selasar-loader

Apa keunggulan pasangan AHY-Sylvi dibandingkan pasangan calon lainnya dalam Pilkada DKI Jakarta?

Last Updated Nov 17, 2016

13 answers

Sort by Date | Votes
Qaedi Aqsa
Political Science University of Indonesia.

dyI-Kxzc7Atk_JRoWtMhnyr2jMiJI1Yt.jpg

Sampai saat ini, saya belum melihat keunggulan dari pasangan Agus-Syilvi. Namun, ketika berdiskusi dengan teman-teman, saya melihat bahwa pasangan ini selalu menjadi pilihan teman-teman untuk lolos ke putaran kedua (saya dan teman-teman berasumsi Pilkada DKI dua putaran) karena untuk memenangkan satu putaran, salah satu pasangan harus bisa mendapatkan suara dengan jumlah 50% lebih.

Rasa penasaran membuat saya sedikit mengikuti gaya kampanye dari calon ini. Hasil dari pemberitaan media dan diskusi dengan teman-teman, ternyata Agus merupakan pilihan dari pemilih pemula dan swing voters. Agus datang dengan usia yang paling muda di antara calon lainnya. Barang jualannya adalah sosok dia yang tegas, bijaksana, sangat khas dengan militer.

Jika dibandingkan dengan karakter calon gubernur lainnya, saya menempatkan sosok Agus berada di tengah-tengah antara Ahok dan Anies, Ahok adalah sosok yang tegas, berani, blak-blakan, namun kadang salah dalam berucap. Anies adalah sosok yang ramah, lembut, dan bijaksana dalam berbicara, namun apa yang sering diucapkannya sangat khas pengajar bukan pemimpin struktural. Pembangunan karakter Agus ada di antara dua orang tersebut; pintar, tegas, berani, dan bijaksana, karakter gabungan antara militer dan akademik.

Jika Agus tidak memenangkan Pilkada DKI, saya rasa tidak apa-apa karena target yang dicapai jauh lebih besar dari itu semua. Awalan yang cukup baik ketika publik sudah terpatri tentang sosok Agus.

Answered Nov 21, 2016
Shendy Adam
Belajar Politik dan Pemerintahan di UGM (2004-2008)

q5Cok8Y_yxfMaR3ISkGLYogeWVGUxgRU.jpg

Duet Agus-Sylvi boleh jadi adalah pasangan yang saling melengkapi. Usia muda, fisik prima, dan wajah--yang katanya ganteng--adalah keunggulan dari sosok Agus Harimurti Yudhoyono.

Sebagaimana banyak hambatan yang dialamatkan pada golongan muda, Agus juga disorot dari sisi pengalaman. Ia dianggap "anak kemarin sore" dalam politik dan pemerintahan. Tidak salah, memang. Selepas lulus SMA, ia melanjutkan pendidikan dan karier militer. Pengalamannya di TNI juga tidak bisa dibilang istimewa, karena waktunya banyak dihabiskan di bangku kuliah.

Sebagai perwira militer, tentu ia tidak pernah aktif dalam politik praktis, tidak seperti adiknya Edhie Baskoro Yudhoyono yang memang "nyemplung" di Partai Demokrat. Diakui atau tidak, keunggulan lain dari Agus adalah trah "darah biru" dari Sang Bapak, Susilo Bambang Yudhoyono.

Sementara itu, Sylviana Murni menutup kelemahan Agus dari sisi pengalaman. Dari enam orang kandidat cagub dan cawagub, None Jakarta 1981 ini tentu yang paling kenyang "makan asam garam" dalam bidang pemerintahan. Selama lebih dari tiga dekade berkarier di Pemprov DKI Jakarta, Sylvi sudah pernah menduduki sejumlah jabatan strategis seperti Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Wali Kota Jakarta Pusat, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan sampai Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan.

