selasar-loader

Mengapa semakin banyak uang beredar akan semakin tinggi tingkat inflasi?

Last Updated Nov 17, 2016

3 answers

Sort by Date | Votes
Anonymous

Karena dengan banyaknya uang yang beredar, dengan asumsi distribusi uang yang nyaris merata, rata2 daya beli konsumen akan naik. Dengan jumlah produksi barang/jasa yang tidak bisa meningkat secepat peningkatan jumlah uang beredar, maka ada kelangkaan sementara di situ, yang mengakibatkan naiknya nilai barang/jasa

Answered Nov 18, 2016
Achmad Zaky
Pendiri dan CEO Bukalapak

Uang itu seperti barang. Ibaratkan uang itu Bawang. Tiba-tiba panen raya semua daerah panen yang tadinya 1juta ton misalkan jadi 1.5juta ton. Supply bawang jadi meningkat padahal kebutuhannya sebelumnya 1juta ton cukup. Jadinya pada dijual murah aja deh. Uang juga demikian makin banyak uang dicetak, akan makin banyak institusi dan orang kaya mudah mendapatkan uang. Kemudahan ini akan bergulir ke masyarakat juga mudah mendapatkan uang. Masyarakat jadi banyak uang, jadinya sering belanja deh. Menyebabkan demand barang-barang naek, harga barang jadi naek. Yang repot adalah orang-orang pengangguran yang tidak naek pendapatannya, mereka secara sistemik jadi lebih miskin dari yang laen karena uang beredar ditambah. 

Answered Nov 19, 2016
Gunawan
Mahasiswa Ekonomi dan Studi Pembangunan IPB | Peserta Rumah Kepemimpinan Bogor

OEanGBj19ErOAMzxMQfqIWrud_ftLtjV.jpg

Berdasarkan teori, ketika uang yang beredar di masyarakat semakin meningkat, maka nilai uang di masyarakat akan semakin tidak berharga. Kebijakan tersebut akan menyebabkan kurva LM bergeser ke kanan (dari LM0 ke LM1).

QN3GF3OtkrxYKSr4lzTzo8CqGlVsMa97.png

Dampak dari bergesernya kurva LM adalah tingkat suku bunga menurun (i0 ke i1). Selain itu, dampak lainnya adalah bergesernya kurva AD ke kanan (AD1 ke AD2) sehingga menyebabkan pendapatan nasional natural lebih kecil dibandingkan pendapatan nasional aktual (Yn > Ya). Karena Yn > Ya, pengangguran natural lebih kecil dibanding pengangguran aktual sehingga pengangguran menurun dan banyak tenaga kerja terserap ke perusahaan. Karena ketika unemployment perusahaan meningkatkan upah maka biaya perusahaan meningkat. Dengan meningkatnya biaya perusahaan menyebabkan penawaran dari perusahaan menurun sehingga kurva AS bergeser ke kiri (AS0 ke AS1). Hal ini menyebabkan Y kembali ke Yn namun terjadi inflasi.

m3uu6566qoLtI5hRiGwWZwFS1vAhFNbG.png

Ilustrasi via korankaltim.com

Answered Jul 12, 2017

Question Overview


5 Followers
4522 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Kenapa Indonesia belum juga maju sementara Korea Selatan yang dulu lebih miskin dari kita justru maju sekali saat ini?

Bagaimana cara Jerman membangun kembali ekonominya setelah Perang Dunia II?

Apakah kunci sukses pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pada puncak bonus demografi di Indonesia (2025-2035)?

Apakah penggunaan alat ukur Gross Domestic Product (GDP) masih relevan untuk menghitung tingkat kesejahteraan sebuah negara?

Mengapa perhitungan Gross National Product (GNP) jarang digunakan sebagai alat ukur kinerja ekonomi?

Apa yang Anda ketahui tentang Green GDP?

Apakah inflasi selalu berdampak buruk untuk perekonomian?

Apakah konsekuensi deflasi terhadap kinerja perekonomian sebuah negara?

Ketika terjadi apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar, langkah taktis apa yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan kerja perekonomian?

Apakah depresiasi nilai tukar selalu memiliki dampak negatif untuk perekonomian?

Apa solusi yang ditawarkan sistem ekonomi Islam ketika dalam suatu negara terjadi hiperinflasi?

Mengapa negara Zimbabwe mengalami hiperinflasi?

Mengapa ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh kisaran 5% (2016), walaupun harga komoditas dunia anjlok?

Seperti apa signifikansi peran wakaf dalam pertumbuhan ekonomi di suatu negara?

Apa penyebab menguat dan melemahnya rupiah terhadap dolar?

Kapan impor barang lebih baik daripada diproduksi sendiri di dalam negeri?

Bagaimana prospek tax amnesty di Indonesia?

Bagaimana kondisi perekonomian Indonesia dalam menghadapi tekanan eksternal dan internal?

Apa maksud perkataan Keynes atas statementnya yang fenomenal: In the long run we're all dead?

Apa itu pertumbuhan ekonomi?

Apa itu infrastruktur?