selasar-loader

Apa rahasia membangun sebuah startup digital yang sukses?

Last Updated Nov 16, 2016

31 answers

Sort by Date | Votes
Achmad Zaky
Pendiri dan CEO Bukalapak

1Tmja08eC1XnYQmuJXQ0yCJArHgCoDlT.jpg

1. Menyelesaikan masalah banyak orang

Startup yang berhasil adalah yang memiliki jumlah customer yang banyak dan tentu mereka merelakan kantongnya diambil sedikit untuk menggunakan startup ini. 

2. Kerja keras/komitmen

Ide yang bagus tanpa eksekusi yang baik dan kerja keras akan sia-sia. Kenyataan kadang pahit, orang lain bisa mencontek ide Anda dan mengeksekusinya lebih baik. Pada akhirnya yang membedakan perusahaan satu dengan kompetitornya adalah komitmen dan kerja keras dari manajemen perusahaan tersebut.

3. Keberuntungan/timing

Kadang waktu sangat menentukan. Orang bilang ini keberuntungan. Bisa jadi poin ini bisa dicari dan digali lebih jauh. Banyak orang beruntung karena memulai ide bisnisnya disaat yang sangat tepat. Facebook, Google, Whatsapp adalah beberapa diantaranya.

Answered Nov 17, 2016
Pepih Nugraha
COO Selasar.com dan Techpreneur, yakin dengan masa depan bisnis rintisan digital

hNoQqVzJmTmT0CDlW3wPBjK-0QsgwPUH.jpg

gambar via PN

Saya mengikuti paparan Ibu Hana dari Telkomsel, pejabat yang berurusan dengan investasi perusahaan telkom itu untuk perusahaan rintisan (startup) saat bedah buku Building A Meaningful Startup karya Brilliant Yotenega (founder nulisbuku.com). Menurut Hana, sebuah perusahaan rintisan digital baru akan dilirik investor jika memiliki tiga hal, yaitu (1) Memiliki "big data" yang siap dimonetisasi; (2) tersambung ke Internet of Thing (IoT) yang bisa menjadikan pintar benda-benda mati karena tersambung ke Internat; dan (3) mempunyai "payment gateway" yang baik dan aman.

Bagi saya, ada satu hal lain yang tak kalah penting dari perusahaan rintisan digital yang dibangun, yaitu keunikan (uniqueness) dan kemanfaatan. Platform atau aplikasi yang tercipta haruslah unik, dalam arti berbeda dengan yang lain, baik dari fungsi, manfaat, maupun tampilan. Jika hanya "copy paste" dari barang serupa yang sudah ada, usaha rintisan digital yang kita bangun tidak akan menjadi besar. Beberapa waktu lalu, developer IT anak negeri menciptakan platform chat seperti Whatsap atau Line. Akan tetapi, karena tidak ada keunikan (nilai lebih) dari platform serupa, maka users tidak akan meliriknya. Jadi, soal nasionalisme nyaris tidak ada alias di kesampingkan dalam bisnis rintisan digital ini.

Sama halnya ketika orang marah pada Facebook sebagai produk "Yahudi", ada developer Pakistan yang membuat aplikasi/platform serupa Facebook yang nyaris "copy cat". Alhasil, ya tidak dilirik users. Saya juga mengambil kesimpulan tergesa-gesa, bisnis startup digital itu juga tidak terkait dengan agama, suku, dan keyakinan tertentu. Yang dikejar users adalah keunikan, kemudahan, dan kemanfaatan platform/aplikasi yang dibuat.

Membangun bisnis startup yang sukses, tentu saja membutuhkan modal (capital) yang memadai. Kemauan dan inovasi saja tidak cukup. Pendanaan pun harus tepat guna dan tepat sasaran. Misalkan, tentukan apa yang akan menjadi tulang punggung aplikasi/platform yang kuat, seperti IT atau konten. Jika sudah ditentukan, akan dengan mudah membuat road map ke depan, mulai jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

Tim yang tangguh juga menentukan suksesnya usaha rintisan. Seluruh stakeholders, mulai dari IT, konten, marketing, AE, promosi, sales dll yang ada dalam tim harus tahu persis barang apa yang dibuat. Usahakan mereka menggunakan barang yang kita buat agar feelnya terasa sehingga mereka bisa menjelaskan kegunaan dan manfaat mengapa harus pakai barang yang kita punya kepada orang lain. Usability testing sangat berperan dalam hal ini. Di sini, yang diperlukan adalah tujuan, passion, dan integritas orang-orang yang ada dalam tim, sebagaimana dijabarkan Yotenega dalam buku yang diluncurkannya.

