selasar-loader

Apa perbedaan antara jurnalisme televisi dan jurnalisme cetak?

Last Updated Nov 18, 2016

8 answers

Sort by Date | Votes
Pepih Nugraha
Mengikuti perkembangan gaya hidup setelah membaca buku Jean Baudrillard

Hasil gambar untuk jurnalisme

Sumber gambar: https://image.slidesharecdn.com/jurnalismedasar-140827053601-phpapp01/95/jurnalisme-dasar-2-638.jpg?cb=1409117871 (SUM)

Jurnalisme televisi adalah proses produksi dan pembuatan berita di Newsroom, mulai dari "menggoreng" isu, perencanaan liputan, menentukan narasumber, wawancara, pengumpulan hasil liputan, proses editing, sampai penayangan di televisi. Media yang digunakan adalah media elektronik, yaitu televisi dengan "pembaca" berita yang disebut pemirsa.

Jurnalisme cetak adalah proses produksi dan pembuatan berita di Newsroom (Redaksi), mulai dari pengumpulan bahan, "penggorengan" dan pendalaman isu, menentukan "agenda setting", merencanakan peliputan, wawancara, penulisan berita, pengeditan, berlanjut ke proses produksi di percetakan, sampai ke pendistribusian agar media berupa koran (cetak) bisa sampai ke tangan pembaca.

Jurnalisme televisi menghasilkan tayangan berita di media elektronik (televisi) sedangkan jurnalisme cetak menghasilkan tulisan/berita di media cetak dalam hal ini koran atau majalah berita.

Answered Nov 24, 2016

Kalau televisi lebih mengedepankan sisi gambar. Kalau cetak lebih kepada Narasi. 

Answered Jan 12, 2017

cuma beda pada medium nya saja, mereka tetap melakukan tugas2 sesuai prinsip jurnalistik secara umumnya. menyangkut skill jurnalistiknya, jurnalisme cetak memiliki kemampuan yang cukup variatif, karena dia juga harus punya skill menulis berita, mengolah kata secara lugas, cerdas dan bernas.

Answered Jan 13, 2017

tidak ada perbedaan mendasar dalam proses kerja kerja jurnalis, hanya pada jenis media dimana media televisi mengedepankan visual smentara untuk media cetak hanya narasi

Answered Jan 17, 2017
Wilingga Wilingga
Menulis, menulis, menulislah

Jurnalisme Televisi lebih cepat tayang dibanding Jurnalisme cetak. Namun, Jurnalisme cetak tidak bisa juga ketinggalan berita. Hal yang paling mudah untuk tetap menarik seorang pembaca supaya tetap mau membaca tulisan kita walau sudah lama adalah dengan cara memperbanyak konteksnya. Misalnya Majalah Tempo, walau mereka cetak seminggu sekali, namun konten dari beritanya mereka perbanyak. artinya Tempo menggali dari segala sisi untuk memberitakannya.Hasilnya, walau mereka cetak sekali seminggu, namun isi tulisannya tidak membuat pembaca bosan karena memiliki kebaruan.

Answered Jan 17, 2017
Syaifuddin Sayuti
Happy Holiday...

k8pc42PTeTNt6p4O7BREJtUPkRShA4Dj.jpg

via nyfa.edu

Secara prinsipil, jurnalisme media elektronik (termasuk televisi/TV) dan media cetak sebenarnya tidak berbeda jauh, karena dua-duanya masih berada dalam lingkup media. Keduanya sama-sama mengabarkan realitas, entah itu realitas murni ataupun yang sudah dibingkai sedemikian rupa.

Namun, cara kerjalah yang membedakan kedua platform jurnalistik ini. Jurnalisme cetak mengutamakan kedalaman berita. Semua isi yang naik cetak selalu diupayakan diangkat dari berbagai sisi dengan wawancara yang lebih mendalam dan menghadirkan beragam pihak. Ini bisa dilakukan karena media cetak terbit sehari sekali. Waktu kerja bagi jurnalisnya pun lebih panjang. Jurnalis cetak bisa melakukan verifikasi berlapis jika data yang mereka dapatkan di lapangan kurang sahih atau membutuhkan keterangan dari pihak lain yang kompeten.

Sebaliknya terjadi pada jurnalisme TV. Jurnalisme TV mengutamakan kecepatan karena penayangan berita bisa dilakukan kapanpun dalam jangka waktu berdekatan. Tak perlu menunggu sehari, berita tv bisa dinikmati pagi, siang, sore, malam, bahkan subuh sekalipun. Ini mempengaruhi ritme kerja para jurnalisnya. Karena harus terus melakukan updating peristiwa, seringkali berita yang tayang tidak lengkap, baru di permukaan tapi sudah ditayangkan. Semua karena faktor 'kecepatan' tadi sehingga mereka abai dengan kedalaman.

Tapi apapun jenis jurnalismenya, baik cetak ataupun TV, mestinya disiplin verifikasi tetap dijadikan pegangan. Hal itu diperlukan agar berita yang ditayangkan maupun dimuat tidak menimbulkan kesalahan tafsir maupun pertanyaan baru.

