selasar-loader

Apa yang menyebabkan sebuah startup digital mengalami kegagalan pada tahun pertamanya?

Last Updated Nov 16, 2016

45 answers

Sort by Date | Votes
Achmad Zaky
Pendiri dan CEO Bukalapak

Ada beberapa penyebab yang saya amati dari kegagalan-kegagalan saya sendiri dan beberapa teman di dunia startup. Ini saya list yang faktor terbesar aja.

Ide Bisnis Kurang Tepat

Umumnya disebabkan karena idenya tidak dibutuhkan customer atau tidak menyelesaikan masalah yang ada. Esensi bisnis adalah mendapatkan customer sebanyak-banyaknya atau sedikit tapi revenuenya gede per customernya. Jadi kalau ga ada yang mau pake, sudah pasti gagal startup tersebut.

Tim yang Buruk

Biasanya ada ketidakcocokan chemistry yang menyebabkan sering konflik. Selain itu juga minimnya kompetensi. Saya menjelaskan lebih lengkap di sini http://sayembara.selasar.com/question/70/Apa-kriteria-memilih-seorang-co-founder-dalam-membangun-startup-digital

Tidak Fokus

Banyak yang beranggapan banyak bisnis itu akan banyak rejeki. Ini salah karena founder jadi tidak fokus dengan bisnis yang ada. 

 

 

Answered Nov 16, 2016
Indra El Firasy
Head of Technology at CODEinc.id

Hasil gambar untuk start up gagal

Ada banyak faktor tentunya, tapi menurut saya yang paling berpengaruh adalah sebagai berikut.

1. Karena terlalu fokus pada pengembangan bukan pada value dari layanan. Banyak orang yang memiliki startup tidak mengenal apa yang benar-benar dibutuhkan oleh marketnya sehingga tidak banyak return of value yang mereka dapatkan. Mereka sibuk mengembangkan fitur ini dan itu tapi pada akhirnya tidak terpakai. Di sisi ini, marketing sangat diperlukan. Memarketingkan apa yang dapat dilakukan customer/market dengan produk/ layanan startup lebih utama daripada mengenalkan fitur produk/layanan tersebut. Hal yang terbaik untuk dilakukan adalah dengan fokus pada solusi.

2. Tim yang solid. Kekuatan tim sangat berpengaruh pada 1 tahun pertama sebuah startup. Konflik antar tim seperti perebutan peran, hak, prosedur, dan segala macamnya dapat memicu keterpurukan. Hal ini berbuntut deliverables dari produk/service yang dimiliki oleh startup tidak maksimal. Jika salah satu main people keluar, habislah sudah. Kekurangan 1 peran dalam tim dapat berpengaruh pada keberlangsungan hidup startup.

Gambar via startupbisnis.com

Answered Dec 10, 2016
Ma Isa Lombu
Pendiri dan Chief Business Development Officer Selasar

Vx9WtLKG3k62UGida_3QTtkovOydb8nx.jpg

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh CB Insights, ada dua puluh alasan mengapa sebuah startup gagal di tahun-tahun awal pendiriannya. Berikut ini adalah 20 penyebab gagalnya sebuah startup yang berhasil teridentifikasi.

WG9tv-Sr9xC7J1aPd_p7UT5dxQXUhLVc.jpg

Dari semua faktor-faktor penentu gagalnya sebuah startup, faktor pertama dan yang memiliki persentase paling besar sebagai penyebab kegagalan ini adalah karena tidak adanya market yang merespons produk yang diproduksi oleh startup tersebut. 

Dalam jawaban ini, saya hanya akan membahas satu faktor penyebab saja, yakni no market need!

Perlu digarisbawahi bahwa untuk sebagian generasi milenial, membuat startup company (perusahaan rintisan) itu keren! Keren karena telah menjadi pengusaha di usia muda, tidak terikat oleh waktu dan jika startup-nya berhasil maka para founders-nya akan mendapatkan publisitas dari media-media ternama di negeri ini.

Berdasarkan faktor gengsi dan kebanggan itulah maka banyak sekali anak muda berpendidikan saat ini yang berlomba-lomba mendirikan perusahaan rintisannya masing-masing (kebanyakan berbasis digital) yang katanya dimaksudkan untuk memberikan solusi ke society.