Selain itu, pengalaman Sylvi menjadi Wali Kota Jakarta Pusat menjadi modal berharga dan membentuk pribadinya yang ramah dan hangat dalam menghadapi warga di lapangan.

Gambar via assets.kompas.com

Answered Dec 19, 2016
Boby Lukman
Pedagang Rupa-rupa

cikeas 4

He's late comer, itulah kalimat pertama kali yang saya sampaikan kepada seorang teman yang bertanya peluang Agus Yudhoyono dalam Pilkada DKI. Memang, Agus datang pada menit akhir penentuan peserta Pilkada DKI. Pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sudah mendaftar, disusul duo petahana Basuki-Djarot. Agus dan Sylviana justru mendaftar malam hari, di hari terakhir pendaftaran pasangan Cagub/Cawagub DKI. 

Sebagai penantang terakhir dan paling akhir masuk gelanggang, jelas Agus punya beban berat. Dia tidak hanya menyandang beban sebagai penantang petahana dan juga mantan menterinya Jokowi. Namun juga nama besar Ayahnya Susilo Bambang Yudhoyono. Agus harus bertarung ekstra. 

Anak muda ini ternyata bukan tentara ingusan seperti kata Ikrar Nusa Bakti. Dia juga bukan "Cagub Magang" seperti kata netizen yang men-declare diri sebagai hatters-nya. Agus datang dengan warna dan konsep beda dari Ahok dan Anies. Selasar pernah menayangkan tulisan tentang AHY yang menjadi trendsetter dalam kampanye Pilkada. Menurut saya, itu tidak sepenuhnya tepat. Jeffrie Geovanie, pada tahun 2005 sudah melakukan langkah yang sama saat maju di Pilgub Sumbar. Saya mengikuti setiap hari ke mana JG melangkah. Jauh sebelum istilah "Blusukan" dipopulerkan oleh Jokowi, Jeffrie, dan tim kampanyenya sudah memulai. 

AHY yang berlatar belakang militer, mengganti kata "Blusukan" menjadi gerilya politik. Gerilya memang akrab dengan militer, Agus dan Sylviana memakai kata itu dengan tambahan kata "Politik" di belakang kata Gerilya. Agus dan Sylviana mendatangi warga DKI, menjelajahi kelurahan demi kelurahan dan menyusuri gang sempit di antara belantara ibu kota. Bertegur sapa dan membalas senyuman. Ia mengumpulkan simpati dan kadang ber-selfie ria dengan masyarakat. 

Sebagai calon termuda, AHY terus mem-branding diri dengan baik. Citra anak muda yang kuat, penuh asa serta kreatif dilakoni AHY dengan baik. Coba suruh pasangan calon lain melompat dari panggung kampanye ke kerumunan pendukungnya, saya jamin ndak ada yang mau. Bisa-bisa mereka malah terjerembap ke tanah dan luka-luka. Panjang urusan nanti. 

Sejauh ini, hasilnya cukup positif. Beberapa lembaga survei menempatkan mantan perwira muda di posisi pertama, disusul petahana Basuki dan Djarot. Cuma satu lembaga survei yang menempatkan AHY di bawah pasangan "Badja". 

Program-program yang ditawarkan AHY juga masuk akal. Ia tidak muluk-muluk. 10 program kerja yang ditawarkannya kepada pemilih rasanya masuk di akal bila dikerjakan. Tapi ya itu tadi, selalu saja dia di-bully. Agus di-bully bukan karena program kerjanya dianggap tidak masuk akal atau bisa diterapkan. Agus diserang karena dia anak SBY. Saya sudah katakan ini kepada teman tadi. Jadi, serangan ke AHY bukan serangan karena dia dianggap kapabel atau tidak, tapi karena menyandang nama Yudhoyono tadi, dan sejauh ini Agus sanggup menahan beban itu. 

