selasar-loader

Apa kenangan terindah yang Anda miliki selama hidup yang tak mungkin Anda lupakan?

Last Updated Feb 3, 2017

N2BsMkPN4cV_QQ-n5zVcKtgh1HmswvIW.jpg

Setiap orang memiliki sejumlah kenangan indah. Tetapi, ada satu di antara kenangan-kenangan itu yang merupakan kenangan terindah. Karenanya, kenangan terindah ini hanya satu peristiwa, apakah itu kenangan terindah saat dilamar, saat menikah, saat memiliki anak, saat lulus sekolah, saat diwisuda, saat mendapatkan pekerjaan yang pertama, atau kenangan terindah lainnya versi Anda sendiri.

Ada dua kaos Selasar versi baru tersedia untuk Selasares (pengguna Selasar); masing-masing untuk jawaban atas pertanyaan ini yang dinilai paling baik dan satu kaos lagi untuk jawaban paling banyak mendapatkan Like di Selasar (pastikan teman-teman Anda dibujuk untuk datang ke Selasar dan memberi Like). Menyematkan foto atas kenangan terindah Anda sangat menguatkan jawaban.

Silakan rekan-rekan Selasares terhormat berbagi Pengetahuan, Pengalaman dan Wawasan atas pertanyaan ini. Jawaban untuk lomba hanya berlaku tiga hari, tanggal 3 Februari 2017 hari ini hingga Minggu, 5 Februari 2017.

Teruslah berbagi Pengetahuan, Pengalaman dan Wawasan di Selasar.

Vivat Selasares!

13 answers

Sort by Date | Votes
Baskoro Aris Sansoko
Suka Humor sampai Tidak Pernah Dianggap Serius

HlqcV557iphW-kG2mDF5yfuRcW7KYlaA.jpg

Seseorang pasti pernah menilai langit. Aku yakin kamu pernah. Aku juga pernah. Menilai langit bisa dilakukan saat pagi atau siang, entah itu jam 10 pagi atau jam 1 siang. Kamu bisa mengira-kira, apakah nanti sore cocok menjadi waktu untuk bertemu dengan seseorang yang istimewa? Terutama di tempat-tempat luar ruangan, seperti taman, area pejalan kaki, mal, museum, bahkan pelabuhan.

Aku pernah suatu hari mengajak perempuan yang sedang mewarnai kehidupanku. Mengajaknya ke salah satu kafe di bagian selatan kotaku yang memang menarik dinikmati di waktu sore. Kafe dengan dinding kaca itu menghadap ke Barat sehingga ketika sore, sinar matahari masuk dengan kehangatan senja yang khas.

Keesokan harinya aku menilai langit. Cerah pada waktu pukul 2 siang. Langit masih biru dan awan berwarna putih terang. Aku tersenyum lebar, mengabarkan ke perempuan itu bahwa rupanya cuaca mendukung kita. Dia berkata, “Semoga cerah,” secerah dirinya. (Apalagi kalau sedang tersenyum dan tertawa. Haha.)

Hingga pukul setengah 4 sore yang biasanya mulai ada cahaya berwarna kuning keemasan, kini langit cenderung kelabu. Sial. Perasaanku tidak enak. Haha.

Benar saja. Ketika aku keluar dengan motorku sekitar pukul 5 sore, baru saja tidak jauh dari rumahku. Tetesan air mulai terjatuh. Masih dengan pelan yang membuatku merasa tak perlu memakai jas hujan. Aku memacu laju motorku agar lebih cepat sampai tujuan. Niat awalku begitu, hingga aku melihat ada deretan mobil yang tak kulihat ujungnya. Dan tetesan air semakin cepat jatuh dan bulirnya semakin besar.

Aku pun meminggirkan motorku untuk memakai jas hujan yang agak sobek di lengan kiri dengan celananya. Walaupun masih sedikit terkena air, tapi itu lebih baik daripada tidak terlindungi sama sekali. Tetap saja banyak berhenti, sore itu memang waktunya orang pulang kerja. Macet. Hujan deras. Sempurna, untukku.