Answered Nov 23, 2016
Andreas Senjaya
Pendiri dan CEO iGrow

ITHT61DRCg1a-zAQMEP1TGOc7luwc-fL.jpg

Di suatu malam, saya dan keluarga berhenti sebentar untuk makan di rumah makan yang jual mie ayam dan bakso di Margonda, Depok. Singgahnya saya ke rumah makan mie ayam itu terjadi setelah melewati beberapa rumah makan yang juga menawarkan menu sama, mie ayam, dan bakso.

Saya berpikir, semua rumah makan ini punya jenis menu yang relatif sama, lalu bagaimana cara mereka bertahan atau unggul satu sama lainnya?

Seperti yang kita tahu bisnis kuliner adalah salah satu bisnis yang persaingannya sangat tinggi, turn over dari keberlangsungan hidup bisnisnya juga sangat tinggi.

Termasuk juga di Depok, berdiri hari ini, jika tidak mampu merebut hati calon konsumen, mungkin umurnya hanya hitungan bulan. Banyak bermunculan rumah makan baru, tetapi juga tidak sedikit yang tutup atau berganti lokasi.

Saya sampai pada banyak sekali jawaban dari mulai tampilan fisik yang menarik, harga yang terjangkau, tempat yang nyaman, pelayanan yang memuaskan, hingga rasa yang enak. Ternyata hampir semua parameter itu berkaitan dengan bagaimana cara mereka menjalankan bisnis, bukan hanya tentang mau jual menu apa saja yang menentukan.

***

Adalah hal yang wajar sebelum kita memulai perjalanan membuat bisnis, bahwa salah satu hal pertama yang perlu kita pikirkan adalah mencari ide, mau buat apa, mau jual apa, bagaimana caranya.

Namun sayangnya kadang kita terlalu lama dan berlarut-larut mungkin hingga bertahun-tahun berada pada fase ini. Mencari dan memastikan kita menemukan dan meramu ide brilian, sempurna, dan tiada duanya, seolah setelah itu jalan kesuksesan sudah terbuka dengan sendirinya.

Menyimpan dan mengendapkannya, sampai suatu saat kita hanya mampu gigit jari ketika ada orang datang dengan ide serupa dan bisa sukses dengannya.

Ide adalah satu hal yang penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita mengeksekusi idenya. Sebaik apa pun ide kita kalau tidak berujung pada eksekusi, kita tidak akan tahu bekerja atau tidaknya. Selangka ataupun se-istimewa apa pun ide kita kalau tidak disertai dengan eksekusi yang baik maka hasilnya tidak akan istimewa.

Ide itu murah, siapa pun bisa buat ide sangat banyak dalam waktu sangat cepat. Sebelum Badr Interactive memutuskan membuat Happy Testing, produk yang akan dikembangkan tahun 2016 ini, kami menginisiasi pengumpulan ide, dan dalam waktu satu bulan lebih, kami bisa mendapatkan 100 lebih ide startup, saya sendiri menyumbang 25 lebih ide bisnis.

Buat kita yang sering melihat beragam jenis bisnis, jika kita memiliki pengetahuan lintas ilmu hingga bisa membangun titik temu, atau yang memiliki domain expert tinggi hingga bisa tahu celah masalah di domain tersebut, kita punya kesempatan sangat luas untuk menghasilkan ide-ide bisnis brilian.

Sayangnya itu saja tidak cukup, sebaik apa pun idenya kalau eksekusinya buruk, kemungkinan besar tidak akan berkembang menjadi bisnis yang baik, begitu juga sebiasa apa pun idenya, jika eksekusinya baik sekali, bisa menjelma menjadi bisnis raksasa dengan singkat.

***

Banyak bisnis yang ide dasarnya sangat biasa atau sudah banyak yang mengeksekusi sebelumnya, seperti membuat rumah makan mie ayam dan bakso tadi contohnya, tetapi mereka bisa berkembang pesat dengan eksekusi yang baik sekali.