Ilustrasi via dokumentasi pribadi

Answered Jan 4, 2017

fYPZ7KN-KAygZ18274qnkXqb0a1VjQUJ.jpg

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memiliki berbagai keunggulan. Antara lain dukungan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), paslon tersebut diyakini akan mendapatkan limpahan pemilih cerdas dari ormas yang lekat dengan kedua parpol tersebut, yakni Muhammadiyah dan NU.

Pengamat politik dari lembaga kajian Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago mengatakan pasangan Agus-Sylviana juga memiliki Susilo Bambang Yudhoyono diyakini bakal menjadi penasihat Agus dalam kontestasi pilkada. Kehebatan SBY dalam strategi politik dipandang akan membantu Agus-Sylviana di pilkada.

Selain itu, Agus yang pernah berkarier di bidang militer akan memperoleh simpati dari kalangan TNI dan pensiunan. Agus kini juga dipandang menjadi idola baru para pemilih muda.

"Demokrat sudah mempertaruhkan karier militer Agus, sehingga Demokrat tidak akan main-main dan saya yakin seluruh kader Demokrat bekerja keras dan all out bersatu memenangkan Agus-Sylviana," ujar Pangi, di Jakarta, Senin (26/9/2016)

Ia mengemukakan efek figur SBY yang masih disukai rakyat secara otomatis dapat mendongkrak elektibilitas Agus Yudhoyono. Masyarakat yang merindukan kepemimpinan SBY, katanya, akan berupaya mengobati rasa kerinduan tersebut dengan mendukung Agus.

Ia mengemukakan sosok Sylviana yang berlatar belakang pegawai negeri sipil merupakan representasi dari kelompok perempuan. Sylviana dapat menjadi pilihan alternatif bagi PNS yang tidak puas dengan kepemimpinan DKI Jakarta selama ini.

Ilustrasi via detikfokus.com

Answered Jan 4, 2017
Anonymous

Hasil gambar untuk agus sylvi

Keunggulan yang dimiliki pasangan Agus-Sylvi dalam Pilkada DKI Jakarta dibandingkan dengan pasangan calon lainnya adalah di bidang kemiliteran.

Ilustrasi via kompas.com

Answered Jan 4, 2017
Anonymous

eFg4zcIJor36iL_eoY4AEMsKAg-aq9Rg.jpg

Keunggulan Agus itu satu. Dan yang satu itu cukup untuk membuat dia menang alias mengalahkan incumbent. Apakah yang satu itu? Karena dia adalah putera SBY, Presiden Indonesia dua periode.

SBY berpengalaman dua kali dalam memenangkan pemilihan presiden langsung.  Artinya, dia tahu bagaimana cara memainkan seluruh instrumen kekuatan politik, ekonomi, sosial, budaya, militer, dalam merebut suara rakyat. 

SBY sangat mencintai anaknya. Dia hadir dari keluarga broken home. Ibu bapaknya bercerai saat dia remaja. Dia tidak mau anaknya mengalami hal yang sama dengan dirinya. Dan SBY sebagai negarawan ingin menunjukkan kepada Indonesia, "Begini lo menjadi Bapak yang benar dan baik itu."

Beliau menyiapkan segala sesuatunya untuk sang anak dengan sangat lengkap dan paripurna. Sekuat tenaga. Maka, dengan kekuatan cintanya yang begitu besar,  dia akan membuat Agus menjadi pemimpin Indonesia masa depan. 

Sebagai pembanding, saya ingin bertanya pada sidang pembaca, siapakah yang akan all out untuk Anies? Bapak dalam makna bapak sebagaimana SBY terhadap Agus, Anies tidak punya. Bapaknya sudah tiada, dan nyatanya bapaknya hanya seorang guru biasa. Sangat berbeda dengan SBY. Informasi yang beredar di kalangan terbatas, bahkan Anies kesulitan mengumpulkan dana untuk kampanyenya.

