selasar-loader

Apa keunggulan dasar karakter Donald Trump, Presiden ke 45 Amerika Serikat?

Last Updated Jan 25, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Arief Mizan
Merasa dekat dengan Paman Sam

3FPN6yhzkzI-cX_n-6_4-mVKc8K1n4k-.jpg

Bagaimana rasanya dilahirkan tanpa rasa malu? Mungkin kita bisa bertanya pada Donald John Trump. Semua kata-kata yang keluar dari mulutnya tak pernah ia sesali. Di dunia bisnis dan politik, nama ini terkenal tidak hanya dengan kecerdikan dan keberaniannya dalam membuat kesepakatan, namun juga arogansinya terhadap semua hal. Bisnisnya sukses dan jatuh berulang-ulang kali, namun tak pernah sama sekali membuatnya malu. Justru ia semakin bangkit untuk memenuhi ambisinya menjadi yang paling unggul dalam segala hal, dengan caranya sendiri.

Lihat saja Konvensi Partai Republik 2016. Berbeda dengan konvensi sebelumnya, kali ini media riuh dengan satu nama yang kontroversial: Trump. Publik berharap kehadiran Trump dapat membawa showbiz ke dalam Kongres, setelah sebelumnya Konvensi Partai yang dikenal dengan GOP (Grand Old Party) di tahun 2012 dianggap sebagai konvensi paling membosankan yang pernah ada.

Publik mendapatkannya. Bukan dengan banyaknya artis yang hadir, bukan pula dengan endorsement dari petinggi partai politik, tapi dengan kumpulan pidato-pidato yang canggung dari para simpatisan. Puncaknya adalah saat sang istri, Melania Trump, dalam kesempatan perdananya memperkenalkan diri sebagai calon first lady Amerika Serikat, dicemooh media karena dianggap melakukan plagiat atas pidato Michelle Obama di Konvensi Partai Demokrat 2008. Bagi media, itu adalah blunder besar dan kegagalan tim kampanye, namun bagi Trump, ini layaknya satu bagian kecil dari sebuah reality show terbesar yang sedang ia lakoni. Trump terus melaju dengan memakai kaca mata kuda.

Dominasi Kuda Hitam Berkulit Putih

Maju secara mengejutkan pada 16 Juni 2015, Trump seperti kuda hitam yang menembus hutan belantara politik Amerika Serikat yang buas. Trump menggilas lawan politiknya dengan cara yang sangat agresif dan sangat intimidatif. Pilihan kata-katanya sangat keras dan kasar. Dia menamai Senator Marco Rubio sebagai "Lightweight" (kelas ringan) dan "Little Guy Marco"; mengisyaratkan bahwa ia bukan tandingan Trump.

Rubio pernah coba untuk mem-bully Trump dengan menyebut “Small Hand Trump”, tapi Trump balas mem-bully habis-habisan Rubio, mengejeknya karena berkeringat sangat banyak saat suatu kali tampil di hadapan publik. Trump dalam salah satu pidatonya mengambil sebuah botol air mineral lalu menyipratkan airnya ke kanan dan ke kiri sambil berteriak, “This is Rubio!” lalu meminum sedikit, menutup, dan membuang botolnya ke belakang panggung. “Dengan keringat sebanyak itu, bagaimana dia akan berunding dengan Rusia?”

“Dengan keringat sebanyak itu, bagaimana dia akan berunding dengan Rusia?”

cnn.com

Bully Trump terhadap Jeb Bush tak kalah sadis. Ia menamainya “The Low Energy Jeb Bush” karena gaya debatnya yang lemah dan sering kali membanggakan apa yang telah dikerjakan oleh abangnya, George W. Bush (Presiden AS ke-43). Ketika Jeb mengatakan bahwa abangnya telah mengambil kebijakan-kebijakan yang menjamin kemanan AS, Trump langsung berkata, “WTC jatuh pada masa pemerintahan George W. Bush. Apakah itu yang dikatakan aman?” Hasilnya? Jeb mendapatkan delegates terendah di antara kandidat lainnya. Ted Cruz mendapat julukan “The Single Biggest Liar Cruz” karena pernah menyatakan Ben Carson, bakal calon Partai Republik yang lain, telah mundur dari pencalonan, padahal Ben sama sekali belum mundur. Dendam Cruz belum juga usai. Pada hari ketiga konvensi, ia enggan memberikan endorsement untuk memilih Trump.