Munculnya Medium, online publishing platform yang diciptakan co-founder-nya Twitter, Evan Williams, mungkin di awal memunculkan tanda tanya, bagaimana mereka bisa bersaing dengan online publishing platform yang telah besar seperti Wordpress, Blogger, Tumblr, dan sejenisnya.

Namun mereka telah membuktikan dengan strategi dan eksekusi mereka yang berbeda bahwa mereka bisa menjadi salah satu online publishing platform paling populer di dunia dengan lebih dari 30 juta orang pengguna saat ini.

Eksekusi yang membedakan sukses tidaknya satu bisnis dengan lainnya kadang sangat remeh dalam sudut pandang kita, tetapi ternyata ia menjadi pembeda yang berarti. 

Elon Musk memulai perjalanan entrepreneur-nya saat mendirikan Zip2, sebuah online yellow pages. Idenya mungkin kelihatan tidak begitu meyakinkan pada zamannya, tetapi eksekusilah yang membuat mereka bisa sukses membesarkan Zip2 yang akhirnya menjadi batu loncatan bagi Elon Musk mendirikan X.com dan kemudian berkembang menjadi Paypal.

Salah satu eksekusi luar biasa yang dilakukan oleh Zip2 adalah mereka mau dan konkret mengetuk satu persatu bisnis di Bay Area California untuk mau memasukkan data bisnis mereka di Zip2, sebuah hal yang membayangkannya saja sudah melelahkan dan terlihat tidak scalable, tetapi itulah yang membuat mereka berbeda dan mampu merealisasikan idenya.

Amazon memulai visi menjadi the everything store dengan langkah sederhana, memulai dengan menjual buku, item yang tidak punya batas kedaluwarsa, inventory-nya mudah, jenisnya tertentu, dan dibutuhkan banyak orang.

Namun, yang jauh lebih berdampak menentukan bisa tidaknya Amazon menjelma menjadi perusahaan raksasa adalah eksekusi mereka dalam menjalankan inventori mereka menjadi salah satu inventori terbaik dan terbesar di dunia, mereka menamainya fulfillment center.

Inovasi yang mereka temukan dalam perjalanan karena eksekusi yang progresif dari waktu ke waktu juga merupakan pembeda mereka dari e-commerce lainnya dalam hal eksekusi.

Fitur-fitur inovatif seperti rekomendasi barang relevan dengan barang yang ingin kita beli, 1 click buy button, amazon prime, hingga yang besar seperti Amazon Web Service atau Kindle menjadikan Amazon bisa terus bertumbuh menjadi “the everything store” sesungguhnya.

Eksekusi yang baik memerlukan syarat mutlak eksekutor dan strategi yang baik pula. Tidak heran jika tim yang baik menjadi faktor penting bagi keberlangsungan sebuah bisnis, terlebih di fase-fase awalnya.

Itulah mengapa di beragam kesempatan salah satu cara sederhana menilai sebuah bisnis adalah dengan melihat tim yang ada di baliknya, terutama track record hasil eksekusi yang telah mereka lahirkan.

Ide yang baik adalah satu hal yang baik, tetapi bersama dengan itu perlu disertai dengan eksekusi yang baik, bahkan sampai hal yang extraordinary dan...(more)

Answered Dec 28, 2016

Rahasia membangun startup digital yang sukses adalah sbb :

1. Tim yang solid

2. Kemauan sukses untuk terus grow antara pemimpin dan karyawan

3. Selalu upgrade ilmu dan knowledge

4. Siap membayar mahal aneka jenis resiko yang akan terjadi kelak

5. Pantang menyerah akan segala macam cobaan

6. Memberikan karya yang terbaik bukan untuk dinikmati perusahaan saja, tapi bisa bermanfaat untuk masyarakat luas

Answered Jan 18, 2017

ryFRivraaD9xRzhMlosS_ZugCQ9lftZp.jpg

Punya visi dan misi yang jelas dan solutif

Visi-misi itu klasik, makanya perlu diperhatikan untuk tidak disusun klasik, tapi betul-betul sesuai dengan karakter dan tujuan dari perusahaan. Pastikan visi dan misi juga merupakan hal yang solutif bagi permasalahan-permasalahan di luar sana sehingga bisa dipastikan bahwa perusahaan Anda betul-betul dibutuhkan untuk selalu ada di tengah masyarakat.

