selasar-loader

Mengapa daerah Minangkabau disebut dengan Industri Otak?

Last Updated Jan 23, 2017

3 answers

Sort by Date | Votes
Arifki Chaniago
Pengamat Politik/Political Commentator

c6YNn0FcQTLrDUKniHphGEe9phsap4Z1.jpg

via compassmag.3ds.com

Daerah Minangkabau merupakan "industri otak" yang banyak menciptakan orang-orang hebat. Saya tidak bermaksud terjebak dengan romantisme masa lalu tokoh pergerakan Indonesia yang berasal dari Minangkabau seperti Hatta, Agus Salim, Sjahrir, Tan Malaka, M. Yamin, dan lain-lain. Realitanya, mereka dominan mewarani sejarah pergerakan Indonesia. 

Pertanyaan yang dilemparkan Bang Arfi menarik untuk saya jawab karena saya baru selesai membaca buku karangan Jeffrey Hadler, "Sengketa Tiada Putus". Catatan penting yang saya ingat adalah tradisi Minangkabau sejak dulu antara kaum adat, agama, dan kaum yang berpendidikan Barat. 

mSls_KSBKy335x-Wl9o17Nyu03x4q56X.jpg

Selain itu, tradisi itu lebih jelasnya bisa kita ingat kembali sejarah "Perang Padri", dan berbedanya pola pikiran kaum pergerakan Indonesia yang berasal dari Minangkabau. Hatta dengan Sjahrir, Agus Salim dengan Tan Malaka. Model dialiektika itu tidak hanya terbentuk di "pendidikan surau", tetapi juga "pendidikan lapau".

Selain itu, filosofi adat yang kuat, "Kamanakan barajo ka mamak Mamak barajo ka pangulu Pangulu barajo ka mufakat Mufakat barajo alua jo patuik Alua jo patuik barajo ka nan bana Nan bana." Kekuatan inilah yang dimiliki masyarakat Minangkabau sehingga dialektikanya sangat tinggi. Sesungguhnya, dialektika itu butuh pengetahuan dan pengalaman: tradisi inilah yang dipoles masyarakat Minangkabau berulang-ulang. 

Answered Feb 24, 2017
Muhammad Ihsan Harahap
Love to talk on various topics, from Indonesian history to Burmese literature

OpChKFT261cJ6pJLiWj1rA74Uck-MgPt.jpg

via cornell.edu

Sebagai pembuka, mari membacakan al Fatihah untuk sejarawan Jeff Hadler (1968-2017) yang baru saja berpulang ke rahmatullah kurang lebih enam pekan yang lalu. Al Fatihah... 

Sebagai seorang mahasiswa sejarah yang baru mulai belajar memahami Minangkabau, saya kurang yakin apakah masih ada sejarawan berkewarganegaraan asing ahli Minangkabau dengan keahlian yang mumpuni yang tersisa setelah Jeff Hadler meninggal

Saya secara tidak kebetulan menulis skripsi tentang Hamka, tepatnya aktivisme Hamka muda di Makassar, 1931-1934. Dari semua artikel atau bahkan biografi yang pernah ditulis sejarawan tentang Hamka, saya bersyukur bahwa saya menulis salah satu fase kehidupan Hamka yang paling kabur: fase Makassar (1931-1934). Tapi dari proses pembuatan skripsi saya itulah yang kemudian mengantarkan saya untuk menyelami lebih dalam sejarah modern 'Alam Minangkabau' yang luar biasa menarik.

Bagi saya, ada beberapa alasan mengapa Minangkabau menjadi 'industri otak' seperti yang ditanyakan penanya, namun karena keterbatasan waktu dan khawatir jawaban saya terlalu panjang dan meluas, saya akan menjelaskan tentang ini dengan menjelaskan dua masa dalam sejarah Minangkabau: awal abad ke-19 (awal 1800-an) dan awal abad ke-20 (awal 1900-an).

