selasar-loader

Kenapa orang Indonesia keturunan Arab sering lebih dianggap orang asli Indonesia dibandingkan orang Indonesia keturunan Cina?

Last Updated Feb 1, 2017

4 answers

Sort by Date | Votes
Anonymous

Karena orang Arab beragama Islam dan Islam adalah agama mayoritas di Indonesia.

Answered Feb 3, 2017
Anonymous

giJvnJCAaCTBbfmVBxg072GwOpjGB7cA.jpg

Kepala masyarakat Arab di Tegal pada awal abad ke-20 (Tropenmuseum)

Sejujurnya ketika masih kecil, saya juga sempat berpikir demikian walaupun dengan kata-kata yang lebih sederhana; mengapa keturunan Arab lebih mudah nyampur daripada keturunan Tionghoa?

Pada perjalanannya, saya kurang setuju dengan anggapan bahwa orang Indonesia keturunan Arab lebih sering dianggap sebagai orang asli Indonesia alih-alih orang Indonesia keturunan Tionghoa. Menurut saya, itu bukanlah faktor utama.

Pada periode kolonisasi Belanda (saya tidak ingat tahunnya, semoga ada rekan yang bersedia melengkapi), orang Arab tidak benar-benar blended dengan pribumi. Alasannya adalah eksklusivitas mereka yang 'didukung' oleh Belanda. Pemerintahan kolonial saat itu membuat kantong-kantong pemukiman (enclave) berdasarkan entitas sosial mereka. Karena itulah kita mengenal daerah-daerah seperti Kampung Jawa, Kampung Ambon, Kampung Makasar, Kampung Melayu, dan sebagainya. Komunitas Arab saat itu, selain hidup di kantong pemukiman, juga bersikap tertutup (eksklusif) terhadap pribumi, seakan-akan ada semacam batasan kelas sosial sebagai berikut.

  1. Eropa, yang didominasi oleh orang Belanda selaku bagian dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda beserta sanak keluarganya.
  2. Timur Asing (Vreemde Oosterlingen), yang terdiri dari bangsa Arab dan Tionghoa dan sebagian besar berprofesi sebagai pedagang dan dengan demikian relatif mengendalikan perekonomian Batavia.
  3. Pribumi (inlander), pihak yang berada di kasta terbawah dan sebagian besar bekerja sebagai budak/buruh/tenaga kasar, kecuali yang cukup beruntung lahir dari kalangan ningrat.

Saya tidak ingat kapan persisnya eksklusivisme Arab di Nusantara berkurang. Namun yang jelas, ada periode pada abad 18 ketika orang Arab yang berasal dari Hadramaut tidak banyak melakukan pernikahan dengan orang pribumi. Mereka cukup eksklusif, tidak seperti pendahulu mereka yang menjadi pioneer dengan membuka jalur perdagangan di Nusantara dan menikahi wanita-wanita pribumi sambil menyebarkan agama Islam. Padahal, mereka sama-sama Islam sebagaimana masyarakat pribumi.

Jadi, agama bisa menjadi salah satu faktor, tapi bukan faktor signifikan. Diperlukan jawaban dengan pendekatan sosiologis, saya kira, untuk menjawab pertanyaan ini. Diperlukan pula pikiran yang dingin dan adil untuk menerima faktanya.

Namun, satu hal yang saya yakini sebagai hukum besi; proses asimilasi selalu dimulai dari upaya membuka diri. Bila ini tidak dilakukan dengan serius, hanya sekedar semboyan di berbagai televisi maupun media massa lainnya, eksklusivismelah yang akan menang. Pada akhirnya, mimpi asimilasi orang Indonesia keturunan Cina selamanya hanya akan menjadi mimpi.

Answered Feb 3, 2017
Ibnu Zubair
Menolak tua dengan rutin tertawa

dYTTWLJS0OzVYHQrzd5qeFrS0F03nj9_.jpg

Sederhananya seperti yang telah dikemukakan oleh penulis sebelumnya, karena agama orang arab itu Islam dan mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim. Faktor agama ini sangat dominan. Hal itu terbukti dengan banyaknya aksara Arab dalam arsip administrasi surat menyurat dan dokumentasi lainnya yang kita jumpai. Bahkan, alat tukar seperti uang sempat dibubuhi tulisan Arab, meskipun bacaannya Melayu. 

