selasar-loader

Apakah memakai parfum memiliki dampak buruk terhadap kesehatan?

Last Updated Nov 17, 2016

Misalnya, terhadap kesehatan kulit, penciuman, dan sebagainya.

3 answers

Sort by Date | Votes
Nunik Utami
Pharmacist yang narsist pengennya exist

Kalo saking sukanya sampe diminum... 

 

Soalnya oernah ada pasien masuk IGD karena minum parfum

Answered Jan 13, 2017
Ananda Findez
Mencari jawaban dan menanyakan segala hal!

Asalkan Anda membeli parfum yang sesuai dengan kemampuan Anda tidak akan menjadi masalah.

Akan menjadi masalah jika:

  1. Karena parfum terlalu mahal, Anda jadi mencuri. Eh, ketauan dan dipukuli, kesehatan Anda menjadi buruk karena bonyok.
  2. Karena parfum terlalu mahal, Anda tidak bisa bayar BPJS. Akhirnya jika Anda sakit, tidak bisa segera pergi berobat.
  3. Karena ga sanggup beli yang mahal, akhirnya beli yang imitasi. Eh, yang imitasi juga mahal. Akhirnya cuma jadi imajinasi, ujung-ujungnya halusinasi. Nah, kesehatan jiwa kamu akhirnya memburuk.
So, pake parfum sesuai dengan kemampuan ya

Answered Jan 25, 2017
Restu Bagus Riyanto
Wakil Ketua BEM IM FKM UI 2017 | Peserta Rumah Kepemimpinan Angkatan 8

d_VyI4tNxrrP62YW-MSUlkO6wU9igpNm.jpg

Sepengetahuan saya, parfum tidak apa-apa jika dipakai secara wajar dan tidak membahayakan kesehatan asalkan dipakai sesuai aturan. Namun, di tiap label parfum juga terdapat peringatan bahwa apabila ada iritasi pada kulit, hentikan pemakaian yang berarti sebenarnya parfum juga memiliki dampak kesehatan terhadap kulit.

Dikutip dari kompas.com, Dokter Heather Patisaul, seorang ahli biologi di North Carolina State University, mengungkapkan, parfum tak hanya bisa membuat seseorang alergi, seperti bersin, sakit kepala, hingga pilek. Parfum yang mengandung phthalates atau disebut dietil ftalat (DEP) dapat mengganggu hormon testosteron anak laki-laki.

Penelitian lebih lanjut juga mengungkapkan bahwa bahan kimia DEP dapat memengaruhi fungsi paru-paru dan mengurangi jumlah sperma motil (sperma bergerak). Direktur riset Center for Environmental Health, Caroline Cox, mengatakan, para pria remaja yang menyemprotkan banyak parfum di tubuhnya memiliki risiko lebih besar.

Pada wanita, paparan phthalate dapat menimbulkan masalah sindrom ovarium polikistik. Sindrom gangguan hormonal tersebut dapat menyebabkan menstruasi yang tidak teratur, muncul jerawat, pertumbuhan rambut yang tidak teratur, hingga sulit untuk hamil. Paparan DEP ini pun sebaiknya dihindari oleh ibu hamil.

Sayangnya, tak ada parfum yang merinci semua bahan yang digunakan. Sebab, hal itu dapat membocorkan resep aroma wangi tiap-tiap parfum.

#Jawabanku Oktober 2017
#Rumah Kepemimpinan
#RK Regional Jakarta

Ilustrasi via pixabay

Answered Oct 31, 2017