Demikian juga Ahok. Siapa yang akan berjuang all out penuh pengorbanan untuk dirinya?  Ahok sekarang masuk political grid lock. Temuan semua lembaga survei yang kredibel menyatakan bahwa dia sudah mengalami peluruhan suara. Meskipun sudah "hit the floor" di angka 25 persen, tapi tampaknya akan susah untuk rebound kembali. 

Seorang polster senior menyampaikan kepada saya, rumusnya begini.

1. Jika hendak menang, Ahok harus menang satu putaran. Dan jika ia menang, PDIP akan segera memutar akal bagaimana agar ia terjungkal dan Djarot naik menjadi gubernur.

2. Jika yang melaju ke putaran kedua Ahok dan Agus, Agus akan melenggang menang di putaran kedua karena pemilih Anies akan memilih Agus.

3. Jika Anies dan Ahok yang melaju ke putaran kedua, nasib Ahok akan sama, Anies akan menang, pemilih Agus akan ke Anies, tidak akan ke Ahok.

3. Jika Anies-Agus yang ke putaran kedua, maka Anies akan menang, karena pemilih Ahok akan alihkan suara ke Anies.

Kembali pada keunggulan Agus (dan berarti itu adalah keunggulan jenius politik SBY).

1. Dia punya semua akses logistik. Dan untungnya bagi Agus, pemilihan langsung adalah juga soal logistik. Siapa yang berlogistik kuat akan punya peluang lebih besar daripada siapa yang berlogistik lemah. Begitu hukum besinya.

SBY mengenal secara pribadi semua orang-orang yang punya uang super banyak di Republik Indonesia tercinta  ini dan tentunya mereka bermukim di Jakarta. 

Apalagi 10 tahun pemerintahannya terbilang cukup banyak pengusaha-pengusaha yang dibantu dan diberi kemudahan oleh SBY. Dan atas kemudahan SBY tersebutlah muncul utang budi. Ibarat kata pepatah, utang budi akan dibawa mati. 

Sebagai orang yang sangat correct dan detail, SBY tidak pernah meminta uang dan imbalan, semua itu memang murni membantu dunia usaha belaka. 

Sebagai contoh, Chairul Tanjung dengan CT Corps, Thohir bersaudara dengan Adaro, dan juga Wisnu Wardhana dengan Indika Energy. Kemunculan Wisnu Wardhana menjadi manajer kampanye Agus memperlihatkan bahwa ada usaha membalas budi dari grup Indika pada SBY.

2. Agus (yang tentu anak dari Bapak SBY) adalah militer. Di Jakarta ada satu jaringan yang sampai ke RT-RW yang bukan hanya dimiliki oleh mesin birokrasi, yaitu jaringan militer. Lewat babinsa. Dari sekian banyak calon,  hanya Agus yang berlatar belakang militer. Tentu secara solidaritas organis dan mekanis mereka akan solid dan tidak mudah terpecah. 

3. Nah, sepuluh tahun menjabat, tentu  pengaruh SBY masih sangat kental. Seluruh jenderal angkatan darat yang ada sekarang dan memiliki posisi,  semuanya mendapatkan bintang di masa SBY. Dan jika mereka dikontak oleh SBY, hampir pasti mereka tidak bisa mengelak. Dengan kata lain, budi baik itu masih terbawa-bawa. Politik adalah sistem kompleks antara take and give,  tangible, dan intangible. 

3. Agus (dan juga SBY) memiliki partai politik yang sahamnya 100 persen milik klan Yudhoyono.  Bandingkan dengan Ahok, dia bahkan hanya dalam kapasitas meminjam partai. Apalagi Anies, lebih rendah lagi ikatannya dari itu, dipinjamkan.

Militansi kader Demokrat terlihat sangat berbeda saat ini dibanding waktu-waktu sebelumnya. Dalam aras yang lebih luas, Agus Sylvi dijadikan alat branding secara nasional untuk kebangkitan Demokrat secara nasional. Maka, seluruh jaringan Demokrat akan terlibat aktif. Ini adalah  jalan kembali berkuasa. Mengapa? Karena kekuaaaan itu mengasyikkan. 