Penting untuk diingat bahwa tanpa memahami nature yang terjadi dalam sejarah kolonialisme Belanda di Hindia Belanda dan bagaimana Islam mengambil peran dalam sejarah kolonialisme tersebut, maka kita tidak akan pernah mengerti bagaimana dinamika yang terjadi dalam sejarah tersebut. Mari kita mengambil satu pendapat umum: Islam menjadi salah satu penentang konsisten terhadap kolonialisme di Minangkabau. Dalam bahasa moderen kita hari ini, Islam menjadi salah satu sumber 'radikalisme' dalam alam Minangkabau. Hal ini terutama bisa ditelusuri sejak Perang Paderi di paruh awal abad ke-19. Serangkaian clash awal dalam Gerakan Paderi yang berseri itu bahkan terjadi antara Kaum Paderi dengan Kaum Adat, tidak dengan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Paling tidak jika kita berbicara tentang sejarah moderen, gerakan Kaum Paderi inilah yang bisa kita mulai gunakan untuk menjawab pertanyaan penanya: mengapa Minangkabau disebut sebagai 'Industri Otak'?

Bagian I: Awal Abad ke-19

Kaum Paderi dimulai saat Haji Miskin, Haji Sumanik, dan Haji Piobang, baru saja kembali dari Mekkah pada tahun 1803. Mereka membawa paham pembaharuan agama waktu itu yang disebut sebagai paham Wahabi. Salah satu ide besar dalam paham Wahabi adalah pemurnian agama Islam dari semua hal dan kebiasaan yang dianggap tidak berasal dari Islam. Gerakan awal Kaum Paderi dari 1804-1821 merupakan masa pertentangan yang dahsyat (secara pemikiran dan fisik) antara Kaum Paderi melawan Kaum Adat yang mempertahankan adat 'asli' Minangkabau. Masa ini disebut sebagai gerakan pembaruan Islam yang pertama di Sumatra Barat. Pada 1821-1837, Kaum Paderi berperang melawan pemerintah kolonial Hindia Belanda, dan saya kira di sinilah masyarakat Minangkabau menemukan nature Islam versi Minangkabau: perlawanan terhadap kolonialisme. Namun itu terjadi paling tidak sampai 1837, ketika Bukit Tajadi (15 Agustus) dan benteng Bonjol (16 Agustus) jatuh ke tangan Belanda, dan Tuanku Imam Bonjol ditangkap dengan cara yang licik di Palupuh (28 Oktober), hingga akhirnya Tuanku Imam Bonjol diasingkan Cianjur, Ambon, dan Manado (1839) dimana ia meninggal di sana pada usia 92 tahun (8 November 1864). Setelah 1837, tidak ada lagi perlawanan berarti, dan dikarenakan kebangkrutan Belanda akibat perang besar dimana-mana (Perang Paderi 1832-1837 di Sumatera Barat dan Perang Diponegoro 1825-1830 di seluruh Pulau Jawa), Belanda akhirnya harus memutar otak untuk mendapatkan sumber daya kembali. Itulah yang menjadi alasan utama kebijakan politik Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) yang diterapkan tahun 1830 hingga 1870. Sehingga di seluruh Hindia Belanda, selama kurun waktu tersebut, tidak ada perlawanan yang major dari pribumi, termasuk di alam Minangkabau. 

