selasar-loader

Apa beda antara startup dan perusahaan lainnya? Mengapa istilah startup begitu naik daun?

Last Updated Nov 15, 2016

Meskipun sama-sama perusahaan, kenapa banyak perusahaan yang lebih ingin disebut startup? Steve Jobs sendiri bahkan menyebut perusahaannya, Apple, sebagai "The Largest Startup on the Planet".

44 answers

Sort by Date | Votes
Achmad Zaky
Pendiri dan CEO Bukalapak

Istilah startup secara umum sangat identik dengan growth alias pertumbuhan. Sehingga istilah startup ini memang sangat melekat terhadap perusahaan-perusahaan baru yang memiliki growth sangat cepat. Beberapa yang santer di dunia internasional ada nama-nama seperti Uber, Airbnb, Facebook, Snapchat, dll. Di Indonesia sendiri ada Gojek, Bukalapak, Traveloka, Tokopedia yang memiliki growth phenomenal. Karena untuk memperoleh growth seperti ini sangat sulit dan langka, makanya istilah startup begitu spesial. Banyak perusahaan baru ingin disebut startup dengan harapan mereka bisa tumbuh cepat seperti pendahulu-pendahulunya. Secara esensi sebenarnya startup dengan perusahaan tradisional lainnya ya sama-sama perusahaan :)

Answered Nov 16, 2016
Pepih Nugraha
COO Selasar.com dan Techpreneur, yakin dengan masa depan bisnis rintisan digital

6A1EeyYo4StlW6yCYOwFNhJs49iXKdgV.png

Istilah startup atau perusahaan rintisan lebih dikenal di bidang teknologi informasi dan digital dan semakin populer saat industri digital berupa aplikasi dan platform ditemukan para developer IT yang rata-rata anak muda. Belakangan ini, istilah startup lebih banyak digunakan dan dipersempit hanya bidang digital dan aplikasi.

Disebut nge-trend karena anak-anak muda sekarang merasa kalau belum memiliki perusahaan rintisan, mereka belum sah disebut sebagai "Anak IT". Untuk itulah, mereka membuat portofolio dengan membuat satu aplikasi dan mencoba menawarkan aplikasi itu kepada investor. Ketika ada investor yang melirik dan bahkan membeli produknya, maka rasa keren itu semakin menjadi-jadi dan menjadi trade mark bagi anak-anak milenial.

Answered Nov 22, 2016

Start-Up dapat diartikan sebagai perusahaan yang baru memulai usahanya dan masih dalam tahap pengembangan untuk dapat masuk ke dalam pasar yang tepat. Beberapa diantaranya bahkan belum mempunyai modal yang cukup untuk mulai melakukan tahap produksi awal. 

Kenapa nggak sebut aja ‘perusahaan baru’? Karena, terdapat miss-konsepsi di masyarakat yang menganggap bahwa Start-Up hanyalah perusahaan yang baru di bidang teknologi dan informasi saja. 

Mengenai miss-konsepsi ini sendiri, bukan hal yang baru tercipta. Sejak awal kemunculan istilah Start-Up pada akhir 90-an, orang-orang sudah cukup banyak mengaitkannya dengan bidang teknologi. Hal itu dikarenakan pada masa itu banyak perusahaan-perusahaan baik dari skala kecil hingga yang besar, berlomba-lomba membuat website mereka untuk mempromosikan diri. Masa itu sendiri dikenal sebagai masa bubble dot-com.

Dampak dari bubble dot-com inilah yang membuat orang berfikir bahwa Start-Up hanyalah perusahaan yang mampu dan lebih banyak berniaga di dunia maya dan menjual produk berupa aplikasi dll. Dan hal itu terus tertanam dalam pikiran tiap orang hingga kini.

Answered Nov 30, 2016

 

Answered Dec 13, 2016
Andreas Senjaya
Pendiri dan CEO iGrow

ky-VCH4TIByt2XmnSYE87pkTokW3x_x3.jpg

Sebuah perusahaan disebut startup karena dia memiliki pertumbuhan/growth yang tinggi. Itulah yang membedakan dengan perusahaan baru pada umumnya. Bukan hanya karena dia baru berdiri, bukan hanya karena dia didirikan oleh anak muda, atau bukan hanya karena dia sedang mencari bentuk menuju perusahaan yang stabil.

Pertumbuhan/growth ini yang membutuhkan cara berbeda dibandingkan dengan perusahaan pada umumnya melakukan proses bisnisnya, dan teknologi menjadi salah satu cara yang hampir pasti dilakukan untuk bisa mencapai pertubuhan/growth tersebut. 

