selasar-loader

Apa nasihat terbaik yang pernah Anda dapatkan dari ayah Anda?

Last Updated Feb 1, 2017

Orang yang paling banyak memberikan kita nasihat sebagai bekal hidup adalah sosok ibu dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, ayah terkesan lebih sibuk dengan pekerjaannya tanpa menghiraukan keberadaan kita. 

12 answers

Sort by Date | Votes
Zulfian Prasetyo
Tertarik pada gaya hidup sehat dan pernak-pernik keseharian lainnya.

6xAF62i_UxLvufEtR4D_c3sCKNrm-uu9.jpg

Memang benar, ayah saya (juga mertuanya yang berarti kakek saya) cukup sibuk dengan pekerjaannya sehari-hari. Beliau bahkan bisa beberapa hari tidak pulang ke rumah bila sedang ada tugas negara.

Namun, setidaknya ada satu nasihat yang saya ingat darinya. Yaitu untuk bersikap tabah dalam menghadapi cobaan hidup.

Nasihat itu diberikan olehnya ketika saya berusia 18 tahun. Waktu itu, seorang wanita membuat semacam proyek rahasia untuk ulang tahun saya. Dia membeli satu buku (agenda, kalau tidak salah), lalu meminta orang-orang terdekat untuk memberikan nasihat-nasihatnya untuk saya, termasuk orang yang saya sebut Bapak.

Saya tidak ingat bagaimana narasi presisinya, namun Bapak memberi pesan pada saya untuk bersikap tabah dalam menjalani hidup. Entah ini kode nubuwat masa depan atau memang kebetulan saja, tahun-tahun saya setelahnya memang relatif lebih sulit. Ini, barangkali, yang membuat nasihat Bapak begitu membekas di benak saya.

Ketabahan, menurut saya, sama pentingnya dengan kedisiplinan. Ketabahan membuahkan ketenangan. Ketenangan membuat Anda dapat berpikir lebih jernih sehingga proses pengambilan keputusan (decision making) dapat dilakukan dengan lebih baik. Kita tahu sepenting apa kemampuan itu bagi seorang pemimpin.

Ketabahan juga membuahkan konsistensi sehingga penting dalam mendukung kedisiplinan. Bila Anda ingin menjadi seorang outlier atau setidaknya menganut hukum 10 ribu jam Malcolm Gladwell, konsistensi ini elemen penting. Tidak bisa ditinggalkan. Akarnya adalah ketabahan.

 

Nasihat ini, pada akhirnya, akan saya teruskan kepada anak saya. Tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-18.

Answered Feb 1, 2017

11o27Xa-3rIKd2vva4R-bafvFiSwVk_X.jpg

Ayah saya sangat pendiam. Dia tidak pernah memberi nasehat. Bahkan ketika marah, dia hanya terdiam. Akan tetapi, sikapnya yang selalu tegar, tabah, dan senantiasa mendukung keputusan anak-anaknya yang positif membuat saya selalu ingin menjadi seperti dia. Ketika keputusan anaknya ada yang membuat dia ragu, dia hanya berkata, "Coba pikirkan lagi lebih jauh."

Answered Feb 9, 2017
Amril Taufik Gobel
Suka mendengarkan nasihat yg baik

HmyIXqsktk3z96jCbebvXsJCdbWhuxj9.jpg

Saya selalu terpukau pada kemampuan Ayah merawat tanaman.

Pada saat pulang ke Makassar November tahun lalu, saya kaget melihat bibit bunga Anthurium yang beliau bawa saat menengok kami sekeluarga di Cikarang 10 bulan sebelumnya sudah beranak pinak dan tumbuh subur di beberapa pot yang diletakkan di depan rumah orang tua saya itu (Perumahan Bumi Antang Permai Makassar).

Beberapa pot tanaman hias terlihat “mejeng” secara atraktif, memperlihatkan bunga-bunganya yang bermekar indah, sementara pot-pot kecil tanaman kaktus berjejer rapi di sebuah rak tersendiri yang disediakan khusus dan diletakkan di bagian atas. Sungguh sangat indah untuk dinikmati.

Saya masih ingat betul, saat kami masih tinggal di Bone-Bone dulu, ayah saya begitu tekun memelihara tanaman di samping rumah dinas yang kami huni. Kebetulan terdapat tanah kosong yang cukup luas dan di sana, selain tanaman hias, juga ada ketela rambat, pisang, serta singkong.

