selasar-loader

Mengapa sarjana humaniora sulit mendapat pekerjaan?

Last Updated Jan 23, 2017

5 answers

Sort by Date | Votes
Erin Nuzulia Istiqomah
Lulusan Ilmu Humaniora

1Gz0VkvunTvaIDsfzRy2yKyxI3C-bpFW.jpg

Sebagai seorang Sarjana Humaniora, saya merasa tersinggung dengan pertanyaan ini ahahahaha. Karena pada kenyataannya di lapangan, saya dan teman-teman yang satu program studi dan seangkatan, bahkan sebelum lulus sudah memiliki pekerjaan. Hampir dirasa sangat sulit ketika itu ada senior yang meminta "ketersediaan" kami di tempat pekerjaannya, mengingat hampir masing-masing dari kami sudah memiliki pekerjaan sebelum resmi menyandang Sarjana Humaniora. 

Saya sendiri saat sebelum lulus juga sudah bekerja di sebuah penerbit buku pelajaran nomor satu di negeri ini. Jadi ketika menjawab pertanyaan ini, relevansinya tidak ada dalam diri saya ehehehe. 

Namun jika dilihat secara keseluruhan, bukan hanya program studi yang saya ikuti, mungkin orang di luar sana akan banyak melihat banyaknya Sarjana Humaniora yang sulit mendapatkan pekerjaan. 

Di kampus saya sendiri ada 15 jurusan yang kelak mendapatkan gelar Sarjana Humaniora. Dari ke-15 jurusan ini, mungkin memang banyak jurusan-jurusan yang angka keterserapan di pekerjaannya tidak tinggi sehingga terkesan sulit mendapatkan pekerjaan. Atau faktor lainnya adalah idealisme lulusan fakultas humaniora yang hanya ingin bekerja sesuai dengan bidang saat kuliah lah yang membuat mereka terkesan "sulit" mendapatkan pekerjaan. 

Namun satu yang saya pelajari, betapa pentingnya membangun jaringan saat kuliah, entah dengan senior atau dosen di kampus, karena dari merekalah biasanya informasi atau ketersediaan lapangan pekerjaan akan ditawarkan kepada kita. 

Jadi untuk para mahasiswa Humaniora, pertanyaan ini sama sekali bukanlah mindset, ini hanyalah kecelakaan pemahaman ehehehe. Jadi buktikan saja bahwa Sarjana Humaniora justru yang paling mudah mendapatkan pekerjaan ehehehe.

gambar via blogspot.com

 

Answered Jul 19, 2017
wahyu sutejo
Success enthusiast, Psikologi interest, Omni Channel Enthusiast

YzrM82ZwspluqZ9J4GgEL6Auggt8liKE.jpg

Sebetulnya bila kita mau jujur, pekerjaan itu tidak pernah sulit dicari, yang sulit dicari adalah pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian kita dan keinginan kita.

Namun ada satu hal yang jauh lebih penting daripada mencari kerja bagi para mahasiswa yang akan lulus, yaitu adalah membuka lapangan pekerjaan dan menjadi bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Ilmu Humaniora adalah ilmu yang di dalamnya mengajarkan untuk memanusiakan manusia sebagaiman mestinya, Sarjana Humaniora sangat langka dan itu menandakan bahwa Ilmu Humaniora ini akan menjadi barang mewah/mahal di kemudian hari, di era di mana teknologi akan pudar digantikan dengan AI.

Bermanfaat bagi orang lain jauh lebih bernilai daripada hanya sekadar mencari status sebagai pegawai.

foto via blogspot.com

Answered Jul 25, 2017
Muhammad Faizurrahman
Mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Sebelas maret

Gambar terkait

Bagi saya, tidak terlalu pusing mengenai hal ini. Sarjana humaniora memiliki banyak bidang pekerjaan, karena humaniora merupakan multidisiplin ilmu. 

Saya belum punya pengalaman tentang mencari pekerjaan karena memang saya masih semester dua yang naik ke semester tiga. Dalam pandangan saya, sarjana humaniora menuntut kita untuk menjadi pemikir. Karenanya pekerjaan sarjana humaniora bukan hanya pegawai, tapi lebih ke pengaruh. Sarjana humaniora bisa membuat kreativitas sendiri dalam bekerja.

Satu hal yang saya yakini adalah totalitas. Di manapun dan kapanpun, berikan dan lakukan yang terbaik dengan kualitas. Saya pikir, yang dibutuhkan dari sarjana humaniora bukan tenaga fisik, tapi ide. 

Tetap semangat untuk para mahasiswa humaniora. Kita tahu ada teori ekonomi yang menyatakan bahwa semakin langka suatu barang, maka semakin mahal harganya. 

 

Ilustrasi via cdn.patchcdn.com

Answered Jul 27, 2017
Anonymous

Sebab bidang ilmu sarjana humaniora tidak spesifik dan bukan pada tataran teknis sedangkan era sekarang lebih menuntut tenaga kerja memiliki keterampilan yang mumpuni.

Answered Aug 19, 2017
Anonymous

Karena sarjana humaniora adalah orang yang kritis dan kreatif sehingga para penyedia lapangan pekerjaan takut 

Answered Feb 7, 2019

Question Overview


7 Followers
5047 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Bagaimana sistem pendidikan di Jerman berlangsung selama Perang Dunia II?

Adakah kajian ilmiah tentang parfum?

Bagaimanakah cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja?

Bagaimana cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja, khususnya seks bebas?

Apa saja faktor yang menginspirasi bagi remaja untuk melakukan kenakalannya?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Apa yang mempengaruhi kaum remaja untuk melakukan seks bebas?

Apakah bisa kita menghilangkan seks bebas di kalangan remaja?

Apa itu sistem pendidikan anak Montessori?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Bagaimana Anda mendapatkan IPK tertinggi sewaktu kuliah?

Apa manfaat aktif organisasi selama masa kuliah yang Anda rasakan?

Apa nasihat Anda untuk remaja kuliahan sebagai bekal menghadapi masa depannya?

Bagaimana cara masuk UI (Universitas Indonesia)?

Bagaimana cara kuliah tanpa merepotkan orang tua?

Keisengan apa yang paling kamu ingat sebagai mahasiswa?

Apa yang paling kamu sesali dari masa-masa kuliah?

Bila kamu diberikan kehidupan kedua sebagai mahasiswa, apa yang akan kamu lakukan?

Bagaimana cara mendapatkan keringanan biaya kuliah?

Bila kamu ditakdirkan bebas finansial sebelum lulus kuliah, masihkah kamu kuliah?

Apa arti hidup kita adalah untuk memanusiakan manusia lain?

Patung kuntilanak demi kepentingan politik di Pontianak?

Mending nikah dulu atau beli rumah?

Apa yang menarik dari Afi Nihaya Faradisa?

Apa yang Anda lakukan ketika hidup terasa membosankan?

Di usia berapa umumnya seseorang membuat terobosan besar?

Apakah pemutaran Film G30S/PKI masih relevan?

Apakah manusia saat ini telah memanusiakan manusia?