Perusahaan disebut startup bukan hanya karena dia adalah perusahaan teknologi, tapi karena dengan menggunakan teknologi dia bisa memiliki pertumbuhan dan growth yang sangat tinggi.

Kita bisa berjualan di toko fisik di tanah abang, namun percepatan pertumbuhan transaksi dan omzet nya pasti akan kalah dibandingkan dengan mereka yang bisa membangun toko online dengan marketing di dunia digital, dengan catatan toko onlinenya dikelola dengan baik. Karena toko online nya bisa menjangkau pembeli dari manapun dan kapanpun.

Answered Dec 31, 2016
Anonymous

Banyak sebagian orang yang masih bingung antara memilih bekerja di startup dan perusahaan, Anda mungkin tahu dasar-dasar dari setiap jenis tempat kerja: Perusahaan-perusahaan besar memiliki jam diatur, tapi startups yang lebih fleksibel. Perusahaan-perusahaan besar menawarkan banyak manfaat, dan startups menawarkan makanan gratis. Apakah startup atau perusahaan yang lebih baik untuk karier Anda dalam jangka panjang. Pikirkan tentang hal ini: startup A dapat memberikan jam lebih fleksibel sekarang, tapi apakah itu akan memberikan Anda kemampuan untuk bergerak ke atas ke posisi manajemen senior di masa depan? Sedangkan sebuah perusahaan dapat menjadi tempat yang sempurna untuk mendapatkan struktur pelatihan on-the-job, tapi apakah itu akan memberikan keterampilan berpikir kreatif yang Anda butuhkan untuk membuka usaha sendiri dalam beberapa tahun? Setelah bekerja di kedua lingkungan, saya sudah terkena manfaat dan kekurangan dari masing-masing pilihan. Jadi, jika Anda ragu-ragu tentang jalan mana yang harus diambil, pertimbangkan pertanyaan-pertanyaan ini untuk membantu Anda membuat karier menjadi lebih baik untuk sekarang dan di masa depan. Apakah Anda Tahu Impian Karier Anda?  atau Apakah Anda Masih Memutuskan? Ketika saya bekerja di startup, saya memiliki banyak peran: saya menjadi tim karyawan, menulis manual pelatihan, merancang selebaran magang, menjawab telepon, dan mewawancarai calon karyawan. Kami hanya memiliki beberapa orang di tim, dan kami semua diharapkan untuk pitch di mana pun diperlukan. Dan pada saat itu, itu bagus karena saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam karier jangka panjang. Ketika saya membuat bergerak ke posisi perusahaan, saya punya ide yang lebih baik dari bakat saya dan hal-hal yang saya nikmati, saya bisa mengambil posisi yang lebih terfokus. Secara keseluruhan, posisi di perusahaan cenderung memiliki peran sempit: Jika Anda seorang manajer, Anda hanya mengelola. Jika Anda seorang analis bisnis, Anda hanya membuat laporan. Dan, jika Anda sudah tahu peran yang Anda inginkan atau arah yang Anda ingin pergi, jenis lingkungan dapat benar-benar membantu Anda tumbuh dan mengasah keterampilan-tanpa harus fokus pada sekelompok tanggung jawab lain. Jika di sisi lain, Anda tidak yakin bagaimana Anda ingin berkarier, peran startup dapat membantu Anda mendapatkan keterampilan dan wawasan ke dalam beberapa posisi. Dan, Anda hanya dapat memutuskan itulah apa yang Anda inginkan dalam jangka pekerjaan yang dinamis dan dengan berbagai tanggung jawab. Sumber Daya Apa yang Harus Anda Capai untuk Tujuan Anda? Meskipun saya lulus dari perguruan tinggi dengan gelar di bidang manajemen, saya masih merasa seperti tidak cukup tahu apa yang saya lakukan ketika saya mendapat peran kepemimpinan pertama saya. Dan karena itu dalam startup di bawah bos yang tidak memiliki pengalaman lebih banyak daripada yang saya lakukan, sebagian besar mentoring saya datang dari buku-buku manajemen dan sumber daya online. Ketika saya memasuki posisi perusahaan, saya menemukan bahwa saya memiliki lebih banyak sumber daya di tempat saya bekerja. Rekan kerja memiliki kekayaan pengetahuan, bos saya memiliki tahun-tahun pengalaman, dan ada panduan dan manual untuk segalanya. Sekarang, di sinilah perbedaan besar antara startup dan perusahaan: Apa yang Anda secara pribadi butuhkan untuk berhasil? Jika Anda berkembang dengan mengambil risiko, mengambil inisiatif untuk mendapatkan sumber daya yang Anda butuhkan, dan belajar dari trial and error, Anda mungkin tidak perlu sumber daya posisi perusahaan untuk mencapai tujuan karier Anda akhirnya. Tapi jika Anda lebih suka tempat yang tersedia pengetahuan dan pengalaman dan perlu untuk maju ke posisi yang Anda inginkan dalam jangka waktu yang Anda harapkan. Anda mungkin menemukan posisi perusahaan lebih bermanfaat. Itu semua tergantung pada bagaimana Anda dalam bekerja dan belajar yang baik.