Karena tinggal di daerah yang terpencil, kerapkali gaji ayah saya datang terlambat. Kami lalu memanfaatkan hasil kebun berupa singkong dan ketela rambat itu sebagai makanan kami. Ibu saya yang jago memasak meramunya begitu dashyat menjadi makanan yang menggugah selera.

Beberapa kali saya membantu Ayah menanam tanaman-tanaman tersebut dikebun. Sensasinya terasa luar biasa saat Ayah mengajak saya dan Budi, adik saya, menarik keluar pohon singkong yang sudah besar. Kami bersusah payah mencabutnya hingga ngos-ngosan. Saya bahkan beberapa kali menariknya sampai terjatuh. Kami tertawa riang dan akhirnya Ayah ikut membantu kami lalu memberikan aba-aba untuk bergerak.

bungapapa-1.JPG?et=qqtAZJrVw%2Ch2wxsvA5U

Tepat pada hitungan ketiga, pohon singkong itu akhirnya benar-benar tercabut dengan sukses. Budi sampai ikut terjengkang sementara saya sempat limbung ke kanan sebentar karena beratnya singkong yang kami cabut itu. Kedua adik perempuan kami yang masih kecil-kecil dan yang sedang menonton dari kejauhan tertawa terpingkal-pingkal melihat kedua kakaknya “kalah” bertarung “melawan” pohon singkong. Mereka berdua lalu bertepuk tangan penuh suka cita didampingi ibu kami yang tersenyum manis.

Rasa puas membuncah di dada, apalagi bila menyaksikan singkong hasil panen kami berbuah cukup besar. Keletihan kami sirna oleh kegembiraan atas kerja bersama dalam suasana riang penuh keakraban.

Saya segera membayangkan Ibu nanti akan membuat kolak singkong atau sup ubi kegemaran kami. Hidangan sederhana yang justru merupakan sebuah sajian sangat mewah buat kami yang tinggal di desa (ah..sambil menulis ini, mata saya tiba-tiba basah mengingat masakan khas ibunda terkasih yang sungguh nikmat disantap karena dimasak dengan penuh rasa cinta).

Kini, setelah beliau pensiun, selain memancing ikan di kolam khusus pemancingan di dekat rumah, Ayah tidak pernah melupakan hobinya merawat tanaman.

“Merawat tanaman itu seperti merawat cinta. Diperlukan ketekunan dan ketelatenan setiap hari untuk melakukannya dan ini juga yang ayah dan ibumu lakukan untuk selalu merayakan kasih sayang di antara kami, juga buat kalian, setiap hari,” kata Ayah suatu waktu.

Saya terenyuh. Sebuah filosofi hidup yang sederhana, namun dalam dan memikat.

Sambil mengelus daun Anthurium kesayangannya, Ayah melanjutkan, ”Senang sekali rasanya melihat tanaman yang Papa dan Mamamu rawat ini tumbuh subur. Sama seperti kebanggaan kami, orangtuamu, melihat kalian semua, anak-anak kami, tumbuh besar, berkeluarga, dan memberikan cucu-cucu yang lucu-lucu. Kebahagiaan yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata,” ujar ayah saya dengan mata berbinar.

Saya tiba-tiba teringat tulisan Arvan Pradiansyah dalam bukunya, “The 7 Laws of Happines, Tujuh Rahasia Hidup yang Bahagia” (Kaifa,2008) tentang cinta yang menumbuhkan. Menurutnya, seorang ibu yang mencintai anaknya akan merawat sang anak penuh kasih sayang. Ia menjaga anaknya, bahkan bisa terbangun hanya oleh suara paling halus yang digumamkan oleh anaknya. Si ibu mengorbankan dirinya, kesehatannya, waktunya, dan seluruh hidupnya hanya demi pertumbuhan anak yang dicintainya.

Dalam cinta yang menumbuhkan, kata Arvan, kebahagiaan tertinggi tidaklah dicapai ketika orang yang kita cintai membalas cinta dan kasih kita. Kebahagiaan tertinggi tercapai melalui pertumbuhan itu sendiri. Bahkan secara lebih esensial lagi, kebahagiaan itu sebenarnya berkaitan dengan tindakan menumbuhkan itu sendiri, terlepas dari bagaimana hasil yang akan kita dapatkan kelak.

Inilah cinta yang sejati, sebuah cinta yang tidak memaksakan kehendak. Cinta yang membebaskan. Cinta yang memampukan, menyadarkan, dan memberdayakan. Semuanya itu diawali dengan pemahaman atas apa yang perlu ditumbuhkan.

