selasar-loader

Mengapa selama ini kaum pria lebih banyak tersangkut kasus korupsi dibandingkan perempuan?

Last Updated Nov 18, 2016

5 answers

Sort by Date | Votes
El Hakim Law
Penikmat Politik

Proporsi jumlah pada pria dan wanita?

Hasil gambar untuk koruptor

Gambar via sinarharapan.co

Answered Dec 17, 2016

Jawaban ngaco, ya. Laki-laki korupsi untuk dan demi perempuan. Perempuan tak perlu korupsi karena sudah ada laki-laki yang akan melakukan untuknya.:)

Answered Jan 14, 2017
Rezha Taufani
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia

1145474-ags-poster-menolak-korupsi--780x

Picture Via Kompas.com

Sebenarnya sudah ada studi yang membuktikan bahwa Laki-laki memang lebih rentan melakukan tindak Korupsi dibandingkan dengan Perempuan. Kenapa? Perempuan cenderung memiliki Ethical Behaviour (Perilaku yang berdasarkan asas norma-norma kebaikan) dan Common Good (Orientasi untuk tetap pada tujuan yang ditetapkan bersama). Sedangkan dilain sisi lain laki-laki memliki kecenderungan untuk berorientasi pada kebutuhan eksternal yang didasarkan akan kebutuhan fisiologis, dibandingkan dengan tuntutan dan tanggung jawab moral yang dia bawa. 

Adapun Studi di Negara Georgia yang membuktikan dalam konteks organisasi profit yang berhubungan secara kemitraan dengan pemerintahan, perempuan cenderung lebih menghindari tindak penyuapan dana yang biasanya kental dilakukan dalam dunia Industri dan Bisnis. Studi ini bisa menguatkan konklusi bahwa ketika perempuan terlibat dalam dunia profesional dan eksekutif negara, perempuan cenderung lebih sesuai untuk melaksanakan mandat dalam jabatannya tanpa ada indikasi penyelewengan dana.

Namun ada celah fenomena disini yang bisa kita simpulkan bahwa, tidak semua negara memiliki kondisi peta Gender yang sama. Ada partai-partai politik yang mendukung gerakan untuk membuat perempuan lebih terlibat dalam agenda-agenda politik dan ekonomi dalam suatu negara, bahkan ada sampai rakyat-rakyat yang meminta suatu bentuk emansipasi gender yang menciptakan suatu pranata sosial yang tidak diskriminatif terhadap perempuan, terutama dalam bidang-bidang yang menentukan arah dan masa depan negaranya. Itu dibuktikan dengan studi yang dilakukan oleh Rice University yang menemukan bahwa ada indikasi perempuan ikut melakukan tindakan korupsi apabila memang ada disfungsi secara sistemik dalam pemerintahan yang sedang berjalan. Karena faktor diskriminasi gender tersebut perempuan pasti akan mencari jalan yang memudahkan dirinya untuk tetap terlibat dalam pemerintahan meskipun harus terlibat dalam tindakan yang menyimpang dari kode moral yang ditetapkan oleh seistem pemerintahan.

Kesimpulannya, perempuan memang cenderung bisa menjadi suatu energi untuk pemerintahan untuk meminimalisir jumlah tindak korupsi, namun semuanya kembali pada sistem yudisial, hak-hak serta identitas sosial gender yang ada pada tubuh pemerintahan itu sendiri. Karena perempuan memiliki kecenderungan untuk menjadikan kode etik yang ada pada sistem pemerintahan sebagai prioritas utama dibandingkan dengan laki-laki. Namun bila pola yang dibawa dalam sistem memiliki nilai diskriminatif, maka ada kecenderungan perempuan akan mengikuti cara bermain pemerintahannya walaupun melanggar kode etik demi menjaga status quo.

