selasar-loader

Apa alasan utama banyak orang membenci Ahok?

Last Updated Nov 18, 2016

5 answers

Sort by Date | Votes

Hasil gambar untuk membenci ahok

Ahok mulai dikenal publik ketika maju di Pilgub DKI Jakarta 2012. Sebelumnya, Ahok bukan siapa-siapa. Tak diperhitungkan dan tak begitu banyak dikenal publik. 

Karena magnet Jokowi begitu kuat waktu itu, Jokowi - Ahok menang di DKI Jakarta. Ahok mulai dapat panggung, apalagi Jokowi kerap memujinya. Ahok mulai mendapat simpati. Keberuntungan berlanjut, Ahok jadi DKI 1 setelah Jokowi terpilih menjadi presiden. 

Di sinilah mulai kebencian pada Ahok muncul. Ahok menunjukkan kepemimpinan yang dinilai tidak "manusiawi". Sering mencaci-maki, semena-mena pada rakyat kecil dan lebih memihak pada kelas menengah keatas. 

Di satu sisi, Ahok dipuja-puji oleh kelas menengah atas karena berhasil membuat nyaman Jakarta, tapi bagi rakyat kecil kebalikannya. Mereka tergusur dan kehilangan mata pencaharian. 

Ahok tegas menggusur rakyat kecil yang melanggar, tapi tidak tegas terhadap pengembang yang melakukan reklamasi yang juga jelas melanggar dan merusak lingkungan. 

Puncaknya, statment Ahok di Kepulauan Seribu, betul-betul menyakiti umat Islam. Beruntung ada yang menyebarkan sehingga semua orang bisa tahu bagaimana berbisanya mulut seorang Ahok, membuat umat yang dulu damai-damai saja kini berselisih paham karena ucapannya yang menyinggung SARA.

Ahok juga menunjukkan tipikal yang tak sesuai perkataan dan perbuatan. Dulu A, maka bisa segera jadi B jika menguntungkannya. 

Begitulah secara umum, mengapa banyak orang mulai tidak menyukai Ahok. Biang keladi pemecah belah umat. 

Gambar via cnnindonesia.com

Answered Dec 20, 2016
Arifki Chaniago
Pengamat Politik/Political Commentator

Hasil gambar untuk ahok

Banyaknya orang membenci Ahok, karena ia memimpin dengan gaya yang berbeda dengan kebanyakan orang (tabu), sehingga ia banyak menggangu kenyamanan orang yang sudah terlalu lama dengan gaya lama.

Gambar via assets.kompas.com

Answered Dec 20, 2016
Nurina Maretha Rianti
Sains dan Teknologi Farmasi, Boulevard ITB

91-e23_GWYi5MP2JUU1tB4QjnJzfTWy0.jpg

Ahok sosok yang unik dan berbeda. Namun, terkadang kita memang butuh orang yang demikian, cukup sukses membenahi Jakarta walau dengan gaya yang cukup keras.

Namun, yang saya soroti adalah tutur kata dari Ahok yang menjadi penyebab mengapa ia dibenci. Mengutip pernyataan seorang politikus, bahwa tidak hanya aksi yang diperlukan, tetapi kata dan tulisan pun perlu diperhatikan, karena kata dan tulisan adalah seminimal-minimalnya karya, karena kata dan tulisan juga dapat menimbulkan perang.

Saya belum membaca buku Ahok yang berjudul Mengubah Indonesia, namun katanya di sana pun sudah ada kata-kata menistakan agama (saya tidak bisa bilang menistakan agama atau tidak karena saya belum baca bukunya).

Jika Ahok lebih rajin menulis mungkin tulisannya bukan hanya dapat mengungkapkan gagasan, tetapi juga melatih bagaimana kita dapat berkata secara terstruktur dan tidak menyinggung.

Ilustrasi via cdns.klimg.com

Answered Dec 29, 2016
Aldila Azam
Calon Penulis, guru kimia, sekaligus mahasiswa

Image result for ahok

Karena Ahok banyak berpihak terhadap pengembang dibandingkan rakyat kecil. Kita mungkin bisa melihat perubahan kota Jakarta sekarang. Tapi sadarkah kita, banyak dari perubahan Kota Jakarta rupanya dibiayai oleh pengembang melalui dana yang Ahok anggap dana CSR. Di satu sisi hal seperti ini terlihat baik. Namun, jika kita cermati, rupanya bentuk-bentuk penyaluran dana seperti ini merupakan korupsi gaya baru. Di mana para pengembang tersebut "dimaklumkan" berbuat kesalahan asal membangun di tempat lain. Jelas yang seperti ini akan banyak merugikan kaum miskin dan marginal di Jakarta. Banyak dari mereka akan kehilangan mata pencaharian demi kesalahan pengembang yang dimaklumkan. Yang seperti ini juga dapat membentuk suatu kaum fanatik pembela Ahok yang mati-matian akan membela Ahok dengan membawa bukti "pembangunan Jakarta" tanpa melihat lagi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di belakang pembangunan tersebut.

Di sisi lain, Ahok juga kurang bisa menjaga mulutnya apalagi jika berkaitan dengan agama. Padahal bukan ruangnya dia berbicara di depan publik mengenai keyakinan orang lain. Lain halnya dengan ustaz yang menyampaikan di dalam masjid, atau pastor yang menyampaikan di gereja. Ahok menyampaikan di ruang publik di mana semua agama bisa menonton dan menyaksikannya. Belum lagi ditambah kata-kata yang vulgar seperti "dibohongi" dan "dibodohi" yang dipergunakan Ahok, tentu saja hal ini sangat melukai toleransi di Indonesia.

Ilustrasi via jakpost.net

Answered Jan 3, 2017
rai nasrullah
Rumah Kepemimpinan Surabaya | Universitas Airlangga

Karena sikap ahok yang mencerminkan kebenciannya terhadap banyak orang, lalu omongan yang tidak dapat disaring ketika berbicara juga dapat membuat orang benci, meskipun ketegasan itu perlu namun tidak dengan cara mengeluarkan ucapan yang tidak baik,

Answered Nov 2, 2017