Answered Jan 18, 2017

Karena perusahaan startup adlah perusahaan yang merintis usahanya dari nol. Dan dapat kita tahu, bagaimana usaha start up tersebut berproses menjadi besar. Dimulai dari memikirkan strategi2 jitu untuk dapat membesarkan suatu perusahaan.

Sedangkan perusahaan high level adalah perusahaan yang sudah sukses dimasa sekarang. walaupun perusahaan tersebut dulunya juga bermula dari perusahaan yang disebut dengan startup.

 

Steve Jobs menyebut Apple sebagai perusahaan startup, ada kemungkinan beliau ingin masyarakat luas mengetahui perjuangan Stve Jobs dalam membesarkan Apple seperti apa. Sehingga bagi pebisnis yang masih pemula, dapat termotivasi untuk memulai bisnis seperti Steve Jobs. Karena semua manusia berproses untuk menuju titik yang lebih baik

Answered Jan 18, 2017
Anhar Ismail
Vi Veri Veniversum Vivus Vici | Human - Idealist - Maestro

Startup intinya adalah perusahaan digital rintisan. Perusahaan digital ini bergerak dan berubah dengan cepat. Startup berpatokan pada growth bukan profit

Answered Jan 31, 2017

007212600_1443620040-ilustrasi_startup.p

Biasanya, karena makna yang cukup bergeser dari startup yang artinya ialah bisnis yang baru mulai menjadi bisnis yang terintegrasi dengan hal yang berbau teknologi, ya mungkin perusahaan yang dimaksud dalam pertanyaannya ialah perusahaan yang terintegrasi dengan teknologi.

sumber gambar: liputan6.com

Answered Apr 23, 2017

Startup merupakan perusahaan yang mulai dari nol dan fokus di perkembangan pembesaran perusahaan, tidak seperti perusahaan lain yang fokus terhadap profit. Alasan startup "naik daun" tidak lain karena banyak perusahaan startup yang berkembang pesat.

Answered Aug 2, 2017
Muhammad Damar Kalamgung
Mahasiswa Teknik Industri Universitas Indonesia 2017

Startup merupakan bisnis yang dimulai dari awal atau nol. Jadi, Startup lebih bersifat fleksibel dibandingkan perusahaan sehingga startup dapat dengan mudah mengikuti perubahan yang ada. Mungkin istilah startup naik daun karena dapat mendapatkan profit dalam jangka pendek.

Answered Aug 8, 2017

Menurut saya, startup lebih dikenal walaupun masih berkembang, sedangkan perusahaan tidak banyak yang tahu. Yang menjadikan startup naik daun yaitu banyaknya yang membuat bisnis berbasis web.

Answered Aug 9, 2017

s6XJ7rp3H2fw4rq3kH81yqyF5Mf46DT4.jpg

Startup adalah sebuah perusahaan yang dalam beroperasinya lebih menekankan pada aplikasi atau biasanya disebut dengan sistim online seperti Gojek,Buka lapak,Blibli dll. Sedangkan perusahaan sendiri merupakan suatu badan yang konkrit yang lebih mementingkan adanya tatap muka antar pihak yang bersangkutan. Perusahaan startup lebih cepat naik daun atau lebih cepat dikenal dari perusahaan konkrit karena kini semua orang pada umumnya sudah menggunakan media sosial dan sistim internet dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sangat berpengaruh besar terhadap perusahaan startup karena perusahaan tersebut memang mengandalkan pada bidang online yang didukung juga oleh perkembangan internet yang begitu pesat kearah moderenisasi.maka produk yang mereka tawarkan kepada konsumen akan lebih cepat tersampaikan dan terpublikasikan.

Sumber gambar: NCrypted Websites Blog

Answered Aug 12, 2017

Saya tidak tahu.

Answered Aug 15, 2017
Nur Hikmah
Khoirunnas anfa'uhum linnas

Saya tidak tahu.

