selasar-loader

Apakah kenakalan remaja mengacu pada pergaulan bebas dan narkoba?

Last Updated Nov 18, 2016

Atau ada faktor lain?

4 answers

Sort by Date | Votes
Armedianto Putra St Rky Mulia
DBM MNC Sky Vision ( MNC Group )

images-5-56dbe299337b610e15f7bdd2.jpg?t=

Sumber gambar: http://www.kompasiana.com/abdau/kenakalan-remaja-di-sekolah_56d137d325b0bd14159b43b1 (SUM)

 

Tidak juga. Sebenarnya, kenakalan remaja lebih mengacu pada pencarian jati diri dan kebebasan berkreativitas yang belum sepenuhnya mendapat dukungan dari pemrintah dan orang tua.

Answered Nov 23, 2016
Moch Nurul
pernah menjadi valounteer di ITS Mengajar, organisasi kampus di bid. pendidikan

Saya rasa lebih dari itu. dampak yang lebih berbahaya adalah mereka tidak mengenali diri mereka sendiri dan peran mereka sesungguhnya di lingkungan mereka sendiri. Kenakalan remaja bukan untuk ditakuti jika gejalanya telah terjadi. Ajak anak untuk berlibur bersama keluarga, adakan sebuah wadah diskusi saat santai itu, kemudian giring mereka untuk bisa curhat apa mau mereka. Ketika sudah mengetahuinya, berikan saran dan pandangan tentang masa depan akan pilihan mereka.

solusi ini belum tentu bisa digunakan pada banyak orang. perlu cara khusus jika dalam kondisi khusus

 

Answered Jan 25, 2017
Anonymous

Opini Tentang Remaja

Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Pasa masa ini sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua.

Menurut Siti Sundari, masa remaja merupakan peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/fungsi untuk memasuki masa dewasa. Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria.

Dewasa ini banyak fenomena yang menggemparkan dunia, baik nyata maupun maya. Anak-anak yang seharusnya masi di masanya yaitu bermain riang gembira tanpa menghiraukan permasalahan dewasa justru telah mengenalnya, bukan menyalahkan perkembangan telekomunikasi yang sangat pesat di era milenial ini justru mengkhawatirkan karena mereka menerima yang belum haknya. Berikut adalah beberapa isu dan permasalahan remaja yang terjadi di lingkungan sekitar kita, yaitu:

      1.            Merokok

Di masa modern saat ini, merokok merupakan suatu pemandangan yang sudah tidak asing lagi. Kebiasaan merokok dianggap dapat memberikan kenikmatan bagi si perokok, namun di lain pihak dapat menimbulkan dampak buruk bagi si perokok sendiri maupun orang – orang disekitarnya.  Berbagai kandungan zat yang terdapat di dalam rokok memberikan dampak negatif bagi tubuh penghisap dan penghirupnya.

Beberapa motivasi yang melatarbelakangi seseorang merokok diantaranya, yaitu:

1)      Mendapat pengakuan (anticipatory beliefs),

2)      Untuk menghilangkan kekecewaan (reliefing beliefs), dan

3)      Menganggap perbuatannya tersebut tidak melanggar norma ( permissive beliefs/ fasilitatif) (Joewana, 2004).

Hal ini sejalan dengan kegiatan merokok yang dilakukan oleh remaja yang biasanya dilakukan didepan orang lain, terutama dilakukan di depan kelompoknya karena mereka sangat tertarik kepada kelompok sebayanya atau dengan kata lain terikat dengan kelompoknya.

Dari penjelasan diatas dapat dijelaskan lagi bahwa penyebab seorang remaja menjadi perokok  dapat dipengaruhi oleh keinginan dari diri pribadinya sendiri tetapi dapat  juga di pengaruhi oleh faktor – faktor luar, yaitu:

a)      Pengaruh Orangtua

Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia (Baer & Corado dalam Atkinson, Pengantar psikologi, 1999:294).

b)      Pengaruh Teman

Berbagai fakta mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja merokok maka semakin besar kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga dan demikian sebaliknya. Dari fakta tersebut ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama remaja tadi terpengaruh oleh teman-temannya atau bahkan teman – teman remaja tersebut dipengaruhi oleh diri remaja tersebut yang akhirnya mereka semua menjadi perokok. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang-kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok (Al Bachri, 1991).

c)      Faktor Kepribadian.

