selasar-loader

Bagaimana cara membangun tim awal startup/perusahaan?

Last Updated Nov 15, 2016

69 answers

Sort by Date | Votes
Achmad Zaky
Pendiri dan CEO Bukalapak

4C

Character

Pilih yang rajin, pekerja keras, ngoyo, pantang menyerah, jujur, dan sejenisnya. Orang-orang dengan karakter-karakter tersebut bisa mengalahkan orang sepintar apapun yang tidak memiliki karakter tersebut. Character selalu lebih penting dari kepintaran semata. Banyak orang pintar tapi sombong, ini yang bikin hancur perusahaan.

Chemistry

Kecocokan personal ga bohong. Saya coba kasih ilustrasi, pada waktunya nanti akan banyak masalah dan konflik antar pendiri perusahaan. Hanya dengan chemisty lah konflik ini bisa diredam. Antar pendiri bisa ngalah satu sama lain. Seperti halnya anak kecil, kalau berantem, besoknya baikan. Pendiri yang tanpa chemistry biasanya mudah baper, dan bapernya biasanya abadi, ini yang bikin hancur perusahaan.

Competence

Saya tidak bilang kepintaran dan kompetensi tidak penting di poin pertama. Ini penting sekali dan harus ada dalam sebuah tim pendiri yang baik. Jangan rekrut pendiri hanya karena teman tapi memiliki kompetensi nol.

Compatibility/Complementary

Kebayang ga pemain bola isinya striker semua, jelas tidak produktif. Sama halnya dalam sebuah tim awal perusahaan. Harus ada hubungan saling melengkapi, jika tidak biasanya terjadi adu pintar satu sama lain.

Answered Nov 16, 2016

Hasil gambar untuk PERUSAHAAN START UP

Sumber gambar via http://www.youthmanual.com/ (SUM)

Bagi saya, bangun tim dari orang-orang yang bertalenta, kompeten, profesionalisme tinggi, dan beretika serta memiliki prinsip, dan karakter yang bagus. Namun, saya juga mengutip teori Michael Thomas. Menurut konsep dari Michael Thomas, bahwa ada 3 hal yang harus diperhatikan jika ingin membangun tim untuk startup yang dikenal dengan "The Golden Triangle". Tiga hal yang disebut sebagai The Startup Triangle Team ini adalah

1. Hustler

Hustler merupakan istilah bagi orang dalam sebuah startup yang memiliki tanggung jawab untuk pengembangan bisnis. Jangan identikan startup sebagai membangun sebuah teknologi baru yang keren sehingga hanya akan fokus kepada teknologi. Membangun sebuah startup harus memilki landasan bisnis yang kuat.

Landasan bisnis yang kuat akan membuat startup bertumbuh dan cepat dalam mencapai visi misi yang telah ditetapkan. Fokus pada market dan seorang Hustler harus mengetahui apa yang diinginkan oleh market (pasar/calon customer).

Saat memulai membangun startup, Hustler harus fokus pada hal-hal berikut.

  1. Customer Development
  2. Product Management
  3. Selling
  4. Blogging
  5. Recruiting

 

2. Hipster

Hipster adalah istilah lain dari designer, dalam mengawali startup juga harus memiliki orang yang mengerti tentang design, mengerti tentang bagaimana mencitrakan perusahaan sebagai sebuah brand yang keren. Sejatinya, manusia itu lebih tertarik dengan sesuatu yang bersifat visual. Hipster harus memiliki pengetahuan dalam membuat sesuatu agar tampak keren, dia juga harus bisa menerjemahkan keinginan user ke dalam sebuah user experience produk startup.

Hal-hal yang harus diperhatikan hipster saat memulai adalah sebagai berikut.

  1. Buatlah Landing Page
  2. Product Desain
  3. Design Testing
  4. Branding
  5. Technical

Jika tim hipster tidak mengerti hal-hal teknis, nah sekarang saatnya untuk belajar frontend technical seperti HTML, Javascript, JSON, Ajax dll. Hal ini penting agar desain produk yang dibuat juga bisa di convert dalam bentuk yang siap diolah oleh programmer.

