selasar-loader

Lagu Jamal Mirdad apa yang paling Anda sukai? Mengapa?

Last Updated Feb 2, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Pepih Nugraha
Lagu adalah "seseorang" yang layak dicintai, ia hidup bukan benda semata

I7jElmgszs_5Lv2RM29X3R68IjwkVPHS.jpg

Mungkin orang akan tertawa saat saya mengaku bahwa saya pecinta lagu-lagu Jamal Mirdad. Nah loh, siapa penyanyi bernama Jamal Mirdad itu!? Anak-anak milenial tentu tidak bakal mengetahuinya, tetapi sebagai orang yang pada masa 35 tahun lalu beranjak akil baligh mengenal Jamal lewat lagu-lagunya, saya tidak akan melupakan album pertamanya yang pertama keluar tahun 1981 berjudul "Hati Selembut Salju". 

Saya sampai ingat tahun keluarnya album tersebut, sebab saat berdarmawisata ke Tangkuban Parahu bersama rombongan, termasuk almarhumah ibu saya, sepanjang perjalanan Tasikmalaya-Lembang, suara Jamal Mirdad menemani perjalanan kami. Bagaimana tidak menancap di hati dan otak, coba!

Hampir sebagian lagu-lagu Jamal di album pertamanya itu didominasi lagu karangan A. Riyanto. Jika ditanya mana yang paling suka, hampir semua lagu-lagunya saya suka. Tetapi perhatian dan pendengaran saya tertuju pada lagu "Cinta Yang Hitam", kisah percintaan seorang narapidana yang dihukum seumur hidup dengan seorang perempuan yang ternyata sabar menanti sampai sang narapidana menghabisi masa tahanannya. Lagu yang sederhana dari A. Riyanto.

 

Inilah penggalan akhir lagu "Cinta Yang Hitam" yang masih saya ingat dengan baik. 

tujuh tahun insyaflah dia datang juga hari indah
di pagi yang berseri burung burung merdu bernyanyi
dipekuk mesra kekasih hati
menangis tak berhenti

Di album pertama itu juga ada lagu berjudul "Anita", yang mengilhami saya membuat cerita bersambung di mana ide ceritanya diambil dari lirik lagu itu. Akan tetapi yang menarik, beberapa albumnya yang keluar kemudian selalu terdapat kata "Hati"-nya. Boleh jadi mengekor sukses album pertama yang meledak di pasaran kaset saat itu. Misalnya album "Hati Lebur jadi Debu", "Hati Seorang Kawan Baru", "Hati Kecil Penuh Janji", dan "Hati Seteguh Karang".

Album "Hati Seorang Kawan Baru", mungkin album kedua atau ketiga bertepatan dengan percintaan yang dahsyat dan mengharu-biru antara saya dengan gadis sekampung anak tetangga. Semua lagu dalam album itu menjadi kenangan tersendiri. Jamal Mirdad yang saya dengarkan lewat audio tape dan walkman, serasa "Si Dia" tetap berada di samping, meski yang saya peluk sekadar guling! Dengan lagu-lagu yang mendayu-dayu itu, saya ingin esok segera tiba untuk menemuinya kembali, untuk menghirup aroma tubuhnya lagi.

Namun dari semua, lirik yang paling saya hapal adalah sebuah penggalan dalam lagu "Hati Kecil Penuh Janji". Lirik itu berbunyi begini:

walau baru kuucap sekali cintaku putih dan abadi
aku tak peduli kau milik siapa menyinta itu bukan dosa

Bagi saya lirik itu sedemekian dahsyat. Saya kunyah sampai beberapa tahun kemudian dan saya tersenyum sendiri mendengar penggalan "aku tak peduli kau milik siapa, menyinta itu bukan dosa". Sebuah keberanian yang heroik bin epic soal bercinta pada zamannya.

Album lainnya adalah "Nathalia" alias "Di Balik Rindu Ada Dusta" yang saya dengar saat saya duduk di bangku universitas di awal tahun 1985. Setelah itu, saya tidak mengikuti lagu-lagunya lagi. Jamal Mirdad sibuk sebagai aktor di mana dia bertemu Lydia Kandou yang kemudian dijadikannya istri. Belakangan saya dengar Jamal Mirdad menjadi politisi Partai Gerindra dan duduk sebagai Anggota DPR.

Apapun profesi dan keadaannya sekarang, saya tetap ngefans kepada Jamal Mirdad. Lagu-lagunya seperti menghuni salah satu bilik hati yang saat itu terbuka lebar dan kini tertutup rapat.

Answered Feb 2, 2017