selasar-loader

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Last Updated Nov 17, 2016

11 answers

Sort by Date | Votes
El Hakim Law
Penikmat Politik

Hasil gambar untuk perilaku koruptif di Indonesia

Perilaku korupsi dapat dikatakan merasuk secara sistemik pada struktur pada setiap kelas di Indonesia. Hal ini tentu memerlukan good strategy dari pemegang kekuasaan by design secara konsekuen dan berkaitan pada seluruh sektor jika meminjam sedikit ide dari Richard Rumelt.

Hal yang tidak boleh sampai dilupakan adalah renovasi pendidikan mental dan karakter rakyat Indonesia melalui menanamkan integritas dan penguatan kreativitas-filsafati dari anak-anak muda.

Membangunkan kembali bangsa pemberani memang butuh waktu.

Gambar via blogspot.com

Answered Dec 17, 2016
Josua Collins
Kinerja nomor satu

Karena dua hal,

  1. by need; dan
  2. by greed.

Kalau kedua hal ini belum dapat dihilangkan, maka korupsi akan selalu ada di Indonesia.

Answered Jan 25, 2017

Korupsi sudah menjadi masalah kultural. Gaya hidup yang tinggi menjadi tolok ukur sederhana bagi sebagian masyarakat. Ini menciptakan mental-mental miskin yang berorientasi untuk menambah materi, sehingga perilaku korupsi menjadi hal yang biasa. Bagaimana mengubah perspektif dan gaya hidup? Butuh waktu yang lama, sebenarnya, tetapi harus dimulai dengan membangun integritas. 

Answered Jan 26, 2017
Dicky Wijaya
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Perilaku koruptif sulit sekali untuk diberantas karena upaya pemberantasan korupsi tidak dilakukan mulai dari akarnya, yaitu generasi muda. Sudah menjadi rahasia umum bahwa tes PNS, AKPOL, IPDN, dan beberapa PTN melibatkan uang dalam tesnya. Oknum-oknum inilah yang menebarkan penyakit korupsi dalam hati generasi muda. Hal ini telah saya saksikan secara langsung; teman saya mendaftar IPDN 2017 dan ia mengaku sempat dimintai sejumlah uang dari oknum yang "katanya" dapat meluluskan ia dari tes tersebut.

Pemberantasan korupsi harus dilakukan secara kompleks dan menyeluruh dari setiap lapisan. Jangan biarkan oknum-oknum tertentu menebarkan bibit-bibit korupsi kepada generasi muda. Apabila seseorang dalam mendapatkan suatu jabatan menggunakan uang, maka pasti ia akan berpikir untuk mengembalikan uang yang dulu pernah ia keluarkan dengan cara apapun, termasuk dengan korupsi.

 

 

Answered Jul 31, 2017
Anditha Nur Nina
Peserta Rumah Kepemimpinan Angkatan 8 // Mahasiswa FKM UI Angkatan 2014

Ov3jhtkXdXb47Qyh2Vlb8m_E6-Sn3jc3.jpg

Menurut hemat saya, itu terjadi karena perilaku koruptif telah dibiarkan tertanam sejak dini oleh sistem di Indonesia. Selain itu, kolaborasi antarelemen untuk sama-sama membangun sistem yang bersih dari korupsi dan saling membantu mengedukasi orang-orang di bawahnya untuk menjauhi korupsi. Dapat kita ambil contoh bahwa perilaku sesederhana terlambat, menyontek, dan "titip" absen menjadi suatu kewajaran dalam dunia akademis akhir-akhir ini. Selain itu, tidak ada sanksi tegas yang diberikan. Tidak ada efek jera yang diberikan juga. Mulai dari pembiaran seperti itulah, bibit bibit perilaku koruptif mulai dipupuk.

Ditambah lagi, sistem birokrasi yang ada di Indonesia memiliki "uang-uang pelicin" untuk mempermudah jalannya birokrasi didalamnya. Perilaku koruptif juga dipermudah lewat sistem seperti ini. Banyak juga setiap harinya di media para pejabat publik yang tertangkap dalam Operasi Tangkat Tangan (OTT) KPK yang meningkatkan persepsi publik bahwa perilaku koruptif memang sudah terjadi dimana-mana dan, amit-amitnya, bisa menjadi sebuah budaya.

