selasar-loader

Apa keunggulan pasangan Ahok-Djarot dibandingkan pasangan calon lainnya dalam Pilkada DKI Jakarta?

Last Updated Nov 17, 2016

13 answers

Sort by Date | Votes
Qaedi Aqsa
Political Science University of Indonesia.

RGgcnKeN5xTj3BzF4GZH2_dDisG3rNQc.jpg

Salah satu bagian dari demokrasi adalah terlaksananya pemilihan umum. Konsekuensi dari hal ini adalah adanya pergantian pemimpin pemerintahan, kalaupun paling lama hanya dua periode. Hal tersebut menyebabkan banyak program pemerintahan yang tidak berkelanjutan dikarenakan pergantian pemimpin. Beda pemimpin, beda partai, beda ideologi, dan beda pula kepentingan yang dibawa.

Untuk konteks Indonesia, kematangan demokrasi belumlah tercapai. Karena masih banyak pergantian program ketika pergantian rezim, padahal tujuannya sama. Ada ego nama semata. Pilkada DKI memberi tanda bahwa bahwa demokrasi kita mulai bergerak ke arah yg lebih baik. Dengan majunya Ahok-Djarot (petahana), maka kesempatan untuk melanjutkan program sebelumnya akan lebih besar. Keunggulan atas kebijakan yang konkret ditambah bumbu bahwa 5 tahun bukanlah waktu yang cukup adalah letak nilai jual Ahok-Djarot. Terlihat bahwa sampai saat sekarang ini, kubu Ahok-Djarot selalu menjual program yang sudah mereka lakukan, dan program tersebut berangkat dari data dan kondisi real yang sudah mereka hadapi.

Saya melihat bahwa saat ini, keunggulan yang dimiliki Ahok-Djarot yaitu dengan melanjutkan kebijakan dan program sebelumnya. Bukan berarti pasangan lainnya tidak memiliki program yang bagus, hanya saja kita di sini berbicara mengenai kedewasaan politik dalam melanjutkan hal-hal baik yang telah dilakukan oleh pemimpin sebelumnya.

Keunggulan Ahok-Djarot ini juga dilihat dengan minimnya eksploitasi pasangan lain atas program yang mereka bawa. Kita lihat, serangan hanya bertumpu pada ketelodoran Ahok dalam berkata bukan atas kebijakan yang dilakukan sebelumnya (mungkin ada, tapi minim). Tagline "Kerja Keras, Bernyali" memperlihatkan Ahok-Djarot paham akan lapangan dan konteks daerah implementasi dari kebijakan yang dibawa.

Answered Nov 21, 2016
Shendy Adam
Belajar Politik dan Pemerintahan di UGM (2004-2008)

aXTdsMxN0NAJIXjy32nxBr4qrSyLcHw_.jpg

Sebagai petahana, Basuki dan Djarot jelas memiliki keunggulan dalam hal pengetahuan dan pengalaman dalam menghadapi persoalan-persoalan di Ibu Kota. Mereka berdua juga bisa mengklaim berbagai program yang sudah dijalankan Pemprov DKI Jakarta sebagai hasil kerjanya. Bandingkan dengan dua pasang kandidat lain yang baru bisa menebar janji dan berandai-andai.

Tak bisa dimungkiri, Basuki dan Djarot sudah membawa sejumlah perubahan dalam periode kepemimpinannya di Jakarta. Penilaian masyarakat akan sangat berpengaruh terhadap peruntungan mereka di pilkada. Apabila lebih banyak yang puas dengan kinerja keduanya memimpin Jakarta, tentu perolehan suaranya akan ikut terdongkrak. Sebaliknya, apabila masyarakat tidak puas, mereka bisa "menghukum" dengan cara tidak memilih Basuki-Djarot.