3. Hacker

Tim terakhir yang harus ada saat memulai startup yaitu hacker. Dialah yang akan bertanggung jawab dalam hal teknologi. Hacker haruslah orang yang sangat cinta dengan dunia programming. Selalu update dengan teknologi-teknologi terbaru, dan yah carilah hacker yang bisa diajak untuk berkomunikasi dengan mudah.

Terkadang sebuah startup memiliki talent yang hebat dalam hal teknologi, tetapi sering sulit untuk diajak kerja sama dalam membangun produk. Sekali lagi, cari hacker yang mau dan memiliki tekad kuat untuk bertumbuh seperti penjelasan saya di awal dengan startup yang sedang dirintis. Fokus utama hacker adalah pada produk, produk, dan produk!

Answered Nov 30, 2016
Andreas Senjaya
Pendiri dan CEO iGrow

3P_lTLfBD5-v25PK94hKhjKlHZUiAmYg.jpg

Tim memang merupakan aspek yang sangat krusial, bahkan menurut saya pribadi aspek paling krusial dibandingkan dengan aspek lainnya yang dimiliki oleh sebuah startup. Tim yang diisi oleh orang-orang yang menguasai domain expert, network yang baik, kemampuan terbuka untuk terus belajar, manajemen tim, dan juga punya persistensi yang tinggi bisa menciptakan karya-karya hebat. Bahkan ketika mereka gagal sekalipun mereka bisa belajar, bangkit, dan memulai lagi dengan lebih baik.

Tim yang baik juga menjadi unfair competitive advantage yang bisa membuat defensibilitas yang tinggi terhadap kompetisi yang ada di lapangan. Sehingga siapa saja tim, co founder, atau mereka yang akan bekerja bersama dengan kita menjadi faktor sangat krusial. Kita harus menjadikan tim kita diisi hanya oleh mereka yang merupakan "A Player", mereka yang terbaik di kelasnya.

Namun Startup, terlebih di fase awal tentunya tidak bisa menggaet tim dengan mengandalkan iming-iming gaji besar dan fasilitas kantor yang lengkap seperti layaknya fasilitas yang ditawarkan Google dan Facebook. Bahkan seringkali di fase awal saat mereka tidak punya cukup modal, mereka rela untuk tidak digaji beberapa wakti. Ini yang saya alami di fase-fase awal pendirian startup saya.

Lalu apa yang bisa membuat orang dengan kapasitas tinggi mau bergabung dengan kita? ada 2 hal yang bisa menjadi sebab mereka mau bergabung dengan startup kita: Visi Startup kita dan Kualitas pribadi kita

Visi startup yang menginspirasi dan menggerakkan akan mampu menjadi daya tarik bagi siapapun, terlebih mereka yang mencari sesuatu yang berharga untuk dijalani dan diperjuangkan. Apalagi jika visi tersebut dilengkapi dengan produk, bisnis model, dan validasi yang kuat, tentunya hal ini menjadi hal yang menarik bahkan untuk mereka yang telah punya pengalaman dan kapasitas tinggi sekalipun karena disitulah mereka bisa beraktualisasi optimal

Kemudian, kualitas pribadi kita juga hal yang signifikan. A player hanya akan tertarik bekerja bersama A player. Ketika mereka bekerja bersama kita, mereka menitipkan investasi waktu hidup mereka kepada kita, hal ini bukanlah sesuatu yang main main, oleh karena itu tingkatkanlah kapasitas kita sebaik-baiknya sehingga kita akan menjadi orang yang menarik bagi siapapun untuk bekerja bersama. 