Namun, masih ada harapan untuk bisa memberantas perilaku koruptif ini melalui gerakan pemuda yang sudah menjamur di berbagai daerah di Indonesia, sebut saja Future Leaders Anti Corruption, sebuah komunitas yang tujuan utamanya memberi pendidikan terkait pencegahan korupsi, keparahan korupsi, serta organ-organ lain yang belum disebutkan disini. Edukasi ini seharusnya juga masuk lewat pendidikan formal di Indonesia. Selain itu, diperlukan pula sanksi yang memberikan efek jera sejak dini sehingga ketika dewasa ia tak berpikir sedikit pun untuk melakukan tindak korupsi.

 

Ilustrasi via pixabay

Answered Oct 31, 2017
Manik Marganamahendra
#Jawabanku Oktober 2017 #Rumah Kepemimpinan #RK Regional Jakarta

nppvhDqL7uOoILiSc2ZY3ITw9cwYbJUN.jpg

sumber gambar: https://assets-a1.kompasiana.com/items/album/2016/01/27/korupsi-56a8bf3f91fdfdb9078b45cf.jpg

Sebelumnya, mari kita telaah lagi sejarah dari korupsi itu sendiri. Kata korupsi berasal dari bahasa Latin "corruptio". Kemudian kata ini menyebar menjadi corruption di bahasa Inggris dan corruptie/korruptie di bahasa Belanda. Arti kata korupsi secara harafiah adalah kebusukan, keburukan, kebejatan, tidak bermoral, penyimpangan. Hingga akhirnya kita mulai mengenal kata korupsi sebagai suatu kegiatan yang terikat dengan hukum. Korupsi dari perspektif hukum sendiri dipandang sebagai sebuah kejahatan, yang akhirnya memunculkan ilmu hukum pidana korupsi.

Indonesia sendiri sudah mengenal budaya korupsi ini jauh sebelum dijajah oleh Belanda. Perilaku korup yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia ternyata lahir dari nenek moyang bangsanya. Pada zaman kerajaan Majapahit dan kerajaan di Nusantara lainnya, bangsawan saat itu dikenal suka menumpuk pajak dari rakyat bawah yang hasilnya tidak dipergunakan untuk kepentingan kerjaan, melainkan kepentingan pribadi bangsawan tersebut. 

Kemudian, masuk ke masa kolonialisme di Indonesia. Belanda menjadi salah satu negara yang berkontribusi memperkenalkan budaya korupsi kepada masyarakat Indonesia. Budaya ini dimulai dari budaya saling suap di kalangan keluarga kerajaan dengan Belanda untuk memudahkan misi kolonialnya di suatu wilayah. Kemudian adanya VOC pada saat itu dengan perjanjian Giyanti berhasil memecah belah Mataram menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kasunan Surakarta. Upaya memecah belah ini menguntungkan VOC untuk menarik uang lebih banyak lagi dari masyarakat Mataram waktu itu. Ditambah lagi dengan karakteristik orang-orang di Jawa yang opurtunis dan mencoba mendapatkan banyak keuntungan dari pihak Belanda daripada untuk masyarakatnya sendiri. Hingga masih banyak lagi perilaku korup yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia jauh sebelum hari ini. Hal ini menggambarkan bahwasannya korupsi bukanlah suatu hal yang baru, melainkan suatu budaya yang mendarah daging di Indonesia.

Masuk ke zaman kemerdekaan, Indonesia mulai menyadari adanya perilaku korup yang membahayakan negara di tataran pemerintahannya. Lahirnya Panitia Retooling Aparatur Negara (PARAN) menjadi cikal bakal lembaga pemberantas korupsi di Indonesia. Munculnya 'Operasi Budhi' juga menjadi salah satu terobosan saat itu yang berhasil menyelamatkan uang negara dari tindak korupsi. Namun akhirnya tidak lagi berjalan karena dianggap mengancam elektabilitas pemerintahnya saat itu. Kemudian muncul Tim Pemberantas Korupsi di era orde baru hingga saat ini yang masih berdiri sebuah lembaga independen negara: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Adanya lembaga antirasuah di Indonesia memang menunjukan sebuah kemajuan Indonesia untuk serius menyikapi masalah korupsi, Namun, mengapa rasanya perilaku koruptif tidak juga bisa dibilang hilang dari Indonesia?

