selasar-loader

Bagaimana cara mengatasi anak yang manja?

Last Updated Nov 15, 2016

Anak saya berusia 3 tahun dan sering menangis merengek-rengek.

61 answers

Sort by Date | Votes
Robby Syahrial
seorang orang tua yang belajar mendidik anak

Hasil gambar untuk anak remaja

Sumber gambar via https://www.suplementpeninggibadan.com/ (SUM)

Jangan terlalu sering dituruti. Sesimple itu.

Answered Nov 25, 2016

NvedE8CTdhxWOc2sxvhxz955SipfdIfL.jpg

Saya teringat dengan cerita ibu saya tentang orang tua Jepang. Di Jepang, banyak orang tua yang tidak memanjakan anaknya. Ketika anaknya merengek manja, mereka biarkan begitu saja agar anaknya tidak berpikir, "Jika saya menangis, saya bisa mendapatkan apa saja." Di sebuah department store di Jepang, saya pernah melihat seorang ibu Jepang berjalan melenggang begitu saja walaupun anaknya meraung-raung di belakangnya. 

Gambar via cnbc.com 

 

Answered Dec 13, 2016
Adlil Umarat
Pak Ading, Childhood Optimizer Trainer

Hasil gambar untuk mengatasi anak manja

Anak manja yang merengek-rengek terus tiap dapat masalah memang bisa menjadikan orang tua emosi jiwa. Apalagi jika orang tua dalam keadaan capek sepulang kerja. Bisa-bisa, orang tua ikutan tantrum melebihi tantrum anaknya. Akhirnya, anak yang merengek-rengek tadi akan "ngeri-ngeri sedap" melihat orang tuanya bersama dia tantrum berjemaah di rumah karena tidak tercapai solusi dari masalah manja alias ketergantungan pada bantuan-bantuan orang lain dan merengek-rengek tadi.

Cara mengatasi anak manja adalah dengan membangun skill komunikasi anak dari level merengek-rengek menjadi level "bicara" (berbahasa). "Bicara" menyelesaikan masalah. Kalau hanya merengek-rengek, tidak akan jelas identifikasi masalahnya apa, yang diinginkan apa, yang jadi solusi apa. Jangan biasakan membangun komunikasi yang tidak jelas antara anak dengan orang tua. Semakin kita jelas membangun komunikasi yang bermutu antara orang tua anak, maka manja anak bisa teratasi. Misalnya, anak yang sudah besar, tapi tetap mau disuapi orang tua, kita bisa bahasakan, "Kamu sudah umur 5 tahun, lho. Sudah bisa suap makanan sendiri. Kamu anak ayah yang mandiri. Ayo, suap nasinya sendiri ya, Nak....Di sekolah kan sudah suap sendiri."

Salam,

Adlil Umarat

Childhood Optimizer Trainer

Gambar via cdns.klimg.com

Answered Dec 20, 2016
Al-A'la Dzulfikar
Full Time Blogger

aNIbVqGoR_0MEi5-5_QKNqhQakosuMtU.jpg

Saat berusia tiga tahun, sangat wajar jika anak masih merengek-rengek. Observasi dahulu. Biasanya, anak menangis karena beberapa sebab, di antaranya:

  1. dia lapar;
  2. dia kesakitan;
  3. dia bosan; atau
  4. dia membutuhkan perhatian orang tuanya.
Ilustrasi via ohsemmama.com

Answered Dec 29, 2016

jangan semua permintaan anak dituruti. 

memang anak akan rewel bahkan sangat rewel pada saat itu karena permintaan ga diturutin, tapi disitulah proses dia belajar. ego anak memang tinggi, maunya orang tua ngikutin dia, tetapi dengan pengertian yang pelan-pelan dan butuh waktu (pastinya) lama kelamaan pasti anak akan mengerti..:)

Answered Jan 13, 2017
Illian Deta Arta Sari
ibu dari 3 anak yang terus berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik...

BX0Lb9sV01lmgpQNAIBDwTeemYclMtV8.jpg

via itsybitsysteps.com

Anak menjadi manja kalau semua permintaannya begitu mudah dipenuhi meskipun permintaannya tidak baik. Misalnya saja, anak menangis merengek-rengek memaksa meminta mainan saat di toko meskipun mainan di rumah sudah banyak/sudah punya atau menangis meminta permen yang sebenarnya tidak sehat dan merusak gigi. 

