selasar-loader

Apakah bisa kita menghilangkan seks bebas di kalangan remaja?

Last Updated Nov 18, 2016

8 answers

Sort by Date | Votes
Reza Firmansyah
Mathematician. Writer. Futurist. Trying to leave good marks as my legacy.

VjPPbYMBEwyvqDHyctg1q208x11NRHBt.png

Tidak, namun bisa direduksi. Yang kita bisa lakukan minimal adalah memberikan kesadaran mengenai bahaya seks bebas atau mengenai pentingnya safe sex.

 

sumber gambar: keren.web.id

Answered Dec 15, 2016

3bLkVOKKt7gH6hkDaeOV4wEHL4fnSe1U.jpg

Bisa, tentu saja. Bebas artinya melampaui batas-batas. Untuk menghilangkan seks bebas mestinya harus memperkuat batas-batas. Bisa dengan mengarahkan pergaulan remaja, pakaian, dan mendidiknya dengan baik untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

 

@alek_kaka

 

sumber gambar: satujam.com

Answered Jan 1, 2017
Gregorius Reynaldo
penikmat kopi, pengagum sastra, dan pecinta perempuan

gWQw7ueIJacOqgcsWVeHtNfZ2033j48o.jpg

Saya sendiri dengan realistis akan menjawab jauh lebih rasional meminimalisir seks bebas di kalangan remaja daripada menghilangkannya. Konten-konten seks meski merupakan hal yang tabu dan terkesan terlarang untuk dibahas di ruang publik sejatinya harus disikapi, bukan dihindari. Kecendrungan dari fenomena seks bebas di kalangan remaja adalah pendidikan seks yang kurang terhadap remaja saat masih berada pada fase anak-anak. Saat anak, memasuki fase remaja (15-18 tahun), didorong oleh rasa penasaran yang besar, seks akan menjadi salah kaprah karena kurangnya bekal atau pengetahuan terhadap konten-konten seksual yang seharusnya didapat anak. 

Yang perlu diperhatikan adalah, semakin isu seksual diredam di ruang publik, gejolaknya akan semakin besar saat orang masuk pada ranah privatnya, karena tidak ada kontrol apalagi membekali pendidikan seksual. Jika pertanyaannya adalah masalah apakah bisa, maka menurut saya sulit, tetapi bukan berarti tidak bisa. Dengan fenomena pornografi yang beredar luas di jagat maya, rasa-rasanya sulit untuk mengendalikan fenomena seks bebas ini. Akan tetapi tentu ada cara-cara yang harus dilakukan untuk meminimalisirnya.

Pertama adalah pembekalan pendidikan agama dan pendidikan seksual terhadap anak. Kedua, pendidikan ini dapat ditempuh baik secara formal maupun informal oleh orang tua di rumah, dan oleh guru di sekolah, atau tempat pengajian. Ketiga, kewenangan pemerintah melalui regulasi untuk mengontrol penyebaran konten-konten pornografi baik yang beredar di dunia nyata maupun maya. mengontrol di sini adalah membatasi konten-konten pornografi sesuai dengan umur.

 

sumber gambar: blogspot.com

Answered Jun 19, 2017

Tentu saja bisa. Namun orang dewasa tentunya memiliki peran penting disini. Mengapa?  Karena remaja memiliki rasa penasaran yang tinggi untuk mencoba sesuatu yang baru menurutnya. Orang dewasa yang saya maksudkan disini yaitu mulai dari orang tuanya sendiri ata orang dewasa yang mungkin memang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kita,  misalkan blogger banyak blogger yang mengisikan konten-konten yang tabu dan tidak senonok. Pikirkanlah masa depan bangsa ke depannya karena شبان الوم رجال الغد yang artinya pemuda masa kini adalah pemimpin masa depan

Answered Aug 19, 2017

Pasti bisa. Dengan memperbaiki pola pikir anak2 remaja, mengarahkan mereka kepada aturan2 dan hal-hal yang positif, menegakkan aturan yang resmi bahwa seks bebas dilarang keras! ,membekali nasehat dan motivasi kepada mereka agar terhindar dari seks bebas. Memberi hukuman yang tegas kepada pelakunya agar jera dan kapok. Membentengi para pemuda dgn ajaran islam yang hakiki.