Untuknya? Dia benci hujan. Perempuan itu pernah cerita padaku kalau dia mudah rusak mood-nya jika kehujanan, walaupun sudah memakai jas hujan. Apalagi dia berkendara cukup jauh dari sekolah tempatnya mengajar untuk mencapai kafe itu. Aku membayangkan apa yang dia rasakan sore itu, rasanya ingin aku menghubunginya lewat telepon. Tapi, aku sedang berada di atas motor. Pulsaku habis. Paket internetku ada, tapi kuota internetnya tidak ada, dan baterainya habis. Pas!

Jarak yang cukup jauh juga dari rumahku itu aku tempuh. Tepat pada pukul 6 sore, aku tiba di dekat kafe itu. Gelap semuanya. Aku ragu mendekatinya karena aku pikir tutup. Tapi seingatku kafe ini tutup hanya pada hari Selasa, padahal hari ini Rabu. Aku perlahan merapatkan sepedaku ke kafe itu. Melepas jas hujan. Kemudian duduk di area luar ruangan yang masih teduh dari hujan.

Aku duduk dikelilingi gelapnya kafe yang masih lampu mati. Sambil gelisah, memikirkan perempuan ini sudah sampai di mana, apakah dia kembali pulang, ataukah tetap melanjutkan perjalanan ke sini. Telapak kakiku bergerak ke atas ke bawah. Sambil aku mencoba menghubunginya lewat aplikasi media sosial, walaupun aku tahu dia tidak akan bisa mengangkatnya.

Listrik kafe itu menyala. Tapi aku tetap duduk di luar, angin berhembus keras, sedikit percikan hujan mengenai tubuhku. Aku tidak ingin masuk hingga dia datang di sini. Aku sudah mulai berekspektasi bahwa nanti ada pesan masuk di telepon genggamku yang mengatakan, “Eh maaf, aku sudah pulang tadi karena hujan deras.” Aku merasa yang lebih penting kali ini adalah kabar tentang keberadaannya karena memang hujan pada waktu itu anginnya keras dan begitu deras.

Pada akhirnya, ada seorang perempuan dengan jas hujan coklat bermotor ke depan kafe. Dia melepas jas hujannya. Roknya basah kuyup. Kemudian ia berjalan padaku, tersenyum lebar dan berkata, “Eh maaf tadi kehujanan, telepon genggamku mati.”

Serasa pada waktu itu ingin memeluknya erat. Menyadari posisi yang belum siapa-siapa, aku mengurungkan niat.

Kemudian, aku dan dia menghabiskan waktu malam itu, membincangkan banyak hal. Serasa dunia kita hampir sama. Bad mood? Tidak terlihat dari sorot mata, intonasi suara, atau bahasa tubuh apapun darinya. Aku benar-benar menikmati waktu bersamanya sambil ada sebagian hal di hatiku yang meleleh menyadari kerelaannya untuk datang malam ini. Aku rasa, dia juga larut dalam indahnya pertemuan malam ini.

Kita dikhianati cuaca. Tapi hati kita bisa memperbaiki semuanya bersama.

Sialnya. Cuaca tidak berhenti mengkhianati. Sudah beberapa kali aku bertemu dengannya dengan menyempatkan akhir pekan dari luar kota. Dan setiap kali bertemu dengannya, hujan turun. Mungkin lima sampai enam kali. Kemudian sehari setelah bertemu, cuaca harinya begitu cerah.

Tapi aku dan dia tidak sakit hati. (Walaupun sedikit heran dan sempat merutuki. Haha.) Yang kemudian, malam itu, menjadi kenangan terindah yang aku miliki selama hidup yang tak mungkin aku lupakan.

Answered Feb 3, 2017
Anonymous

Bisa lulus kuliah dari jurusan desain produk industri walaupun molor, sih, karena sebenarnya saya itu paling takut kalo masalah presentasi. Tremornya ke mana-mana. Apalagi, yang menguji adalah dosen yang killer banget. Tapi, ya, kalau takut terus-terusan malah tidak akan lulus, apalagi pihak sponsor, yaitu orang tua, juga mengancam mau memutus 'kontraknya' (curhat).

