selasar-loader

Apa keunggulan pasangan Anies-Sandi dibandingkan pasangan calon lainnya dalam Pilkada DKI Jakarta?

Last Updated Nov 17, 2016

21 answers

Sort by Date | Votes
Arifki Chaniago
Political Commentator

Pasangan Anies-Sandi meyakinkan pemilih dengan membangun Jakarta dengan kemanusiaan, dengan Slogan "maju kotanya bahagia warganya". Sedangan Ahok-Djarot mengunakan slogan " Kerja Keras, Bernyali", artinya tetap membangun Jakarta dengan target kenyamanan

Answered Nov 17, 2016
Qaedi Aqsa
Political Science University of Indonesia.

sInXMvh_mlIEweUF29oyHpSLcP-hMi1v.jpg

Jika dilihat sampai saat ini, pasangan Anies-Sandi didukung oleh dua parpol yang cukup solid dan konsisten.

Gerindra dan PKS sudah mulai berkoalisi sejak Pilpres 2014 kemarin ini. Dengan kata lain, dua parpol tersebut sudah saling mengenal kepentingannya masing-masing. Walaupun capres yang diusung oleh dua partai politik tersebut kalah, dua partai tersebut tetap konsisten untuk menjadi oposisi (bukan oposisi murni) dari pemerintah yang berkuasa. Konsistensi ini dilihat dari beberapa partai Koalisi Merah Putih yang mengalihkan dukungan kepada presiden terpilih, namun PKS dan Gerindra tetap memilih untuk menjadi partai penyeimbang (saya lebih memilih kata penyeimbang daripada oposisi) pemerintah.

Berangkat dari kondisi di atas, terlihat bahwa kerja sama yang dilakukan oleh Gerindra dan PKS bukanlah kerja sama instan, bergerak atas negosiasi pragmatis, namun atas (mungkin) kesamaan visi-misi. Konsistensi tersebut berlanjut ketika mereka mengusung calon yang sama, di mana sebelumya terjadi dinamika antara PKS, Gerindra, Demokrat sehari sebelum penentuan calon.

Gerindra dan PKS merupakan penganut partai kader. Ini dapat dilihat dengan sayap partainya yang terus berkembang dan solid. Kekuatan kader yang dimiliki membuat mesin partai akan berjalan cepat sehingga berguna sekali ketika proses pilkada. Dengan kata lain, saya meilihat bahwa keuntungan yang dimiliki oleh Anies-Sandi adalah konsistensi dan soliditas partai pengusung mereka sampai saat ini. Percaya atau tidak, partai politik sampai saat sekarang tetap memiliki peran penting dalam menggerakkan demokrasi. Baik-buruk partai merekapun masih akan menjadi bagian dalam pesta demokrasi di Indonesia

Answered Nov 21, 2016
Shendy Adam
Belajar Politik dan Pemerintahan di UGM (2004-2008)

ceHzX08q6CqrEJkHMXp9hVzWNYGfB6G5.jpg

Tidak seperti Sandiaga Uno yang sudah sejak jauh hari menunjukkan hasratnya menjadi pemimpin di Ibu Kota, nama Anies Baswedan justru baru belakangan muncul pada masa-masa pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nyaris ditutup. Koalisi Partai Gerindra dan PKS mengeluarkan keputusan mengejutkan dengan mengusung Anies sebagai calon gubernur, sementara Sandi "cuma" kebagian jatah sebagai wakilnya. Unsur kejutan sebetulnya bisa jadi keunggulan bagi pasangan ini apabila kedua partai bisa memanfaatkan momentumnya waktu itu.

Anies Baswedan memiliki keunggulan dalam aspek intelektualitas. Kemampuan dalam memilih dan merangkai kata, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan, berada di atas rata-rata. Tulisan-tulisan maupun pidatonya amat memikat. Berkat kecerdasannya, ia bersama tim mampu menawarkan program-program yang spesifik, sesuai dengan segmen pemilih yang hendak disasar. Sementara itu, Sandi lebih sering mengumbar senyum dan menceritakan pengalamannya sebagai pengusaha muda disegani di Tanah Air.

Karena berangkat dari citra sebagai pasangan terdidik dan santun, Anies dan Sandi juga sangat mengedepankan kampanye bermartabat dan menghindari strategi yang bisa memecah belah rakyat. Saat pasangan lain berusaha menunjukkan identitas khas dan nomor urutnya, Anies dan Sandi justru memilih menggunakan "Salam Bersama" sebagai ciri mereka. Jargon yang mereka gunakan juga mempertegas bahwa mereka menawarkan kepemimpinan yang menggerakkan, bahwa warga adalah pelaku utama dalam pembangunan kotanya.

Gambar via i0.wp.com

Answered Dec 19, 2016

BYMh7OVfQ6XOeENPwfg4FHnmlkCS8h8b.jpg

Tujuh minggu lagi, akankah DKI Jakarta dipimpin oleh gubernur yang lama ataukah gubernur yang baru? Siapakah sosok yang dikehendaki oleh mayoritas pemilih di DKI Jakarta? 