4.  Bintang. Star mentality. SBY adalah bintang. Dan Agus adalah juga bintang. Star mentality tersebut bersifat genetik. Dia diwariskan. Star mentality ini diperlukan jika hendak berkontestasi dalam demokrasi. Saya tidak menemukan mentalitas bintang dalam diri Ahok, apalagi Anies. Ahok mentalnya pedagang. Anies mentalnya ya mental guru.


5. Underdog. Dari awal Agus membangun strategi underdog. Diremehkan. Membuat tim militan di lapangan karena diremehkan media dan lawan. Keluarga besar Yudhoyono atau lebih tepatnya Sarwo Edhie Wibowo adalah juga militan. Agus, menurut dugaan saya, akan tambil penuh kejutan dalam debat nanti. Dia akan memukau, bahkan boleh jadi akan memperlihatkan kelasnya sebagai alumni Harvard. Sementara itu, Anies hanya lulusan kampus kelas dua di Amerika. Ahok apalagi, tidak lulus UMPTN, hanya lulusan Universitas Trisakti. Agus adalah alumni Harvard. Dan di mana saja di dunia ini, tidak ada Harvard alumni yang menjadi pecundang. Kombinasi Lembah Tidar dan Harvard. Sempurna bukan?

7Tol2aH9NNoGjSyFnPuWej5KGZZ6Qune.jpg

6. Agus paling muda. Di mana-mana,  tenaga orang muda jauh lebih kuat dari orang tua. Agus menyebut dirinya bergerilya. Meneladani Jenderal Sudirman bergerilya dalam memenangkan hati  dan pikiran rakyat Jakarta. Gerilya politik. Dan ini frasa baru. Frasa yang tampaknya digunakan untuk menggantikan istilah...(more)

Answered Jan 5, 2017
Delly Ferdian
Analis Economic Action

Hasil gambar untuk Susilo Bambang Yudhoyono

Jika Agus bukan anak mantan Presiden (SBY), belum tentu Agus akan masuk militer, apalagi terjun dalam Pilkada DKI Jakarta.

Kesimpulannya, keunggulan pasangan Agus-Sylvi adalah karena Agus anak presiden.

 

Ilustrasi via  staticflickr.com

Answered Jan 5, 2017
Arifki Chaniago
Political Commentator

szlXe9iLdEqQA0mD3VPGneXTgCKTQSac.jpg

Keunggulan  AHY-Sylvi dibandingan calon lain dalam Pilkada DKI Jakarta soal muda dan kebaruan di dunia politik, dibandingkan Anies-Sandi dan Ahok-Djarot yang sudah memiliki banyak pengalaman. Sesuatu yang tidak dimiliki pasangan lain adalah istri yang berlatar belakang artis, mengapa ini menjadi sebuah keunggulan? Agus yang berpasangan dengan Sylvi akan lebih mudah menggaet pemilih yang berlatarbelakang kelas menengah dengan mengikutsertakan istri Agus (Annisa).

Dewasa ini tak bisa dimungkiri kelas menengah (generasi muda) tertarik dengan film Korea, romantis, dan lain-lain. Agus cukup membangun branding yang baik dengan Annisa sebagai pasangan romantis, tampil ke publik tanpa menghilangkan peran Sylvi. Inilah keunggulan Agus-Sylvi dibandingkan calon lain. 

 

Ilustrasi via cdns.klimg.com

Answered Jan 5, 2017

Hasil gambar untuk agus sylvi

Menurut saya, keunggulan Mas Agus dan Mpok Sylvi dari pasangan calon lain yaitu Mas Agus lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga pejuang, dan Mas Agus juga dari seorang militer, jadi sudah tidak usah dipertanyakan ketegasan sang beliau, dan saya merasa Jakarta butuh seorang pemimpin yang muda, cerdas, kreatif, dan berani.