Kandidat Demokrat yang belum berhadapan face-to-face pun tak lepas dari terkamannya. “Stupid Hillary”. Itulah sebutan Trump mengkritisi bocornya email pribadi Hillary Clinton ke publik. Bernie Sanders, kandidat Demokrat yang tiba-tiba jadi primadona, dilabeli “Socialist/Communist Sanders” untuk menanamkan image komunis di benak publik, padahal sosialis berbeda dengan komunis. Trump juga tak segan-segan menyindir tokoh Republik senior, John McCain, dan membuat murka para veteran perang. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu salut dengan McCain. “Ia mendapat gelar pahlawan karena ditangkap, aku lebih menyukai pahlawan yang tidak tertangkap," kata Trump.

twitter.com

Semua pihak berang dengan tingkah laku Trump. Tidak hanya publik AS sendiri, seluruh dunia resah dengan penyataan-pernyataannya, terutama pada pernyataan yang bernada rasis. Tetapi, politik memang sangat dinamis. Trump memberi kejutan lain. Pada akhir Mei 2016, Trump adalah satu-satunya kandidat partai Republik yang memperoleh 1.237 delegasi sebagai persyaratan minimal yang dibutuhkan untuk maju sebagai kandidat dari Partai Republik, mengalahkan kandidat-kandidat lainnya yang di-knock out dan tak bisa berbuat apa-apa. Beberapa di antaranya malah berbalik memberi dukungan pada Trump.

Sementara di kubu Demokrat, Hillary Clinton dipastikan maju sebagai kandidat presiden dari Partai Demokrat dan mencoba peruntungannya untuk menciptakan sejarah baru sebagai Presiden Wanita Pertama Amerika Serikat. Bernie Sanders pernah digadang-gadang menjadi pesaing Trump karena berada di dua kutub politik yang sangat bertentangan. Keduanya sama-sama aktif di media sosial hingga muncul anekdot, Sanders sebagai sosialis dan yang lainnya (Trump) adalah sociopath. Namun, Sanders belum cukup kuat mengalahkan Hillary di pemilihan awal Partai Demokrat. Bagi Demokrat, ide sosialis Sanders dianggap terlalu radikal.

Hampir semua pengamat tidak percaya Trump bisa maju sebagai kandidat (nominee) dari Partai Republik. Banyak yang menyatakan bahwa majunya Trump hanya strategi untuk menaikkan Brand Awareness publik terhadap brand Trump. Bahkan Corey Lewandowski, Communication Director “Make America Great Again” yang dipecat Trump bulan lalu, membongkar apa yang sebenarnya menjadi rencana awal tim kampanye Donald Trump.

Menurut Corey Lewandowski, kampanye ini pada awalnya tidak ditujukan agar Trump menjadi presiden, tapi agar kegelisahan Trump terhadap politik AS dapat didengar. Ternyata, pencapaiannya jauh melampaui itu. Apa yang bisa dipelajari dari sini?...(more)

Answered Jan 25, 2017

Question Overview


2 Followers
1396 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Adakah kemungkinan sejumlah negara bagian di Amerika Serikat memisahkan diri jadi negara berdaulat akibat kemenangan Donald Trump?

Apakah Presiden AS Donald Trump berpotensi memicu dimulainya Perang Dunia III?

Mengapa Presiden Donald Trump memecat sebagian besar duta besarnya dan apa dampaknya bagi Amerika Serikat?

Apa yang membuat pengusaha optimistis dengan kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump?

Apa yang membuat pengusaha pesimistis dengan kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump?

Apa yang membuat pengusaha Tiongkok pesimistis dengan kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump?

Apa yang membuat pengusaha Indonesia pesimistis dengan kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump?

Apa sajakah kepentingan Amerika Serikat pada Perang Dunia II?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Apakah Amerika Serikat akan kembali membom nuklir Jepang bila Jepang tak juga menyerah setelah pemboman Nagasaki?

Seperti apa kebijakan luar negeri Donald Trump terhadap pemerintahan Rodrigo Duterte?

Apa pendapatmu tentang Fidel Castro?

Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Makanan apakah yang melambangkan Amerika?