Sisanya bisa menjadi faktor pelengkap untuk mendapatkan anggota tim yang terbaik di startup kita 

 

Answered Dec 31, 2016
Budi Santoso
Spirit Baru 2017

Answered Jan 14, 2017

“Siapa yang bilang bahwa membangun startup itu adalah hal yang mudah? Data menunjukkan bahwa 85 persen startup gagal hanya dalam 18 bulan,”. Saya menekankan bahwa jika anda sudah tahu bahwa startup anda tidak bisa berjalan setidaknya enam bulan, lebih baik anda segera mengganti bisnis model, pivot, atau membangun startup yang baru lagi daripada menunggu 18 bulan lamanya hanya untuk menyadari bahwa bisnis anda tidak bisa berjalan atau gagal. “Tidak ada gunanya anda menunggu lama (18 bulan) hanya untuk membuktikan kinerja dari bisnis model anda, jika enam bulan tidak bisa berjalan, sebaiknya tutup bisnis anda secepat mungkin dan mulailah sesuatu yang baru lagi,” tegasnya.

Startup itu adalah perusahaan baru yang masih mencari jati diri atau bisnis model yang tepat agar kelak bisa menjadi bisnis yang repeatable dan scalable, seperti yang dikatakan oleh Steve Blank:

Dalam perjalanan membangun startup, anda pasti masih mencari bisnis model yang tepat, maka dari itu banyak startup yang pivot sebelum mereka mencapai kesuksesan. Perjalanan startup itu berlika-liku sebelum mereka menemukan bisnis model yang tepat dan meraih kesuksesan. Saya menyarankan supaya anda (orang Indonesia) jangan pernah membandingkan membangun startup di Indonesia itu sama dengan membangun startup di Silicon Valley karena iklimnya sudah jauh berbeda. Dalam artian, Amerika jauh lebih maju dari Negara kita. Saya juga menyarankan supaya anda jangan sering-sering membaca Techcrunch atau media teknologi di Amerika karena takutnya itu hanya akan menciptakan sesuatu yang delusional atau angan-angan belaka.

“Saya tidak ingin ada banyak orang yang mengalami nasib yang sama seperti yang saya alami pada tahun 2001 yang lalu. Pada saat itu saya membangun startup yang menjual tiket penerbangan secara online (sama seperti tiket.com sekarang), namun sayangnya startup  ini tidak bisa berjalan dan terpaksa harus ditutup karena tidak ada orang yang mau membeli tiket secara online, eh ada, iya ada… Tapi hanya tiga biji,”.

Startup yang dibangunnya ini adalah eTravel8. Ia membangun startup ini murni karena terpesona melihat kesuksesan Expedia yang menjual tiket secara online. Pada saat itu, di Indonesia tidak ada e-ticket dan pihak yang diperbolehkan mencetak tiket penerbangan hanyalah maskapai penerbagan dan delapan agen tiket penerbangan. Ia sadar hal ini salah karena pada saat itu teknologi belum memadai dan tidak ada orang Indonesia yang mau membeli tiket secara online. Padahal dengan ide yang kurang lebih sama, Tiket.com bisa sukses seperti sekarang. Dengan menceritakan pengalamannya ini, ia tidak ingin ada banyak orang Indonesia yang bernasib sama sepertinya.

Lalu, bagaimana cara kita membangun bisnis yang sukses dan meminimalisasi resiko agar investor bisa yakin dan mau berinvestasi pada bisnis kita? Sebelumnya, anda harus tahu bahwa VC (Venture Capital) dan investor lainnya, khususnya di Indonesia itu tidak ingin berinvestasi pada bisnis yang belum proven di Negara lain karena resikonya tergolong besar. Lebih baik anda membangun bisnis di bidang yang belum tersentuh atau belum ada pemainnya di Indonesia tetapi sudah ada bukti bahwa bisnis yang anda jalankan ini sukses di Negara lain. Ini bisa menambah tingkat kesuksesan startup anda agar bisa didanai investor.