Mungkin bukan hanya soal membeli sesuatu, tapi meminta orang tua melakukan sesuatu dengan merengek. Kalau setiap permintaan dituruti, meskipun tidak baik, maka bahasa yang dia pahami adalah "merengeklah maka aku akan mendapat yang kuinginkan." Anak perlu diajarkan bersabar, berjuang mendapatkan sesuatu, dan menghargai yang didapatkan. Karena itu, mereka perlu diberi pengertian. Kalau memang tidak pas untuk memenuhi permintaannya, ya, jangan diberikan meski anak merengek atau menangis sekalipun.

Answered Jan 17, 2017
Maria Margaretha
I am a Primary School Teacher. I love to learn and enjoy the journey of learning

Merengek pada anak adalah hal yang dibiasakan. Sebagai orang tua, kita perlu mempunyai instuisi apa yang anak butuhkan. Kalau tidak kita akan membiasakan anak selalu dituruti keinginannya. Padahal, membedakan kebutuhan dan keinginan perlu dipelajari anak sejak dini. Bahkan di usia 3 tahun. Peka saja membedakan butuh dan ingin dan kalau hanya ingin kita perlu belajar mengabaikan rengekan maupun bernegosiasi mana yang lebih sesuai. Berikan pilihan yang terbatas. Agar anak tidak bingung dan merasa punya, saat bertemu dengan keinginan. Tapi jangan sampai mengabaikan kebutuhannya yaaaa... #smile

Answered Jan 18, 2017
Anonymous

Cara agar anak tidak manja adalah :

1. Saat dia menangis, sesekali kita harus bersikap acuh hingga dia berhenti menangis sendiri

2. Tidak terlalu memanjakannya dalam hal apapun, misalnya adalah mandi sendiri, makan sendiri, memakai baju sendiri yang bertujuan agar si anak dapat mandiri dalam segala hal

3. Tidak menuruti setiap apapun yang diinginkan oleh si anak. Ada kalanya anak harus berjuang untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Misalnya ingin membeli mainan baru, si anak harus menyisihkan uang tabungannya atau melakukan hal2 kecil seperti merapikan tempat tidur agar si anak tidak mendapatkan mainan baru tsb secara mudah

Answered Jan 18, 2017

Dengan lebih melibatkan anak tsb ke dalam kegiatan sosial dan tidak menuruti segala kehendak dari anak tsb.

Answered Jan 18, 2017
I.Hartaman C.Ht
Belajar menjadi orang tua

42ACrKROTM9dhoW2Xh-sJBrBaM-zuC05.jpg

Santi datang kepada mamanya yang sedang bekerja di dapur demi menyiapkan makan malam keluarga. Dia memegang baju ibunya sambil bertanya-tanya, diselingi meminta diambilkan minum yang ada depannya. Ketika minuman diberikan, ia mengeluh minumannya kurang dingin, minta dikasih sirop, dan hal-hal lainnya agar mamanya terganggu. Kondisi seperti ini lantas membuat mamanya marah. Meskipun demikian, Santi terus melakukan hal itu sehingga mama Santi "merasa ada masalah" dengan anaknya.

Itu adalah ilustrasi sederhana masalah perilaku anak yang dirasakan orangtua dan ternyata, ada beberapa cara mereka membuat masalah. Perilaku membuat masalah adalah hanya salah satu dari lima kategori permasalahan anak. Masih ada empat lagi taktik berperang untuk mendapatkan perhatian orangtua. Manja dan merengek-rengek hanya sebagian daya upaya yang dilakukan. Anak masih menyimpan 'senjata cadangan' untuk meluluhkan benteng pertahanan hati orangtuanya.

Apa sebenarnya makna perilaku anak ini?

Saya kutip dari Hypnotherapy for Children oleh Adi W. Gunawan, “Perilaku adalah strategi yang telah teruji dan terbukti sangat efektif dan efisien, dari berbagai strategi yang telah dicoba oleh seorang anak, untuk bisa mendapatkan hal-hal yang anak inginkan dengan cepat dan mudah dan dengan tingkat keberhasilan yang paling tinggi.”