Punya sistem kerja yang baik

Susun sistem kerja yang terstruktur dan baik dalam perusahaan sehingga semua anggota tim bisa terlibat dan menjalankan sistem kerja tersebut. Misalnya, aturan untuk hadir di kantor seperti apa? Konsekuensinya seperti apa? SOP-nya seperti apa. Susun dan revisilah sesuai dengan situasi kondisi yang ada pada perusahaan Anda

Berusaha

Ya, berusaha dengan segala yang terbaik itu penting direnungkan karena kebanyakan kita merasa itu selalu sudah terbaik, padahal kenyatannya tidak. Ajak semua tim Anda untuk selalu berusaha dengan baik di segala aspek.

Berdoa

Segala usaha yang diiringi doa akan mendapatkan ganjarannya, baik itu negatif atau positif. Itu hanya masalah waktu saja. Tidak ada yang kebetulan, sesungguhnya, karena terkadang doa itu dibalas kontan atau dibalas dengan yang lain. :D

Answered Feb 3, 2017
wahyu sutejo
Success enthusiast, Psikologi interest, Omni Channel Enthusiast

FK9KyBTcYLWMjQnVDESdcjW7n3OcFfis.jpg

Saya belum pernah sukses dibidang apapun kecuali sukses bertahan hidup sampai sekarang.. :)

pada tahun 2005 saya mendirikan sebuah warnet dan masih bertahan hingga sekarang meskipun dengan pendapatan yang stagnan dari pertama kali berdiri sampai hari ini, uang yang didapatkan2 segitu2 aja tidak naik meski terkadang turun.

banyak orang akan tertawa ( warnet aja kok pengen disebut startup....hahahha ), eits ingat segala sesuatu yang besar itu dimulai dari sesuatu yang kecil, segala sesuatu itu ada proses yang harus dijalani jangan selalu menginginkan yang instant.

Ingat hukum alam " segala sesuatu yang mudah diraih maka, akan mudah juga hilang ", pasti akan banyak yang berkata ( ah lu mah pemikiranya  jadul, ini era digital bro semua bisa dengan instant kita dapatkan ), nah justru menurut saya disini lah awal mula kegagalan dari sebuah startup ( apapun jenis startupnya ), yaitu SOMBONG & AROGAN.

Perlu diingat apapun jenis startupnya, customernya itu adalah Manusia, jadi perlakukanlah perusahaan startup anda layaknya anda memperlakukan manusia. Latihlah otak dan hati anda bahwa di dunia ini tidak semuanya masuk logika, sehingga anda tidak meninggalkan alam dunia yang sebenarnya ( dari digital kok jadi mistis yah....hahahhaha ).

Kecerdasan, Ide, Uang, Kantor, karyawan, Kreativitas, dan lain sebagainya, sehebat apapun itu semua akan dengan mudahnya dikalahkan oleh yang namanya HOKI. Pertanyaanya kapan kita bisa mendapatkan HOKI itu sehingga jatuh ke kita?.

HOKI yang sebenarnya datang cuma sekali ( ini cuma berdasarkan pengalaman saya aja sih... :D ), hoki berikutnya ya harus kita cari ( kesempatan datang cuma satu kali, tapi kita bisa membuat kesempatan itu lagi dan lagi sebanyak yang kita mau...:D ).   

HOKI hanya datang pada orang-orang baik saja ( loh jadi maksudnya yang jahat tidak akan mendapatkan HOKI, klo yang jahat ketangkep berarti dia dijauhi sama yang namanya HOKI lah wong ketangkep...hahaha ).

Okay to the point aja, dibawah ini rahasia kesuksesan startup apapun termasuk digital menurut saya ( sebisa mungkin jangan percaya yah, karena saya belum pernah sukses di bidang apapun kecuali bertahan hidup sampai saat ini ...:D) :

1. Ingat Tuhan ( buktinya banyak atheis sukses startupnya, anda kan gak tau isi hatinya... mulut dan lidah mah kayak air terjun selalu jatuh tak terbendung...hehehe )

2. Yakin dan percaya bahwa anda adalah Manusia yang harus di istimewakan karena anda itu istimewa, begitupun startup anda harus diperlakukan layaknya anda memperlakukan diri anda sendiri.