Ada empat faktor yang menentukan kegagalan dalam suatu startup, tetapi jika anda bisa meminimalisasi faktor ini, Andy yakin bahwa bisnis anda bisa didanai investor dan sukses besar nantinya. Adapun empat faktor itu adalah:

1. Resiko Bisnis Model

Ini adalah resiko yang timbul dari bisnis model anda. Bagaimana meminimalisasi resiko dalam bisnis model? Andy menyarankan bahwa sebaiknya anda menjalankan bisnis model yang jelas, gampang dibuat, dan telah terbukti di Negara lain. Jangan termakan dengan hype dan ikut-ikutan tren yang sedang terjadi di Amerika, seperti 3D-Printing, Self Driveless Cars, dan sebagainya karena Amerika jauh lebih maju 8-10 tahun dibanding Indonesia. Jika hal itu dilakukan di Indonesia, menurut Andy, tentu tidak akan jalan. “Jangan menjadi saya 14 tahun yang lalu, jadilahNatali Ardianto (CTO Tiket.com) yang sekarang. Dengan bisnis model, pasar, eksekusi dan teknologi yang tepat, Tiket.com bisa tumbuh besar dengan cepat. Dan jangan kebanyakan baca Techcrunch.

“Dalam mencari investor, sebaiknya sesuaikan dengan industri bisnis anda. Jika anda bergerak dalam dunia game, ya cari investor yang paham betul dalam dunia game. Dan juga, tidak semua investor suka hal baru karena hal baru biasanya lebih beresiko, jadi carilah hal lama yang pasarnya besar tapi belum banyak digarap orang. Indonesia adalah pasar yang besar, coba cari celah yang bisa dimanfaatkan sebagai bisnis di sini,”.

Jangan menjadi orang yang terlalu kreatif yang berujung dengan menciptakan sesuatu yang sangat complicated. Lakukan saja hal yang sederhana dan gampang karena pada dasarnya, sebagai first time entrepreneur, anda perlu belajar dahulu sebelum mencapai kesuksesan dan berhasil membangun perusahaan yang besar.

Cara terbaik untuk mengurangi resiko dalam bisnis model adalah meniru bisnis yang telah berjalan di Negara lain, khususnya di Amerika sekitar 10 tahun yang lalu karena industri bisnis internet  di Indonesia tertinggal sekitar 10 tahun lamanya.

2. Resiko Pasar

Startup juga bisa gagal karena ukuran pasar yang kecil. Untuk menjalankan bisnis yang bisa sustainable, masuklah ke pasar yang besar dan juga potensial. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pasar di Indonesia masih banyak yang belum digarap, coba cari celah itu dan manfaatkan sebagai tambang emas dalam bisnis anda.

3. Resiko Eksekusi

Sebagus apapun ide bisnis anda, jika anda tidak bisa merealisasikannya, ide itu akan tetap hanya menjadi angan-angan saja, tanpa pernah menjadi suatu produk yang nyata. Dalam membangun startup, tentu ada resiko dalam mengeksekusi produk agar bisa segera meluncur di pasar. Untuk menimilisasi resiko di bagian eksekusi, bangunlah tim yang kompeten di bidangnya masing-masing. Kumpulkan...(more)

Answered Jan 18, 2017

Cara membangun tim awal start up adalah sbb :

1. Tim karyawan dan atasan mempunyai tujuan dan cita-cita yang sama untuk menjadi besar, jika perusahaan menjadi besar, maka kehidupan sosial karyawan pun akan naik juga termasuk salary

 

2. membangun kekompakan antar karyawan dan pemimpin

3. membangun kepercayaan satu sama lain

4. membangun rasa ingin sukses dan bertumbuh secara bersama-sama

Answered Jan 18, 2017
Anhar Ismail
Vi Veri Veniversum Vivus Vici | Human - Idealist - Maestro

Intinya adalah:

  1. temukan ide yang menjadi solusi yang menjual;
  2. cari teman yang siap dan setuju dengan idemu;
  3. bentuk komitmen dalam tim;
  4. ciptakan purwarupa produk; serta
  5. uji idemu dalam kompetisi pitching.

Answered Jan 31, 2017

W0tSm-ru2b2KdK3CUZ5W6MjDQuvvhFg5.jpg

lynkos.com

Tim awal itu sangat penting. Ibarat rumah, tim awal adalah pondasi utama dari rumah tersebut. Visi dan misi perlu disama-rasakan, disusun bersama, direvisi bersama, dan dibuat untuk jangka panjang dan pendek. Kalau ini sudah beres, Anda perlu juga memperhatikan cara merekrut personil baru, jangan hanya terpaku pada skill, tapi upayakan bisa sesuai dengan kebutuhan tim dan satu visi dengan tim yang ada. Kalau saya pribadi senang dengan DISC Profile Test. Dengan ini kita bisa melihat karakter orang terebut dan menyesuaikannya dengan kondisi kebutuhannya.

