selasar-loader

Apa yang menyebabkan jumlah venture capital di Indonesia tidak sebanyak di Amerika?

Last Updated Nov 16, 2016

10 answers

Sort by Date | Votes
Achmad Zaky
Pendiri dan CEO Bukalapak

Ada supply ada demand. Sama juga pertanyaan, kenapa ga banyak alfamart or indomaret di pelosok Sumatera sana. Investor mengejar imbal balik dari investasi. Indonesia masih dipandang investor lebih kurang menarik tentunya dibandingkan dengan Amerika.

Berikut ini beberapa hal yang bisa menarik minat investor (menciptakan demand) :

1. Size (Ukuran bisnis)

GDP Indonesia 1/20 dari Amerika, bisa dibilang jumlah uang berputar di Indonesia kasarnya jauh lebih kecil dengan di Amerika. Ini membuat perusahaan yang membutuhkan dana besar juga lebih sedikit. Ini menjadikan investor kelas kakap tentu memiliki keterbatasan untuk investasi di perusahaan Indonesia. Sedang kalau invest di perusahaan lebih kecil sudah penuh sesak dengan investor lokal tentunya, sehingga valuasi jadi tidak masuk akal, imbal balik investasinya jadi kurang menguntungkan.

2. Liquidity

Investor berharap bisa mencairkan investasinya suatu saat. Kalau melihat data perusahaan yang go public (IPO) dan M&A (merger dan akuisisi) antara Indonesia dan Amerika, jaraknya sangat jauh. Total kapitalisasi pasar di bursa Indonesia saja sama dengan kapitalisasi pasar Microsoft, belum apple, google, dll :D kalau baca-baca berita bisnis juga kita jarang mendengar aktivitas merger atau akuisisi di Indonesia. Bisa dibilang langka. Ini resiko bagi investor. 

 

Answered Nov 16, 2016
Indra El Firasy
Head of Technology at CODEinc.id

Hasil gambar untuk venture capital di indonesia

Menurut saya, para startup di Indonesia sedikit yang memiliki ide bisnis yang fresh dan original. Kurangnya pengetahuan keuangan juga menjadi salah satu faktor venture capital tidak ingin memberikan suntikan pada startup. Ada pemain startup yang mampu meyampaikan ide-idenya dengan brilian tapi ketika ditanya, "Uangnya dari mana?", langsung diam dan beralasan, "Nanti ada banyak cara kok". Dengan permasalahan tersebut, bagaimana mungkin banyak investor yang akan menyuntikkan dananya di Indonesia terlepas persoalan dalam negeri?

Gambar via 3dprintingstocks.com

Answered Dec 10, 2016

Yang menyebabkan jumlah venture capital di Indonesia sedikit adalah Karena perusahaan-perusahaan startup di Indonesia dalam segi ide bisnis lebih banyak mengikuti ide bisnis yang sudah berjalan di bisnis orang lain atau yang istilahnya dapat disebut dengan copy paste tanpa melakukan kegiatan inovasi pada bisnisnya, sehingga bisnis tersebut dianggap tidak menarik karena ide bisnis meniru dengan bisnis perusahaan lain.

 

Selain itu, Produk yang dijual oleh perusahaan tersebut tidak memiliki ciri khusus/unik dan sudah banyak pihak lain yang memasarkan produk sejenis dan serupa. Sehingga produk dianggap tidak menjual

 

Kurangnya sosialisasi akan perusahaan startup kita ke pihak luar. Walaupun ide bagus, tapi relasi tidak berimbang akan sulit

Answered Jan 18, 2017
Anhar Ismail
Vi Veri Veniversum Vivus Vici | Human - Idealist - Maestro

Pengusaha-pengusaha Indonesia masih lebih tertarik untuk menginvestasikan uang pada perusahaan yang "real menghasilkan profit" atau menghasilkan profit yang nyata terlihat. Sedangkan startup hanya berpatokan pada growth. Lebih tepatnya, instan menghasilkan uang kembali. Belum lagi kebanyakan startup hanya mimpi-mimpi saja

Answered Jan 31, 2017
mohamad nurfahmi budiarto
seseorang yang selalu menjadi dan bernuansa muda, dinamis dan kritis.

y70DxNNRJbBTGnxlON0SkS4mtyR858-7.jpg

Attitude dan budaya.

Answered Mar 18, 2017
Zulfian Prasetyo
Pernah belajar keuangan dan bekerja di sektor keuangan.

9iHCPsA0JCGHidIC6Vil9Mddy9-lvdT8.jpg

Saya sepakat dengan pernyataan Achmad Zaky, namun pernyataan mohamad nurfahmi budiarto juga menarik untuk dipertimbangkan.

Indonesia adalah negara konsumen. Budaya konsumerisme di negeri ini luar biasa. Inilah kenyataannya. Membuat orang membeli suatu barang lebih mudah daripada mengajak mereka menabung. Lending lebih mudah daripada funding. Bila tidak percaya, saya punya satu cerita untuk Anda.