Tidak jarang pula sebagian para startup founder lupa, trend membuktikan bahwa 9 dari 10 perusahaan startup gagal di tahun-tahun pertamanya (biasanya di dua tahun pertama). "Sialnya" ujian ini belum berakhir. Dari perusahaan yang survive akan disaring lagi secara alamiah via mekanisme pasar hingga tahun ke limanya. Setelah sebuah startup lolos dari 5 tahun yang menentukan tersebutlah, maka dapat dipastikan bahwa peluang hidup sebuah startup akan lebih tinggi dan akan terus berkembang. Asumsi ceteris paribus.

Permasalahan pertama dan utama, seperti yang diungkapkan oleh CB Insights, dalam mendirikan sebuah startup adalah tidak adanya respons positif dari market. Mudahnya produk atau idenya tidak laku di pasaran.

Mengapa ini dapat terjadi? 

Biasanya para startup founder memiliki latar belakang pendidikan yang baik. Mereka banyak berdiskusi, kerap membaca, dan terpapar akan betapa besar pengaruh sebuah startup untuk perbaikan kehidupan manusia. Dengan semangat membara (disertai kemalasan untuk bekerja di perusahaan konvensional) tidak jarang para startup founders membuat produk hanya berdasarkan asumsi-asumsi yang belum tervalidasi. Ketika asumsi yang belum tervalidasi itu ter-convert menjadi sebuah produk tertentu, maka besar kemungkinan ia tidak akan lagu di pasaran.

Belum selesai sampai di sana, logical fallacy selanjutnya yang kerap mengidap para startup founders adalah ketika mereka berusaha menjual produk yang bisa ia produksi, bukan menjual sesuatu atas apa yang dibutuhkan masyarakat. Artinya, sebagus apa pun produknya tapi jika produk tersebut tidak dibutuhkan oleh orang lain maka produk tersebut akan gagal di market.

Untuk itulah, maka market dan product validation ini menjadi penting untuk dilakukan setiap para startup founders.

Market validation dapat dilakukan dengan survey sederhana ke sekumpulan orang yang kita kategorisasikan sebagai target market produk tersebut. Survey tersebut dapat dilakukan secara kualitatif atau pun kuantitatif. Pun jika mau dilakukan secara kuantitatif, saya usulkan survey tersebut menggunakan skala likert untuk melihat sejauh mana respons terhadap pertanyaan yang kita ajukan.

Setelah market yang ingin kita sasar valid adanya. Langkah selanjutnya yang dapat para founders lakukan adalah dengan melakukan validasi produk. Untuk melakukan product validation kita dapat melakukan berbagai macam cara. Cara yang umum dipergunakan adalah dengan membuat prototype-nya terlebih dahulu dan lakukan wawancara mendalam (in depth interview) kepada target market kita tentang produk tersebut. Tanyakan kepada mereka apakah produk dengan UI dan UX seperti ini akan menjawab sebuah permasalahan/kebutuhan yang sebelumnya telah teridentifikasi. Fase ini dinamakan usability testing

Fase usability testing ini bisa jadi akan dilakukan berkali-kali dengan adanya feedback dan kembali direspons oleh tim product development hingga pada akhirnya para target market atas produk yang ingin kita launch sudah merasa pas bahwa UI dan UX seperti inilah yang dapat mengatasi permasalahan mereka.

Jika market dan product testing ini sudah dilakukan dan valid hasilnya. Barulah para startup founders dapat dengan percaya diri mengenalkan dan mendistribusikan produk ini ke pasar. 

Apakah dengan melakukan hal-hal di atas dapat menjamin sebuah startup dan produknya akan berhasil di pasaran? Belum tentu! Setidaknya 42% rasio kegagalan sudah berhasil kita lewati.

Selamat mencoba.

Ilustrasi via windows10update.com

Answered Dec 27, 2016
Andreas Senjaya
Pendiri dan CEO iGrow

9LBUHV-k3CxsId5I_tX26HpKMnbsynFw.jpg

Ada banyak penyebab kegagalan sebuah startup, namun salah satu penyebab terbesar yang sering kali luput dari para founder adalah membuat sebuah produk yang tidak diperlukan dan sesuai dengan keinginan/kebutuhan pasar. Bagaimana ini bisa terjadi? simplenya ini terjadi karena kita tidak melakukan proses validasi dengan baik atau validasi yang kita lakukan tidak benar-benar matang.