3. Yakin dan percayalah dengan keputusan yang sudah anda ambil, bertanggung jawab terhadap keputusan yang sudah kita ambil. Prinsip harus bertahan hidup / defense menurut saya strategi terbaik untuk kondisi startup, offense ketika ada peluang emas saja, jangan asal ambil aja tapi gak ada nilainya ( 10 telur busuk tidak lebih baik dari 1 telur baik ).

4. Perlakukanlah Customer anda sebagai mana seharusnya manusia diperlakukan, saya termasuk salah satu yang kurang setuju dengan istilah Customer adalah Raja, menurut saya yang menjadi Raja ya kita, Customer itu seperti rakyat suatu negri yang memang harus kita perlakukan seperti negara menjaga kesejahteraan dan kebahagiaan rakyatnya.

5. Perlakukanlah Karyawan anda sama seperti anda memperlakukan Customer anda, perlu diingat bahwa tanpa adanya karyawan anda, perusahaan startup anda itu NOTHING. Sehingga kebahagiaan, kesejahteraan karyawan harus diperhatikan karena masa depan startup anda berada ditangan karyawan anda bukan bos-bosnya.

6. Berani Beda istilah gaulnya Anti Mainstream ( anehnya itu sekarang hampir semua startup pasti menggunakan tools yang sama (google, amazon aws, zendesk, atlassian, trello, bamboohr, salesforce, dll) itu tandanya anda belum berani beda. " DON'T BE THE SAME, BE BETTER ".

7. Profit, hampir 99% startup di 3 tahun awalnya pasti jor-joran buang duit yang didapat dari investor untuk Branding & Marketing serta gaji karyawan dengan super mahal, namun jika tidak mendapatkan profit apalagi tidak memikirkanya di tahun pertama berdirinya startup, maka sudah dapat dipastikan startup tersebut akan selalu kesulitan bertahan hidup, dikarenakan biaya OPEX yang begitu besar, padahal ketika IPO, investor hanya akan membeli Saham yang Profit dan futurenya bagus ( kecuali data keuanganya dimanipulasi, seperti kebanyakan perusahaan ( cuma asumsi aja.... hehehe )). 

8. IDE selalu muncul dari situasi / keadaan, jadi buatlah IDE untuk product startup anda yang memang IDE itu dibutuhkan dan pasti digunakan oleh masyarakat dan yang jauh lebih pentingnya lagi yaitu bermanfaat. 

9. VISI dan MISI, yang seirama antara pendiri, management dan karyawan, makanya penting yang namanya sharing session, pepatah bilang " tak kenal maka tak sayang ". Bagaimana bisa menyayangi sesuatu yang tidak kita tahu / kenal.

10. Ikuti perkembangan jaman, selalu update akan perkembangan jaman menjadi kunci penting apakah startup anda bisa bertahan dan sukses atau hanya tinggal nama di notari saja.

Semoga startup digital di Indonesia dapat menjadi yang terbaik dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia dan Dunia. 

Answered Feb 6, 2017
Aryono (Ryo) Kusumo
Penyuka hegemoni Startup, tapi ogah ribet

6g0oEtVsyMVQBsF2Kb2WE91KbQMvCxRr.jpg

Pertanyaan ini menarik. Bagi sebagian orang, sukses atau tidaknya startup adalah melulu soal konten dan berbagai hal tentang coding, aritmatik, "big-data" yang bisa termonetisasi, dan hal ribet lainnya yang hanya diketahui oleh mereka yang disebut "sang dewa" dalam ilmu IT.

Tapi, startup digital seperti kehilangan esensi dasarnya itu sendiri, yaitu pertanyaan "Apa yang membuat kami dibutuhkan?"

Penciptaan lampu, listrik, radio, televisi, internet, hingga warnet adalah bapak moyang atas hal yang disebut sebagai "startup digital". Alat-alat yang saya sebut itu diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, bahkan mengubah peradaban.

Mengapa Google bisa sukses? Karena mereka bisa memenuhi kebutuhan manusia akan informasi yang super banyak dengan waktu yang super cepat. Mereka menciptakan "big-data" karena mereka dituntut untuk itu. Mereka mengetahui bahwa semakin banyak data yang mereka punya, semakin terjawablah kebutuhan masyarakat dunia akan jawaban seluruh sendi-sendi kehidupan. 