Adakah orang Indonesia yang tidak terpukau dengan segala sesuatu yang berbau Jakarta? Tentu, ada. Yakni mereka yang memilih untuk tak menetap di Jakarta, sekalipun tiap pekan hadir di Jakarta mengisi beragam rutinitas. Bahkan, tiap hari, terdapat sekitar 2 juta orang yang bolak-balik keluar-masuk Jakarta. Mungkin lebih. Pun jutaan kendaraan. Belum habis polusi yang ditinggalkan malam hari, datang lagi polusi baru pagi harinya. Polusi dalam beragam bentuk: udara, suara, dan mata. 

Tak heran, pada periode DPR RI 2009-2014, lahir Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa. Ditengarai oleh para ahli kesehatan jiwa, betapa hampir semua penduduk Jakarta tidak sehat jiwanya–termasuk saya. Hanya saja, tingkat kesehatan jiwa itu berbeda-beda, dari yang paling ringan seperti stres, hingga yang paling berat berupa kegilaan. Jakarta, dalam skala ringan hingga berat itu, adalah rumah sakit bagi sekitar 9 Juta manusia dewasa. 

Ada sejumlah nama yang melekat untuk kota terbesar di Indonesia ini. Dari Bandar Sunda Kelapa sebagai tempat berlabuh bagi kapal-kapal layar dari seluruh penjuru Nusantara, hingga kapal-kapal dagang dari Eropa. Pun sebutan lain, yakni Batavia, Jacattra, dan segala macamnya. Sunda Kelapa, diartikan sebagai daerah kerajaan Sunda dengan banyak pohon kelapa. Pohon kelapa tumbuh di bibir pantai yang asri, kini hampir tak ada lagi. 

Tanpa Sunda Kelapa yang menjadi pelabuhan dagang kerajaan Galuh Pakuan, Padjajaran ini, kota besar ini mungkin hanya muara bagi 13 sungai yang berkalang rawa-rawa dan terbelah sungai dangkal menuju muaranya. Pelabuhan yang berada di muara, membuat bagian rawa-rawa itu tak lagi halaman belakang, melainkan halaman depan. Dari pelabuhan Sunda Kelapalah tamu-tamu Nusantara dan Mancanegara datang. Museum Fatahillah adalah lanskap indah yang masih tersisa, sebagai kantor gubernur Jawa Barat. 

Ya, Jakarta yang kini angkuh, mendikte kehidupan publik dari segala jenis pemancar radio, televisi, hingga jaringan media massa lainnya, sebelumnya hanya wilayah yang kecil saja. Istana negara dan balai kota sudah sangat jauh di belakang garis demarkasi Sunda Kelapa yang sepelemparan batu dari Museum Bahari di Pasar Ikan. Tanjung Priok–yang berkembang menjadi pelabuhan besar–adalah pelabuhan kedua yang belum begitu menarik. Jakarta yang menggurita, telah menelan kawasan Jawa Barat dalam jumlah yang berkali-kali lipat daripada induknya. Berbeda dengan daerah-daerah yang kian hari kian pecah, hingga ke level nagari, distrik atau desa, Jakarta justru meluas menembus batas-batas sejarah. 

Pun, dengan kehandalan teknologi yang dimiliki, pusat arah Satelit Palapa, Jakarta juga menerkam Indonesia. Padahal, kala diresmikan pada tahun 1975, Satelit Palapa ditujukan untuk menyambungkan antara Irian Jaya hingga Pulau Weh di Aceh. Nama Palapa juga diambil dari sumpah Mahapatih Gajah Mada yang tak akan menghirup kesenangan duniawi, jika Nusantara belum berhasil disatukan. Apa lacur, setelah 40 tahun, bukan Satelit Palapa yang menjadi persoalan, tetapi cara manusia-manusia Indonesia yang berada di Jakarta menggunakannya. 

*** 

Publik Jakarta sudah melihat, dalam pekan-pekan menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, bagaimana cara berkampanye ketiga pasang calon. Dari ketiganya, cara Anies-Sandi yang terlihat paling manusiawi.

Bahkan, dalam kedatangan ke markas Front Pembela Islam di Petamburan, Anies mengatakan betapa pembangunan manusia sama sekali kurang mendapatkan sentuhan. Ya, bicara soal kemanusiaan adalah bicara hal-hal yang terkesan normatif, abstrak, bahkan kadang disebut sebagai nihilisme semata. 

Sosok yang paling banyak bicara itu adalah almarhum Soedjatmoko. Jika Anies hanya sebatas Rektor di Universitas Paramadina, Soedjatmoko pernah menjadi Rektor Universitas Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jepang. Soedjatmoko juga yang menjadi inspirator dan kawan berpikir almarhum Soe Hok Gie, sosok demonstran angkatan 1966 yang lebih memilih menjadi dosen biasa, ketimbang bergelimang dengan jabatan-jabatan politik dan pemerintahan. 