Bila sudah sejalan dengan orang yang tepat dan visi yang sama, ide lain pasti muncul, baik nonformal atau aktivitas formal. Baik itu olahraga bareng, misalnya, atau SOP yang harus dipatuhi dan dihargai oleh setiap anggota tim.

Selamat mencoba!

Answered Feb 2, 2017
Arief Bahari
Co-founder Fjord Motion (fjordmotion.com)

QpvcpID0jmwRwutVf1DL_n75my7Iuksm.jpg

via thenextweb.com

Pastikan Anda menemukan partner yang bisa melengkapi kekurangan Anda terkait bisnis/startup yang ingin dijalankan. Dari situ, Anda bisa membagi tugas dan mulai merekrut orang-orang ahli di bidang yang Anda butuhkan.

Answered Feb 3, 2017
Miftah Sabri
Pendiri dan CEO Selasar

oxWqgs6qNTOtafwrgfRRjflkAMqoJogt.jpg

via pixabay.com

Pengalaman saya menunjukkan bahwa yang harus dilakukan cuma satu:

Just do it with passion and be focus.

Diskusi saya dengan banyak teman sesama founder dan mentor menemukan jawaban yang hampir sama, mulai saja. Start from the scartch. Ide yang banyak tak ada gunanya tanpa ada eksekusi. Mentor Shinta Bubu menyatakan bahwa ideas are cheap, executions are expensive.

Lain lagi pemahaman dai kondang dan pengusaha fintech Yusuf Mansur. Dia punya teori "Pancang Tiang Bendera". Pancangin aja dulu tiang benderanya. Yang lain nanti dipikirkan dan dikerjakan lain waktu. Dari sana, nanti akan terlihat hal-hal seperti kemungkinan salah pancang, tiang bengkok, bendera kusam, dll. Di sanalah  kita melakukan perbaikan-perbaikan.

Pengalaman selasar juga seperti itu. Awalnya ada ide, langsung cari teman founder yang sevisi. Pancangkan tiangnya. Numpang dulu di meja security kantor teman. Pindah ke salah satu meja di dalam kantor teman. Geser lagi ke kos-kosan dekat kampus UI. Pindah lagi udah bisa menyewa satu rumah dengan pekarangan luas. Pindah lagi ke gedung berlantai 4, dan sekarang menetap ke kampus selasar yang representatif di daerah Kemang, bertetangga dengan startup yang sudah ternama, semisal Bukalapak, Gojek, dan lain lain di "Kemang Alley."

Mengutip Selebtechpreneur Achmad Zaky, saya setuju soal visi. Para pendiri harus satu visi, satu kimiawi. Saya dengan founder lainnya sering terlibat perbedaan tajam, tapi kami tidak pernah sakit hati.

Steve Jobs Theory "Grade A Person" and Focus

Paman Steve Jobs punya teori bahwa kalau mau sukses, kita harus punya dream team berupa "Grade A Person".
Saya super setuju dengan ini dan mengamalkan ajaran dan ujar ujar Paman Jobs ini. Selasar sangat ramping alias "lean" namun saya sebagai CEO bisa memastikan mereka adalah orang orang terbaik "The Grade A Person", baik dari segi pikiran (mind) dan hati (heart) mereka.

Soal fokus, Paman Jobs bilang bukan kita mengerjakan suatu kerjaan atau ide secara terus-menerus, tapi bagaimana mengatakan tidak pada ide-ide lain yang muncul dan menggoda saat kita mengeksekusi satu ide.

Jadi, kesimpulannya adalah:

1. mulai dengan visi dan berfokuslah;
2. pancangkan tiang bendera;
3. eksekusi ide yang murah itu menjadi kerja yang mahal; dan
4. bangun "Grade A Team".

Setelah itu, let God do the rest!

Faiza azamta, fatawakkal Alallah.