Mengapa Go-Jek, Grab, dan Uber bisa dibilang sukses? Karena mereka memenuhi kebutuhan masyarakat akan efektivitas transportasi dengan harga yang lebih murah. Mengapa nulisbuku.com juga bisa sukses? Karena mereka menjawab kebutuhan para penulis sehingga bisa mencetak dan menerbitkan sendiri buku mereka (self-publishing online), padahal selama ini, jika ingin mencetak/menulis buku, prosesnya cukup ribet. Diperlukan modal, sponsor, dsb. 

Jadi, menurut ceteknya pemahaman saya, sukses atau tidaknya startup bisa di lacak dari menjawab pertanyaan sederhana, "Apa yang membuat kami dibutuhkan?"

Dan kemudian pertanyaan-pertanyaan lainnya yang bisa dimulai dari Selasar. :p

 

Answered Mar 11, 2017
mohamad nurfahmi budiarto
seseorang yang selalu menjadi dan bernuansa muda, dinamis dan kritis.

xBCtMbtDaGoLYhYbr5jfkoBuDgUZtvP0.jpeg

Perencanaan, evaluasi, dan inovasi.

Answered Mar 18, 2017
Mugniar
Blogger www.mugniar.com | Freelance writer

qmMpFGMsEmhpHWAeU6OBsBncYAZKPlZJ.jpg

via www.123rf.com (ASAM)

Bisa baca di reportase saya dari event ADEI (Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia) beberapa waktu lalu.

http://www.mugniar.com/2017/03/membangun-eksistensi-bisnis-online.html

 

Answered Apr 2, 2017

z1ASxtbNfOWgOOgZ_Bq7PiSzVHfQOQ0V.jpg

Kekuatan finansial tidak menjadi yang pokok. Lebih dari itu adalah budaya kerja dan kepemimpinan kalo menurut saya.

 

sumber gambar : cloudfront.net

Answered Apr 28, 2017
Galuh Koco Sadewo
Co Founder & Business Dev at Botika Indonesian Chatbot

-073BCONR8JtViWPUdyu0U6INYsSGLK4.jpg

1. Solusi

Startup harus memberikan solusi untuk banyak orang.

2. Momentum

Berada pada momentum yang tepat sangat menentukan.

3. Konsisten

Konsisten dalam bekerja membangun startup dan tidak kehilangan fokus.

4. Tim yang Solid

Tim yang solid akan dapat berjuang bersama-sama memecahkan masalah.

5. Terus Belajar

Sepintar apapun, kamu harus terus belajar.

(sumber gambar: startupdaily.net)

Answered May 29, 2017

Sangat sederhana menurut saya, yaitu kerja keras, pantang menyerah, dan keterbukaan kerja sama antarstaf dan pemimpin.

Answered Aug 2, 2017

Google Chrome.

Answered Aug 5, 2017
Elkana Amelia
Mahasiswa FK UNDIP 2017 jurusan ilmu gizi

Diperlukan kerja keras, ulet, tidak mudah putus asa, optimis, kerja sama, dan kegigihan.

 

Answered Aug 12, 2017
Febri Ansyah
MAHASISWA FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

Tekun, fokus, teliti, dan sabar.

Answered Aug 14, 2017

Niat yang baik dan ikhlas.

Answered Aug 16, 2017
Syaeful Mustaqim
Mahasiswa fakultas sains dan teknologi

Karena mudah membuka usaha digital dan pelanggan mudah mencari informasi.

Answered Aug 17, 2017
Afifathul Nurghani
Official Account Soedirman Student Summit

Dengan memperjuangkannya.

Answered Aug 22, 2017
Syukri Yandi
Mahasiswa FMIPA UI | Peserta Rumah Kepemimpian Regional 1 Jakarta

Berani mengambil risiko dan berani untuk tampil beda.