Answered Feb 3, 2017

Ffk8mW6XmTr5dRm_qxPpMI80YFd1KaFX.jpg

Pertamakali saya menginjakkan kaki di kota Madinah, 23 Desember 2015, suhu di sana mencapai 14 derajat celcius. Ketika saya berkeliling di kawasan masjid Nabawi, terasa suasana yang begitu tenang, sederhana, dan damai. Warga sekitar berinteraksi dan sibuk berdagang segala jenis kebutuhan manusia, tetapi saat adzan berkumandang, segala aktivitas berdagang langsung ditinggalkan dan mereka bergegas menuju masjid.

Sampai pada tanggal 26 Desember 2015, pertamakali menginjakkan kaki di Makkah al-Mukarramah, pagi hari, pukul 06.00 waktu Makkah, suhu berkisar 18 derajat celcius. Saya berkeliling melihat semua orang di Masjidil Haram yang dengan khusyuk beribadah sambil dikelilingi gedung pencakar langit yang glamour dan megah, berisikan mal yang menyediakan berbagai kebutuhan manusia dari yang sederhana hingga yang bisa meningkatkan gengsi manusia. 

Bagi saya, itu adalah perjalanan singkat yang membukakan pikiran.

Answered Feb 4, 2017
Thurneysen Simanjuntak
Jangan pernah berhenti belajar!

iIrttcoXc-FB3NrwEI0rABp7ey64C16Y.jpg

Menjadi finalis "writing contest" yang diselenggarakan TOTAL, SKK Migas, Bisnis Indonesia, Juni 2015 di Kalimantan Timur (Balikpapan) menjadi pengalaman yang berkesan dan tidak mungkin saya lupakan.

Walau writing contest itu diikuti ribuan peserta dan saya adalah penulis pemula (masih amatir), persaingan itu tidak menyurutkan semangat dan rasa optimisku. Hasil dari kerja keras dan keyakinanku tersebut justru menjadikanku sebagai seorang finalis yang ikut diberangkatkan ke Balikpapan dan mengunjungi daerah operasional TOTAL.

Ini pengalamanku yang pertama terbang ke Kalimantan, berharap bukan yang terakhir. Melalui pengalaman ini, saya semakin tertantang untuk tetap berkarya dengan menulis. Ternyata, dengan menulis, banyak kesempatan yang bisa kita raih.

Salam literasi.

Answered Feb 4, 2017
Venusgazer E P
A man who loves reading, writing, and sharing

kH96TDIxB8B9iztIfC2SsA1AcW3freOD.jpg

Menikah!

Awalnya saya pikir saya akan terus menjadi single fighter. Rasanya lebih nyaman terus membujang. Ah, seperti lagunya Bang Roma saja. Tetapi ada momen ketika saya menikah dan itu seperti sebuah mimpi. Saya merasa itu seperti sebuah perhentian untuk memulai hidup yang baru. Ketika hidup bukan untuk diri sendiri tetapi hidup berbagi dengan orang lain, yaitu pasangan.

Hal yang sungguh indah adalah ketika saya menikah dengan dana 100% dari uang sendiri. Walau tanpa pesta besar-besaran, tetapi cukup mampu mengundang saudara dan teman-teman. Segala sesuatu kami persiapkan sendiri. Momen yang luar biasa, menurut saya.

Saya masih ingat saya datang ke Medan untuk pertama kali hanya untuk menikah. Kota yang asing tanpa seorang pun kenalan dan saudara. Semua berjalan lancar dan kami sempat honey moon ke Danau Toba dan Aceh. Dan itu lagi-lagi dengan dana sendiri.

Saya pikir, Tuhan telah bekerja atas momen tersebut. Karena berkat kemurahan hatinya pula, ada rejeki yang lebih dari cukup untuk melaksanakan pernikahan tersebut. Padahal, salah satu alasan saya enggan menikah karena masalah finansial.

Sekarang, saya menjalani hari-hari yang membahagiakan bersama keluarga. Itulah, bagi saya, peristiwa terindah dalam hidup saya yang tidak akan pernah saya lupakan dan akan saya syukuri seumur hidup dengan menjalani hidup berkeluarga dengan baik dan bertanggung jawab.

Tanggung jawab pada diri sendiri, keluarga, dan kepada Tuhan YME.