Barangkali, tema keseluruhan dari kampanye Anies adalah soal-soal kemanusiaan ini. Anies dalam berbagai kesempatan mengatakan, "Betapa pembangunan model Ahok fokus kepada benda mati". Apa yang dikatakan Anies juga menjadi keresahan berbagai organisasi sosial kemasyarakatan, kalangan intelektual perkotaan, hingga sebagian kecil kelompok kritis yang mendalami masalah-masalah perkotaan. Hanya saja, sebagai kelompok kritis, tentu saja terdapat kesulitan dalam berhimpun menjadi satu kekuatan politik. 

Kekuatan politik, ya, kekuatan politik. Kekuatan sosial, ya, tentu tetap sebagai gerakan sosial. Pun kekuatan ekonomi, akan sulit sekali dijangkau menjadi kekuatan politik utama, tatkala konsep pembangunan manusia yang berbeda dengan benda mati bakalan membuat ekonomi kerakyatan menggeliat. 

Bahkan, bagi generasi X yang lahir antara 1965 hingga 1980, kata-kata manusia juga masih terdengar abstrak. Padahal, buku Soedjatmoko berjudul Dimensi Manusia dalam Pembangunan termasuk buku yang sangat laris dibaca, didiskusikan, dan dibahas oleh generasi X ini. Generasi X ini juga yang terkenal dengan aktivitas-aktivitas kemanusiaan sepanjang tahun-tahun pergantian abad. Sebagian di antara mereka sedang berada di luar negeri, tatkala angin demokrasi berhembus kencang dan menjatuhkan Presiden Soeharto. Sebagian yang lain berada di garda depan perubahan, tetapi tak mengambil sikap sebagai generasi yang fatalis dan revolusioner yang berdarah-darah. 

Saya sempat menulis nama Syamsul Hadi, seorang PhD lulusan terbaik Hosei University di Jepang yang meninggal dunia pada awal Oktober 2014. Silakan search saja karya-karya Syamsul Hadi, kawan saya yang kesepian sejak kuliah di UI, hingga berangkat ke Jepang tanpa ada biaya dan pun dukungan negara. Ia menerapkan “ilmu” yang mungkin...(more)

Answered Jan 4, 2017
Habibi Yusuf
PNS di Kementerian Perindustrian

Y61ZQKnU1aMZVYQUWB1BKAo-LDb3SjBY.jpg

Keunggulan Anies-Sandi dibanding kandidat lain adalah sebagai berikut.

Anies terlihat lebih santun, intelektual, dan dialogis. Retorika dan artikulasi gagasannya bagus. Anies juga relatif bisa masuk ke berbagai kalangan, tidak punya musuh, dan terlihat bisa merangkul. Agus memang terlihat lebih gagah, tegas, dan segar. Namun, dalam artikulasi gagasan dan retorika, Agus masih jauh di bawah Anies. Sementara, Ahok lebih terlihat emosional dan banyak musuhnya.

Sandi terlihat lebih kalem, modis, kekinian, dan dekat dengan anak-anak muda kreatif. Selain itu, Sandi juga punya banyak uang meski banyak yang bilang bahwa dia pelit. Anies berpadu dengan Sandi harusnya bisa menjangkau segmen anak-anak muda dan kelas menengah. 

Sedangkan untuk kelas bawah dan kelompok yang rawan terpapar strategi "serangan fajar", Anies-Sandi cukup bersaing dengan kandidat lainnya. Namun, mereka bisa memanfaatkan keunggulan yang dimiliki Sandi, yaitu uang yang banyak. Bukan untuk money politics tentunya, melainkan untuk menyewa konsultan untuk membuat kegiatan-kegiatan kampanye yang lebih tepat sasaran dan bermanfaat secara konkret bagi segmen masyarakat tersebut.

Ilustrasi via rakyatsulsel.com

Answered Jan 4, 2017

Hasil gambar untuk anies sandi

Yang jelas lebih realistis, di saat yang lain mengatakan dirinya mampu membenahi Jakarta, Anies-Sandi mengatakan bahwa kita bersamalah yang mampu membenahi Jakarta.

Ilustrasi via detik.com

Answered Jan 4, 2017
Yohan Wahyu
Peneliti politik

5bKmVJWZ-7EZDHuz0GU0Qlj1ng4W298D.jpg

Pasangan Anies-Sandi menurut saya pasangan yang secara politik terbentuk dengan tiba-tiba dan terkesan "dipaksakan", namun menariknya ini pasangan yang secara ide dan gagasan besar membangun Jakarta relatif lebih jelas dibandingkan dua pasangan lainnya. Setidaknya sikap menolak reklamasi, bervisi membangun manusia Jakarta, bukan lagi benda mati yang selama ini dijalankan oleh pemerintahan sebelumnya, sampai pada menciptakan usahawan atau wirausaha di tiap kelurahan adalah kelebihan dari pasangan Anies Sandi.

Singkat kata, pasangan ini dibentuk dengan " tiba-tiba", namun modal idealisme politik relatif lebih mapan.