Answered Oct 31, 2017
Happy Karunia Mukti
Rumah Kepemimpinan Reg.4 Surabaya | AcSES FEB UNAIR

Akhir-akhir ini, bisnis startup semakin berkembang. Banyak orang yang mengawali karier bisnisnya dengan startup. Bicara soal startup, bisnis ini adalah bisnis rintisan yang sebagian besar bergerak di bidang teknologi, website, serta hal-hal yang berhubungan dengan internet. Bisnis tersebut memang sangat cocok bila diterapkan di era digital ini. Kemungkinan untuk berkembanganya semakin besar karena sangat relevan terhadap kondisi saat ini.

Walaupun bisnis startup memiliki potensi yang cukup besar pada era sekarang, untuk mengembangkan usaha tersebut, Anda perlu memiliki kompetensi yang cukup kompleks di bidang apapun. Tidak hanya core competence atau kompetensi inti dibidang teknologi yang harus dimiliki, kompetensi pendukung pun wajib dimilki oleh pelaku bisnis startup, di antaranya adalah kemampuan mengelola organisasi. Hal ini sangat penting apabila seseorang baru membuka usaha. Kemampuan mengelola organisasi ini wajib dimiliki oleh pelaku bisnis startup untuk mengembangkan tim karena keberadaan tim sangat berperan besar dalam tumbuh kembang suatu usaha. Dalam tahap perkembangan, suatu usaha membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. pelaku usaha bisnis startup juga harus melibatkan partner yang berbeda disiplin ilmu, sehingga perbedaan-perbedaan itu dapat mematangkan sekaligus melengkapi kekurangan organisasi usaha.

Di samping itu, kompetensi yang harus dipegang dalam membangun sebuah startup digital adalah kompetensi mengelola keuangan. Hal ini yang menjadi nilai minus bagi pelaku usaha startup yang notabene berlatar belakang pendidikan teknik. Sebenarnya, hal itu tidak wajib dimiliki oleh seorang pelaku startup digital karena itu bisa disiasati dengan bekerjasama dengan seseorang yang sudah kompeten di bidang itu.

Dari situ, membangun startup bukan hanya sekedar membangun, melainkan bagaimana caranya pelaku startup tersebut menjaga bisnis usahanya dalam jangka waktu yang lama dan mampu beradaptasi dengan kondisi yang dinamis.

Answered Nov 1, 2017

Question Overview


and 25 more
43 Followers
2456 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa beda antara startup dan perusahaan lainnya? Mengapa istilah startup begitu naik daun?

Bagaimana cara membangun tim awal startup/perusahaan?

Bagaimana proses mendirikan Bukalapak?

Siapa pengusaha paling top di Indonesia menurut Anda?

Apa yang menyebabkan sebuah startup digital mengalami kegagalan pada tahun pertamanya?

Apakah nama perusahaan startup terbaik di Indonesia?

Apa yang menyebabkan jumlah venture capital di Indonesia tidak sebanyak di Amerika?

Apa yang dimaksud dengan design thinking?

Apa yang dimaksud dengan design sprint?

Mengapa design sprint digunakan untuk membuat produk digital?

Apa yang membuat Steve Jobs sukses membangun Apple?

Apa yang dimaksud dengan growth hacker?

Apakah kehadiran seorang growth hacker penting dalam sebuah startup digital?

Apa fungsi utama seorang growth hacker?

Apa yang dimaksud dengan growth hacking?

Siapakah menurut Anda yang akan memenangkan kompetisi di Indonesia; Go-Jek, Uber, atau Grab?

Bagaimana cara melakukan usability testing untuk sebuah produk digital?

Seberapa penting usability testing dalam proses pembuatan sebuah produk digital?

Apa yang dimaksud dengan usability testing?

Apa perusahaan teknologi terbaik di Indonesia?

Mengapa banyak orang India menjadi CEO perusahaan digital internasional?

Kenapa e-commerce dengan konsep lelang tidak atau belum populer di Indonesia?

Apakah dampak digitalisasi terhadap bisnis yang bergerak di bidang sosial?

Apa dampaknya ketika seorang Mark Zuckerberg akhirnya mendapatkan gelar dari kampus yang ditinggalkannya?

Apakah bauran pemasaran (4 ataupun 7 P's) masih relevan dipraktikan di era digital saat ini?

Apa itu Bitcoin?

Darimana asal Bitcoin?

Bagaimana cara mendapatkan Bitcoin?

Bagaimana harga Bitcoin ditentukan?

Apa Itu Penambangan Bitcoin?