Dengan empat orang anak, kedua orang tua saya berusaha untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk kami. Namun, mereka sama sekali tidak berusaha mengekang kehendak kami bila bermaksud menempuh jalan yang berbeda. Saya masih ingat sekitar tahun 1988, ketika adik saya, Budi, menyatakan ingin bekerja saja setelah menamatkan sekolah analis kimia di Makassar. Kebetulan, lulusan SAKMA (Sekolah Analis Kimia Makassar) sangat mudah terserap di lapangan kerja karena ketika itu tenaga analis relatif langka. Ayah saya sebenarnya berkeinginan besar agar Budi melanjutkan kuliah.

Secara demokratis, kami sekeluarga berkumpul membicarakan soal ini. Budi diminta memaparkan argumennya dan diadu dengan pendapat kami semua, termasuk saya sebagai kakak tertua. Kesimpulan akhirnya, kami menyetujui niat Budi (sekarang menjabat sebagai Quality Manager Kalimantan PT Geoservices Coal Laboratory di Balikpapan) untuk bekerja dan tidak melanjutkan kuliah. Meski berat rasanya, saya melihat secercah senyum di wajah Ayah. Beliau lalu memeluk pundak ibu saya yang menangis tersedu tak rela melepaskan putra keduanya itu merantau ke Kalimantan Timur.

“Biarkan dia tahu bagaimana risiko atas pilihannya dan bagaimana mengatasinya. Bisa jadi, itu yang membuatnya lebih dewasa dan siap menghadapi tantangan kehidupan. Barangkali ini memang yang terbaik buat Budi untuk menempuh takdirnya dan juga terbaik buat...(more)

Answered Feb 10, 2017
Illian Deta Arta Sari
ibu dari 3 anak yang terus berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik...

16Q_U4IoibxUc3dq_POZalLO9XplxvQ0.jpg

via gettyimages.com

Papahku meninggal tahun 1990, di saat aku masih berumur 10 tahun dan duduk di kelas 4 SD. Tiga hari sebelum meninggal, Papah memanggilku ke kamar dan kami bicara berdua saja. Papah berpesan supaya jadi anak mandiri, rukun dengan kakak perempuanku satu-satunya, dan bisa menjaga mamahku seumur hidupku. Papah minta aku berjanji menjelang kematiannya itu, dan aku terus ingat pesan-pesannya sampai hari ini....

Answered Feb 10, 2017

1PNlJh9GcX6cecuYGcUEpWbo7VANlO3q.jpg

Papa selalu mengatakan, di manapun berada jadilah seperti ubi, diletakkan di manapun ia tumbuh, yang artinya berguna.

Bila melihat orang membelah kayu, kalau tak mampu menolong, bantulah angkat potongan kayunya saja. Melihat orang memasak, kalau tak paham bumbunya bantulah mencuci piring.

Jangan diam saja, berpikirlah selalu orang akan senang dengan partisipasimu, sekecil apapun.

Baarokaallohu fiik, papa...

Answered Feb 13, 2017

Always remember your mother. Selalu ingat ibumu. :)

appFzk1EeIHGeg9rI1yLori3l5tniNm7.jpg

via theodysseyonline.com

Answered Feb 25, 2017

6T77dithXuZJ3Xx6vU-xNFyJNacDQxvC.jpg

via femina.in

"Kelak, kalau kamu sudah sukses, jangan lupa bahwa kamu pernah makan pepaya mentah ini."

http://blog.ryanmintaraga.com/sudah-20-tahun-berlalu-saya-masih-mengingat-kalimat-ini/

Answered Feb 26, 2017
nus gamar
women .. foodenthusiasts .. travelers .. bookworm ..

urhuO33-LDfipeOQ0pumT7DGuV9lpx1H.jpg

Jadi orang yang berhasil tidak sama dengan kebanyakan, karena berhasil adalah ketika kamu bermimpi dan meraih apa yang mustahil bagi orang lain.

Answered Feb 27, 2017

mWcMfX-0nvGmqbU0Q3qkhfndMQo4ZdTn.jpg

Sejak kecil, ayah selalu menekankan pentingnya untuk mengenal leluhur agar kita dapat mengetahui asal muasal kita berada sebelum lahir. Selain itu, jangan berjarak dengan keluarga karena dalam kondisi apapun, keluarga akan selalu menjadi yang terdepan untuk kita.