Answered Feb 7, 2017
Mario Natalino
Mahasiswa Komunikasi Jurusan Jurnalistik IISIP Jakarta

72ZuHnCo32ZMPMtKLbcb73Pqo3FLV6Re.jpeg

via tempo.co (FR)

Jurnalisme televisi dan jurnalisme cetak tentu saja memiliki perbedaan meskipun keduanya adalah visualisasi karya jurnalistik yang menggunakan medium (alat). Isi yang ditampilkan pun tidak ada yang berbeda, hanya sudut pandangnya saja yang berbeda.

Jurnalisme televisi sudah pasti memiliki keunggulan, dari sisi tampilan konten, televisi unggul karena penyajiannya dalam bentuk gambar dan suara. Disamping itu televisi jarang sekali menyajikan informasi (dalam naskah berita) seperti jurnalisme cetak yang identik dengan mendalami suatu peristiwa atau pendapat atau peristiwa pendapat, meskipun ada juga yang namanya program investigasi. Dan televisi membutuhkan banyak transisi gambar agar khalayak atau audiens tidak bosan ketika menyaksikan tayangan televisi.

Televisi juga unggul dengan periodesasi terbit yang cepat (aktual dan faktual) sehingga jurnalisme cetak tak dapat mengejar hal ini. Dalam membuat program berita mereka menerapkan sistem news bulletin yang ditentukan berdasarkan waktu pagi, siang, petang, dan malam.

Jurnalisme cetak merupakan cikal bakal awal dari munculnya jurnalistik. Dari masa ke masa jurnalisme cetak setia menemani para pembacanya. Jurnalisme cetak identik dengan periodesasi terbit harian, mingguan, dan bulanan. Kontennya dibagi ke dalam beberapa rubrik (tema berita) yang memuat informasi berbeda satu dengan yang lainnya. Kedalaman informasi yang membuatnya berbeda dengan jurnalisme lain, dan juga cara mengambil sudut pandang berita agar beritanya tetap laku di pasaran.

Meskipun hanya mengandalkan tulisan, jurnalisme cetak mampu memberikan sisi lain dari suatu peristiwa, bukan hanya inti peristiwa pokok saja yang dapat menjadi informasi, sisi lain pun perlu diketahui.

Itulah perbedaan antara jurnalisme televisi dan jurnalisme cetak yang dapat saya paparkan, semoga bermanfaat.

Answered Apr 7, 2017
Anta Kusuma
Masih Homo Sapiens

qDYPQIlanIttXTPpxpnlmuBl0rwwKXhE.jpg

Salah satu bedanya ada di konten. Yang pertama bergerak, yang kedua tidak, sehingga diperlukan metode pembuatan berita yang agak berbeda.

Untuk kedalaman berita, dua-duanya bisa dalam, sedalam pengetahuan yang membuat beserta tim pendukung:)

 

sumber gambar: wordpress.com

Answered May 31, 2017

Question Overview


11 Followers
2272 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Bagaimana menjaga objektivitas seorang Jurnalis?

Benarkah peran media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Benarkah peran media arus utama atau media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Kenapa pemberitaan setiap media nasional memiliki perspektif berbeda?

Siapa Itu Sukarni Ilyas yang dikenal dengan nama "Karni Ilyas"?

Siapa itu Pepih Nugraha?

Apa yang dimaksud dengan 5W 1H dalam menulis berita?

Apa yang disebut "Nilai Berita" atau news value?

Siapa Jakob Oetama dalam dunia jurnalistik dan media Indonesia?

Apa yang membuat serial Keluarga Cemara enak ditonton?

Apakah perbedaan news anchor dan news presenter?

Kenapa acara TV di Indonesia banyak yang tidak mendidik?

Apa yang membuat acara ILC TvOne begitu menarik dilihat banyak orang?

Apa rahasia sukses suatu talkshow televisi?

Bagaimana cara jadi presenter televisi?

Bagaimana nasib industri televisi di tahun-tahun mendatang?

Bagaimana tips dan trik melahirkan ide dalam membuat program televisi yang diminati khalayak?

Apa program televisi terbaik sepanjang sejarah pertelevisian Indonesia menurut Anda?

Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?

Mengapa media disebut "Pilar Keempat" dalam demokrasi?

Apa pendapatmu tentang isu-isu yang berkembang di media mainstream belakangan ini?

Apa pendapatmu tentang media cetak sekarang?

Siapakah yang mempopulerkan "Om Telolet Om"? Mengapa bisa populer di kalangan netizen?

Apakah skill atau keahlian paling utama yang harus dimiliki seorang pemimpin redaksi?

Apa yang membuat Harian Kompas sebagai media cetak lebih unggul dan bernilai dibanding media cetak lain?

Apa yang membuat Harian Republika sebagai media cetak lebih unggul dan bernilai dibanding media cetak lain?

Apa yang membuat Harian Media Indonesia sebagai media cetak lebih unggul dan bernilai dibanding media cetak lain?

Apa yang membuat Anda kecanduan media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Instagram?

Apa yang dimaksud "fact is sacred" dalam menulis berita?

Apa yang dimaksud "Cub Reporter"?

Apa yang disebut "Hook" dalam menulis berita?

Apa yang dimaksud "Firsthand Account" dalam meliput peristiwa?

Bagaimana membedakan antara "Firsthand Account" dan "Secondhand Account" dalam menulis berita?

Siapakah Trias Kuncahyono?

Efektifkah aksi boikot Metro TV melalui Petisi?

Model bisnis apa saja yang biasa dilakukan oleh media online?