Ibarat semua kekurangan punya kelebihan, begitulah yang ada di Mpok Sylvi. Ia dan Mas Agus sama-sama saling melengkapi dengan pengalamannya yang menjadi Pemprov DKI Jakarta, Mpok Sylvi sudah pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, seperti Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Wali Kota Jakarta Pusat, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan sampai Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan

Jadi menurut saya, pasangan ini adalah pasangan terbaik.

 

Ilustrasi via jurnalpolitik.com

Answered Jan 5, 2017
Yohan Wahyu
Peneliti politik

TiCL4QTl4LFIivvDKwPBDJ8wyj0tMesG.jpg

Pasangan Agus-Sylvi adalah pasangan yang relatif 'lengkap' relasi keduanya. Lihat saja keduanya menggambarkan relasi militer-sipil, laki-perempuan, muda-senior (iyo tidak bilang tua), ganteng-cantik, belum pengalaman birokrasi pemerintahan daerah-sudah berpengalaman. Satu lagi yang menarik adalah relasi mas-mpok. Ya, Agus dipanggil mas untuk representasi Jawa dan Sylvi dipanggil mpok untuk representasi Betawi. Jawa dan Betawi adalah etnis dominan di DKI.

Apa ada yang lain keunggulannya? Ada. Salah satunya adalah menjadi beda di antara kedua pasangan lain. Masih ingat publik bertanya mengapa pasangan Agus-Slyvi tidak ikut debat di stasiun swasta? Ya dugaan saya mereka sengaja bikin penasaran publik. Ini namanya total football dalam bola. Mereka paham akan di-bully tapi apa benar AHY takut debat? Penasaran publik itulah yang ditarget pasangan ini. Ingat tanda-tanda orang jatuh cinta itu pasti penasaran dulu dengan orang yg dicintainya. Hhhhmm....

foto via blogspot.com

Answered Jan 8, 2017
Anonymous

Saatnya Jakarta dipimpin oleh yang muda. Agus Silvy berpotensi besar dapat membangun kota Jakarta,  bukan hanya omong kosong belaka. 

Answered Jan 14, 2017

Jujur.dan tegas

Answered Jan 14, 2017
Andrian Habibi
Advokasi hak sipil dan politik

beberapa keunggulan AHY-Sylvi menurut saya :

1. AHY masih muda dan yang termuda dari semua kandidat. faktor usia memberikan keuntungan bagi AHY karena bisa mengulangi keikutsertaan dalam pesta demokrasi untuk beberapa pesta demokrasi kedepan. selain itu, faktor usia muda membuka peluang dukungan para pemuda dengan slogan "yang muda yang berprestasi". setidaknya, setiap orang muda akan memiliki harapan bahwa pemuda bisa menjadi pemimpin.

2. Sylvi sebagai birokrat profesional. Keahlian dalam mengurusi PNS selama ini tentu saja membuka peluang Sylvi, yakni peluang membaca peta dukungan PNS dan pelbagai masalah serta menjanjikan solusi sesuai keinginan PNS.

Answered Jan 27, 2017

Question Overview


16 Followers
9462 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Mengapa SBY begitu ngotot membangun dinasti partainya melalui pencalonan Agus Yudhoyono?

Apakah Ahok benar-benar menistakan agama Islam?

Apa analisis Agus Yudhoyono hingga enggan ikuti debat di televisi?

Siapa yang akan memenangkan Pilkada Jakarta 15 Februari 2017?

Menurut Anda berpeluangkah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Presiden RI tahun 2019?

Apa alasan utama banyak orang mencintai Ahok?

Mengapa Pasangan Anies - Sandi pantas memimpin Jakarta?

Mengapa Pasangan AHY-Sylviana pantas memimpin Jakarta?

Mengapa Pasangan Ahok - Djarot pantas memimpin Jakarta?

Mengapa Nasdem jadi partai pertama yang dukung Ahok di Pilkada DKI Jakarta?