Berkaitan dengan perilaku anak, manja adalah strategi yang menurut pengalaman si anak telah terbukti efektif. Bila perilaku manja baru pertama kali dilakukan, artinya anak sedang melakukan percobaan berdasarkan pengamatan, misalnya dari melihat perilaku teman. Anak mengharapkan sesuatu dari orangtuanya, hal yang lebih besar dari pada yang diterimanya saat itu.

Di sisi lain, orangtua dituntut untuk menerjemahkannya dengan benar dan tepat, sebab, bila salah, persoalan manja dan merengek ini akan terus berlanjut. Anak membutuhkan perhatian, maka untuk mendapatkan kekuasaan dan mengalahkan orangtua. Dia berperilaku manja, merengek-rengek atau melakukan perilaku lain sebagai 'balas dendam' atas perlakuan orangtua yang telah memaksakan hal yang tidak disukainya. Tujuan utama manja adalah berusaha untuk menguasai orangtua dengan segala cara; orangtua dibuat kasihan, merasa bersalah, malu, kesal, dan lain sebagainya.

Untuk mengatasi hal ini, orangtua perlu terus meningkatkan pengetahuan sesuai perkembangan anak dan lingkungan. Apalagi, lingkungan mempunyai dampak yang sangat cepat untuk mengubah pribadi anak.

Pada dasarnya, anak mempunyai beberapa cara untuk merasakan kasih sayang orangtua. Sebagian anak memerlukan waktu bersama yang cukup dan akan senang bila dipuji, tetapi anak lain akan merasa diperhatikan apabila mendapakan hadiah dan sentuhan fisik. Sementara, ada juga anak yang akan merasa bahagia apabila dilayani. Setiap anak, tentunya, akan sangat senang apabila mendapat tatapan mata yang lembut mencerminkan perhatian yang besar.

Kewajiban orangtua dalam memberikan perhatian terhadap anak dapat dilakukan sesuai dengan bahasa kasih masing-masing. Namun sebelumnya, orangtua perlu peka dalam mengenali tanda-tanda bahwa terdapat perasaan 'kekurangan kasih' dalam diri anak. Perasaan ini kemudian memicu anak berperilaku manja sehingga dilabeli 'bermasalah'. Jadi, manja dan merengek hanyalah sinyal 'lampu kuning' bahwa dia memerlukan perhatian lebih banyak lagi.

Ketika mendapatkan anugerah berupa anak, kita sebagai orangtua tidak mendapatkan manual book untuk menyesuaikan diri dengan benar terhadap keberadaan dan perkembangan anak. Kita juga tidak 'bersekolah untuk mempelajari mata pelajaran "Cara Menjadi Orang Tua"' sehingga tidak bisa mempersiapan diri dengan detail untuk menjalani kehidupan bersama anak. Karenanya, dengan mengetahui bahasa kasih yang dibutuhkannya, kita akan dapat dengan mudah menyelesaikan masalah tersebut.

 

Answered Mar 24, 2017
ajeng pramesty
ajengpramesty

aFlfghyyexkr3goCQ3qTujdEMK8bA-Xz.jpg

Aku punya adik laki-laki yang berusia 10 tahun. Usia kami juga beda 10 tahun. Sekarang dia duduk di kelas 5 SD (baru naik ke kelas 6 sih).

Tidak tahu mengapa adikku selalu dimanjakan ibu, mungkin karena dia anak bungsu. Akan tetapi menurutku, dia tidak boleh terus-menerus dimanja karena dia anak laki-laki.

Kadang aku bersikap keras ke dia karena takut dia jadi anak yang super manja dan tidak bisa apa-apa. Jadi ya kadang aku terpaksa pura-pura galak hahaha, tetapi kadang kesal beneran karena tingkahnya yang aneh dan tidak masuk akal.

Menurutku, sih, tak ada salahnya kalau anak dimanja namun jangan terlalu over, karena tidak bagus juga untuk kehidupan mereka di kemudian hari.