Gambar via encrypted-tbn0.gstatic.com

Answered Dec 19, 2016
Zulfikar Akbar
Jurnalis olahraga yang menggemari isu sosial politik

9s-9yBepuOd1Pp7jovhDmdpvlhZxQDQo.jpg

Setidaknya ada lima sudut pandang melihat pasangan ini dengan kelebihan mereka, yang dapat digambarkan secara garis besar sebagai berikut.

1. Dari Sisi Kelebihan Figur 

Mereka punya pengalaman yang cukup menjadi bukti, bagaimana kebijakan mereka dalam banyak hal dari menjaga tatanan Kota Jakarta hingga kebijakan yang menyentuh level akar rumput. Mereka terbilang tak terlalu peduli soal bagaimana citra yang melekat pada mereka, kecuali fokus pada apa yang dapat dilakukan. Itu telah terbukti sepanjang mereka berduet mengatasi berbagai persoalan di Jakarta.

Mereka berani dalam bersikap dan tak segan untuk menentang siapa saja yang dinilai menghalangi rencana mereka dalam membangun "hardware" dan "software" Jakarta, masyarakat dan pembangunan fisik dengan mentalitas yang sedang mereka bangun. Seperti apa Ahok-Djarot bersikap di depan legislatif yang kerap "unjuk kekuatan" hingga menghadapi level menteri sekali pun, membuktikan mereka adalah figur yang sangat memahami apa yang mereka lakukan.

2. Dari Sisi Filosofi 

Mewakili kebhinekaan, Ahok sebagai wakil umat Kristiani yang merupakan salah satu agama terbesar di Indonesia--kedua setelah Islam--bersanding dengan Djarot sebagai representasi muslim. Keduanya menunjukkan bahwa posisi minoritas tak berarti tak bisa melakukan hal-hal "mayor" atau besar, dan posisi mayoritas tak berarti harus pongah dan harus merebut segalanya. Terpenting, di tengah kemajemukan adalah kerja sama, harmoni, dan saling mendukung untuk membangun. Perbedaan bisa menjadi kekuatan, bukan sesuatu yang harus dijadikan alasan untuk berpecah belah.

3. Dari Sisi Edukasi

Mereka membawa nilai edukasi bahwa yang penting dalam leadership itu bukanlah siapa teratas, tapi siapa yang mampu melakukan yang terbaik. Bukan soal siapa yang paling banyak jumlah, tapi siapa yang lebih banyak mampu berprestasi. Itu menjadi edukasi penting untuk mengubah sudut pandang yang selama ini cenderung memaksakan bahwa yang berjumlah mayoritas memiliki hak di atas minoritas. 

4. Dari Sisi Budaya 

Mereka memperlihatkan bahwa tak masalah bagaimana latar belakang budaya, seperti Ahok yang berasal dari kalangan Tionghoa dan Djarot dari masyarakat Jawa, sebab yang lebih penting adalah membawa manfaat besar untuk semua etnis. Ada budaya saling percaya dan saling menghargai yang dapat mereka bawa, yang diperlihatkan dari keselarasan yang mampu mereka bangun di atas perbedaan budaya yang melekat pada etnisitas. Juga, terdapat budaya yang berorientasi pada kinerja dan solusi, yang memang dibutuhkan masyarakat Jakarta, dan bisa menjadi model bagi masyarakat luar Jakarta.

5. Dari Sisi Visi 

Sejak keduanya masih aktif sebagai pemimpin di ibu kota ini, mereka sudah melakukan berbagai terobosan yang dapat dikatakan visioner. Bagaimana mereka menata lingkungan, kepedulian pada area hijau hingga aliran sungai, sampai dengan kebijakan tidak populer harus melakukan penggusuran dengan solusi memberikan rumah susun, menunjukkan mereka punya bayangan bagaimana seharusnya kota ini tertata; dari manusia di dalamnya hingga lingkungan yang ada di sana.