Satu hal lagi, pasangan ini juga dianggap sebagai representasi Islam politik. Namun sayang, pasangan ini kurang mengkapitalisasi dukungan dari sentimen ini. Setidaknya, hasil sejumlah survei menyebut pasangan ini berada di juru kunci dibandingkan dua pasangan lainnya. Bisa jadi kelebihan Anies-Sandi adalah kekurangan mereka dalam mengkapitalisasi dukungan dan bisa saja ini ditangkap publik sebagai pasangan yang "nothing to lose".

Ilustrasi via blogspot.com

Answered Jan 4, 2017
Anonymous

Hasil gambar untuk \anies-sandi

Selama ini belum ada program pemerintah yang menyentuh langsung masyarakat, tetapi Anies-Sandi menawarkan pembukaan wirausahawan baru sebanyak 200 ribu orang, sehingga pengentasan kemiskinan bisa dilakukan.

 

Ilustrasi via static.turuntangan.org

Answered Jan 5, 2017
Anonymous

Hasil gambar untuk anies sandiaga

Pasangan bernomor urut 3 ini membawa harapan baru bagi penduduk asli Jakarta, harapan yang tak pernah diberikan oleh pemimpin sebelumnya yang arogan. Kita semua pasti tahu bahwa Pak Anies adalah sosok orang yang santun, pandai bertutur kata, dan tidak grasak-grusuk, dan inilah yang kita butuhkan seorang pemimpin yang bisa berkomunikasi secara santun terhadap warganya namun tetap berwibawa.

Dan Pak Sandi adalah seorang pengusaha muda sukses di Indonesia. Pasangan Anies-Sandi sejauh ini adalah pasangan calon yang mempunyai program paling realistis dan program yang kita butuhkan yang selama ini tidak terpikirkan oleh orang lain yaitu mengembangkan SDM untuk menjadi entreupreunership agar mampu menciptakan lapangam kerja bagi orang lain. 

 

Ilustrasi via detik.net.id

Answered Jan 5, 2017

Hasil gambar untuk Anies Baswedan

Menurut saya, hampir semuanya unggul. Tegas nggak harus marah-marah. Mas Anies walaupun jarang terlihat marah tapi padahal prinsip beliau tegas. Bersih dari isu korupsi sehingga memudahkan mereka untuk mengatur PNS DKI atau DPRD yang nakal. Punya visi yang jelas terhadap programnya. Terus nggak bohong dan nggak banyak janji yang sulit untuk dipenuhi. Mas Anies bilang tarif Trans akan naik jadi 5.000 padahal sekarang cuman 3.500 tapi kan realistis. Mas Sandy bilang program OK Oce lebih jelas dan terukur daripada bilang 1 RW 1 Miliar. Terus gajinya Bang Sandy mau disedekahin, kan realistis. 

Dan yang utama dari semua itu adalah santun, nggak banyak berkoar-koar yang nggak-nggak

I love u full, Mas Anies dan Bang Sandy 

Salam bersama.

 

Ilustrasi via metrotvnews.com

Answered Jan 5, 2017
David Sanjaya
Alumnus Kajian Media, Ilmu Komunikasi UI angkatan 2012. Sangat suka kucing.

Hasil gambar untuk daniel budiman mahanusa capital

Pasangan Anies-Sandi, meski harus banyak mempelajari detail teknis pelaksanaan tugas gubernur di ibu kota, tetap menawarkan gagasan yang komprehensif dan menarik, yaitu bagaimana Jakarta harus dibangun bersama, bagaimana pemerintah turun bersama rakyat memajukan daerahnya. 

Kalau bicara tentang pengalaman, tentu incumbent yang paling diuntungkan. Namun, bila yang ditanya tentang bagaimana cara mengelola sumber daya, saya rasa pasangan ini cukup tegas (bukan keras apalagi kasar) dan ramah, dilihat dari track record Pak Anies yang berani mengubah UN tidak lagi sebagai standar kelulusan dan Sandi yang berpengalaman memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.

Terlepas dari itu, fokus kampanye yang sejuk dan turut mengajak masyarakat menjadi poin plus bagi pasangan ini.

 

Ilustrasi via staticflickr.com

Answered Jan 5, 2017
Ghulam Azzam Robbani
Suka Mengamati Politik

PKS Gagas

Anies-Sandi mewakili dua kekuatan yang saat ini dibutuhkan Jakarta, bahkan dibutuhkan Indonesia, pendidikan dan ekonomi. 

Dua hal yang menjadi masalah fundamental di Indonesia, tidak hanya di Jakarta. Artinya, kalau Indonesia saja terwakili, apalagi jika "hanya" Jakarta. 

Itu dari sisi kompetensi. Bagaimana dengan sisi karakter dan kepentingan politik? Marilah kita mencoba melihatnya secara lebih jernih. 

Anies-Sandi beserta partai pengusungnya, PKS dan Gerindra, memberikan contoh keteladanan riil. Kepentingan rakyat untuk mendapatkan sosok pemimpin ideal dikedepankan. 

