selasar-loader

Adakah karya sastra yang memiliki tema tentang parfum?

Last Updated Nov 17, 2016

3 answers

Sort by Date | Votes
Miftah Sabri
Mempelajari Sastra untuk sebuah keberanian dan kelembutan hati

Parfume okeh, Patrick Suskind

Saya membacanya saat mahasiswa. Jan Sebastian Baptista. Yang lahir di tempat sampah pembuangan ikan di Paris (kalau tak salah). Sehingga sejak ia lahir hidungnya sensitif dengan bau yang sangat ekstrem. Ia dibawa hidup menjadi asisten pembuat parfum sehingga mengerti cara membuat parfum. Sampailah ia pada misi pribadinya, membuat parfum terwangi sepanjang sejarah peradaban ummat manusia. Parfum yang berasal dari lemak kulit tubuh perawan. Satu demi satu kematian terjadi di kota Paris. Demi terwujudnya ambisi Jan mewujudkan parfum tersebut. 

Kisahnya berakhir bagaimana? Baca sendiri saya tidak mau menjadi spoiler inisiator. 

Yang jelas, selepas membaca novel tersebut, saya mengenal satu frasa sendiri "aroma perawan". Dan saya pikir benar adanya. Jika kita bertemu mahmud-mahmud, kita tidak bisa mendeteksi aroma itu. Jika kita datang ke SMP atau SMA kita bisa merasakan itu dengan tegas. Novel ini kalau tak salah pernah difilmkan. Tapi saya belum menontonnya. Pasti tragis. Bagaimana kulit perawan perawan Eropa itu disamak demi suatu wangi abad. Aroma yang menusuk hingga ke dasar batin

 

o5ZBPs1xu8UfDX6ZTeLCfWBzaXcVNzup.jpg

Answered Nov 18, 2016
Baskoro Aris Sansoko
Penyuka Film Tragis, Semoga Kehidupan Tidak Ikut

d-LQxlUesdPgs2BonP_2UHW-T3YhpFNw.jpg

Ada. Paling terkenal adalah tulisan Patrick Suskind (aslinya dengan u yang memiliki dua titik di atasnya). Tulisan berjudul asli Das Parfum: Die Geschichte eines Mörders ini telah menjadi salah satu novel Jerman paling laris di abad 20. Diterbitkan pada tahun 1985, kini sudah diterjemahkan di berbagai negara. Salah satunya Indonesia! Dengan judul Perfume: The Story of A Murderer.

Mengisahkan Jean-Baptiste Grenouille, seorang yatim-piatu yang dilahirkan di tengah-tengah pasar ikan. Oleh ibunya disengaja dilahirkan di sana agar ia mati terpapar oleh bau ikan busuk. Namun, rupanya tangisan bayi Grenouille yang memecah malah membawakan ibunya ke tiang gantungan. Akhirnya Grenouille bayi hingga remaja berpindah dari satu tangan ke tangan yang lain.

Rupanya Grenouille memiliki kemampuan penciuman yang sangat dahsyat. Hidupnya berubah ketika ia memasuki kota Paris, menemukan aroma yang bisa melelehkan hatinya, yang baginya adalah puncak di antara puncak-puncak keindahan aroma yang tidak tercapai oleh parfum olahan bunga mana pun. Aroma itu berada di tubuh seorang gadis berusia 13--14 tahun yang baru merekah. Penemuan ini membuat Grenouille terobsesi untuk menciptakan bau terindah dengan belajar meracik parfum di seorang ahli parfum Paris.

Obsesi ini semakin menjadi ketika Grenouille menyadari bahwa dia tidak punya aroma tubuh. Ia yang merasa frustasi itu semakin meningkatkan kadar tujuannya dari sekadar meracik parfum terwangi hingga meracik parfum terwangi untuk dirinya agar dia bisa dicintai dan setiap manusia di hadapannya bertekuk lutut di hadapannya. Di hadapan seorang Grenouille yang dilahirkan di pasar ikan penuh bau busuk.

Kisah Grenouille ini sarat akan tema pencarian identitas, tentang persepsi dunia, mengenai cinta, dan tentu... aroma! Sebuah paduan yang begitu harmonis, tragis, indah, dan menjijikkan di waktu yang sama. Kalimat terakhir di novel ini juga benar-benar menendang. Kesimpulan terakhir dari perjalanan yang tak pernah terdapat unsur cinta itu adalah... cinta! Walaupun dalam bentuk yang kita tidak akan pernah menyangkanya.

Novel ini sangat saya rekomendasikan. Ada adaptasi filmnya dengan judul yang sama dalam bahasa Inggris. Filmnya juga mampu menjelaskan secara apik kehidupan Grenouille. Must Read and Must Watch.

Ilustrasi via wallup.net

Answered Dec 28, 2016
Ikhwanul Halim
Ayah, Suami, Penyair, Penulis, Pengarang, Editor, Satiris, Humoris

d1bTEf4FNe9tqYN-DitteOc204ST27LA.jpg

Jitterbug Perfume (Tom Robbins, 1984)  masuk dalam daftar New York Times Best Seller pada tahun 1985.

Jalinan dua alur cerita yang saling terkait, zaman lampau di Eurasia Kuno dan di masa sekarang. Plot-nya tentang perseteruan para pembuat parfum di Seattle, Paris, dan New Orleans dihubungkan dengan sebotol parfum yang diciptakan oleh sepasang kekasih di masa lampau yang dimaksudkan untuk mencapai hidup abadi.

Novel ini dianggap sebagai salah satu buku terbaik abad ke-20 oleh para pembaca.

 

Ilustrasi via pinterest.com

Answered Jul 21, 2017