Answered Feb 5, 2017
afdanella ella
alumni SMANSA PAPA, abdi negara, planner, bestfriend nya bintang ketjil

mendapat nilai A

Answered Feb 5, 2017
Hamdi Alfansuri
Memiliki banyak pertanyaan dalam hidupnya

http://68.media.tumblr.com/b2d6d1c5ec066a17e9d8626b32954328/tumblr_no3gwkVtyG1s8ylm2o1_500.png

 

MENJADI PUISI

Tidak aku maksud menjadi puisi

tapi taufik menyumpahiku begini

dengan segala serapah katanya

aku pun patah menurut saja

(Mei, 2015)

 

Dua hari yang lalu, secara tanpa sengaja saya menemukan postingan lama yang dipublikasikan pada 10 Mei 2015 di halaman tumblr saya, hamdi-alfansuri.tumblr.com.   

Betapa terlihat bahagianya saya waktu itu, ketika menemukan sebuah pesan masuk pada akun tumblr saya dari email ikram28281@gmail.com, ya dari Pak Taufik Ikram Jamil [saya harap Anda mengenal beliau]. Tapi yang lebih membahagiakan waktu itu adalah isi pesannya yang tidak pernah saya kira sebelumnya, ‘Wah.. Kamu hebat, aku ingin lihat engkau jadi penyair. Salam’. Saya kira, untuk seorang penulis sekelas Pak Taufik Ikram tentu sudah sangat mahir memilih penggunaan setiap kata yang beliau sampaikan.

Walau saya masih sangat penasaran darimana awal kata-kata tersebut dimunculkan. Yang saya ingat adalah sekitar dua minggu sebelum pesan itu masuk, saya memang mengikuti sebuah workshop menulis ‘Gerakan Indonesia Menulis’ yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Propinsi Riau dengan salah satu pematerinya adalah Pak Taufik Ikram. Dan Alhamdulillah saat itu puisi saya termasuk satu dari beberapa karya yang mendapat apresiasi lebih. Dari puisi saya ‘Dari Kucingnya Sutardji’, mungkin beliau akhirnya menemukan halaman tumblr saya dan mengirim pesan tersebut.

Kalimat tersebut memang sempat membuat saya ‘melangit’ dan semakin bersemangat dalam hal menulis, menjadi sebuah motivasi baru yang sangat tidak diduga. Mungkin saat itu saya telah mencapai puncak semangat, hingga akhirnya jauh serendah-rendahnya. Di setengah tahun tersisa produktifitas saya menurun sekali, hanya menulis beberapa judul dalam rentang 6 bulan. Dan di tahun 2016 ternyata terus jauh, hingga saya merasa belum menyelesaikan satu judul puisi pun (mungkin hanya puisi setengah jadi yang tak seberapa). Memang tidak benar-benar kosong dalam menulis, mungkin sekadar tulisan ringan di timeline, tugas-tugas kuliah, belajar menulis ilmiah dan riset, atau sebatas coretan asal-asalan.

Dan kemarin, setelah menemukan kembali pesan tersebut, rasanya ingin sekali kembali menjadi seperti dulu. Menjadi produktif dan aktif berkirim tulisan ke media, walau baru sekali diterbitkan. Rasanya semangat yang dulu sempat ‘melangit’ muncul kembali, dan semoga saya tidak melewatkan momen ini. Hingga muncul banyak targetan-targetan baru dalam kepala saya, entahlah apa semua akan saya capai. Setidaknya saya akan berusaha terus menggantungkan setinggi-tingginya dan belajar melompat menggapai satu persatu mimpi tersebut.

Pak, saat ini memang belum. Tapi semoga, segera bapak dapat melihat harapan yang pernah bapak utarakan itu. Ya semoga saja...

 

Hamdi Alfansuri

Bandung, 4-5 Februari 2017

 

Answered Feb 5, 2017
Banu Muhammad
pembelajar, alumni FEUI

YuQyK-6v30d0EvMTvdIEEMJ47xUd83xt.jpg

via spirittourism.com

 

Haji.

Sepanjang 37 tahun kehidupan, saya melewati banyak episode hidup, menginjak ke banyak titik di atas muka bumi. Namun, tak ada yang lebih dahsyat dibanding ibadah haji. Sungguh ultimate ibadah.