Jika kamu telah berazzam, maka bertawakallah pada Allah.

Wallahua'lam.

 

Answered Mar 25, 2017
Isumi
Learning and Education Designer

LkiDSZ-2u1TwEEmimm8gwBZb-cLaY6Bc.jpg

Sumber gambar: https://i.ytimg.com/vi/fgp-BKsyJ8w/maxresdefault.jpg

Sebelum menjawab pertanyaan ini, saya mau terima kasih dulu nih sama pihak Selasar yang memotret wajah saya dalam foto itu. Pose saya pas banget deh, sangat jelas terlihat ketika saya lagi asyik menyimak CEO Kitabisa (dan juga CEO yang lainnya) sedang menyampaikan presentasi tentang “Startup: Pelopor Bisnis Berintegritas”. Untuk lebih detailnya bisa dilihat di video Youtube.

Berhubung saya belum berhasil mendirikan startup impian, jadi saya belum bisa berbagi tips yang sudah benar-benar teruji sukses nih. Tapi, jika ada yang memiliki mimpi yang sama mungkin bisa mengambil hikmah dari pengalaman saya selama ini. Beberapa hal yang telah dan masih akan terus saya lakukan yaitu:

1. Belajar dari pengalaman para penggiat startup

Saya bergabung di Selasar merupakan salah satu usaha saya untuk belajar dari orang-orang yang sudah berpengalaman. Dengan demikian, saya bisa membaca jawaban dan tips-tips dari para CEO startup. Selain itu, saya juga berusaha mengikuti setiap acara yang diadakannya (terutama yang relevan dengan impian saya ini). Tentunya selain karena acaranya gratis, saya juga bisa leluasa membangun komunikasi dan berjejaring sosial dengan para penggiat startup di Indonesia. Alhamdulillah. Saya nantikan lagi acara Selasar yang keren, seru, dan mengenyangkan lahir dan batin. :)

r1qIyqG6En9zN9cTFKLiJ5rrJy5kCQ7c.jpg

Sumber gambar: https://pbs.twimg.com/media/DCMTqQvUMAAvQMV.jpg

2. Bergabung dengan berbagai komunitas yang relevan

Dengan bergabung bersama komunitas yang relevan (seperti misalnya Tech in Asia, FemaleGeek, Data Science Indonesia, Drupal IndonesiaBelajar FreeBSD, Frontend Developer, NodeJs, Android, React Native, dll), saya bisa mengenal lebih banyak orang dengan beragam karakter. Selama ini saya juga coba menjadi relawan di beberapa komunitas lainnya yang tidak berhubungan dengan teknologi, karena bisa saja kelak dengan pendekatan intens saya bisa menemukan rekan yang sehati untuk mendirikan startup impian.

N1UY6IBUX8c1BRLPyJq8wsoPRdORFD5U.jpg

Sumber gambar: https://id.techinasia.com/community-manual

Namun, dalam pengamatan saya masih saja ada yang menganggap remeh kekuatan komunitas. Padahal dengan bergabung di komunitas, kita akan mendapatkan bantuan dan dukungan yang tulus dari orang-orang yang memiliki passion yang sama dengan kita. Dan yang perlu diingat, jika sudah mendapatkan rekan yang cocok untuk membangun startup tapi ternyata situasi dan kondisi belum memungkinkan untuk kolaborasi, ya sabar saja dan pantang menyerah! Move on itu perlu dan coba juga untuk melebarkan sayap dengan bergabung di komunitas yang lainnya.

9bYvGcteKtfIM1jaqMDwDK0A0JQl4cvg.jpg

Sumber gambar: iszumi.com

3. Belajar dari berbagai sumber yang terpercaya

Berhubung latar belakang pendidikan saya tidak linear dengan ekonomi dan bisnis, jadi saya perlu belajar banyak tentang seluk-beluk dunia startup. Kalau kita melakukan pencarian di Google dengan kata kunci yang berkaitan dengan startup maka kita akan mendapatkan banyak sumber. Tapi, tidak semua referensi gratis yang tersebar di dunia maya bisa dipercaya loh.