Bagian II: Awal Abad ke-20

Perlawanan terhadap kolonialisme di alam Minangkabau baru mengkristal lagi di awal abad ke-20. Ini bukan hanya terjadi karena Sistem Tanam Paksa sudah berakhir di tahun 1870 (yang kemudian diganti dengan Sistem Liberal dari 1870-1900), namun juga karena Politik Etis diperkenalkan dan kemudian menjadi sistem politik yang dipegang oleh pemerintah Hindia Belanda hingga mereka diusir Jepang pada 1942. Salah satu poin utama dari Politik Etis adalah membangun sekolah-sekolah untuk 'membalas jasa' mereka kepada tanah dan rakyat yang sudah dihisap selama paling tidak 300 tahun (baik oleh VOC dan Hindia Belanda sendiri), meskipun, pendidikan bukan hal yang baru bagi masyarakat Minangkabau. Sejarah Minangkabau menunjukkan bahwa para bangsawan dan intelektual mereka telah berhubungan dengan dunia luar sejak akhir abad ke-14 (di akhir abad ke-19 pun kita tahu ada ulama yang menimba ilmu di Mekkah seperti Haji Abdul Karim Amrullah (dan Kaum Muda) dan intelektual seperti Haji Agus Salim yang meskipun pernah tinggal di Mekkah namun mendapat pemikiran sekuler yang kuat). Selain soal pendidikan dalam Politik Etis tadi, Minangkabau juga diuntungkan karena letaknya yang berada di dunia Melayu di mana arus perdagangan begitu pesat (Singapura, Melaka, dan dunia Melayu secara umum) dan karenanya memberikan kesempatan kepada masyarakat Minangkabau untuk merasakan lebih banyak interaksi dengan dunia luar. 

Jika di awal abad ke-19 kita membahas tentang gerakan Paderi sebagai satu kekuatan reformis yang terorganisir, maka di awal abad ke-20 kekuatan reformis yang terorganisir itu diperankan (salah satunya) oleh Kaum Muda. Tentang Kaum Muda ini pernah ditulis secara lengkap oleh sejarawan Taufik Abdullah dalam disertasinya di Cornell. Kaum Muda adalah generasi ulama-intelektual yang sama sekali baru dan dalam beberapa hal sangat berbeda dengan Kaum Paderi, terutama soal tanggapan mereka terhadap ajaran Wahabi. Syaikh Ahmad Khatib secara tradisional dianggap sebagai guru Kaum Muda. Syekh...(more)

Answered Feb 25, 2017
Anonymous

pPigR5BU3eqpsqadItlbqO57gZJCCh-v.jpg

levitt.com

Terdapat dalam literatur bahwa Nabi bersabda: "Setiap anak yang baru dilahirkan dalam keadaan fithrah, ayah merekalah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani, atau Majusi." Jika ditafsirkan banyak ulama bahwa ketika di penghujung hadits tersebut terdapan nama-nama agama, maka kata fithrah dapat diartikan dengan kata Islam.

Namun, bila ditarik konteks lain, manusia dilahirkan dalam keadaan suci ibarat kertas kosong, maka lingkunganlah yang akan banyak memberikan coretan-coretan pada kesucian tersebut. Bila lingkungannya adalah lingkungan orang-orang terbaik, maka jadi baiklah ia, dan sebaliknya, jika lingkungan tempat ia berada di sekitar orang-orang yang rusak, maka dominannya ia akan menjadi rusak.

Jika ditarik sejajar kedua percontohan diatas, dapat diambil kesamaan bahwa setiap manusia yang lahir dalam keadaan kosong, siapapun dia, bergantung pada siapa yang mengisinya.

Terkait pertanyaan diatas, walau saya meyakini bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan yang sama tingkat otaknya, tetapi ada sebuah pernyataan yang dulu pernah saya baca bahwa "Kaum terpintar di muka Bumi ini adalah bangsa Yahudi, tetapi mereka tidak bisa menjadi numero uno."

Apa hubungannya antara Yahudi sebagai Bangsa yang Pintar dan Minangkabau sebagai Industri Otak?

Dalam buku sejarah Minang (lupa nama bukunya) dan pernah saya konfirmasikan kepada salah satu Datuk Penghulu salah satu Kampung di Minangkabau bahwa terdapat Tambo/Tarombo yang mengatakan asal usul orang-orang Minangkabau adalah bangsa Yahudi yang datang ke daerah Minangkabau. Ini berada jauh sebelum tertulisnya sejarah Nusantara di mana sejarah Minang diawali dengan Raja yang bernama Srimat Tribuana Raja, jauh sebelum nama Minangkabau yang dinisbatkan kemenangan kerbau orang Minang, dan jauh sebelum dicatatnya sejarah Adithyawarman datang ke kerajaan Damasraya meminta hak sebagai Raja karena ia salah satu keturunan dari orang Minangkabau.