Berdasarkan pemaparan sejarah korupsi di Indonesia itu sendiri, nampaknya berat menghilangkan budaya yang telah mendarah daging di bangsa ini. Perilaku korup yang telah membudaya ini seakan-akan telah disepakati bersama oleh masyarakat Indonesia sebagai suatu hal yang wajar. Mengapa demikian? Karena budaya korup ini memiliki dasar yang sangat luas dibandingkan dari tindak pidana korupsi itu sendiri. Melakukan sebuah fraud atau kecurangan misalnya, merupakan salah satu dasar perilaku yang akhirnya mengakibatkan perilaku korup itu sendiri. Oleh sebab itu, tindakan-tindakan kecil yang membudaya inilah yang disepakati sebagai sebuah kewajaran yang pada akhirnya sulit lepas dari masyarakat Indonesia.

Hingga saat ini, seberapa kuat pun lembaga antirasuahnya atau seketat apapun sistem yang diberlakukan untuk mencegah tindak pidana korupsi ini. Jika tidak diiringi dengan counter budaya dan penanaman nilai integritas yang baik semua itu akan sama saja hasilnya. Suatu saat nanti, budaya korupsi ini pasti akan muncul kembali.

Saya rasa, satu-satunya budaya di Indonesia yang paling sulit untuk terkikis zaman adalah korupsi. Bisa dilihat, ada manusia yang mampu bertahan berkali-kali dari tudingan korupsi yang sudah jelas-jelas disertai barang bukti. Tapi berlagak ingin mati dan tiba-tiba sehat kembali.
Semoga perilaku koruptif ini bisa perlahan dikurangi bahkan dihilangkan, mulai dari pejabat publiknya yang seharusnya bisa menjadi role model bagi masyarakat Indonesia untuk tidak berperilaku koruptif bukan sebaliknya.

Answered Nov 1, 2017
rai nasrullah
Rumah Kepemimpinan Surabaya | Universitas Airlangga

Dalam pemahaman sosiologi, yang nama nya perilaku seseorang dapat digolongkan ke dalam tiga hal yang utama, yakni sikap, tindakan dan pengetahuan. Hubungan nya dengan makna "perilaku koruptif" adalah segala hal yang berkaitan dengan sikap, tindakan dan pengetahuan seseorang atau sekelompok orang yang menjebakkan diri nya pada kegiatan korupsi. naah kenapa kok di Indonesia tidak dapat menghilangkan sikap koruptif ? hal tersebut dikarenakan masyarakat Indonesia selalu tidak menghargai waktu dan sering tidak tepat waktu, karena menurut saya tidak tepat waktu itu merupakan korupsi dan di Indonesia hal tersebut menjadi kebiasaan contohnya saja ketika rapat pasti dijamin akan telat ataupun ngaret dan hal tersebut adalah salah satu sikap koruptif terhadap waktu !! oleh sebab itu perilaku koruptif susah untuk dihilangkan karena telah mendarah daging atau bahkan bisa dikatakan ciri khas dari masyarakat Indonesia !!

Answered Nov 2, 2017
Surya Pangidoan Nasution
Biokimia IPB 2015, peserta Rumah Kepemimpinan Bogor angkatan 8

Mungkin perlu didefinisikan terlebih dahulu apa itu pengertian dari kata perilaku. Menurut KBBI perilaku didefinisikan sebagai tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan. Jikalau hal ini dikaitkan dengan korupsi maka dapat dimengerti bahwa penyebab susahnya perilaku ini dihilangkan karena orang yang berada dalam suatu kekuasan dan berpeluang untuk melakukan korupsi maka akan mengambil peluang tersebut sebagi tanggapannya terhadap lingkungan. Terkadang tanpa adanya peluang pun, oknum tersebut cenderung menciptakan peluang. Selain itu menurut saya, perilaku koruptif seperti susah untuk dihilangkan karena sifat dasar manusia yang mempunyai nafsu dan berharap akan sesuatu hal yang berlebih, apalagi menyangkut keuangan. Sehingga nafsu yang dituruti ini akan mengarahkan dia kepada perilaku. 