Answered Aug 20, 2017

Nama : Meida Selviani

Fakultas : Adab dan Humaniora 

Jurusan : Tarjamah bahasa Arab 

بسم الله الرحمن الرحيم 

Menurut saya bicara mengenai seks bebas itu bisa dihilangkan,dengan cara 

1. Hindari hubungan dengan lawan jenis, boleh dekat asal ada batasannya. Tak masalah jika kita mempunyai banyak teman laki laki asal kita bisa menjaga diri kita dari perbuatan yang tidak di inginkan. 

2. Jangan berdua duan ditempat yg sepi dengan lawan jenis, karena syetan bisa menggoda manusia dan menghasut fikiran manusia agar bertindak yang tidak tidak

3. Tutupi tubuh dengan cara kita berpakaian yg sopan dan menutup aurat, insyaallah jika kita menutup tubuh kita dengan menggunakan pakaian dan hijab sesuai syariat agama insyaallah laki laki tidak akan berani untuk mendekati kita.

4. Jangan terlalu sering keluar malam sendirian, sekirany kita ingin keluar malam ketika ada kepentingan dan posisiny kita sendirian cari jalan yang sekirany ramai orang.

5. Seks bebas di kalangan remaja bisa timbul karena awal pacaran, yang namany pacaran bisa membuat kita melakukan maksiat dan bisa menimbulkan seks bebas juga. So jadi yang berawal dari PACARAN bisa saja menimbulkan maksiat. Jdi kalau bisa jangan pacaran dulu, langsung aja nikah supaya halal.karena pernikahan adalah salah satu alternatif untuk menghindari dan membentengi kita dari yang namany zina

Answered Aug 20, 2017

Nama : Sofiatul Mardhiah

Fakultas : Sains dan Teknologi

Jurusan : Teknik Pertambangan 

Tidak ada yang tidak mungkin adalah point utama untuk jawaban ini. tetapi kalimat itu hanya berlaku jika para remaja sudah bertekad untuk benar-benar menghindarinya. para remaja mungkin pada awalnya hanya merasakan rasa suka pada lawan jenisnya. mereka hanya ingin menunjukan perasaannya itu. nah peran orang tua disini sangatlah besar. orang tua harus mendampingi anaknya agar anaknya bisa mengetahui batas batas yang pantas untuk orang seusia mereka. peran si anak juga dibutuhkan di sini. hubungan anak-orangtua memang seharusnya saling terbuka. sehingga mereka bisa saling memahami kapan harus bertindak begini, kapan harus bertindak begitu. jika anak tidak terbuka pada orangtua, orang tua tidak akan bisa menjalankan perannya semaksimal mungkin. 

pendidikan agama juga perlu ditanamkan kepada si anak sedini mungkin. jangan sampai mereka terbiasa melakukan dosa dosa kecil, seperti berbohong, atau hal-hal lainnya. karena dosa dosa kecil jika mereka sudah terbiasa melakukannya, tidak ada perasaan bersalah sedikitpun untuk melakukan dosa lainnya. tanamkan bahwa kita harus selalu berjalan di aturan allah. 

#pbakuinjkt2017

Answered Aug 20, 2017

Nama : indah putri elfinas

Nim : 1117025000034

Jurusan : ilmu perpustakaan

Tentu bisa. Bahkan sangat amat bisa. Remaja saat ini terkena seks bebas itu dikarenakan nilai-nilai agama yang masih sangat kurang mereka dapatkan dan terapkan. Hal tersebut pun tidak bisa salahkan sepenuhnya kepada remaja. Peran orang tua pun sangat amat penting dalam menghilangkan seks bebas di kalangan remaja. Banyak sekali yang bisa dilakukan. Namun, hal utama yang harus di lakukan adalah pendekatan antara orang tua dengan anak lalu pemberian nilai-nilai agama

Answered Aug 20, 2017