1. Anies menjadi jubir Jokowi dan Sandi menjadi jubir Prabowo pada Pilpres 2014. Suatu hal yang agak sulit jika kita cari di Indonesia kini. Keduanya bersatu dan menurunkan ego masing-masing untuk duduk bersama.

2. Sudah melihat transparansi dana kampanye? Sandi menghibahkan dana pribadinya sekira 34 M, itu artinya 95% dana kampanye (total 35,6 M) Anies-Sandi berasal dari kocek pribadi Sandi. Padahal, ia "hanya" cawagub. 

Seolah-olah Sandi mengatakan, "Aku ingin betul-betul mewakafkan diriku bersama Bung Anies." 

3. Siapa Anies? mengapa Gerindra dan PKS mau menyerahkan kursi calon DKI 1 kepada orang yang bukan kader partai. Jika Gerindra mengedepankan egonya, selayaknya Sandi yang mendapatkan kursi calon DKI 1 dan PKS calon DKI 2. 

Namun, saya kira, demi kepentingan yang jauh lebih besar, untuk sebuah ikhtiar demi DKI Jakarta yang lebih baik, Gerindra dan PKS memberikan kursi calon DKI 1 untuk Anies Baswedan, Sandi selaku kader Gerindra rela hanya calon DKI 2, dan PKS tidak mendapatkan kursi DKI. 

Bahkan, jika melihat pasangan sebelah, salah satu calon adalah anak dari ketua umum partainya. 

4. Secara terang-terangan, Boy Sadikin, yang disebut-sebut sebagai anak ideologis Ketua Umum PDIP, yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPD PDIP DKI Jakarta menyatakan pengunduran dirinya dan secara jelas dan berani malah mendukung pasangan Anies-Sandi. 

Pertanyannya, ada apa sehingga sosok sekelas Boy Sadikin mengundurkan diri dan malah mendukung Anies-Sandi? 

5. Sikap jelas dan tegas Anies-Sandi yang menolak reklamasi menjadi bukti nyata keberanian Anies-Sandi. 

Saya kira, Anies-Sandi sudah bersiap sedari awal untuk mewakafkan jiwa dan harta mereka untuk rakyat Jakarta. Mereka telah memberikan keteladanan riil. 

Untuk sebuah pertanggungjawaban dan pemberat amal mereka di akhirat kelak. 

 

Ilustrasi via wp.com

Answered Jan 5, 2017
Anonymous

Hasil gambar untuk anies baswedan dan prabowo

Kelebihan pasangan Anies-Sandi?

Anies-Sandi adalah pasangan yang paling dinamis. Saling melengkapi. Bukan pasangan coba-coba. Atau pasangan kawin paksa. Mereka saling mengenal sudah lama. Rekam jejak kepemimpinan mereka panjang. Anies mantan ketua senat mahasiswa UGM pada masanya.  Anies kuat di pembangunan manusia.

Sementara Sandi ahli keuangan nglotok MBA lulusan George Washington University USA dengan IP 4. Sandi kuat di soal-soal ekonomi dan infrastruktur. Karya nyata Sandi lewat kelompok usahanya adalah Tol Cipali. Sandi memulai bisnis dengan 3 karyawan sampai berkembang menjadi 50 ribuan karyawan. Dia sudah terbukti menjadi pembayar pajak yang taat. Dibandingkan Ahok misalnya yang menyebut dirinya berlatar belakang pengusaha, kita tidak pernah tahu apa sih usahanya Ahok di masa lalu. Dia punya karyawan berapa dan sudah bayar pajak berapa. 

Anies memiliki pengalaman mengelola Kemendikbud dengan anggaran yang berlipat-lipat dari Pemprov DKI. Dan selama dia menjabat menteri pendidikan, semua program tereksekusi dengan baik. Dan oleh mayoritas lembaga jajak pendapat dianggap menteri yang berprestasi.

Jokowi menggganti Anies dengan Muchajir bukan karena pertimbangan kompetensi, tapi karena aspek representasi. Tekanan dari kalangan Muhammadiyah untuk terwakili di kabinet membuat Jokowi harus megganti Anies dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. 

Mulanya ini semacam anomali, tapi setelah dipelajari lebih dalam, ada tersimpan taktik Jokowi mempersiapkan Anies untuk masuk ke kelompok Prabowo, dan kemudian mengambil hati rival Jokowi tersebut untuk tujuan bernegara yang lebih besar lagi. Dengan mempercayakan Anies menjadi gubernur yang diusung Partai Gerindra, Jokowi seperti ingin menyampaikan pesan kepada publik bahwa Anies orang saya menjadi jembatan antara dirinya dan Prabowo.

Menurut sumber yang dekat dengan prabowo, saat Prabowo makan siang di istana bersama Jokowi, yang dibicarakan adalah Anies Baswedan. Kata Jokowi, "Pak Prabowo, Pak Anies ini kan orang saya, saya dengar-dengar Pak Anies kesusahan ya logistiknya sekarang." Tak soal nanti akan ada itu bantuan datang. Kira-kira begitu.

