selasar-loader

Apa lagu anak-anak yang masih melekat di benak Anda hingga kini?

Last Updated Jan 26, 2017

RINDU LAGU LUGU DARI MASA KECIL DULU

bWz8Z0G63W5ef9qQEkjeZA5ZyY1rYsow.jpg

Tante Gode’

Naik di Becak

Becak ta’ putar

Tante Gode’ ta’ lempar..

Lagu diatas saya nyanyikan dengan riang bersama kawan-kawan satu SD saya di Kota Maros, sebuah ibukota kabupaten yang berjarak kurang lebih 30 km dari Makassar. Seuntai lagu lugu nan kocak yang disadari atau tidak menyinggung soal bentuk tubuh seseorang yang gode’ (atau gemuk). Sepulang sekolah, secara beramai-ramai kami kembali kerumah dengan berjalan kaki sembari menyanyikan lagu itu disepanjang jalan. Tawa kami meledak usai lagu itu dinyanyikan.

Suatu hari saat kami (4 orang anak termasuk saya yang ketika itu masih duduk di kelas 5 SD) beramai-ramai mendendangkan lagu bernada “sinis” tapi jenaka itu dengan suara kencang. Mendadak sebuah becak berhenti tepat didepan kami. Spontan kami terkejut apalagi saat melihat seorang ibu berbadan gode’ dan gede keluar dari becak tadi seraya menatap kami dengan tajam sembari berkacak pinggang.

“Eh, anak-anak, jangan coba-coba lagi kalian menyanyi lagu itu ya?. Itu bikin saya marah. Awas kalian!” kata ibu itu sambil mengepalkan tinju ke arah kami. Seketika kami semua ketakutan. Kaki saya gemetaran. Belum sempat pulih dari keterkejutan, tiba-tiba kepala kami satu persatu “dihadiahi” kandatto’ alias jitakan dari ibu tadi. Sembari bersungut-sungut, ibu tadi menaiki becak. Saya sempat melirik ke arah si tukang becak yang terlihat menahan tawanya. “Ciddako’ (rasain kamu) nak!, makanya jangan nyanyi lagu sembarangan!,” kata si tukang becak sambil menatap ngeledek kami satu persatu.

Adalah Grup “Loe Isi Yach” yang membahas soal lagu-lagu masa kecil di Kampung Panyingkul yang menyeret saya kembali ke masa lalu. Beberapa rekan di grup itu memaparkan sejumlah lagu-lagu masa kecil yang kerap didendangkan sembari melakukan permainan anak-anak (enggo’-enggo’ atau petak umpet, main kelereng, dan lain-lain). Simak saja lagu dibawah ini:

tumbu’-tumbu’ belanga
belanga minyak rong
rong kacalele tom-tom-tom..
sambayang kapiteng
buka satu di bawah!..

Arti lagu diatas saya tak tahu maknanya. Namun seingat saya, lagu itu didendangkan seraya bermain bersama 3 atau 4 orang teman seraya “menumpukkan” kepalan tangan satu diatas yang lainnya. Tepat saat kalimat terakhir pada lagu “buka satu dibawah!” maka sang empunya kepalan tangan yang berada di paling bawah “tumpukan”harus membuka tangannya. Demikian seterusnya sampai selesai.

Atau ada juga lagu seperti ini:

lojo’-lojo’, lojo’ pakanre tai,
pasubbi’ gallang-gallang..

enteng ris..!!

Arti lagu ini sungguh jorok abis. Jika saya dan kawan-kawan menyanyikannya maka tak lama kemudian tawa kami pecah membahana. Tepat di kata akhir “enteng ris!”, maka kamipun saling berkejar-kejaran. Saya ingat betul, lagu ini kerap saya nyanyikan bersama kawan-kawan kecil saya di Bone-Bone dulu. Kami bermain dibelakang rumah saya dimana terdapat hamparan lapangan sepak bola. Ini kami lakukan bila kami sudah bosan bermain sepak bola. Energi kanak-kanak yang tak kunjung habis memicu kami untuk bermain tanpa henti. Nikmatnya kian terasa jika setelah bermain, kami langsung mandi dengan menceburkan diri di kali irigasi yang mengalir jernih tepat didepan dilapangan bola tadi.

Lagu masa kecil yang masih saya kenang juga adalah lagu ini:

Ada anak baru, masuk sekolah

Pake baju merah

Rambutnya Kepang dua

Siapa Namanya?

Siti Rohani

Mana Rumahnya?

Jalan Ratulangi

Lagu diatas saya kurang tahu persis apa judul dan pengarangnya. Namun yang jelas, lagu tersebut sangat membetot ingatan karena ketika itu kami–yang duduk dibangku kelas 4 SD Negeri Bone-Bone– menyanyikan tersebut bersama-sama saat menyambut kedatangan murid cewek baru yang namanya bukan Siti Rohani, juga tidak tinggal di jalan Ratulangi. Saya tak tahu apa alasannya, mungkin sudah dari sononya lagu itu dibuat seperti “berima” dengan “i” dibelakangnya. 