Selain itu, orang-orang Arab yang datang segera berbaur dengan penduduk lokal. Bahkan di antara mereka, ada yang menikah dan beranak pinak dengan orang-orang lokal di Indonesia. Proses kawin campur itu telah melahirkan pembauran budaya yang membawa keturunan Arab menjadi pribumi dan dianggap telah seperti orang pribumi oleh kebanyakan orang Indonesia. 

Belum lagi dengan bahasa Arab yang merupakan bahasa formal dalam untaian doa-doa. Faktor ini telah menjadikan orang Arab semakin digandrungi oleh penduduk lokal.

Hal-hal itu telah mengokohkan "pribumisasi" orang-orang Arab.

Hal berbeda terjadi pada keturunan Cina. Mereka hadir dengan dua kesan sekaligus; jagoan dan saudagar. Kesan yang menunjukkan kedigdayaan dan penguasaan ekonomi. Sebagai jagoan, mereka memiliki ilmu bela diri yang baik sehingga ahli-ahli bela diri lokal bisa dikalahkan (meski tidak semuanya). Kemudian, kemahiran dalam berniaga telah menghantarkan orang-orang Cina mendapat pengaruh yang luas.

Tapi, itu kesan yang subjektivitasnya sangat tinggi. Saat ini, semuanya telah dikendalikan oleh peraturan perundang-undangan. Apapun keturunan dan asal muasal seseorang, selama telah menjadi warga negara Indonesia, ia harus tunduk pada hukum Indonesia dan mendapat perlindungan hukum di Indonesia.

Answered Mar 20, 2017
Ray Rahendra
digital strategist, writer, Juventus, marketeer

o3IKDHl04SkUpoAhN5QihXEBkuorOYXz.jpg

Karena sebagian dari kita masih sangat mudah dipengaruhi dengan citra, stiker, dan predikat. Predikat orang Arab adalah sama karena memiliki satu agama. Citra orang Cina adalah pelit. Stiker keduanya adalah orang Cina itu pendatang dan orang Arab adalah pribumi.

Pencitraan sudah ditanam entah dari kapan tau sampai akhirnya menurun ke beberapa turunan dan sampailah kepada kita. Sudah berapa kali, coba, kita dengar omongan seperti "Orang Cina pasti kaya" atau "Oh orang Cina sih, pasti punya usaha. Karyawannya orang lokal." Sering, toh? Saya sering. Dari mulai nenek, tante, om, dan teman menceritakan hal yang sama. Intinya adalah memberi stiker, memberi citra, memberi predikat.

Hal yang sama berlaku pada keturunan Arab di Indonesia. Karena agamanya sama, karena budayanya (banyak yang merasa) sama, mereka jadi dianggap orang asli Indonesia. Padahal, gak gitu juga.

Saya pribadi gak memihak kemana-mana, sih. Selama orang itu memang tinggal di Indonesia secara resmi, punya KTP, punya KK, ya sudah. Mereka orang Indonesia. Wong semuanya sama, kok. Ya, tho? Lagipula, saya percaya, baik-buruknya orang itu kembali pada pribadinya masing-masing. Mau seagama, mau serumpun, kalau memang hatinya jahat, ya pasti jahat. Mau orang Cina atau orang Jepang sekalipun kalo memang niatnya jelek, ya pasti jelek. Mau itu orang pribumi sekalipun kalo memang berniat merugikan, ya pasti merugikan. Jadi, intinya kembali lagi ke persona masing-masing orang.

4MMGXPxMiiQvDseAaykmJg9TDuDn2I9X.jpg

Akhirnya, semoga generasi sekarang bisa menghapuskan citra, stiker, dan predikat yang udah ada dari puluhan tahun lalu, yang kalo saya runut, timbul karena iri dan kecemburuan sosial.

Saya selalu mengajarkan begini ke setiap teman yang selalu melihat orang Cina dengan kesal dan selalu memandang orang Arab dengan girang, "Coba kau lihat orang Cina seperti kau sedang melihat orang Arab, dan coba kau pandang orang Arab sebagaimana kau sedang memandang orang Cina".

Answered Mar 22, 2017

Question Overview


5 Followers
3493 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Apa fakta sejarah Indonesia yang penting namun belum banyak diketahui masyarakat Indonesia sendiri?

Kenapa Islam begitu mudah dan cepat diterima di sebagian besar wilayah Indonesia?

Siapa manusia/bangsa pertama di Indonesia?

Siapa pejuang/pahlawan Indonesia yang paling Anda hormati?

Bagaimana nama Indonesia tercipta?

Apa yang kita bisa pelajari dari Perang Diponegoro yang sangat legendaris itu?