Seperti halnya temanku yang juga punya adik laki-laki yang selalu dimanja sama mamanya dan keluarganya, hingga sekarang adiknya udah kelas 2 SMA, tetapi malah tidak bisa mandiri. Bahkan untuk makan saja harus disiapin, kalau tidak dia tidak akan makan dan ngambek. Juga, sampe sekarang dia masih diantar jemput tukang ojek untuk berangkat dan pulang sekolah, dan setiap tugas sekolahnya temanku yg ngerjain.

Sungguh merepotkan -___-"

 

sumber gambar: blogspot.com

Answered Jun 16, 2017

Tidak dimanjakan!

Answered Jul 3, 2017
dea pramita
Ibu Rumah tangga|| owner of sansa_giftshops

Xzh6xMc_f69h5HaOH8nNE4adW0vt9wxd.jpg

Cara mengatasi anak yang manja? Lumrahnya seorang anak memang bermanja-manja kepada orang tuanya. Tapi dari awal, sejak dini memang harus ada batasan, kapan dia bisa bermanja, dan kapan waktunya dia harus menuruti perintah orang tuanya. Agar anak tersebut tidak merasa bahwa kedua orang tuanya galak atau tidak sayang padanya (terlebih jika dia baru atau telah mempunyai adik), namun lebih ke arah give and take.

Tidak menuruti semua keinginannya, tapi berikan dia kesempatan untuk menentukan pilihan

Terdengar sederhana, pada kenyataannya ini susah dilakukan jika kedua orang tuanya tidak kompak. Berikan dia pilihan semu, alias seolah-olah dia bisa memilih, namun kenyataannya pilihan itu kita yang tentukan. Misalkan anaknya sangat pemilih dalam makan, maka berikan dia pilihan apa yang mau dia makan. "Kakak hari  ini mau makan telur dadar, atau nasi goreng?" 
Seolah-olah anak mendapatkan porsi penting dalam memilih apa yang akan dia makan, tapi pilihan itu datang dari kita. Atau "Hari ini kita pergi ke supermarket, kakak bisa pilih mau beli cookies merek A atau beli snack merek B? Pilih salah satu ya, tidak bisa dua"

Ketika anak mulai merengek tidak mau mandi, "Mau mandi sama papa atau sama mama?" Intinya dia diberikan dua pilihan, dia yang menentukan, tapi kedua pilihan itu datangnya dari orang tuanya. Dengan ini anak menjadi lebih mandiri, merasa didengarkan, tapi sebagai orang tua kita tidak kehilangan kontrol. Ketika anak mulai belajar mengutarakan keinginannya, dengarkan, dan selama masuk akal/reasonable kenapa tidak dituruti. 

Hentikan menganggap anak adalah RAJA, jadilah si raja TEGA

Adakalanya kita tidak sanggup berkata "tidak" terhadap permintaan anak, selama masih di ambang kewajaran dan aturan sebagai orang tua sah-sah saja menurutinya, namun jika sudah mulai merajuk saatnya berkata "TIDAK" dan itu harus dipatuhi oleh seluruh anggota keluarga yang lain. Ayah, ibu, kakek, nenek bahkan pengasuhnya. Kadang saya memang biarkan anak saya menangis jika permintaannya tidak masuk akal, walau karena tangisannya saya sering disangka yang bukan-bukan, tapi tahan saja.

Mungkin itu beberapa gambaran cara saya mengasuh kedua anak saya, siapa tahu bisa bermanfaat.

foto via blogspot.com

 

 

Answered Jul 26, 2017
Qorin Ratal
Fakultas Ilmu Keperawatan 2017

Jangan dibiasakan memenuhi permintaannya, beri tahu ia kalau mau sesuatu tidak perlu hari itu juga harus ada. Latih disiplin, beri sedikit hukuman apabila ia manja.

Answered Aug 2, 2017
Chairul Azhar Purba
Rumah Kepemimpinan Reg. 6 Medan Angkatan 8 | Sosiologi FISIP USU

Hasil gambar untuk ANAK MANJA

1. Melibatkan anak dalam kegiatan sosial;

2. Menunjukkan dan menjelaskan perilaku yang baik dan buruk pada anak;

3. Memberikan hukuman;

4. Memberikan pujian;

5. Konsisten dengan apa yang Anda katakan.

 

#jawabanku Agustus 2017

#Rumah Kepemimpinan

#RK Regional Medan

 

Ilustrasi via cdns.klimg.com

Answered Aug 2, 2017
Helena Mantra
Ibu yang tertarik dengan parenting, kesehatan, dan traveling

Diajarkan untuk mandiri dan orang tua harus tegas dengan aturan. "Tahan kuping" saja mendengar anak menangis.