Saya punya seorang tetangga. Ibu rumah tangga. Anaknya sudah beberapa tahun bekerja. Ini ternyata membawa semacam peningkatan gaya hidup kepada sang ibu yang seperti kecanduan kredit barang. Beli satu barang, cicil. Begitu lunas, terbersit pikiran untuk kredit lagi. "Mau ngutang apa lagi, ya?" Kata-kata itulah yang terucap darinya, diberitahukan oleh ibu saya dalam "sesi curhat" keluarga, hahaha!

Menjual panci dengan sistem cicilan kepada ibu-ibu lebih mudah daripada mengajak mereka untuk berinvestasi emas, bahkan perak yang harganya relatif lebih terjangkau. Ini adalah gambaran tentang budaya kita, insight bahwa budaya investasi masih belum mengakar di Indonesia, kalah pamor dengan budaya konsumsi.

Saya meyakini, jumlah venture capital di suatu negara berkorelasi dengan budaya investasinya. Ketika kesadaran investasi ini meningkat, diiringi dengan kemunculan gagasan-gagasan usaha rintisan (startup) yang secara profit masuk akal, investor-investor yang bergabung dalam venture capital, baik lokal maupun asing, akan melihat Indonesia sebagai tempat terbaik untuk "memutar uang".

Answered Mar 20, 2017
Miftah Sabri
Pendiri dan CEO Selasar

whg1x3oSy1ONb0Y3pMkMzlwDKU9-zKFA.jpeg

Ada tiga untuk pemimpin business dan pemimpin-pemimpin sektor lain baik sektor society ataupun state:

1. Karakter

3. Karakter

3. Karakter

Sekian.

Wallaualam

Vivat Selasares!

Answered Mar 26, 2017

Karena di Indonesia masih banyak penipuan dan korupsi dari pengusaha cabang dan fokus hanya ke profit, namun kurang ke growth.

Answered Aug 2, 2017
Dewi Ambarani
Social Development and Welfare Student, Universitas Gadah Mada

Venture Capital (VC) secara sederhana merupakan sebuah  modal dalam bentuk uang yang diberikan kepada startup yang memiliki sedang dibutuhkan dalam masyarakat dan sedang berkembang. Jumlah Venture Capital di Indonesia ternyata tidak sebanyak di Amerika, hal tersebut dikarenakan adanya sebuah kemasiffan dari start up Indonesia yang masih dalam fase inkubasi. Seperti kita ketahui bersama kemungkinan gagal sebuah startup, terlebih di fase-fase awal sangat besar, menurut Fortune kemungkinan gagal sebuah startup mencapai 90% dengan beragam sebab. Berbeda dengan venture capital yang ada di Amerika yang mana mereka lebih memfokuskan pada  growth walaupun jumlah  start up di Indonesia tidak sebanyak di Indonesia.

Answered Nov 2, 2017
Rizky Gian Pratama
Pemuda Minang|Rumah Kepemimpinan 8| Ketua HMTI ITS 16/17|Industrial Engineer

sebelum menjawab kenapa Venture Capital masih kurang di Indonesia, pertama saya ingin memberi pandagan bahwa modal usaha yang terbaik dengan mempertimbangkan risiko yaitu venture capital. penyebab masih sedikitnya venture capital di Indonesia karena sejauh ini pendirian usaha baru ataupun start up yang menjamur saat ini masih belum bersifat tangguh. faktor utama hal tersebut bisa terjadi bukan karena risiko yang dihadapi semakin uncertain tetapi etos kerja dan ketangguhan orang indonesia dalam menjalani usaha masih kecil

Answered Dec 1, 2017

Question Overview


and 8 more
26 Followers
1627 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Apa beda antara startup dan perusahaan lainnya? Mengapa istilah startup begitu naik daun?

Bagaimana cara membangun tim awal startup/perusahaan?

Bagaimana proses mendirikan Bukalapak?

Siapa pengusaha paling top di Indonesia menurut Anda?

Apa yang menyebabkan sebuah startup digital mengalami kegagalan pada tahun pertamanya?

Apakah nama perusahaan startup terbaik di Indonesia?

Apa rahasia membangun sebuah startup digital yang sukses?

Apa yang dimaksud dengan design thinking?

Apa yang dimaksud dengan design sprint?

Mengapa design sprint digunakan untuk membuat produk digital?

Apa yang membuat Steve Jobs sukses membangun Apple?

Kenapa Indonesia belum juga maju sementara Korea Selatan yang dulu lebih miskin dari kita justru maju sekali saat ini?

Bagaimana cara Jerman membangun kembali ekonominya setelah Perang Dunia II?

Apakah kunci sukses pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pada puncak bonus demografi di Indonesia (2025-2035)?

Apakah penggunaan alat ukur Gross Domestic Product (GDP) masih relevan untuk menghitung tingkat kesejahteraan sebuah negara?

Mengapa perhitungan Gross National Product (GNP) jarang digunakan sebagai alat ukur kinerja ekonomi?

Apa yang Anda ketahui tentang Green GDP?

Apakah inflasi selalu berdampak buruk untuk perekonomian?

Apakah konsekuensi deflasi terhadap kinerja perekonomian sebuah negara?

Ketika terjadi apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar, langkah taktis apa yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan kerja perekonomian?

Apakah depresiasi nilai tukar selalu memiliki dampak negatif untuk perekonomian?