Dengan mencari lebih jauh seputar lima hal itu saja, dan mengakuinya secara jujur semua bukti yang telah mereka perlihatkan, rasanya sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan apa yang menjadi kelebihan mereka dibandingkan figur-figur lain yang secara faktual memang baru hanya dapat menawarkan "mimpi indah". Sebab, Ahok dan Djarot, alih-alih menawarkan mimpi indah, lebih fokus pada bagaimana Jakarta kelak terlihat saat mata rakyat terbuka, saat bangun dari tidur yang selama ini kerap melenakan.

Ilustrasi via teropongsenayan.com

Answered Jan 4, 2017

H5eA0hcjGQRgGSf1QZICXk17K6MjyslH.jpg

Ahok-Djarot unggul dalam hal pemerintahan bersih dan itulah yang terpenting.

Dalam pembukaan UUD 1945 tertulis "Maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan"

Penjajahan di era modern sekarang adalah korupsi.

Hak-hak yang seharusnya didapatkan warga negara telah dirampas oleh koruptor!!

Sudah sewajarnya para koruptor dan pihak yang dirugikan akan melawan dengan segala cara agar orang bersih tidak bisa jadi pelayan warga negara.

Selama Ahok-Djarot tetap pada pendirian untuk menciptakan pemerintahan bersih, maka saya yakin dengan seizin Tuhan YME, mereka akan terpilih kembali.

Ilustrasi via ytimg.com

Answered Jan 4, 2017
Josua Collins
Kinerja nomor satu

EWAwqB19rLwPrTHbRjcvJhctFjyKS1tC.jpg

Keunggulan mereka adalah program-program Pemerintah DKI Jakarta selama kepemimpinan mereka menunjukkan bahwa mereka ingin menghapus mental "inlander" atau dijajah dari masyarakat kita.

Mereka tidak mau kasih "ikan", tapi mau kasih "jala". Salah satu contohnya adalah mereka menolak program bantuan uang tunai 1 M satu RW yang digaungkan oleh calon pasangan nomor satu ataupun pen-double-an KJP oleh pasangan nomor tiga.

Mereka memilih untuk membangun rumah susun, penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai dan berkualitas, akses transportasi publik yang murah (bahkan transjakarta gratis bagi kalangan tertentu), KJP yang berbentu kartu atm (Bukan dikasih uang tunai), dan lain-lain.

Dengan ini, setidaknya mereka memberikan alat-alat bantu bagi masyarakat untuk berjuang menjalani hidupnya. Karena kalau disuapin terus, maka mental kita akan terus-terusan meminta-minta, bangga dengan kemiskinan, dan lain-lain.

Hidup itu keras, jenderal ! ^^

Answered Jan 7, 2017
Johanes Enrico
Ahok Garis Keras

HySeB7Xl2fihm8v7kTW331akEnpiGU-X.jpg

Keunggulan Ahok-Djarot :

Pak Ahok dan Pak Djarot sudah mengubah Jakarta walaupun masih banyak yang perlu dibenahi tetapi sudah memberikan kemajuan selama 5 tahun ini, dimulai dr KJP lalu untuk kesehatan Puskesmas sekarang sudah bagus sehingga tidak perlu langsung ke Rumah Sakit jika di Puskesmas sudah bisa ditangani, lalu Bus TransJakarta sekarang sudah sangat nyaman, lalu untuk masalah banjir juga sebagian sudah bisa diatasi semoga Pak Ahok dan Pak Djarot bisa lanjut di Periode ke 2 dan yang terpenting adalah Pemerintahan harus Bersih, Transparan dan Professional. Lanjutkan !!!!!!

Answered Jan 9, 2017
Yohan Wahyu
Peneliti politik

iopq8kKXcY_pDg4Ofgg1P9ih_pMDAncK.jpg

Petahana! Ya itu keunggulan utama pasangan ini.