Jadi, kalau menurut saya sih perlu juga untuk mengikuti kursus gratis di IndonesiaX dari praktisi bisnis yang sekaligus sebagai akademisi dan guru besar di bidang ilmu manajemen, yaitu Prof. Rhenald Kasali. Materi tentang “The Art of Startup” dikemas oleh Pak Rhenald dengan santai dan bahasa yang sangat mudah dipahami.

ZeS1fgxwrrohIkS7cL84qhxrfF-9w-hk.jpg

Sumber gambar: Halaman kursus The Art of Startup di www.indonesiax.co.id

4. Introspeksi diri

Hal ini penting juga dan perlu menjadi kebiasaan baik bagi tim awal startup. Kaji ulang tentang niat kita ingin membangun startup impian, dan analisis dampaknya untuk kebaikan diri sendiri, keluarga, masyarakat, negara, juga agama. Dengan melakukan review terhadap sikap dan perilaku (karakter) diri sendiri akan mendorong kita untuk selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Oya, jangan lupa juga minta doa restu keluarga terutama orang tua, guru dan orang-orang terdekat. Dengan begitu, semoga akan melancarkan niat dan usaha, di samping juga dapat menguatkan silaturahmi dan melatih kita untuk berinteraksi dengan orang lain secara asertif. Tentunya hal ini akan meminimalkan sikap yang terlalu “baper” (sensitivitas terlalu tinggi dan emosi meledak-ledak). Namun, bukan berarti dilarang pakai perasaan sama sekali loh. Justru menurut saya membangun startup itu tidak hanya butuh logika dan kecakapan skill teknis saja, tapi juga bagaimana berempati terhadap sesama tim, saling sharing dan mengingatkan.

z4M8Dp_4MkEG6bGXD49EpALUJxfNmEuY.jpg

Sumber gambar: http://www.muhammadnoor.com/wp-content/uploads/2014/03/introspeksi-diri.jpg

5. Bermain peran!

Cobalah tetap rileks sambil menikmati permainan seru dari simulasi tentang dunia startup, baik yang gratis maupun berbayar. Kita akan diajak untuk bermain peran bagaimana menjadi CEO yang akan berhubungan dengan peran lainnya. Contohnya permainan dari situs toggl.com (free) dan startup company game yang akan dirilis bulan depan. Walaupun realitanya dalam membangun startup mungkin berbeda dengan situasi dan kondisi dalam games ini, tapi ya sekadar buat komparasi yang menyenangkan saja dan membuka wawasan tentang peran para pelaku startup.

zhGahfyy3EqkhMSmGxHko7HgpXGSWZBf.jpg

Sumber gambar: https://toggl.com/startup-simulator/

qym8kR0w5AkbMt4uhBko2oLmP3SQQWEo.jpg

Sumber gambar: https://www.startupcompanygame.com/

 

Intisarinya (terinspirasi dari quotes ini):

MfUT6A62X8v_pT1EtTLllOfUaN4d5NlP.png

Sumber gambar: https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/originals/da/47/5d/da475d02efe8b9a54622ded5fb285aac.png

 

Semoga bagi yang bermimpi ingin membangun startup bisa terwujud. Bagikanlah mimpimu di #kejarmimpi untuk sesama, karena kamu gak bermimpi sendiri.

#SayembaraSelasar (Saya #kejarmimpi juga pilih MacbookPro) :)

Answered Jul 18, 2017
Galang Novan
Entrepreneur

Membangun rasa kepercayaan antar anggota tim. Kemudian, baru mematangkan bagian yang lain. Fokus dalam satu hal kemudian baru kerjakan yang lain.

Answered Aug 1, 2017

Yah, caranya adalah mencari partner kerja dan memiliki ide yang menarik untuk dikembangkan. 

Answered Aug 2, 2017

Cara membangun perusahaan yang menurut saya adalah perusahaan tersebut memiliki teamwork yang solid agar ke depannya bagus dan cari partner yang jujur.

Answered Aug 9, 2017

Kunci awalnya hanya satu, yaitu keberanian. Di luar itu, bisa dilakukan berkelompok.