Ketika si anak baru yang malang itu memprotes bahwa namanya Siti Annisa dan tinggal di Komplek PU Bone-Bone, spontan kami–anak-anak “lama”–balas memprotes: “Lagunya memang begitu kok!”. Dan ibu guru kami yang bijak langsung menengahi dan meminta kami mengganti teks lagu dibagian nama dari “Siti Rohani” menjadi “Siti Annisa” tetapi alamat rumahnya tetap “Jalan Ratulangi”. Kami sepakat. Siti Annisa juga (dengan wajah cemberut berusaha untuk) sepakat. Problem selesai!. Ibu Guru Senang.

Lamunan saya tiba-tiba buyar ketika tiba-tiba anak bungsu saya, Alya mendendangkan lagu masa kini dengan suara cadelnya:

Lelakiiii…buaayaa dalaat

Buceettt!!

Aku teltipu lagi!

Sayapun menepuk jidat.

Tak lama kemudian, sayapun menjerit histeris : ALYAAAAAA!!! GANTI LAGUMU!!

Duh..saya mendadak rindu pada lagu-lagu lugu dari masa kecil dulu

3 answers

Sort by Date | Votes

Saya tidak ingat dengan pasti, namun ada lagu yang memiliki lirik "tikus makan sabun". Lirik itu membuat saya terus berpikir apa benar tikus memakan sabun, bahkan saat saya mandi saya terkadang diam sejenak melihat sabun mandi saya sambil berpikir apa sabun saya pernah digigit tikus XDXD

Answered Aug 14, 2017
Baedhowi Pasha
Saya maba uin syarif hidayatullah jakarta fakultas sryariah dan hukum jurusan HK

Lagu yang sampai saat ini saya ingat adalah Topi Saya Bundar.

Answered Aug 14, 2017
muhammad rifadli
Mahasiswa Fakultas Teknik UI Peserta Rumah Kepemimpinan Jakarta

Lagu yang sampai saat ini saya ingat adalah Topi Saya Bundar.

Answered Oct 1, 2017

Question Overview


4 Followers
1068 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Apa lagu yang paling menggetarkan hati yang pernah Anda dengarkan?

Apa yang Anda rasakan saat pertama kali mendengarkan musikalisasi puisi berikut ini?

Apa yang Anda pikirkan tentang lagu Surti Tejo karya Jamrud?

Ketika dia yang kau sayang sangat akhirnya pergi menyakitimu, akankah kau terus tenggelam?

Apa lagu Nike Ardila yang paling anda suka, mengapa?

Lagu Jamal Mirdad apa yang paling Anda sukai? Mengapa?

Apakah Anda mempunyai kenangan khusus dengan musik atau lirik lagu tertentu sehingga sulit melupakannya?

Apa lirik lagu, jenis musik atau suara penyanyi yang mampu menghadirkan kenangan masa lalu?

Apa musik, lagu atau lirik lagu yang tidak ingin Anda dengar lagi dan apa sebabnya?

Benarkah anak yang suka tantrum memiliki kecerdasan di atas rata-rata?

Benarkah anak yang 'fatherless' berpotensi menjadi kemayu? Mengapa?

Bagaimana cara mengatasi anak yang memiliki rasa ingin tahu berlebih?

Mengapa anak lebih baik tidur di kamar sendiri alias terpisah dari orangtuanya?

Pada usia berapakah anak boleh diajarkan bahasa asing? Mengapa?

Pentingkah mengajarkan bahasa daerah kepada anak?

Bagaimana cara yang bijak menjawab pertanyaan anak tentang seks?

Pentingkah orangtua memberikan nama yang baik kepada anaknya? Mengapa?

Seberapa berbahayakah kondisi anak yang memiliki kedekatan berlebih dengan pengasuhnya?

Mengapa channel mainan di YouTube cenderung memiliki banyak sekali penonton?

Apakah Michael Jackson benar-benar memiliki dampak positif bagi industri musik?

Menurut Anda, negara manakah yang menguasai industri populer saat ini?

Apakah Inggris benar-benar bergantung pada Simon Cowell dan ajang pencarian bakat untuk menghasilkan musisi atau grup vokal?

Mengapa lagu-lagu The Beatles masih tetap digemari hingga beberapa generasi setelah mereka?

Menurut Anda, seperti apakah budaya populer dunia 50 tahun ke depan?

Mengapa lagu-lagu zaman sekarang memiliki umur popularitas yang singkat?

Apa grup band Indonesia yang paling Anda sukai?

Bila inti puisi dan lirik musik rap sama-sama menitikberatkan pada rima, bukankah puisi bisa dijadikan lirik rap?

Apa pendapatmu tentang Rich Chigga?