Answered Aug 18, 2017
sasa sa'adah
081281229256

Perbedaannya adalah karena startup itu sendiri merupakan sebuah perusahaan yang baru saja dibangun atau dalam masa rintisan. Nama tidak berlaku untuk semua bidang usaha. Maka dari itu, mengapa banyak sekali perusahaan yang ingin disebut sebagai startup, karena startup ini lebih dikategorikan untuk perusahaan bidang teknologi, web dan internet.

Answered Aug 20, 2017
Elvin Sujatmiko
Writer | Minimalist| Student College in Universitas Pertamina

Karena startup sangat eksis pada generasi ini. Mungkin pada masa Orde Baru, belum ada istilah digital yang mencuat, namun di era millenials ini, orang lebih tertarik gaya hidup kebarat-baratan dan era digital menguasai. Makanya istilah startup begitu naik daun khususnya bagi generasi millenials sekarang. Faktor "merdeka finansial" juga menjadi pendukung bagi generasi millenials yang ingin berwirausaha melalui gadget dan teknologi masa kini.

Answered Sep 3, 2017

e41vEDjJsQ-KPo-wjSjxPngAga3fHoa8.jpg

Misalnya, kamu buka restaurant Jepang yang usianya baru dua bulan, masih berjuang mencari pelanggan dan merintis resep baru, selalu dialami kegagalan, frustasi, banyak pelanggan belum percaya dengan restaurant-mu. Di samping itu, kamu menyadari bahwa kamu punya 'startup' sendiri karena kamu sudah memulai bisnis itu di tengah jalan. Bukankah ini yang dinamakan Startup? 'Startup' -> Memulai [Coba lihat artinya di Google Translate]

Ketika suatu saat restaurant-mu kebanjiran pelanggan, orang bertanya-tanya, "Siapa pemilik restaurant ini?" 

"Orangnya 'si itu', dia sudah menciptakan perusahaan kuliner di beberapa tempat."

Hebatnya, ketika orang melihat kesukesean mu, mereka tidak akan lagi melihatnya sebagai startup. Kamu sudah memulai dan kini kamu sudah sukses di depan banyak orang. Secara otomatis, kamu diberkahi sebuah perusahaan, kan?

Apple disebut "The Largest Startup on the Planet" karena dia punya cerita paling bersejarah, menarik, inspiratif, dan sering menjadi bahan diskusi tanpa henti bagi para startup founder, inovator, motivator, dan pengusaha.

 

Ilustrasi via pixabay

Answered Sep 8, 2017
Adi Primanda
Mejuah-juah. Saya dari Medan

liGGwZw0zdOj2JWRK_m__6-R3IWwaaKu.jpg

Menurut Paul Graham, pendiri Y Combinator, startup adalah istilah yang diberikan untuk perusahaan baru/rintisan yang diperkirakan akan menjadi besar sehingga istilah "start-up" memiliki makna memulai dengan tendensi bertumbuh.

Istilah lain yang melekat dengan startup adalah scale dan growth. Kedua istilah ini menggambarkan bagaimana sebuah startup akan direkayasa sedemikian agar menjadi kelak menjadi besar sehingga kelak tidak menyandang gelar rintisan lagi.

Jadi, usaha kecil menengah yang baru mulai tidak selalu bisa disebut startup, sementara perusahaan lain yang sudah melewati fase tertentu tidak lagi disebut startup.

Sebenarnya, tidak ada istilah baku untuk menjelaskan makna startup. Yang saya ungkapkan di atas bisa dijadikan bahan diskusi.

Selanjutnya, soal Apple sebagai "The Largest Startup on the Planet", saya kira ungkapan itu adalah sebuah pandangan Jobs pada Apple sebagai sebuah perusahaan yang terus berinovasi. Kesan kental perusahaan startup adalah inovasi karena pada umumnya, startup "terpaksa harus berinovasi" untuk dapat bersaing dengan perusahaan/metode/model yang sudah menguasai pasar.

 

Ilustrasi via oxfordinnovationservices.co.uk

Answered Sep 18, 2017
Syukri Yandi
Mahasiswa FMIPA UI | Peserta Rumah Kepemimpian Regional 1 Jakarta

Perbedaan mendasar antara startup dengan perusahaan-perusahaan yang lain adalah dari pemanfaatan teknologi informasinya. Startup sangat mengandalkan teknologi informasi, berbeda dengan perusahaan lain yang tidak fokus pada pemanfaatan teknologi informasi.

Answered Nov 1, 2017