Orang mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari kebosanan. Namun satu sifat kepribadian yang bersifat prediktif pada pengguna obat-obatan (termasuk rokok) ialah konformitas sosial. Orang yang memiliki skor tinggi pada berbagai tes konformitas sosial lebih mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang memiliki skor yang rendah (Atkinson, 1999).

d)     Pengaruh Iklan.

Melihat iklan di media massa dan elektronik yang menampilkan gambaran bahwa perokok adalah lambang kejantanan atau glamour, membuat remaja seringkali terpicu untuk mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut. (Mari Juniarti, Buletin RSKO, tahun IX,1991).

e)      Penyimpangan Seks

Kita telah ketahui bahwa kebebasan bergaul remaja sangatlah diperlukan agar mereka tidak “kuper” dan “jomblo” yang biasanya jadi anak mama. “Banyak teman maka banyak pengetahuan”. Namun tidak semua teman kita sejalan dengan apa yang kita inginkan. Mungkin mereka suka hura-hura, suka dengan yang berbau pornografi, dan tentu saja ada yang bersikap terpuji, benar agar kita tidak terjerumus ke pergaulan bebas yang menyesatkan.

Bagaimana tidak menimbulkan keresahan, sebabnya yang menerima hal-hal diatas adalah anak-anak sehingga menyebabkan motoric mereka terpengaruh dengan hal-hal yang tidak sepantasnya. Juga kebanyakan faktor eksternal yang menyebabkan anak-anak pada era ini banyak terpengaruh dan menimbulkan keresahan dari orangtua, mereka yang mulai membangkang dan kurang ajar karena meniru hal-hal yang ditawarkan melalui dunia maya dan mereka menerapkannya di dunia nyata. Selayaknya pembatasan-pembatasan harus terus di lakukan dan dicanangkan untuk instansi terkait baik dunia pertelevisian, dunia maya, instansi pendidikan agar mampu membentuk dan mengarahkan anak-anak generasi emas ini lebih memiliki jiwa dan pribadi yang baik agar kedepannya masyarakat khususnya dan Indonesia umumnya memiliki penerus yang hebat.

 

Sitasi :

http://www.dosenpendidikan.com/7-pengertian-remaja-menurut-para-ahli-secara-lengkap/

https://nchistoriaedu26.wordpress.com/pendidikan/isu-dan-permasalahan-perkembangan-remaja-sma/

http://belajarpsikologi.com/pengertian-remaja/


#tugaspenggantiaksi #tugaslk2 #staffmuda #bemkmugm2017

Answered Nov 6, 2017
Muhammad Auzan Haq
Duta GenRe Indonesia | Peserta Rumah Kepemimpinan Makassar | The Next President

Sejatinya dalam pola perilaku dan paradigma yang terjadi di lingkungan sekitar, lebih menekankan pada pengembangan kapasitas diri yang muaranya adalah aspek kebiasaan yang terbentuk. Remaja membutuhkan arahan dan bimbingan agar semuanya berjalan pada koridor kebaikan dan kebenaran. masalah yang timbul kemudian adalah, berbagai bentuk kenakalan remaja hari ini disebabkan karena pola asuh dan pendidikan keluarga yang kurang mendapatkan perhatian sekaligus pengawasan dan proses edukasi yang belum mencapai hasil yang optimal. kemudian, apabila ditanya terkait dengan kenakalan remaja yang mengacu pada pergaulan bebas dan narkoba, maka jawabannya hanya sebagian kecil dari berbagai bentuk kenakalan remaja. artinya keduanya merupakan bagian dari kenakalan remaja yang saat ini semakin hari semakin berkembang. membunuh karakter dan mengancam keberlangsungan dalam menciptakan generasi yang berkualit

Answered Dec 4, 2017