Inilah ibadah ketika hati, jiwa, dan fisik, semuanya bergerak untuk Allah.

Saya pernah ke banyak tempat indah favorit; Paris, Florence, Kyoto, Istanbul, dll.. Saya juga pernah ke Mekah beberapa kali, tapi Mekah di musim haji sungguh tidak sama.

Sayangnya, memang haji tak baik berkali-kali, apalagi antrean begitu panjang. Mesti berbagi dengan umat lainnya, nabi saja hanya sekali berhaji.

Tapi, pengalaman haji 5 tahun lalu sungguh sangat luar biasa. Indah dan masih menggetarkan hati saat saya mengingatnya.

 

Answered Feb 6, 2017
Rahmad Agus Koto
Bioscientist. Bioentrepreneur. Hobbyist Photographer. Chess Lover.

9eTvBfaeNo1CEL6n_a9oRrJthFSLIIcj.jpg

Yang pertama kali terbersit di benak ketika membaca pertanyaan ini adalah proses saat menjelang dan setelah pernikahan.

 

sumber gambar: mantenhouse.com

Answered May 7, 2017

Kenangan terindah saya selama saya hidup samapai sekarang ini adalah membuat orang lain tertawa karena saya. Tidak tahu kenapa, ketika saya liat orang lain bersedih karena masalahnya, saya tidak suka seperti itu. Saya selalu melakukan hal bodoh hanya untuk membuat orang lain tertawa karena saya merasa hidup ketika orang lain melupakan masalahnya dan tertawa lepas karena saya.

Answered Aug 12, 2017
Agustina Larasati
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

Kenangan terindah yang selama ini tidak bisa dilupakan adalah ketika bisa tertawa bahagia dengan keluarga. 

Answered Aug 14, 2017

Kenangan terindah yang saya miliki adalah orang tua, teman, dan orang lain tertawa bahagia karena saya. Saya tidak suka orang-orang yang saya sayangi bersedih karena saya.

Answered Aug 14, 2017

Question Overview


16 Followers
2884 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?

Apa nasihat terbaik yang pernah Anda dapatkan?

Bagaimana menjelaskan bahwa ada kemungkinan kehidupan lain selain di Bumi ini?

Apa motto hidup paling keren?

Apakah seseorang mempunyai karakter bawaan yang tidak bisa diubah?

Apa ketakutan terbesar dalam hidupmu? Mengapa?

Siapakah cinta pertama Anda?

Seberapa pentingkah olahraga bagi Anda ?

Apa yang Anda lakukan ketika mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan?

Apa pengalaman paling bermakna dalam kehidupan Anda?

Siapakah orang yang paling berpengaruh dalam kehidupan Anda?

Apakah Anda mempunyai kenangan khusus dengan musik atau lirik lagu tertentu sehingga sulit melupakannya?

Apa lirik lagu, jenis musik atau suara penyanyi yang mampu menghadirkan kenangan masa lalu?

Apa lagumu hari ini yang mengembalikan kenangan masa indah lalumu dan ceritakan sebabnya?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan teman sekelas?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan teman sepermainan?

Jika di tempatmu berada kini sedang hujan, apa kenangan terindahmu tentang hujan dan mengapa kamu suka hujan?

Jika di tempatmu berada kini sedang hujan, apa kenangan terburukmu tentang hujan dan mengapa kamu trauma hujan?

Momen masa kecil di usia berapa yang masih Anda ingat sampai sekarang?

Apa saja musik anak-anak yang Anda ketahui?

Adakah karya sastra yang memiliki tema tentang parfum?

Apakah yang dimaksud dengan penulisan kreatif?

Apa puisi Chairil Anwar yang paling Anda sukai?

Siapa sastrawan paling "nyastra" menurut Anda? Mengapa?

Mengapa pada masa sekarang sangat sedikit penulis Indonesia yang memiliki kualitas layaknya Pramoedya Ananta Toer?

Dari mana cara termudah memulai mencari ide untuk menulis novel?

Bagaimana cara paling efektif untuk mengembangkan alur dalam menulis novel?

Bagaimana proses kreatif saat pertama kali menulis novel?

Siapakah sastrawan Indonesia paling Anda sukai? Mengapa?