Terlepas dari semua hal itu, sebagai pemuda kita tidak boleh pesimis terhadap hal ini. Berikan kontribusi-kontribusi kecil yang berdampak pada hal tersebut seperti menanamkan dalam diri sendiri terlebih dahulu untuk menjauhi sifat-sifat koruptif dan bisa juga mengikuti gerakan-gerakan antikorupsi serta menanamkan pada generasi penerus bangsa sikap dan perilaku antikorupsi.

Answered Dec 2, 2017
Maya Andrayani
Full time wife, full time daughter, full time daughter in law, full time sister,

Karena perilaku sudah naik tingkat menjadi kebiasaan, dan akhirnya budaya. Masih ada penyelanggara negara yang menilai korupsi adalah suatu kewajaran, kalau tertangkap, ya namanya apes. Mengubah budaya tentu tidak semudah membalik telapak tangan

Answered Jan 2, 2018
A Ramdani AZ
School Development Program Consultant, Book lover.

Perilaku apapun yang negatif, tidak muncul begitu saja. Ada proses yang telah berjalan, kemudian mengendap dalam sistim kesadaran. Perilaku koruptif diawali sejak orang menganggap berdusta itu kalau sedikit atau dalam hal kecil tidak apa-apa. Orang yang sejak kecilnya sering berdusta, meskipun dalam hal perbuatan kesalahan kecil, maka membentuk karakter negatif, yaitu sikap ketidakjujuran dalam perilaku.  Nah kelak, jika seseorang yang sejak kecilnya sudah terbiasa dengan ketidak jujuran, maka sikap integritasnya akan mulai hilang. 

Di negeri ini sepertinya perilaku tidak jujur cukup banyak terjadi sejak anak ada di bangku sekolah dasar. Misalnya dalam hal belajar, dalam hal ulangan dan saat guru dengan rasa bangga "mensukseskan" anak didiknya saat ujian kelulusan. Muara kondisi itu bisa jadi dari ketidaksiapan guru dalam mendidik anak untuk berlaku mandiri dan belajar berintegritas. Karena memang gurunya sendiri minim sikap integritas tersebut.

Answered Jan 29, 2018
Ermas IL
Peserta Rumah Kepemimpinan Regional V Bogor

Sikap dan sifat adalah kedua hal yang berbeda namun menyerupai. Sikap merupakan respon dari sebuah hal yang dialami, sangat dilatar belakangi kondisi terkini. Sikap bisa berbeda ketika sekalipun dalam kondisi yang sama namun di waktu dan tempat berbeda. Sedangkan sifat adalah sesuatu yang menjadi ciri manusia tersebut, sesuatu yang sejatinya bisa diubah namun sulit karena dipengaruhi oleh faktor genetik.

Koruptif adalah sifat sifat korup. Perbuatan manusia yang sangat sering dilakukan dalam keadaan apapun. Sifat ini bisa dipastikan tidak dimiliki manusia sejak lahir, karena bayi adalah makhluk suci tanpa dosa. Namun lingkungan yang terus menerus membiasakan, hingga menjadi sebuah kewajaran. Tidak adanya punishment ketika melakukan ataupun pengingat untuk tidak melakukan. 

Perilaku koruptif sulit hilang di Indonesia karena belum seriusnya semua unsur untuk memerangi bahaya laten ini. Sebuah budaya buruk yang sangat merugikan siapa saja. Seharusnya pemerintah sebagai pemegang kebijakan melibatkan semua pihak untuk terlibat, mengatur pembagian peran, dan secara fair terbuka sekalipun ada aparatnya yang koruptif harus tetap ditindak. Namun inilah lucunya negeri ini. Soal hukum selalu tebang pilih. Penegakan masih memandang status kedudukan jabatan dan harta, bukan berpegang teguh kepada agama dan asas keadilan. Semua hal yang menyimpang seperti korupsi ketika dilakukan bersama sama diwajarkan dan dibiarkan.