Dibandingkan dua calon lainnya, ini pasangan unik. Berkarakter dwitunggal. Macam SBY-JK dan Sukarno-Hatta. Anies rem, Sandi gas. Anies oke dan sandi Juga oke. Jika Anies-Sandi menjadi gubernur dan wakil, maka keseimbangan konsep "jiwa dan raga" dalam membangun Jakarta tanpak lebih possible. Bukanlah kota-kota maju itu pendidikan warganya no. 1? Mana yang lebih dahulu? Jalan yang megah atau warga yang cerdas? Saya rasa Malaysia dan Singapura adalah contoh terdekat strategi membangun manusia terlebih dahulu, baru membangun fasilitas cangggih-canggih. Percuma membangun jembatan yang megah dan mewah jika penyeberangnya tidak tertib dan sembarangan. 

Anies dan Sandi adalah pasangan yang sudah selesai dengan dirinya. Anies punya track record anti korupsi. Dia adalah ketua tim etik KPK pada periode sebelumnya. Sumber yang layak dipercaya di Kemendikbud menyatakan para pemain proyek pengejar rente kalang kabut saat Anies menjabat. Dan saat berganti menteri yang sekarang, mereka pesta lagi. 

Bahkan, ada desas-desus yang menyatakan bahwa dicopotnya Anies adalah prestasi puncak "pemain buku lama" di Kemendikbud yang menjerit tidak bisa berpesta lagi, dan mereka mencari jalan memutar melobi sekelompok relawan yang punya akses langsung ke presiden untuk menebar berita palsu, yaitu Anies mau jadi presiden. Jokowi sebenarnya tidak termakan dengan isu itu. Dia mengenal Anies lebih lama dari yang menteri-menteri lainnya.

Biasa saja bagi Jokowi mengganti menteri dan mengangkatnya lagi. Ignasius Jonan sebagai contoh. Itu menandakan Jokowi memang seorang politikus ulung yang punya strategi berlapis-lapis. Publik berpikir Jokowi mengganti Anies karena alasan performa, padahal Jokowi mempersiapkannya untuk "Plan B" Jika karena sesutu hal yang tak terduga (dan ternyata kemudian terjadi) jagonya Jokowi, Ahok, mengalami degradasi dukungan. 

Anies adalah "kuda hitam" Jokowi. Jokowi hanya mau Anies atau Ahok. Jelas Jokowi tidak akan mau Agus menjadi gubernur. Karena itu tentu akan merepotkannya. Agus jadi gubernur, pada hakikatnya, bapaknyalah yang menjadi gubernur. Komplikasi akan sangat tinggi jika Jokowi membuat deal politik dengan SBY. Ada Bu Mega yang akan terluka hatinya. 

Anies dan Sandi dalam dua bulan terakhir dikatakan juru kunci di semua lembaga survei, bahkan Litbang Kompas yang terkenal independen. Dan bukan konsultan politik. Namun, saya yakin Anies bukan anak kemarin sore. Dia ekonom, lantas Ph.D Ilmu Politik. Dia mengerti angka dan data. Dan paham pula dengan momentum. Dia membiarkan dirinya terus di bawah versi lembaga survei, namun seminggu belakangan saya merasakan Anies-Sandi sedang memainkan taichi politik yang sukar dipahami lawan. Zig-zag kanan kiri.

Anies sepertinya memilih menjaga momentum. Dan running mate-nya si Peraton Sandi Uno juga tipikal orang yang suka reli-reli panjang. Menurut penciuman saya, di lap akhir, Anies-Sandi akan punya jurus kuncian. Dan ia akan membuktikan bahwa di Inggris sana lembaga survei seluruhnya keliru. Dan juga di Amerika sana, Hillary Clinton menang di survei, tapi kalah di pemilihan. 

Anies sepertinya termasuk aliran biar kalah di survei, tapi menang di pemilihan.

Selamat bertarung Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno. Mengutip Indra J. Piliang di atas adalah simbol sebuah generasi. Saya yakin mereka akan menang. 

 

Ilustrasi via blogspot.com

Answered Jan 5, 2017

9blClTJI0eVZqxSPB4lyzniFivB8cyv7.jpg

Pasangan ini mungkin bisa dibilang sangat baru dalam dunia politik. Satunya pengusaha sukses dan satunya lagi mempunyai background di bidang pendidikan yang sangat hebat. Begitu mereka berdua dipasangkan, ada sebuah kekuatan baru yang mungkin inilah yang dibutuhkan oleh Jakarta untuk saat ini. Dengan gaya kepemimpinan yang berbeda, mereka bisa merangkap segala kelas masyarakat. 