Answered Aug 9, 2017

Tetap tenang. Lihat mata si anak agar si anak tahu dia mendapat perhatian. Biarkan si anak menangis jika memang diperlukan. Jika si anak sudah mulai tenang, bicarakan baik-baik. Biarkan juga anak menjawab agar kita bisa memahami si anak dan si anak belajar memahami kita.

Answered Aug 10, 2017
Dina Mariana
Mathematics student'17 of UIN Jakarta

Cara mengatasi anak yang manja itu adalah hal yang susah gampang, tergantung dari kita untuk menyikapinya. Sebenarnya anak yang manja disebabkan oleh orang tua yang awalnya terlalu menuruti keinginannya. Jadi, cara terbaik agar anak mandiri adalah melihat dan mengeksplor ke dunia luar. Ajak dan kenalkan bersyukur terhadap nikmat yang Allah berikan. Dan mencontohkan anak jika ingin sesuatu harus berusaha dulu. Misal ingin membeli mainan, harus menabung dulu. Jika anak menangis merengek, beri perhatian kepada anak tapi tak berlebihan dan memberikan kegiatan seru bersama teman-temannya agar tidak bergantung pada orang tua.

Answered Aug 13, 2017
Anonymous

menasihatinya dan mengenalkan  serta mengajari dan menerapkan menjadi pribadi yang mandiri sejak usia dini.

Answered Aug 17, 2017

1.jangan menuruti semua keinginan anak

2.jangan terlalu banyak melarang

3.ajar anak untuk tidak berbohong

Answered Aug 19, 2017

Question Overview


and 58 more
76 Followers
3997 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Benarkah anak yang suka tantrum memiliki kecerdasan di atas rata-rata?

Bagaimana cara yang tepat membuat anak yang pemalu menjadi aktif di kelas?

Benarkah anak yang 'fatherless' berpotensi menjadi kemayu? Mengapa?

Bagaimana cara mengatasi anak yang memiliki rasa ingin tahu berlebih?

Mengapa anak lebih baik tidur di kamar sendiri alias terpisah dari orangtuanya?

Bagaimana cara mendidik anak yang terpisah jauh dari orangtuanya?

Seberapa signifikan pengaruh pendidikan orangtua terhadap tumbuh kembang anak?

Bolehkah orangtua memaksakan mimpinya yang tertunda kepada anaknya? Mengapa?

Bagaimana cara mendidik anak sehingga menjadi anak yang saleh dan salehah?

Bagaimana supaya anak saya bisa lancar berbahasa Inggris sebelum usia 5 tahun?

Bagaimana orangtua tunggal membesarkan anaknya menjadi anak yang normal seperti kebanyakan?

Bagaimana cara membuat anak tertarik membaca?

Bagaimana cara mengetahui potensi, minat dan bakat pada anak di bawah usia 5 tahun?

Apakah pelatihan/kursus yang baik untuk anak usia 5-6 tahun?

Seberapa penting peran orang tua dalam proses pembentukan karakter seorang anak?

Perlukah mengajarkan kesetaraan gender pada anak?

Bagaimana cara mengajarkan kesetaraan gender pada anak?

Pada usia berapakah anak boleh diajarkan bahasa asing? Mengapa?

Pentingkah mengajarkan bahasa daerah kepada anak?

Bagaimana cara yang bijak menjawab pertanyaan anak tentang seks?

Pentingkah orangtua memberikan nama yang baik kepada anaknya? Mengapa?

Seberapa berbahayakah kondisi anak yang memiliki kedekatan berlebih dengan pengasuhnya?

Mengapa channel mainan di YouTube cenderung memiliki banyak sekali penonton?

Di manakah kota terbaik di Indonesia untuk masa pensiun? Mengapa?

Bagaimana perasaan orangtua ketika pertama kali mendengar anaknya bisa bicara?