selasar-loader

Bagaimana cara mendidik anak sehingga menjadi anak yang saleh dan salehah?

Last Updated Nov 18, 2016

Apakah pendidikan agama mulai sejak dini sudah cukup?

7 answers

Sort by Date | Votes
Azzikra febriyanti
Cintai apa yg kita miliki, miliki apa yg kita cintai.

soMPko7CvNrgZNAMh4-Psbiy94t45wiI.jpg

Pertama sebagai pendidik terlebih dahulu memperbaiki diri, dan merangkul melalui cara yang tepat sesuai dengan karakter anak.

 

sumber gambar: wordpress.com

Answered Dec 31, 2016
Maria Margaretha
I am a Primary School Teacher. I love to learn and enjoy the journey of learning

Mendidik anak menjadi anak yang saleh dan salehah bukanlah ukuran waktu. Bukan sekedar dari sedini mungkin saja, namun pendidikan ini diawali dengan keteladanan. Semakin dini, anak akan mengimitasi orang tuanya. Jangan berharap anak anda shalat lima waktu jika sebagai orang tua anda tidak shalat dengan tertib. Jangan berharap anak anda jujur jika ia melihat kita orang tuanya tidak jujur. Intinya pendidikan pada anak terutama dalam karakter adalah dimulai dari orang terdekat, sedini mungkinkah n dengan teladan. Bukan suruhan saja. 

Answered Jan 18, 2017

dengan memberikan bekal pengetahuan agama semanjak dini, ataupun dengan mendengarkan baca-bacaan al Quran semenjak balita sehingga kecintaan anak terhadap al Quran akan semakain baik.

Answered Jan 23, 2017
zulfikri melangi
Aktivis Dakwah Kampus dan pembelajar masyarakat desa

Mulai dengan memberikan teladan dan pembiasaan sedikit demi sedikit. Seperti kata pepatah bahwa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Kata pepatah tersebut bukan hanya menggambarkan korelasi antara orang tua dan anak dalam hal "hubungan darah", akan tetapi juga korelasi antara perbuatan dengan hasil. Kala ingin mendapatkan hasil yang maksimal, niat seseorang harus juga didukung dengan perbuatan. Dalam konteks mendidik anak, mereka belum bisa menerima nilai-nilai kebaikan secara harfiah ataupun dengan mendengarkan nasihat. Maka, jalan termudah adalah dengan memberikan keteladanan. Riset mumbuktikan bahwa anak (dalam hukum yang disebut anak adalah yang berumur 18 tahun ke bawah (UU perkawinan)) cenderung banyak belajar dari proses pengamatan fenomena yang terjadi pada dirinya dan lingkungannya dibandingkan belajar dari doktrin-doktrin.

Answered Jul 29, 2017
Neuis Nurhalis
I will not stop to trying

Pendidikan agama sejak dini memang baik, tetapi itu saja tidak cukup. Artinya, kita harus benar-benar memberikan dasar yang kuat. Lalu setelah mereka remaja, selain mengenyam pendidikan formal, jangan lupa bahwa mereka juga harus ditempatkan di pondok supaya mereka dapat menyambung ilmu agamanya. Kemudian seiring berjalan waktu, mereka akan mengerti akan ilmu agama dan formalnya, lalu bisa mengaplikasikannya. Dengan seperti itu, insya Allah mereka akan terkontrol dan terus berkembang dalam berbagai sisi, mulai dari intelektual, emosional, dan spiritual. Nantinya, integritas dan prioritas mereka terhadap ilmu akan seimbang.

Answered Aug 16, 2017
Novi Inayatun Nadziroh
Mahasiswa Hukum UGM

Mendidik sejatinya merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh para orang tua kepada anaknya. Untuk mendidik, seseorang haruslah berbekal ilmu yang cukup karena pada dasarnya, mendidik tidak boleh dilakukan secara mendadak. Anak yang sholih dan sholihah adalah dambaan bagi para orangtua. Untuk itu, ada beberapa cara dalam mendidik anak agar menjadi anak yang sholih dan sholihah.

Salah satu caranya adalah membekali anak dengan ilmu agama sejak dini. Ilmu agama merupakan pondasi awal dalam mendidik anak. Karena dengan ilmu agama yang kita perkenalkan, anak dapat mengenali siapa TuhanNya dan mencintai agamanya. Pendidikan itu bisa dilakukan dengan cara mengajarkan Alquran kepada anak sejak kecil, kemudian mengajarkan anak untuk berselawat, wudu, salat dan lain sebagainya. Dengan berbekal ilmu agama yang kuat, insya Allah anak akan terbiasa melakukan hal-hal yang diperintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, sehingga jadilah mereka anak yang sholih dan sholihah.

Namun, ilmu agama saja ternyata tidak cukup. Kita harus memiliki ilmu parenting, mencoba menerapkan cara mendidik anak yang diajarkan oleh Rasulullah. 

1. Menampilkan suri tauladan yang baik

2. Mencari waktu yang tepat untuk memberi pengarahan

3. Bersikap adil dan menyamakan pemberian untuk anak

4. Menunaikan hak anak

5. Membelikan anak mainan

6. Membantu anak untuk berbakti dan mengerjakan ketaatan

7. Tidak suka marah dan mencela

Ketujuh hal di atas dapat diterapkan dalam pola mendidik anak ala Rasulullah.