Validasi adalah proses menguji dan mengetahui apakah produk yang kita buat benar-benar diperlukan oleh cukup banyak orang untuk menyelesaikan masalah yang cukup signifikan untuk diatasi. Jangan sampai kita membuat sesuatu yang tidak dibutuhkan, sudah gitu target market kita terlampau kecil. Jika itu terjadi, mungkin saja Startup kita bisa lahir dan menghasilkan revenue, tapi tidak cukup besar untuk bisa scalable, bertahan, dan membesar.

Proses validasi Startup sendiri bisa beragam cara, dari yang paling sederhana, bahkan bisa dilakukan tanpa harus membuat satu baris code programming sekalipun, hingga yang paling rumit sampai butuh protoype yang bisa merepresentasikan produk yang kita ingin uji.

Answered Jan 1, 2017

Yang menyebabkan start up digital gagal ditahun pertama adalah strategi bisnis yang kurang jitu terhadap market dalam hal target niche/audience. Tidak melakukan inovasi secara berkala terhadap bisnis yang tengah digeluti, sehingga daya tarik kurang dimata niche audience

Answered Jan 18, 2017
Anhar Ismail
Vi Veri Veniversum Vivus Vici | Human - Idealist - Maestro

Komitmen adalah hal yang paling sering membawa kegagalan. Komitmen untuk setia pada tim dan komitmen mempertahankan mimpi.

Answered Jan 31, 2017
mohamad nurfahmi budiarto
seseorang yang selalu menjadi dan bernuansa muda, dinamis dan kritis.

gkt0X3pCa20JkcAMOd2KJ8aAZkvKqipr.jpg

Perencanaan.

Answered Mar 18, 2017
Mugniar
Blogger www.mugniar.com | Freelance writer

1c67kpsIlXPTfjCQx1_hwe6k-7nhWI61.jpg

via id.techinasia.com (ASAM)

Produknya tidak menjadi solusi banyak orang sehingga pemakainya menjadi sedikit.

Answered Apr 2, 2017
Florensius Marsudi
Lelaki, satu istri, satu putri. Masih belajar menulis....

startup-failure.jpg

Kegagalan.....

penyebab pertama kurang koordinasi satu dengan yang lain.
penyebab kedua, tingkat kompetensi seseorang dalam bidangnya yang kurang memadai
penyebab ketiga, kurang antisipasi (kemungkinan terburuk) atas sebuah produk. 

sumber gambar:yourstory.com

Answered Apr 23, 2017
Sugiarto
Communication Bandung Islamic University

XT58iRw66Sdko_h8KDs1bpLphRDtEAbz.png

Setiap startup memiliki tujuan serta keinginannya masing-masing dalam membangun sebuah perusahaan tersebut. Menurut saya, startup yang mengalami kegagalan pada tahun pertama biasanya tidak mampu bersaing dengan startup lain. Faktornya banyak, misalnya startup tersebut tidak memiliki ciri khas atau keunikan tersendiri yang dapat menjadi nilai jual terhadap perusahaan itu sendiri.

Kebanyakan orang Indonesia sekarang telah memasuki generasi "followers", di mana saat ada sesuatu hal yang viral, mereka akan mengikuti atau meniru hal tersebut. Sama halnya seperti startup yang dapat naik, namun dapat turun secara drastis. Mungkin salah satu faktornya adalah kurangnya pengawasan terhadap konsumen agar tetap bertahan pada startup tersebut. Dengan kata lain, jika ada hal yang lebih menarik, hal itu akan diikuti serta ditiru dan mayoritas orang Indonesia akan meninggalkan hal-hal yang lama.

 

sumber gambar : startup-bisnis.com

Answered May 2, 2017
Dzikri Asykarullah
CEO Fathimah Safety Ojek, Tenaga Ahli F-PKS DPRD Kota Yogyakarta

UOtNAptBHZ_FDpp7pzFthuQBNNsBNcWc.jpg

Kebanyakan startup mengawali kegagalan di tahun pertama karena kegagalan pemimpin menanamkan visi dan pembagian peran yang kurang baik.

 

sumber gambar: maxmanroe.com

Answered May 17, 2017

Yang menyebabkan startup gagal di tahun pertamanya adalah karena kurangnya koordinasi antara ketua dengan partner-nya, juga kurangnya strategi pemasaran.

Answered Aug 2, 2017
Luthfir Rahman
Programming Enthusiast, Family Boy, and Javascript Lover

Menurut saya, itu terjadi karena perputaran uang yang kurang baik.