Source : http://www.transparency.org/

Answered Jan 24, 2017
Indria Salim
Dreaming about Indonesia as one of the top 5 good governanced-countries

Sebelum menjawab pertanyaan "pria korupsi lebih banyak daripada perempuan korupsi", mungkin perlu dasar sahih, itu dalam konteks apa? Ada berbagai kemungkinan. Apakah itu di kalangan pebisnis, di kalangan birokrat, di kalangan tokoh masyarakat pada umumnya, di dunia politik, dan di wilayah mana saja? Di Indonesia, daerah di Indonesia, atau negara tertentu termasuk Indonesia, atau di kebanyakan negara sedunia?

Masa pemerintahan Presiden Jokowi, memberi cukup banyak kesempatan bagi perempuan untuk menjadi pemimpin. Ada yang prestasi dan kepemimpinan mereka cukup menonjol, sebut saja misalnya Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri Susi Pudjiastuti), Menteri Sri Mulyani, Menteri Kofifah Indarparawangsa -- dan mungkin beberapa pemimpin yang tidak harus selevel dengan Menteri.

Baru-baru ini, seorang bupati di Jawa Tengah kena OOT, dan ternyata korupsinya melibatkan orang lain yang termasuk keluarganya. Ada juga pelaku korupsi perempuan, melibatkan dinastinya di Banten. Lalu di Jawa Barat, juga di Sumatra, melibatkan suaminya sendiri dan pengacara gaek. Semua itu terjadi bukan hanya pada saat mereka mulai terindikasi, namun juga sejak orang belum mengetahui tindakan mereka jauh pada masa pemerintahan sebelumnya, yaitu era 12 tahun yang lalu (tahun 2004-2014).
Di masa pemerintahan SBY, cukup banyak perempuan korupsi, namun tampaknya belum ada laporan persis temuan yang ditampilkan secara grafis, menggambarkan tingkat korupsi dan perbandingan pelaku berdasarkan gender.

Dengan kata lain, tampaknya kasus korupsi tidak memandang gender ataupun suku, agama, ras, atau tingkat dan latar belakang pendidikan. Satu hal yang perlu dipertimbangkan dalam pertanyaan yang menjadi topik ini, adalah tentang hal yang lebih spesifik. Kasus korupsi dalam konteks periode kejadiannya, frekuensi dalam perbandingan jumlah dan komposisi populasi (misalnya, dalam satuan 100%, berapa persen orang yang diobservasi berdasarkan kategori keterwakilan setiap gender?)

Walau demikian, yang penting kita dapat berharap bahwa tidak lama lagi Indonesia akan menempati urutan teratas dalam ranking negara yang bebas dari kasus korupsi, bukan sebaliknya. Mudah-mudahan. -- @IndriaSalim - 24 Januari 2017

 

Answered Jan 24, 2017
Andrian Habibi
Advokasi hak sipil dan politik

karena kasus korupsi selalu dibumbui dengan kecantikan perempuan; artinya setiap tindak tanduk pidana korupsi menjadi keharusan bagi laki-laki karena tidak sanggup menahan "nafsu" berkuasa dan memiliki "wanita"

Answered Jan 27, 2017

Question Overview


10 Followers
1215 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Kinerja ketua KPK siapa yang paling baik; T. Ruki, Antasari Azhar, Busyro Muqoddas, Abraham Samad, atau Agus Rahardjo?

Apakah hukuman yang paling memberikan efek jera untuk koruptor laki-laki?

Apakah hukuman yang paling memberikan efek jera untuk koruptor perempuan?

Apakah Anda setuju hukuman mati untuk para koruptor?

Mengapa sosok Presiden RI secara otomatis juga menjabat sebagai panglima militer tertinggi di negeri ini?

Apakah keluarnya surat perintah penyidikan juga berarti ada tersangka?

Mengapa Lampung terkenal sebagai provinsi yang tinggi tingkat kriminalitasnya?

Bagaimana negara seharusnya melindungi HAM atas saksi kasus korupsi?