Answered Mar 3, 2018

Question Overview


18 Followers
1200 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Kasus-kasus apa saja yang berpotensi menjerat klan SBY?

Apa yang sebenarnya terjadi dengan Antasari Azhar?

Apa Anda pernah menyaksikan secara langsung transaksi yang menurut Anda adalah korupsi?

Kapan dan jika bagaimana korupsi di Indonesia akan berakhir?

Apa saja foto yang menggambarkan betapa korupnya sebuah pemerintahan?

Mengapa banyak koruptor kelas kakap mendapatkan remisi hukuman?

Budaya apa yang sekarang sudah hilang?

Apa cara yang paling efektif dan feasible untuk memberantas korupsi di Indonesia?

Benarkah sanksi terhadap koruptor di Indonesia masih lemah?

Perlukah koruptor yang terbukti menggasak uang rakyat dihukum mati?

Adakah keterlibatan Indonesia pada Perang Dunia II?

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Hal-hal apa sajakah yang harus dipenuhi agar Indonesia menjadi pemimpin budaya populer dunia?

Foto apa saja yang bisa mengubah cara pandang kita tentang Indonesia?

Apa yang Anda banggakan dari Indonesia saat bertemu masyarakat internasional?

Masakan/makanan Indonesia apa yang menurut Anda paling mungkin go international?

Mengapa bangsa Indonesia dapat sebegitu lamanya dijajah oleh Belanda?

Makanan/masakan Indonesia apa yang paling memiliki nilai sejarah tinggi?

Apa yang membuat beberapa suku di Indonesia masih tetap bertahan dengan gaya hidup tradisionalnya, misalnya Suku Badui?

Bagaimana rasanya menjadi imam besar Masjid Istiqlal?

Sebagai imam besar masjid, bagaimana cara Bapak Nasaruddin Umar menjadi pengayom umat Islam Indonesia di tengah banyaknya ormas Islam di Indonesia?

Apakah ada program di Mesjid Istiqlal yang bertujuan agar anak-anak muda di Jakarta menjadikan Mesjid Istiqlal sebagai pusat untuk menimba ilmu tentang Islam? Jika ada lalu apa saja program tersebut?

Bagaimana tanggapan Bapak sebagai Imam ketika ada segelintir orang menautkan gerakan ISIS dengan Islam?

Bagaimana agar kita bisa umat Islam mudah berkomunikasi dengan mereka yang tidak memiliki agama/ atheis?

Bagaimanakah definisi Radikal dalam beragama?

Bagaimana pandangan Anda mengenai perkembangan Islam lewat tradisi esoteris Syekh Siti Jenar?

Bagaimana menjadi pribadi yang bisa istiqomah?

Apa arti dari beriman tetapi belum berhijrah?

Seperti apa beban menjadi seseorang yang dikenal sebagai ulama?

Bagaimana cara mencegah korupsi di DPR, Pak?

Jika dokter atau rumah sakit terindikasi memberikan keterangan yang salah untuk melindungi tersangka korupsi, apa langkah yang bisa diambil KPK?

Apakah "pelumas" ketika ingin naik jabatan di lembaga pemerintahan/ menjadi kepala pemerintah memang harus ada? Kalau ada, apa tindakan real dari KPK terkait isu pelumas tersebut yang pada kenyataannya masih sering terjadi?

Apakah saya ikut dipidana jika melaporkan pejabat yang meminta suap kepada saya?

Bagaimana cara KPK mencegah korupsi di DPR?

Apakah memberantas korupsi itu peristiwa penegakan hukum atau bukan? Kapan ia menjadi peristiwa hukum dan kapan ia bukan?

Mengapa definisi korupsi tidak hanya menyangkut "memperkaya diri sendiri", tapi juga "memperkaya orang lain"?