Memiliki latar belakang pendidikan serta entrepreneur, paslon ini menyadari bahwa sasaran yang paling penting dalam pembangunan sebuah daerah selain infrastruktur yang paling penting adalah sumber daya manusia atau SDM. Pembangunan infrastruktur memang mutlak dibutuhkan, tetapi tidak bisa berjalan dengan benar apabila SDM tidak dikelola dengan baik. Jika kedua hal itu tidak saling berjalan, maka akan sia-sia juga pada akhirnya.

Dengan memiliki SDM yang bagus dan mumpuni maka, pembangunan sebuah kota akan lebih baik ke depannya. Karena, dengan semakin banyak masyarakat  yang terdidik dapat menimbulkan cerminan kota yang baik pula nantinya.

 

Ilustrasi via bataranews.com

Answered Jan 5, 2017

Dari gaya komunikasi yang tenang dan baik. Memberikan motivasi yang menentramkan. Memiliki visi, rencana kerja dan konsep yang baik untuk DKI.

Answered Jan 16, 2017
Andrian Habibi
Advokasi hak sipil dan politik

Keunggulan Anis-Sandi adalah (1) Anis mantan Menteri yang tentu akan memberikan point plus bagi masyarakat kecil menengah. terlebih bila masyarakat melihat sosok mantan menteri sebagai seorang yang pernah dikagumi. (2) Perhatian pendidikan membutuhkan orang yang pakar dalam bidang tersebut dan Anis adalah pilihan yang tepat; (3) sandi sebagai pengusaha tentu memiliki rasa "usaha" yang lebih pas bagi para pencari kerja di Jakarta

Answered Jan 27, 2017

k0F_KFupxuceMhbs_jI4-uUb80vNEoz_.jpg

Keunggulan Anies Baswedan - Sandiaga Uno:  

1. Punya track record yang jelas. 

Anies Baswedan pernah menjadi menteri Pendidikan & Kebudayaan diperiode Presiden Jokowi. Sandiaga Uno punya pengalaman menciptakan lapangan kerja selama 20 tahun jadi pengusaha.

2. Ikhlas bekerja, orientasi pada pengabdian bukan kekuasaan.

 Anies dicukupkan sebagai menteri Jokowi di tengah jalan. Dia terima itu dengan ikhlas. Sandiaga Uno mundur dari seluruh perusahaannya agar tidak tersangkut pada kepentingan pribadi dan kekuasaan.

Kalau saja Anies Baswedan seorang alay, pasti dia sudah sering curhat di medsos ketika Presiden Jokowi menggantinya. Namun Anies bersabar, karena dia sadar jabatan menteri itu amanah yang dititipkan.

Sandiaga Uno diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera, tetapi bersedia menjadi wakil Anies Baswedan yang tidak punya partai politik. Alasannya sama, jabatan itu bukan tujuan. Namun amanah yang dititipkan.

Partai Keadilan Sejahtera pun demikian, tidak meminta posisi apapun untuk pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur.

3. Kandidat yang fokus bekerja, menjauhi permusuhan.

Anies - Sandi dua orang yang fokus dengan pekerjaanya. Terus bergerak dan turun ke masyarakat daripada sibuk menjatuhkan kandidat lainnya.

Kalau saat berdebat, memang itu adalah sarana yang disediakan untuk saling berargumen, namun setelah debat selesai, ya, kembali cair seperti semula.

4. Kandidat Anies - Sandiaga mampu menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat. 

Semua kelompok mereka datangi, semua agama mereka temui untuk dialog dan mendengar. Masuk kampung, kompleks, rumah susun, dan lain-lainnya.

5. Tim kampanye yang paling berani diaudit sumber dananya.

 Bukan hasil dagang politik atau dana siluman dari para pengusaha yang ingin dapat proyek dari Pemda DKI.

6. Kampanye Anies - Sandi paling mendidik masyarakat jadi pintar dan mandiri. 

Masyarakat dilatih kewirausahaan dan diberikan pelatihan. Kalau yang lain, bagi-bagi hadiah dan sembako.

7. Anies - Sandi sangat terbuka dengan kritik. 

Mereka mau mendengar pendapat yang berbeda dari orang lain. Tidak mudah baperan kalau di-bully. Dan tidak suka maki-maki orang lain yang keliru.

 

Answered Feb 6, 2017

UcgtjOHNbWYa899p09FrRt-AtXxDsskf.jpg

via turuntangan.org (FR)

Anies Bawesdan dan Sandiaga Uno adalah dua putra terbaik bangsa. Mereka sudah membuktikan kepada kita semua bisa sukses diusia muda di bidang yang mereka geluti. Anies misalnya sudah menjadi Rektor diusia 38 tahun, sehingga masuk rekor MURI sebagai rektor termuda di Indonesia. Pemikiran Anies tentang Indonesia Mengajar, Tenun Kebangsaan, Melunasi Janji Kemerdekaan dan sebagainya dan sudah beliau mulai rintis. Dengan berbekal program Sarjana dan mengajar hingga ke pelosok-pelosok negeri, sudah terasa efeknya. Orang-orang yang mempunyai pemikiran kebangsaan seperti Anies ini sudah jarang dimiliki Indonesia. Bangsa kita perlu orang-orang seperti ini...

