selasar-loader

Mengapa harga beras di kota jauh lebih mahal daripada dibeli langsung dari petani?

Last Updated Jan 28, 2017

Mengapa harga beras di kota mahal sedangkan beras yang dibeli dari petani seharga Rp5.000-Rp6.000?

5 answers

Sort by Date | Votes

mQ2DDkr_nKohYZq_96_Ir4nUZnAIXc-r.jpg

Salah satu ciri dari kota adalah perokonomian didominasi oleh sektor non pertanian. Padahal sektor pertanian merupakan pemasok bahan makanan yang di konsumsi oleh masyarakat, baik yang tinggal di kota maupun yang tinggal di daerah/desa. Oleh sebab itu, apabila masyarakat kota ingin mendapatkan beras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, maka harus mendatangkan beras dari daerah atau luar kota yang merupakan penghasil beras.

Mendatangkan beras dari desa atau derah ke kota, tentu membutuhkan biaya transportasi. Biaya transportasi dapat memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap harga beras yang dijual di perkotaan. Selain biaya transportasi, rantai pasok beras di Indonesia masihlah cukup panjang.

Menurut data BPS tahun 2015, dari gabah yang dihasilkan oleh petani hingga sampai ke tanggan konsumen harus melewati lebih dari 9 simpul atau "tangan". Dengan adanya simpul yang cukup banyak, biaya yang diperlukan akan cukup besar. Oleh sebab itu, harga beras yang dikonsumsi oleh konsumen khususnya kota akan semakin mahal dan lebih mahal jika dibandungkan dengan harga beras yang langsung dari petani.

Answered Jan 31, 2017
Hamdanul Fain
Orang Lombok,

gXaswCOh-ZyqFoXOPe3mJSsh9D40nceY.jpg

Beras umumnya diproduksi oleh petani di pedesaan. Saat panen tiba, hasil produksi dijual ke pengepul ataupun disimpan di tempat penggilingan. Selanjutnya, beras-beras hasil produksi didistribusikan ke berbagai tempat, misalnya koperasi, pedagang skala besar, bisa juga ke badan usaha pemerintah, sampai ujungnya di konsumen, baik itu di perkotaan ataupun di pelosok-pelosok pinggiran hutan.

Segala aliran dari petani ke konsumen di atas dapat disebut sebagai rantai pasok beras. Pada rantai pasok beras tersebut, terjadi tiga aliran atau flow, yaitu aliran material, aliran informasi, dan aliran dana. Apa yang kita lihat dalam bentuk fisik seperti perpindahan gabah hasil produksi petani ke tempat penggilingan hingga akhirnya menjadi nasi di meja makan konsumen merupakan aliran material. Perpindahan fisik ini dapat melibatkan berbagai moda transportasi, mulai yang sederhana seperti tukang pikul, kereta kuda, mobil pick up, truk dan sebagainya. Aliran material tersebut tentu diikuti oleh aliran informasi seperti seberapa banyak gabah hasil panen dari petani, jumlah dan volume penggilingan, stok beras di gudang, permintaan dan suplai, serta harga. Intinya, segala macam hal yang dapat diterjemahkan dengan kuantitas maupun kualitas dapat dikategorikan sebagai aliran informasi.

Satu lagi aliran yang penting dalam rantai pasok beras adalah aliran dana. Berapa rupiah cash yang mengalir dari para pelaku di dalam rantai pasok tersebut. Tentunya dari pelaku yang satu ke pelaku berikutnya memiliki margin guna memperoleh keuntungan. Jumlah margin harga ini sudah include biaya-biaya yang harus dikeluarkan seperti biaya penggilingan, penyimpanan, transportasi dan pengemasan. Hal inilah yang membuat harga beras di perkotaan lebih mahal daripada membeli langsung di petani.

Jadi, menurut saya adalah sesuatu yang wajar jika harga beras di kota lebih mahal daripada membeli langsung di petani. Apa kita yang di kota mau membeli langsung di petani? Menggiling sendiri gabahnya di tempat penggilingan? Kemudian menanggung biaya pengemasan dan transportasinya? Tentu saya memilih tidak.

Answered Feb 28, 2017
Irwan .
Co-Founder Komunitas Cilik Beraksi | Rumah Kepemimpinan Makassar

Yb9h89jXFnGvxW-Wuma9lgmdYGa2wo1-.jpg

Beras diproduksi didesa para petani, Nah untuk sampai ke kota-kota besar memerlukan biaya distribusi atau pengangkutan, jadi merupakan hal yang wajar ketika harga beras diperkotaan lebih mahal dari pada beras yang dibeli dari petaninya langsung, karena pada saat proses ditribusi atau penyaluran barang membutuhkan biaya, baik biaya transportasi atau tenaga penyalur.

