selasar-loader

Apakah kinerja Jokowi JK memuaskan atau mengecewakan? Mengapa?

Last Updated Nov 17, 2016

3 answers

Sort by Date | Votes
Malik Cholis
Abdul Malik

ruwc18L7zwMF6kBxtBCcgVJa1FYspzXu.jpg

Mengecewakan.

Jokowi banyak mengingkari perkataannya saat kampanye, mulai dari perampingan kabinet, kartu yang ternyata tidak ada anggarannya, pembelaan yang semu terhadap isu internasional, dan terutama ketidaktegasannya dalam menangani berbagai masalah di Indonesia.

Terdapat kesan bahwa pemerintahan sekarang lebih suka menangkap penyebar isu daripada menyelesaikan kegusaran rakyat. Poinnya sebagai berikut.

1. Bertele-telenya Jokowi dalam bersikap terhadap kasus penistaan agama yang seharusnya tidak perlu melebar jika ada ketegasan Jokowi seperti ketegasannya yang dikatakan saat menebas aksi pungli.

2. Tidak adanya pembelaan dan pengamanan terhadap aset dan ketahanan nasional, terbukti dari banyaknya keputusan presiden yang justru mendiskreditkan anak bangsa terkait hak kepemilikan, hak mendirikan organisasi, dan lain sebagainya. 

3. Tidak mampunya Jokowi memberikan jawaban tegas terkait isu pemerintah Indonesia yang sangat pro-RRC dan terkesan bahwa Jokowi berada dalam kendali RRC.

4. Banyak kebijakan besar yang mengarah pada mudahnya asing memasuki dan memiliki properti dan usaha di Indonesia.

Intinya, mayoritas ketidakpuasan rakyat berasal dari ambigunya pembelaan Jokowi terhadap bangsa Indonesia. Sangat ironis mengingat partai pengusung dan ideologi yang digembor-gemborkan oleh Jokowi adalah yang menekankan nasionalisme dan ternyata kebijakan yang diturunkan "menjual" bangsa Indonesia.

Ilustrasi via wordpress.com

Answered Dec 29, 2016
Saverinus Suhardin
Ners, Pembaca, Penulis, Pengajar

zGmt0u8uxZ2qvd1QzPYqKWlX_fKoYbcr.jpg

(Foto: Pak Jokowi sedang meninjau kapal pembangit listrik di Bolok-Kupang, NTT. Diambil dari Facebook ISP)

Sangat memuaskan.

Memang saya akui, tidak menguasai secara detail program kerja Jokowi-JK. Sebab jika kita ingin mengukur kepuasan, tentu saja didasari suatu standar yang telah ditetapkan sebelumnya (Program Kerja). Jika apa yang telah ditargetkan bisa tercapai, yang jelas akan terasa puas.

Saya merasa sangat puas karena pembangunan infrastruktur yang dijanjikan saat kampanye benar-benar terlihat hasilnya. Apalagi pemerataan pembangunan itu cukup baik. Kali ini tidak hanya Indonesia bagian barat yang melulu diperhatikan. Justru fokus pembangunan kini lebih ke wilayah Indonesia Timur. Setiap daerah perbatasan lebih diperhatikan. Kebutuhan primer masyarakat tetap menjadi prioritasnya.

Kemarin (28/12), Pak Jokowi kembali mengunjungi wilayah NTT. Beliau meresmikan bangunan megah, pos perbatasan RI dengan RDTL di Motaain. Pak Jokowi juga memberi bantuan makanan tambahan bagi sejumlah balita, membagikan sertifikat tanah, dan meninjau kapal pembangkit listrik yang mampu memenuhi kebutuhan listrik hingga ke pelosok. Sebelumnya sudah ada beberapa waduk yang telah mulai dikerjakan.

Itulah salah satu contoh bagaimana pembangunan infrastruktur mulai merata hingga ke Indonesia Timur. Memang belum maksimal, tapi mayoritas masyarakat puas. Sebabnya sederhana, pemimpin sebelumnya tidak pernah seprogresif masa kepemimpinan beliau bersama Pak JK. Tidak sia-sia di awal memimpin beliau rela tidak populer dengan menaikkan harga BBM. Toh tujuannya baik, biar pembangunan bisa dipercepat serta merata ke seluruh wilayah.

Terima kasih Pak Jokowi-JK. Teruslah bekerja membangun Indonesia, negara kita tercinta.

Ilustrasi via pelitabanten.com

Answered Dec 30, 2016
Anonymous

Kurang memuaskan, karena belum mampu menstabilkan harga bahan pokok yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Banyak kebijakan yang tidak pro rakyat seperti kenaikan PNBP serta dikuranginya subsidi untuk BBM dan Tarif Dasar Listrik.

Answered Jan 15, 2017