 

Answered Nov 2, 2017

Pendidikan anak memang sangat penting untuk diperhatikan agar para orangtua bisa membentuk generasi yang unggul, baik dari segi ilmu maupun akhlak. Setiap jenjang umur memiliki porsi pendidikannya masing-masing. Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita juga perlu aktif dalam mencari referensi tentang mendidik anak secara islami. Hal ini tentunya bisa kita temukan dan pelajari dengan mudah melalui buku islamic parenting atau mendidik ala Rasulullah Shalallohu 'alaihi Wassalam. Dalam hal mendidik, beliau bisa menjadi panutan karena beliau begitu  bagus mencetak generasi-generasi sholih/sholihah. Beberapa langkah yang mungkin bisa dilakukan adalah sebagai berikut.

1) Pendidikan usia dini 0-5 tahun bisa dioptimalkan oleh orang tua di rumah dengan memberikan pendidikan dasar agama, seperti kewajiban salat, mengaji dan puasa. Selain itu, anak juga bisa diberikan pendidikan tambahan dalam bentuk sekolah, baik madrasah atau PAUD (pendidikan anak usia dini) yang berbasis islamic education

2) Pendidikan usia 6-11 memang sudah banyak porsinya di sekolah, namun bukan berarti orang tua tidak mempunyai peran lagi. Ada dua pilihan, yaitu mendaftarkan anak di sekolah dasar Islam atau sekolah dasar negeri ditambah effort orang tua yang kuat dalam membimbing di rumah. Anak mulai diajarkan tanggung jawab, mengembangkan minat bakat, dibiasakan menghafal Alquran, berpuasa wajib atau sunnah, bersedekah (belajar berbagi), sopan santun, dan lain-lain

3) Pendidikan usia 11-15 (sudah masuk masa baligh). Anak-anak akan bertanya hal-hal baru mengenai pubertas, maka orang tua harus pandai menjawabnya dan mengingatkan bahwa ketika sudah baligh, beberapa kewajiban harus dipenuhi, termasuk salat. Jika masih tidak mau salat, maka Rasulullah mengajarkan boleh dipukul dengan halus. Selain itu, ada kewajiban meng-qada puasa bagi wanita yang sedang haid. Terlebih kaitannya dengan interaksi lawan jenis; perlu diawasi, namun bukan dikekang karena pada usia ini, anak sudah bisa mulai memberontak. Para perempuan wajib diingatkan tentang kewajibannya berhijab untuk melindungi diri serta melindungi ayah sebagai penanggung jawab kelak dari siksa api neraka.

4. Pendidikan usia lanjutan diserahkan ke anak, namun tetap dalam bimbingan karena anak harus diajarkan mandiri. Hindari jadi orang tua yang terlalu proktetif. Jadilah orang tua yang peduli dan bersahabat.

Semoga kita bisa membimbing anak-anak kita kelak jadi generasi sholih/sholihah.

 

Answered Nov 6, 2017

Question Overview


10 Followers
880 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Pola asuh seperti apa yang dapat menjadikan anak kita menjadi anak yang soleh/solehah?

#JadiKepo

Bagaimanakah cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja?

Apa keistimewaan pesantren Gontor dibanding pesantren-pesantren lain di Indonesia?

Apa anda pikirkan tentang sejarah keagamaan yang di Indonesia?

Apakah keadilan di bumi pertiwi sudah benar ditegakkan? Apa ciri - cirinya?

Kalau sulit istikamah dalam beribadah, apa solusinya?

Apa itu gaudeamus igitur?

Apa sajakah fakta yang menarik tentang keberagaman agama di Indonesia?

Bolehkah orang muslim mempelajari ajaran dari agama lain?

Mengapa Alquran hanya menyebutkan 25 nabi?

Bagaimana cara mendidik anak yang terpisah jauh dari orangtuanya?

Bagaimana supaya anak saya bisa lancar berbahasa Inggris sebelum usia 5 tahun?

Bagaimana orangtua tunggal membesarkan anaknya menjadi anak yang normal seperti kebanyakan?

Bagaimana cara membuat anak tertarik membaca?

Bagaimana cara mengetahui potensi, minat dan bakat pada anak di bawah usia 5 tahun?

Apakah pelatihan/kursus yang baik untuk anak usia 5-6 tahun?

Seberapa penting peran orang tua dalam proses pembentukan karakter seorang anak?

Perlukah mengajarkan kesetaraan gender pada anak?

Bagaimana cara mengajarkan kesetaraan gender pada anak?

Apakah kenakalan remaja mengacu pada pergaulan bebas dan narkoba?

Bagaimana cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja, khususnya seks bebas?

Apa yang harus kita lakukan ketika menghadapi orang atau teman yang overdosis?

Apa saja faktor yang menginspirasi bagi remaja untuk melakukan kenakalannya?

Apa yang mempengaruhi kaum remaja untuk melakukan seks bebas?

Apakah bisa kita menghilangkan seks bebas di kalangan remaja?

Bagaimana sikap Anda terhadap teman yang melakukan semua kenakalan remaja, mulai dari miras, balap liar, tawuran, hingga seks bebas dan narkoba?

Siapa pencipta permainan Blue Whale Challenge?