Namun disisi lain ada yang salah dari sistem ini, karena petani yang bertindak sebagai produsen atau yang  memproduksi beras keuntungannya idak akan meningkat, inilah mengapah petani tetap saja menjadi miskin, Nah ini menjadi tugas pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan bagaimana agar sang petani bisa sejahtera salah satunya dengan cara menaikkan harga bagi para pelaku usaha yang membeli beras langsung ke petani

Answered Nov 2, 2017
Gilang Farhan Ramadhan Mulyadi
Aeronautics and Astronautics Engineer-Rumah Kepemimpinan

Sepertinya kamu harus survey dahulu ke para petani dan para distributor

 

Indonesia itu masih berada di peringkat 60-an dalam hal logistik di Indonesia, sungguh jumlah yang jauh dari negara-negara lainnya. Dan perlu kamu ketahui Indonesia telah mengalami penurunan peringkat, dari yang semula 50-an menjadi 60-an. What and exciting!

Maka dari itu, distribusi barang dan jasa di Indonesia belum maksimal. Mekanisme yang ribet dan lain sebagainya. 

Perlu penguatan dari segi infrastruktur transportasi baik darat, laut maupun udara. Ketika hal ini berhasil kita jawab, maka permasalahan beras yang kamu tanyakan dapat diselesaikan.

Harga beras dapat turun secara signifikan

Answered Feb 3, 2018
Romli Amrullah
RK7 Makassar | Founder ODTePs Community | Interested in Sharia Banking

GlFrAomp3gVOlrtfX1KXmFweNBp4bZIT.png

Dari hasil wawancara yang pernah saya lakukan dengan dosen dan beberapa teman mahasiswa kepada masyarakat tani di daerah saya. Saya mendapati satu pernyataan yang menarik dan ini sudah dikenal dalam ilmu ekonomi, yaitu pada saat musim panen dimana ketersediaan beras dalam kondisi melimpah sedangkan kebutuhan beras jumlahnya tetap, hal itu akan menjadikan harga beras secara otomatis mengalami penurunan.  Hal inilah yang kemudian ingin saya hubungkan dengan pertanyaan saudara.

Sebelum itu, kita harus sepakat bahwa beras yang ada di kota adalah beras yang dihasilkan oleh para petani yang kita katakan tidak berada di kota, entah itu di desa maupun pinggiran dari kota itu sendiri. Dari sini kita dapat menarik sedikit kesimpulan bahwa ada mobilisasi yang harus dilakukan hingga beras tersebut bisa sampai kota. Ini bukan masalah akses transportasinya yang sudah bagus atau belum. Sebagus apa pun transportasi untuk mobilisasi beras tersebut, pasti membutuhkan biaya dan itu jelas menjadi salah satu faktor kenapa harga beras di kota menjadi lebih mahal. 

Kita kembali ke pernyataan di awal tadi bahwa pada saat musim panen harga beras di tangan petani relatif akan mengalami penurunan. Hal ini kemudian yang dimanfaatkan oleh para tengkulak atau pengepul untuk membeli beras dengan jumlah besar yang akan dijual kembali ke konsumen, dalam hal ini adalah kepada masyarakat kota. Sebagai tengkulak atau pengepul, tentu mengharapkan adanya keuntungan dari penjualan beras tersebut. Lagi-lagi, ini menjadi salah satu faktor kenapa harga beras di kota menjadi lebih mahal.

Dua faktor tersebut saya pikir sudah cukup menjawab kenapa harga beras di kota jauh lebih mahal dari pada dibeli langsung dari petani. Lebih dari pada itu, masih banyak kemudian faktor yang bisa menyebabkan hal demikian bisa terjadi.

Answered Mar 1, 2018

Question Overview


6 Followers
1107 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Kenapa Indonesia belum juga maju sementara Korea Selatan yang dulu lebih miskin dari kita justru maju sekali saat ini?

Bagaimana cara Jerman membangun kembali ekonominya setelah Perang Dunia II?

Apakah kunci sukses pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pada puncak bonus demografi di Indonesia (2025-2035)?

Apakah penggunaan alat ukur Gross Domestic Product (GDP) masih relevan untuk menghitung tingkat kesejahteraan sebuah negara?

Mengapa perhitungan Gross National Product (GNP) jarang digunakan sebagai alat ukur kinerja ekonomi?

Apa yang Anda ketahui tentang Green GDP?

Apakah inflasi selalu berdampak buruk untuk perekonomian?

Apakah konsekuensi deflasi terhadap kinerja perekonomian sebuah negara?

Ketika terjadi apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar, langkah taktis apa yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan kerja perekonomian?

Apakah depresiasi nilai tukar selalu memiliki dampak negatif untuk perekonomian?

Adakah makanan/minuman yang berasal dari era Perang Dunia II?

Seperti apakah pengaruh budaya populer pada makanan?

Benarkah anggapan bahwa sayur itu menyehatkan tubuh?

Makanan apa yang paling layak mewakili Indonesia sebagai brand makanan dunia?

Kenapa Indomie bisa enak dan murah sekali?

Bagaimana asal mula menjamurnya tenda pecel lele di Indonesia?

Sebagai negara kelautan, mengapa masyarakat Indonesia jarang mengkonsumsi ikan?

Makanan Indonesia apa yang paling Anda suka?

Apa saja makanan asli dari leluhur/pendahulu Indonesia?

Makanan apakah yang melambangkan Amerika?