Answered Aug 6, 2017
Moh Zulianto
Muh zulianto

Karena masih masa percobaan/adaptasi

Answered Aug 11, 2017
Elkana Amelia
Mahasiswa FK UNDIP 2017 jurusan ilmu gizi

Mungkin karena di tahun pertama dalam pendirian usaha belum stabil dan pengusaha belum  bisa mengontrol ketidakstabilan tersebut.

 

Answered Aug 12, 2017

Karena produk yang dihasilkan tidak menjadi solusi banyak orang sehingga pemakainya menjadi sedikit.

Answered Aug 12, 2017
Anonymous

karena produk yang menghasilkan tidak menjamin banyak solusi jadi pemakainya sedikit

Answered Aug 19, 2017

biasanya terkendala dengan dana awal atau modal, serta tidak kuatnya manajemen dalam menghadapi permasalahaan permasalahan kecil.

Answered Aug 21, 2017
Afifathul Nurghani
Official Account Soedirman Student Summit

mungkin karena kurangnya minat bagi pembeli dan kesalahan teknis yang dilakukanoleh pihak perusahaan tersebut yang beroperasi.

 

Answered Aug 22, 2017
Juwito Purnomo
RUMAH KEPEMIMPINAN REGIONAL 6 MEDAN ANGKATAN 8

Beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan pada tahun pertama sebuah startup digital, diantaranya:

1. Produk yang dijual tidak dibutuhkan oleh pasar. Hal ini menyebabkan konsumen tidak membeli produk atas dasar kebutuhan

2. Tidak mampu bersaing dipasar. Hal ini dapat diklasifikasikan dengna kualitas barang yang buruk, pelayanan yang kurang baik, serta cukup sulit dalam melakukan transaksi juga mempengaruhi daya saing di pasar.

3. Tidak terjalin hubungan yang baik antar sesama individu dalam sebuah tim. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya motivasi dalam tim sehingga menyebabkan tim berada dalam suasana yang egois.

4. Modal awal yang tergolong tinggi nominalnya. Kejadian ini sering dialami oleh startup yang masih baru dengan suntikan modal awal yang begitu tinggi untuk membesarkan startupnya, namun ketika menghadapi beberapa masalah yang masih kecil, cenderung kurang dapat menguasai dan menyelesaikan masalahnya sehingga dapat menghabiskan uang yang begitu banyak hanya untuk membereskan masalah yang kecil dan pada akhirnya startup tersebut mengalami trauma dan memutuskan untuk tidak melanjutkan startupnya.

 

#jawaban_September_2017

#rumahkepemimpinan

Answered Sep 4, 2017

Question Overview


and 47 more
65 Followers
2706 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa beda antara startup dan perusahaan lainnya? Mengapa istilah startup begitu naik daun?

Bagaimana cara membangun tim awal startup/perusahaan?

Bagaimana proses mendirikan Bukalapak?

Siapa pengusaha paling top di Indonesia menurut Anda?

Apakah nama perusahaan startup terbaik di Indonesia?

Apa yang menyebabkan jumlah venture capital di Indonesia tidak sebanyak di Amerika?

Apa rahasia membangun sebuah startup digital yang sukses?

Apa yang dimaksud dengan design thinking?

Apa yang dimaksud dengan design sprint?

Mengapa design sprint digunakan untuk membuat produk digital?

Apa yang membuat Steve Jobs sukses membangun Apple?

Kenapa Indonesia belum juga maju sementara Korea Selatan yang dulu lebih miskin dari kita justru maju sekali saat ini?

Bagaimana cara Jerman membangun kembali ekonominya setelah Perang Dunia II?

Apakah kunci sukses pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pada puncak bonus demografi di Indonesia (2025-2035)?

Apakah penggunaan alat ukur Gross Domestic Product (GDP) masih relevan untuk menghitung tingkat kesejahteraan sebuah negara?

Mengapa perhitungan Gross National Product (GNP) jarang digunakan sebagai alat ukur kinerja ekonomi?

Apa yang Anda ketahui tentang Green GDP?

Apakah inflasi selalu berdampak buruk untuk perekonomian?

Apakah konsekuensi deflasi terhadap kinerja perekonomian sebuah negara?

Ketika terjadi apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar, langkah taktis apa yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan kerja perekonomian?

Apakah depresiasi nilai tukar selalu memiliki dampak negatif untuk perekonomian?