selasar-loader

Apakah Anda akan tetap melaksanakan salat jika surga sudah tidak ada?

Last Updated Jan 23, 2017

Shalat merupakan Rukun Islam yang kedua. Shalat bahkan menjadi motor dari ibadah yang kita kerjakan "Apabila shalatnya baik maka baiklah seluruh amalnya, dan apabila shalatnya rusak maka rusaknya seluruh amalnya." Sebuah konsekuensi pasti, jika seseorang yang tidak melaksanakan shalat akan dimasukan ke dalam nearaka, begitupun sebalikanya orang yang taat melaksanakan shalat akan dimasukan ke dalam surga.

3 answers

Sort by Date | Votes
Shendy Adam
Birokrat, pemerhati politik, pencinta sepak bola.

Rc2omQAZmYTA6F6ZJm50Le9LfLHp9EuA.jpg

Sejak kecil, kita ditanamkan pemahaman bahwa ada kehidupan setelah kematian. Saya sendiri mengimaninya.
"Di dunia, kita hanya numpang lewat, sementara, tidak kekal," begitulah kurang lebih nasihat para orangtua. Kita juga selalu diajarkan bahwa surga dan neraka adalah ganjaran atas perbuatan kita selama hidup di dunia dan kita akan hidup kekal/selamanya di salah satu tempat itu. Surga diberikan untuk para pelaku kebajikan. Neraka diberikan bagi para pendosa.

Maka, surga pun menjadi semacam reward atas segala ibadah yang kita lakukan, salat adalah salah satu wujud ibadahnya. Apakah jika tak dijanjikan surga lantas kita tak perlu salat? Nggak usah pusing cari jawabannya karena minimal lima kali dalam sehari kita membacanya.

Innash sholati, wanusuki, wamahyaya, wamamati, Lillahirabbil ‘alamin....

Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah karena Allah, Tuhan seluruh alam....

So, salat seharusnya adalah bentuk penyerahan diri kita pada Illahi, bukan untuk mengejar surga atau takut ke neraka. Maka salatlah dengan keikhlasan, tanpa berharap apapun kecuali rida Allah SWT.

Lagipula, bukankah surga dan neraka juga "makhluk" ciptaan Allah yang tidak beda dengan manusia, hewan, tumbuhan, bumi, langit, matahari, dll yang sifatnya mustahil kekal? Bukankah hanya Allah yang mahakekal?

Answered Feb 27, 2017

r7l8T2tPsXuRFTXmuMllrDuSIbGxUCA8.jpg

via flickr.com

Sebelum ada perintah salat, surga itu memang sudah ada.

Bahkan, sebelum ada makhluk yang bernama manusia, surga itu memang sudah ada.

Salat didirikan bukan untuk surga atau neraka, tetapi untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Answered Feb 27, 2017
Romli Amrullah
RK7 Makassar | Founder ODTePs Community | Interested in Sharia Banking

eD_dder-NKyEGqH38pmifJDTvNLkzNdn.jpg

Shalat adalah tiang agama, pondasinya adalah dua kalimat syahadat. Tiang agama seorang muslim haruslah kokoh, karena ia yang akan menopang segala aspek yang dibebankan pada dirinya. Berkaitan dengan surga, shalat seorang muslim bukan lah semata-mata untuk mengejar surga melainkan untuk menjalankan apa yang menjadi kewajibannya sebagai seorang hamba demi meraih ridha yang telah dijanjikan oleh Allah SWT. Allah menciptakan manusia dan bahkan jin di muka bumi ini bukan untuk mengejar surga ataupun menghindar dari perihnya siksa neraka. Allah menciptakan manusia di muka bumi ini semata-mata untuk beribadah, menjalankan segala apa yang di syraiatkan oleh Allah SWT. Ibadah itu pun, tak hanya semata-mata yang telah secara jelas diatur dalam syariat seperti shalat, puasa, haji, zakat dan lainnya, melainkan juga mencakup segala bentuk ibadah yang kaitannya dengan kita sebagai sesama manusia seperti berbuat baik dan tolong menolong dalam kebaikan. Semua itu dilakukan juga semata-mata untuk menggapai ridha Allah SWT. Jadi sekali lagi surga bukanlah tujuan, ia hanya hadiah yang dijanjikan oleh Allah SWT bagi mereka yang berhasil mencapai tujuan, yaitu ridha Allah semata.

Answered Dec 14, 2017