Tambo Minang dan banyaknya orang-orang tua di Minang meyakini bahwa orang Minang berasal dari bangsa Yahudi, anak keturunan Iskandar Zulkarnain.

Beberapa kesamaan antara Kaum Minangkabau dan Bangsa Yahudi di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Bangsa Yahudi dan Kaum Minangkabau sama-sama mengambil garis keturunan Ibu.

2. Bangsa Yahudi dan Kaum Minangkabau sama-sama orang pintar tetapi tidak dapat menjadi numero uno (pemimpin negara). Bangsa Yahudi di manapun ia berada akan mendominasi negara tersebut dari sisi ekonomi, sisi politik, maupun teknologinya. Kita tahu industri Facebook dibuat oleh Mark Zuckerberg dan ia berkebangsaan Yahudi. Banyak orang yahudi lainnya yang menguasai seluruh sektor dalam berbangsa dan bernegara, tetapi sangat jarang mereka menjadi pemimpin sebuah negara bagi bangsa mereka sendiri. 

Begitu juga bila dilihat pada tokoh-tokoh bapak bangsa di negara kita sendiri. Banyak di antara mereka yang menjadi pemikir bangsa adalah orang-orang Minangkabau, Tan Malaka, Buya Hamka, Sutan Syahrir, Muhammad Hatta, dan banyak lainnya tetapi tidak ada satupun presiden di Indonesia yang berasal dari Minangkabau. Apakah ini suatu kesamaan?

 

Answered Feb 27, 2017

Question Overview


6 Followers
1036 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Bagaimana cara memasak rendang yang enak?

Apa restoran Padang terbaik di Jakarta? Mengapa?

Mengapa orang Minang kerap diasosiasikan pelit?

Apa rahasia kenikmatan masakan Padang yang tidak dapat ditiru oleh masakan daerah lain?

Menurut Anda, siapakah orang Minangkabau yang pantas menjadi wakil presiden Indonesia masa depan setelah Muhamad Hatta?

Mengapa pada awal kemerdekaan Indonesia banyak tokoh Minangkabau yang menonjol di pusat (nasional)?

Mengapa orang Minangkabau mengikuti garis keturunan ibu (matrilineal)?

Apa standar rumah makan Padang yang enak?

Apakah Anda percaya pada anggapan bahwa terbakarnya Samsung Galaxy Note 7 dalam beberapa kasus itu bagian dari perang dagang iPhone?

Apakah betul merokok dapat merusak kesehatan?

Bagaimana cara memilih asuransi kesehatan swasta yang baik?

Mengapa industri tekstil nasional harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan? Langkah apa yang harus diambil pemerintah?

Bagaimana cara membangun industri di Indonesia agar menjadi tangguh?

Masyarakat Indonesia untuk 10 Tahun ke depan akan menjadi konsumen model apa?

Bagaimana menjelaskan bahwa industri dirgantara mampu menggerakkan ekonomi Indonesia mendatang?

Mengapa para pencari kerja lebih banyak memilih universitas daripada politeknik?

Seni modern apa saja yang merepresentasikan Indonesia (keseluruhan)?

Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?

Kenapa Indonesia belum juga maju sementara Korea Selatan yang dulu lebih miskin dari kita justru maju sekali saat ini?

Bagaimana cara Jerman membangun kembali ekonominya setelah Perang Dunia II?

Apakah kunci sukses pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pada puncak bonus demografi di Indonesia (2025-2035)?

Apakah penggunaan alat ukur Gross Domestic Product (GDP) masih relevan untuk menghitung tingkat kesejahteraan sebuah negara?

Mengapa perhitungan Gross National Product (GNP) jarang digunakan sebagai alat ukur kinerja ekonomi?

Apa yang Anda ketahui tentang Green GDP?

Apakah inflasi selalu berdampak buruk untuk perekonomian?

Apakah konsekuensi deflasi terhadap kinerja perekonomian sebuah negara?

Ketika terjadi apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar, langkah taktis apa yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan kerja perekonomian?

Apakah depresiasi nilai tukar selalu memiliki dampak negatif untuk perekonomian?