Apakah jam tangan bisa dijadikan sarana investasi?

Ke mana dana-dana pensiun dan BPJS diinvestasikan dan bagaimana return-nya?

Apa yang dimaksud dengan emas 24 karat?

Apa saja sektor atau industri yang akan booming di Indonesia dalam waktu dekat?

Kenapa bank tidak pernah melakukan investasi/pendanaan di startup?

Bagaimana Anda mendapatkan return investasi di atas 20% per tahun?

Bagaimana keterlibatan George Soros dalam krisis ekonomi di Indonesia tahun 98?

Apakah berinvestasi di klub sepak bola Indonesia menguntungkan?

Bisakah menjadi pemodal ventura (venture capitalist) namun belum bebas secara finansial?

Bagaimana cara mendapatkan kekayaan 1 miliar rupiah pertama Anda?

Berapa pendapatan selebriti Indonesia per bulan?

Berapa pendapatan seorang motivator terkenal Indonesia setiap bulan?

Berapa pendapatan penyanyi tunggal Indonesia setiap bulan?

Berapa pendapatan penyanyi group band Indonesia setiap bulan?

Bagaimana tips merencanakan dan mengelola keuangan untuk pasangan muda?

Bagaimana tips merencanakan dan mengelola keuangan untuk seorang mahasiswa?

Bagaimana tips merencanakan dan mengelola keuangan kala bulan ramadhan?

Bagaimana tips merencanakan dan mengelola keuangan kala akhir bulan menjelang?