Answered Feb 27, 2017
Syaifuddin Sayuti
Happy Holiday...

nqscHTm0nKT4FjbNq4bMDo8bN0veydpT.jpg

Nasihat terbaik yang Bapak ajarkan pada saya, anak tertuanya, adalah kesederhanaan. Bapak memang tidak secara langsung berkata dan meminta saya untuk hidup sederhana. Namun, semua sikap dan tindak tanduk Bapak yang sederhana merupakan bukti yang jauh lebih 'berkata' daripada nasihat yang lain.

Kesederhanaan itu menyangkut filosofi hidup untuk tak maruk atau serakah, berbagi dengan orang lain. Apa yang kita punya sesungguhnya ada hak orang lain (tentunya orang yang membutuhkan) di dalamnya.

Kesederhanaan berpikir juga saya contoh dari Bapak. Ikhlaslah dalam bekerja, apapun itu. Karena, dengan keikhlasan, kita dapat menjalani semua pekerjaan sulit dengan gembira. Hasil tak akan mengkhianati usaha.

Jika kita sudah berusaha dengan baik, maka ganjaran akan kita terima. Mungkin tidak sekarang, bisa jadi besok, nanti dan bahkan pada waktu yang tak pernah kita duga.

Sayangnya, dalam soal pekerjaan, saya tak sesimpel almarhum Bapak dalam mengerjakan pekerjaan. Beliau cuma pernah bekerja di satu perusahaan hingga pensiun, sementara saya gemar berpindah kerja, meski semuanya memiliki alasan yang jelas.

Answered Feb 28, 2017
Erin Nuzulia Istiqomah
Bersyukurlah maka kamu akan bahagia :)

f5Zfi7Qzp90sGhGGVZx2pgfUa2yWP7_w.jpg

Pada dasarnya, hubungan saya dan ayah saya sangat dekat. Sampai saya sedewasa ini pun saya tidak merasa sungkan untuk minta digendong ala gemblok dari belakang.

Kedekatan kami terus terbangun. Menurut saya, saya hidup penuh dengan bimbingan Ayah. Sejak SMP-SMA pun tiada hari yang saya lalui menuju sekolah tanpa diantarkan oleh ayah saya. Ayah adalah seorang guru, jadi jam masuk kerjanya kurang lebih sama dengan jam saya berangkat sekolah.

Di belakang boncengan motor itu lah saya mendapatkan banyak nasihat dan pelajaran terbaik dari ayah saya. Sepuluh sampai dengan lima belas menit setiap harinya dalam kurang lebih 6 tahun merupakan waktu istimewa yang menjadi ajang curhat, diskusi, atau mendapatkan nasihat dari Ayah. 

Pada dasarnya, saya mendapatkan banyak nasihat dari Ayah, tetapi mungkin yang paling berkesan bagi saya adalah nasihatnya bahwa sesungguhnya hidup ini adalah persiapan menuju kehidupan selanjutnya, akhirat. Untuk itu, persiapkanlah segala hal yang berhubungan dengan kesuksesan akhirat.

Ayah saya adalah seorang yang religius, tidak meninggalkan salat lima waktu di masjid sepanjang hari. Yang keluar dari lisannya adalah kalimat baik yang selalu mengingatkan saya bahwa ada Allah yang selalu mengawasi segala tindak tanduk kita. 

Dan untuk segala yang saya dapatkan dari Ayah, saya merasa amat bersyukur. :)

Answered Mar 1, 2017
Hari Nugroho
Medical Doctor with Addiction Medicine training

QMZMR0ATBsYWs9ZarE-eSFr9wPbUDEdd.png

"Sing penting aku wes nandur winih sing apik, mugo-mugo aku iso panen hasile"

"Yang penting saya sudah menanam benih yang baik, semoga saya bisa memanen hasilnya."

Kalimat tersebut adalah kalimat yang diucapkan oleh bapak saya -rahimahullah- saat dirawat di rumah sakit kurang lebih satu bulan yang lalu. Tiga pekan kemudian bapak saya wafat, sehingga kalimat tersebut menjadi warisan yang menurut saya paling berharga.