Mengapa Snouck Hurgonje mampu melakukan infiltrasi sedemikian dalam terhadap tubuh umat Islam Indonesia?

Mengapa penyebaran agama Islam di Indonesia mampu dilakukan tanpa jalur peperangan?

Apakah benar Pattimura beragama Islam dan apa bukti yang melandasinya?

Apakah benar Sisimangaraja XII beragama Islam dan apa bukti yang melandasinya?

Bagaimana kaitan antara genre film favorit dan budaya setiap negara?

Apa itu Mazhab Frankfurt?

Bagaimana perkembangan Mazhab Frankfurt dalam konteks budaya populer?

Apa yang dimaksud dengan Teori Fetisisme Komoditas?

Apa perbedaan antara budaya massa dan masyarakat massa?

Apakah kaitan antara budaya massa dan amerikanisasi?

Apa pendapat Anda tentang amerikanisasi dan kritik atas Teori Budaya Massa?

Bagaimana pengaruh industri budaya terhadap musik pop?

Apakah kaitan antara James Bond dan strukturalisme?

Bagaimanakah konsep hegemoni Gramsci?

Apa sajakah pengaruh D-Day bagi Sekutu pada Perang Dunia II?

Bagaimana dampak D-Day bagi Jerman pada Perang Dunia II?

Apakah kesalahan fatal Hitler yang membuat Jerman kalah pada Perang Dunia II?

Mengapa Perang Dunia II terasa lebih populer daripada Perang Dunia I?

Pesawat paling canggih apa yang tercipta saat Perang Dunia II?

Berapa banyak korban pada Perang Dunia II?

Mengapa tentara Rumania dan Italia gagal menahan serangan Soviet di Stalingrad?

Pesawat tempur apa yang paling ditakuti saat Perang Dunia II?

Pesawat bom apa yang paling berbahaya saat Perang Dunia II?

Pesawat buatan Amerika Serikat atau Jerman yang lebih canggih pada Perang Dunia II?

Apa yang menyebabkan orang takut menikah?

Mengapa tingkat survival warga minoritas lebih tinggi/ulet di tengah kehidupan warga mayoritas?

Bagaimana orangtua harus bersikap ketika anak satu-satunya atau salah satu anaknya menyatakan pindah agama yang berbeda dari agama orangtuanya?

Bagaimana wajah dunia dan negara-negara dunia jika hidup tanpa agama?

Apakah keperawanan (virginity) bagi seorang perempuan masih penting untuk memasuki jenjang pernikahan?

Mungkinkah manusia hidup tanpa orang lain?

Bagaimana rasanya hidup di lingkungan penuh konflik?

Apa saja tantangan menjadi kaum minoritas di Jakarta?

Bagaimana menjelaskan fenomena pemuda yang mengejar "Telolet" bus di jalanan?

Apa yang menyebabkan manusia selalu menilai dari apa yang dia lihat?

Mengapa 7 negara Arab memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar?

Apakah Arab Saudi bisa disebut sebagai Khilafah Islamiyah?

Apakah keretakan antara Qatar dengan negara-negara Arab dimulai oleh kudeta Sheikh Hamad bin Khalifa? Berikan alasanmu.

Mengapa Muhammadiyah dan NU bisa rukun di Indonesia, tidak seperti di Arab yang ribut terus?

Apa yang membuat Israel menang dalam perang melawan gabungan negara-negara Arab?

Mengapa Israel dalam beberapa dekade menjadi maju sekali jauh meninggalkan negara-negara arab di sekitarnya?

Faktor apa yang paling menentukan kemenangan umat Islam pada perang Badr?

Faktor apa yang paling menentukan kekalahan umat Islam pada perang Uhud?

Di manakah saat ini posisi geografis wilayah Kaum Ad yang dilaknat Tuhan karena penyimpangannya?

Seberapa nasionaliskah keturunan Cina di Indonesia?

Apa sajakah perbedaan yang mencolok di antara Cina-Indonesia dan Cina asli?

Kenapa China bisa menjadi negara yang sangat kuat sekali?

Apa persepsi Anda mengenai Republik Rakyat China?

Apa beda Wushu dengan Kungfu?

Apa kesulitan terbesar saat Anda belajar bahasa Cina?

Mengapa Cina berhasil mengajak rakyatnya untuk beralih menggunakan media sosial buatan negaranya?

Makanan Cina apa yang Anda rekomendasikan? Mengapa?

Bagaimana gaya hidup orang-orang Cina di Batavia pada abad ke-20?