Sandiaga Uno semua kita tahu beliau sudah jadi milyuner di bawah usia 40-an. Tidak banyak anak muda Indonesia yang jejak langkahnya seperti Sandiaga. Bangkit dari keterpurukan, menganggur karena perusahaan tempat dia bekerja bangkrut. Lalu bangkit kembali dengan ide brilian dan kemudia usaha yang digelutinya merambah banyak usaha dan menghidupi orang banyak. Saya ingat materi yang pernah beliau sampaikan ketika menjadi  narasumber, membangun usaha jangan andalkan relasi karena hanya berpengaruh 30%, akan tetapi andalkanlah kepercayaan konsumen, dengan begitu akan berpengaruh ke perkembangan usaha lebih dari 70%.

Artinya Sandiaga sangat tahu bahwa untuk sukses menjadi pemimpin maka menjaga kepercayaan rakyat yang dimpimpin adalah no.1, maka saya menyimpulkan Anies dan Sandi adalah pasangan yang sangat cucok untuk membangun ibukota Negara. Ibukota negara perlu tokoh yang berpikir seperti negarawan dan bekerja seperti usahawan untuk mensejahterakan rakyat DKI Jakarta. Jakarta butuh pemimpin yang tidak menjadi sember konflik, seperti yang ditunjukkan oleh pemimpin Jakarta saat ini.

Kitapun sudah tahu Kiprah dan sumbangsih Anies dan Sandi terhadap masyarakat apalagi di bidang yg mereka geluti sangatlah banyak. Tak ada keraguan bagi saya jika mereka terpilih nanti jd pemimpin ibukota negara. Saya yakin mereka akan berbuat yg terbaik dan akan lebih baik dr pendahulunya.

Answered Apr 4, 2017
Ray Rahendra
digital strategist, writer, Juventus, marketeer

4ck1eMg0HuXL84DpO9GKKp7AHmSGedyX.jpg

Bisa manfaatin isu SARA sebagai senjata kampanye? No?

 

sumber gambar: suratkabar.id

Answered May 3, 2017
afdanella ella
alumni SMANSA PAPA, abdi negara, planner, bestfriend nya bintang ketjil

uYus4JvVEZ5jYe-LQJ3gNY0GDlTGHWgg.jpg

Strategi majunya paslon 1. Gambling yang luar biasa.

 

sumber gambar: blogspot.com

Answered May 4, 2017

Question Overview


and 10 more
28 Followers
8472 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Mengapa SBY begitu ngotot membangun dinasti partainya melalui pencalonan Agus Yudhoyono?

Apakah Ahok benar-benar menistakan agama Islam?

Apa analisis Agus Yudhoyono hingga enggan ikuti debat di televisi?

Siapa yang akan memenangkan Pilkada Jakarta 15 Februari 2017?

Menurut Anda berpeluangkah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Presiden RI tahun 2019?

Apa alasan utama banyak orang mencintai Ahok?

Mengapa Pasangan Anies - Sandi pantas memimpin Jakarta?

Mengapa Pasangan AHY-Sylviana pantas memimpin Jakarta?

Mengapa Pasangan Ahok - Djarot pantas memimpin Jakarta?

Mengapa Nasdem jadi partai pertama yang dukung Ahok di Pilkada DKI Jakarta?

Siapa pemenangnya seandainya Ahok duel langsung dengan Anies Baswedan?

Bagaimana Anies Baswedan yang Anda kenal ketika SMA?

Rusakkah tenun kebangsaan Anies Baswedan saat ia memenuhi undangan Ketua FPI Habib Rizieq?

Apa kesan Anda saat pertama kali bertemu langsung dengan Anies Baswedan?

Seperti apa sosok Anies Baswedan di mata Anda?

Apakah Anies Baswedan bisa menjadi Presiden RI mendatang dan dengan cara bagaimana dia menjadi Presiden RI?

Apa gambaran Anda jika Anies Baswedan terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta?

Seberapa kenal Anda dengan Anies Baswedan dan apa kesan terdalam Anda mengenai beliau?

Siapa calon gubernur Jakarta yang paling eksis di media sosial?

Apa gambaran Anda jika Agus Harimurti Yudhoyono terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta?

Apa gambaran Anda jika Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terpilih kembali sebagai Gubernur DKI Jakarta?

Pasangan calon Gubernur DKI mana yang akan terpilih di Pilkada, berapa putaran dan mengapa pasangan itu yang kemungkinan terpilih?

Mengapa Anies Baswedan bisa paham betul Masalah Jakarta?

Bagaimana kesempatan Ahok untuk memenangkan putaran kedua dalam pemilihan Gubernur Jakarta?

Apa sajakah alasan Anies Baswedan akan memenangkan puteran kedua dalam pemilihan Gubernur Jakarta?

Bagaimana pendapat Anda tentang karier Ahok di Indonesia?

Perlukah memberikan apresiasi atas gubernur baru DKI Jakarta?