Bapak saya -rahimahullah- semasa hidupnya senantiasa berusaha berbuat baik, terlepas dari segala kekurangannya. Saya masih ingat di bulan ramadhan, terutama menjelang lebaran, salah satu kebiasaan yang dilakukan adalah memberikan santunan berupa beras dan sedikit uang kepada masyarakat miskin di sekitar rt/rw tempat kami bernaung. Pun ketika ada pembangunan masjid di sekitar lingkungan kami, bapak selalu bersemangat untuk menyumbang, entah berupa semen, keramik atau lainnya.

Saking baiknya sama orang, kami anak-anaknya terkadang sebal, dan merasa tersisihkan, apalagi ketika mengetahui ada yang memanfaatkan kebaikan bapak saya. Namun itulah sosok bapak, selalu berusaha menebar benih kebaikan, mungkin hasilnya tak langsung dipetik, namun akan menjadi keberkahan sendiri kelak.

Menebar benih kebaikan, menolong orang lain, janganlah ditunda-tunda. Jika ada niat yang baik, segera lakukan, karena penyesalan datang belakangan, karena maut tak pernah terhadang. Tak ada ruginya berbuat baik, kebaikan tak akan menutup pintu rizki, justru akan membuka pundi-pundi manfaat baik di dunia maupun akhirat. Di dalam agama pun diajarkan untuk bersegara dalam kebaikan.

Insya Allah segala kebaikan yang telah kita lakukan dan yang akan dilakukan bakal menjadi tabungan yang dapat menolong kita di hari pembalasan dan penghakiman. Mulailah dengan senyum dan wajah ceria, karena keceriaan wajah dan senyuman termasuk dalam akhlak yang baik serta perwujudan berbuat baik kepada orang.

Sudahkah Anda melakukan kebaikan hari ini?

Mengenang 14 hari meninggalnya Bapak Hardjito, semoga Allah merahmati dan menghindarkan dari siksa kubur serta siksa api neraka karena benih kebaikan yang telah engkau sebar dan tanam.

 

sumber gambar: idntimes.com

Answered Jun 8, 2017

Question Overview


14 Followers
1201 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa nasihat terbaik yang pernah Anda dapatkan?

Apa sepatah kata/nasihat yang Anda berikan kepada generasi muda berusia 15-20 tahun?

Apa tips/trik yang bisa dilakukan dalam 5 menit dan bisa mengubah hidup kita di masa depan?

Bagaimana cara terbaik untuk memaafkan diri sendiri?

Apa nasihat Anda untuk remaja SMA sebagai bekal menghadapi masa depannya?

Apa nasihat Anda untuk remaja kuliahan sebagai bekal menghadapi masa depannya?

Apa itu makna Sura Dira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti?

Bagaimana cara terbaik melupakan kesalahan orang lain setelah kita memaafkannya?

Bagaimana cara terbaik menjawab pertanyaan "Kapan nikah?"?

Benarkah kebangkitan umat Islam akan hadir dari Indonesia?

Bagaimana menjelaskan bahwa ada kemungkinan kehidupan lain selain di Bumi ini?

Apa motto hidup paling keren?

Apakah seseorang mempunyai karakter bawaan yang tidak bisa diubah?

Apa ketakutan terbesar dalam hidupmu? Mengapa?

Siapakah cinta pertama Anda?

Seberapa pentingkah olahraga bagi Anda ?

Apa yang Anda lakukan ketika mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan?

Apa pengalaman paling bermakna dalam kehidupan Anda?

Siapakah orang yang paling berpengaruh dalam kehidupan Anda?

Apakah pekerjaan orang tua (Ayah dan Ibu) yang sangat sibuk menjadi penghalang untuk bisa bersama dengan Anda?

Apa faktor yang menyebabkan seorang perempuan berselingkuh dari kekasih atau suaminya?

Apa perbedaan Anda dan pasangan Anda?

Apa persamaan Anda dan pasangan Anda?

Bagaimana rasanya diselingkuhi?

Apa yang melandasi suami mengizinkan istri untuk berkarir/bekerja di luar rumah?

Apa saja yang menjadi alasan sebagian perempuan memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga?

Apa saja yang menjadi alasan sebagian perempuan memutuskan untuk menjadi wanita karir?

Bagaimana cara mengelola amarah terhadap pasangan?

Apa yang harus dilakukan untuk berdamai dan mengembalikan keadaan setelah mengalami pertengkaran dengan pasangan?

Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan seekor kucing?

Apa yang Anda rasakan hari ini?

Inspirasi terbaik apa yang Anda dapatkan di Ramadhan tahun ini?

APA KISAH RAMADAN MU KALI INI