Kenapa menjadi keunggulan? itu pasti terlihat dalam kampanye mereka. Pasangan ini tidak akan berjargon janji, namun sudah bukti. Ya apa yang seharusnya mereka lakukan sepanjang memimpin DKI adalah 'kampanye berjalan" buat pasangan ini. Apa hanya itu? Tidak. Petahana juga diuntungkan menguasai materi terkait DKI, termasuk soal isu anggaran, reformasi birokrasi, lelang jabatan, dan yg lebih utama adalah soal anggaran.

Pasangan ini akan lebih "fasih" bicara soal kebijakan pemerintahan DKI karena mereka adalah petahana. Pasangan ini juga akan lebih mudah berjanji karena mereka sudah memiliki investasi terkait apa yg mereka lakukan selama ini. Setidaknya dalam kampanye mereka akan lebih mudah melakukan agitasi "jika memang pembatasan kendaraan ganjil genap sukses, kami akan tambah jalur ganjil genap" sebagai contoh.

Prinsipnya pasangan calon petahana selain sudah investasi di wilayah tersebut, mereka juga punya modal popularitas. Memori publik tentu selalu TDK lepas dari petahana. Nah, tentu bagaimana memaksimalkan keuntungan ini menjadi seni tersendiri bagi tim sukses. Sebab, bukan TDK mungkin keunggulan sebagai petahana bisa berbalik menjadi kelemahan jika investasi yang selama ini mereka lakukan di pemerintahan memiliki memori yang negatif di hadapan publik.

Answered Jan 10, 2017

Answered Jan 15, 2017

Program lebih real, tidak program hayalan

Answered Jan 18, 2017

Program2 realistis dan tepat guna.. 

Sdh teruji sbg birokrat yg mampu membuat terobosan2 positif dan berani mendobrak sistem maupun budaya birokrasi yg negatif.. 

Answered Jan 18, 2017

Sudah terbukti kerjanya, konsep pembangunan kota khususnya di bidang transportasi sudah bagus, dan on the track, tinggal di eksekusi

Answered Jan 18, 2017

Baru di zaman pak Ahok Jakarta wajahnya berubah. memang vak menyentuh gue secara pribadi tapi gue merasakan banyak perubahan terutama untuk orang yg bet ktp dki. seperti kjp kjs, marbot masjid dinaikkan haji. penutupan tempat maksiat, revitalisasi kalijodo, penertiban pkl, birokrasi yg mudah dengan optimalisasi teknologi. oh ya satu lagi normalisasi sungai dan kali yg bersih. walopun sejak cuti kali jadi kotor lagi, qlue jadi ga berlaku, tanah abang yg tadinya rapi jadi mulai ada pkl lagi, gak ramah

Answered Jan 20, 2017
Andrian Habibi
Advokasi hak sipil dan politik

keunggulan Ahok Jarot adalah partai pendukung yang termasuk sebagai partai penguasa saat ini. secara personal, ahok menjanjikan pengendalian kinerja pemerintahan provinsi DKI menjunjung tinggi efektifitas dan efisiensi kerja berbasis IT. sangat cocok bagi setiap pemilih yang mengharapkan keterbukaan dan kemudahan dalam berurusan dengan pemerintah

Answered Jan 27, 2017

Question Overview


and 2 more
20 Followers
4982 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Mengapa SBY begitu ngotot membangun dinasti partainya melalui pencalonan Agus Yudhoyono?

Apakah Ahok benar-benar menistakan agama Islam?

Apa analisis Agus Yudhoyono hingga enggan ikuti debat di televisi?

Siapa yang akan memenangkan Pilkada Jakarta 15 Februari 2017?

Menurut Anda berpeluangkah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Presiden RI tahun 2019?

Apa alasan utama banyak orang mencintai Ahok?

Mengapa Pasangan Anies - Sandi pantas memimpin Jakarta?

Mengapa Pasangan AHY-Sylviana pantas memimpin Jakarta?

Mengapa Pasangan Ahok - Djarot pantas memimpin Jakarta?

Mengapa Nasdem jadi partai pertama yang dukung Ahok di Pilkada DKI Jakarta?