Answered Aug 10, 2017

Cara membangun tim dari awal yaitu dengan tidak perlu memikirkan kegagalan, tapi berpikir supaya bisa sukses. Mencari tim yang mau mendukung apa pendapat kita dan dapat melakukan tugas dengan baik.

Answered Aug 12, 2017

Cara membangun tim awal suatu perusahaan, yang pertama, adalah pelajari dasar dan visi. Gunakan tenaga kerja yang sekiranya mampu bertahan.

..

 

Answered Aug 12, 2017
Abdullah Hasan
Bismillah yakin Usaha Sampai

Mencari orang-orang yang sesuai bidang yang dikehendaki, minimal orang STAF (Sidiq, Tabligh, Amanah, Fatonah), kemudian merancang sebuah organisasi untuk mendirikan usaha tersebut.

Answered Aug 12, 2017

Dengan usaha yang keras dan modal yang cukup banyak.

Answered Aug 15, 2017
Anonymous

Komitmen dari awal.

Answered Aug 15, 2017

Question Overview


and 117 more
135 Followers
5040 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Apa beda antara startup dan perusahaan lainnya? Mengapa istilah startup begitu naik daun?

Bagaimana proses mendirikan Bukalapak?

Siapa pengusaha paling top di Indonesia menurut Anda?

Apa yang menyebabkan sebuah startup digital mengalami kegagalan pada tahun pertamanya?

Apakah nama perusahaan startup terbaik di Indonesia?

Apa yang menyebabkan jumlah venture capital di Indonesia tidak sebanyak di Amerika?

Apa rahasia membangun sebuah startup digital yang sukses?

Apa yang dimaksud dengan design thinking?

Apa yang dimaksud dengan design sprint?

Mengapa design sprint digunakan untuk membuat produk digital?

Apa yang membuat Steve Jobs sukses membangun Apple?

Bagaimana cara mengakselerasi budaya meritokrasi dalam birokrasi pemerintahan?

Bagaimana menyusun key performance indicator (KPI) untuk fungsi kebersihan dan keamanan di sebuah perusahaan?

Antara kerja sosial dan pelayanan gereja, mana yang Anda pilih jika harus memilih salah satu?

Apa manfaat aplikasi HRD untuk perusahaan?

Bagaimana konsep "team building" yang terbaik menurut Anda?

Pelajaran paling berharga apa yang Anda bisa share selama membangun sebuah tim?

Nasihat terbaik apa yang pernah Anda terima dari orang lain terkait dengan pengembangan tim?

Apa itu Rumah Kepemimpinan? Apa saja program dan kegiatannya?

Kenapa Selasar akhir-akhir ini mengunggah tulisan para peserta Rumah Kepemimpinan?

Mengapa anda memilih Rumah Kepemimpinan sebagai tempat menimba ilmu, berproses, dan menginfakkan diri dalam lingkaran yang disebut keluarga?

Bagaimana Anda memaknai tujuan kehidupan?

Siapa orang yang selalu menyemangati hidup Anda?

Apa saja hukum-hukum fisika yang penting tapi tidak banyak diketahui orang lain?

Bagaimana cara yang masih dapat dilakukan manusia untuk memanfaatkan energi yang dikeluarkan oleh matahari?

Siapa Drs. Musholli, pendiri Nurul Fikri?

Bagaimana cara kamu mengatasi kesedihan?

Apa kelebihan kuliah di jurusan Psikologi?

Online Marketplace apa saja/mana saja yang ada di Indonesia untuk saat ini?

Apa kelebihan kuliah di jurusan Komunikasi?

Apa saja hukum/prinsip fisika yang diterapkan pada sebuah roller coaster?

Apakah HIV dan AIDS itu sama?

Bagaimana cara masuk UI (Universitas Indonesia)?

Mengapa kuliah di Universitas Indonesia begitu menarik dan prestisius?

Apa rahasia kehebatan pasangan bulutangkis Tontowi Ahmad - Liliyana Natsir?

Apakah Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) penting untuk memperoleh pekerjaan?

Apa yang dimaksud dengan krisis ekonomi?